CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / SINDOnews.com /
Viral Video Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec17c1182d495485e6020ca/viral-video-ribuan-warga-tumpah-ruah-di-pasar-anyar-bogor

Viral Video Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor

Viral Video Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor

BOGOR - Sebuah video di kawasan Pasar Anyar, Bogor, viral di media sosial terkait kerumunan warga, baik pejalan kaki, pedagang, hingga pengendara roda dua yang tumpah ruah di Jalan MA Salmun dan Dewi Sartika.

Dalam video tersebut warga merekam bagaimana ribuan warga Bogor seolah abai dengan adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga mereka leluasa berjubel mencari kebutuhan bahan pokok dan pakaian untuk Idul Fitri yang memang dalam waktu dekat segera tiba.

"Saya pengen tahu gimana tanggapan atau tindakan Pemkot Bogor dengan beredarnya video kerumunan warga di Pasar Anyar hari ini," ungkap Rilmen, 40, warga Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor merespon viralnya video tersebut di Facebook maupun Instagram, Minggu (17/5/2020). (Baca juga: Kunci Keberhasilan PSBB, Harmonisasi Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah)

Baca Juga:

Tak hanya itu, kepadatan juga terjadi di sejumlah ruas jalan di Pasar Bogor, baik di Jalan Surya Kancana maupun Jalan Roda, Bogor Tengah, Kota Bogor. Kemacetan terjadi hampir setiap sore di kawasan Pasar Bogor. Bahkan di sejumlah persimpangan jalan raya perbatasan Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor juga terlihat padat.

"Bingung saya juga, katanya PSBB akan diperketat dan masih berlaku tapi seolah seperti hari biasa saja sekarang ini di jalan raya macet. Dimana ketegasan Pemkot Bogor," kata Rosdiana, 29, warga Bantarkemang, Bogor Timur, Kota Bogor.

Menanggapi ramainya perbincangan tentang dipertanyakannya ketegasan Pemkot, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto langsung turun ke lokasi pusat keramaian, di antaranya Pasar Bogor. (Baca juga: Bupati Bogor: PSBB Sudah Cukup Lunak, Jadi Tak Perlu Lagi Relaksasi)

Bima yang mengenakan seragam Satpol PP bersama puluhan personelnya membubarkan kerumunan warga di Pasar Anyar atau Pasar Kebon Kembang, Minggu (17/5/2020). yang sempat dijadikan lokasi menumpahkan kekesalannya usai sembuh dari Covid-19 itu.

"Sekali lagi, kami mohon, tolong dibantu untuk membubarkan pengunjung. Semua toko yang bukan menjual makanan dan sembako agar ditutup," teriaknya melalui pengeras suara di Pasar Anyar, Minggu (17/05/2020) petang.

Perintah tegasnya itu langsung dipatuhi puluhan personel Satpol PP dengan cara menegur para pedagang yang menjual pakaian dan lainnya di luar kebutuhan esensial. Mayoritas merupakan pedagang kaki lima (PKL) dan berjualan menggunakan tenda. (Baca juga: Masyarakat Diminta Patuhi PSBB agar Penanganan Covid-19 Efektif)

Disela-sela inspeksi mendadaknya itu, Bima juga sempat menegur para pengunjung melalui pengeras suara. Menurutnya, masyarakat mestinya prihatin dengan kondisi pandemi. "Tahun ini, Lebarannya prihatin. Banyak warga yang tidak bisa makan. Jadi, ditahan dulu untuk membeli baju baru, sepatu baru," katanya.

Ia menyampaikan tentang aturan PSBB yang melarang masyarakat berkerumun sebagai opsi karantina kesehatan untuk memutus rantai penularan coronavirus baru (Covid-19). "Yang melanggar, sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 37 Tahun 2020, terancam sanksi denda dan sosial," tegasnya.


Sumber : https://metro.sindonews.com/read/337...gor-1589731519

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Viral Video Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor Covid-19 di Kabupaten Bogor Melandai, Pasien Sembuh Menjadi 33 Orang

- Viral Video Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor Viral Video Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor

- Viral Video Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pasar Anyar Bogor Pedagang Pasar Jiung Berulah, Satpol PP DKI Ancam Berikan Sanksi

profile-picture
zhed09 memberi reputasi
Wiiiih Kereeen ....Efek ajakan untuk berdamai dengan corona.

emoticon-I Love Indonesia
Himbauan himbauan himbauan......


Mana sanksi pidananya njing???


Gw sama sekali ga ngerti kenapa dari awal pandemi sampai detik ini sama sekali tidak diterapkan sanksi pidana..... apa takut rusuh? Takut memberatkan masyarakat?
Bagaimana lu mau mengatur ratusan juta orang bebal berpendidikan rendah dan berkantong kempes kalau lu ga pakai hukuman yg keras?

Ada yg tau kenapa pemerintah ogah pakai sanksi pidana?
profile-picture
ev103 memberi reputasi
Lihat 2 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di