CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Supranatural /
Tumbal - Bab 3 Janji Janin
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec1785caf7e934b071433b1/tumbal---bab-3-janji-janin

Tumbal - Bab 3 Janji Janin

Malam min malam ini lanjut bab 3 Janji Janin.,, yang belum baca  1-2 mampir kesini ya min.. jangan lupa cendol, rating dan share nya terima kasih.


Pisungsung Getih

      Malam ini aku terpaksa menginap sembari menunggu diriku pulih, mendapatkan pelayanan dengan kualitas seadaanya, tentu saja membuat diriku harus berbagi ruangan bersama dengan 2 pasien lain. Disebelah kanan seorang anak beserta ibu nya dan disebelah kiri seoarang wanita tua rentan yang sedari tadi tak seorangpun kulihat ada yang menjaga atau menjenguk nya.

 
Suasana rame di siang hari berlarut sepi, seiring dengan jadwal kunjung yang telah berakhir.
 
Permisi.. 
Tampak seorang suster dan dokter jaga berkunjung untuk melakukan rutinitas pengecekan kepada pasien. 
Satu persatu kami dicek, hingga tiba dokter terkait memeriksa wanita tua itu. Cukup aneh. sewaktu pemeriksaan saya dan anak tersebut tidak dilakukan penutupan horden. namun entah kenapa khusus wanita tua itu dilakukan penutupan, dengan waktu pemeriksaan yang cukup lama.
 
Hal itu membuat aku tertarik untuk terus memperhatikan apa yang sebenar nya dilakukan, sedang asik memikirkan apa yg diperiksa dan diobrolkan dokter dan nenek tua itu, tiba tiba horden terbuka. 
 
Ku lihat nenek itu terduduk di ranjang nya, sembari berbicara dengan dokter tersebut.
entah apa yang ada dipikiran ku, aku malah asik melihat mereka, tanpa sadar kini aku sudah beradu pandang dengan nenek tua yang kini telah melotot ke arah ku.
 
Perpincangan hangat antara Ia dan Dokter itu, tiba tiba berubah menjadi amarah yang ditujukan kepada ku.
 
Apa kamu lihat lihat?? pergi kamu dari sini…
Tempat mu di neraka bentak nya kepada ku.
 
Sungguh aku sangat kanget dan malu, langsung ku palingkan wajah ku untuk menurunkan tensi.,
Dasar nenek gila kata ku dalam hati.
 
Tak lama berselang keadaan semakin larut aku yang sebenar nya tadi telah terlelap kembali terbangun. Hawa yang tadi dingin mendadak panas, ku lirik jam dinding yang ada di ruangan sudah menunjukan jam 11 malam.
 
Di sebelah kanan pasien anak yang dijaga ibu nya sudah terlelap. begitu juga disebelah kiri ku. Nenek edan tersebut tampak pulas dengan agak sedikit mendengkur.
 
Malam semakin larut dan saya masih tertahan tanpa hiburan. hawa ruangan yang panas senantiasa membuat mata saya tetap terjaga.
 
Dan pas di jam 1 Malam,
Suasana menjadi horor bagi saya. terdengar suara ketokan pintu yang seolah membawa harum melati kedalam ruangan itu..
 
Tok.. Tok.. Tok..
 
Suara itu terus berbunyi seperti irama yang tiada henti..
 
Sial, kenpa suara begitu keras tidak juga membangunkan pasien lain.
Bila mana itu suster pasti nya dia akan berkata permisi dan langsung masuk.
Belum sempat aku memikirkan apakah itu Manusia atau Setan?
 
Kini terdengar suara minta tolong
 
Tolong... Sakit... Tolong saya…
Yang beriiringan dengan suara pintu yang masih diketok.
 
Sontak bulu kuduk ku terbangun, ku coba mengabaikan suara dengan menutup mata  dan menarik selimut hingga menutupi kepala ku, dengan perasaan yang masih merinding ku lafalkan doa yang ku bisa. Suara itu semakin jelas terdengar diiringi dengan ketukaan pintu yang tiada henti.
 
Ku coba mengintip sedikit dari celah selimut ku.
Sial....
Kamana anak kecil dan ibu nya itu, yg seharus nya berada di ranjang yang paling dekat dari pintu.
 
Suasana semakin horror tak kala pintu ruangan itu terbuka, dan tidak ada siapa siapa didepannya
 
Seiring dengan bau bunga kubur #Melati yang semakin menusuk hidung, terdengar suara orang yang sedang bertengkar.
 
Dek…
Jangan gila kamu, wanita itu pasti akan terluka bila kehilangan janin nya.
Terpaksa mas...
Ini demi kita.
 
Kini tampak ada seorang pria dan wanita yang berada pas didepan pintu.
Dan wajah itu...
Wajah itu merupakan penumpang suami istri yg satu angkot dengan ku.
Apa yg mereka lakukan disini?
 
Sudah hentikan semua ini dek.
Sudah terlambat mas, aku ga mau dihina oleh keluarga mu lagi.
Dan aku ga mau kehilangan anak kita, biar aku tanggung semua.
aku yg lakukan...
 
Prak….
Pria tersebut menampar wanita itu.
Serah.. Serah Kamu dek
Aku sudah capek dengan wanita gila seperti kamu. 
Terdengar bentak pria itu yg kemudian tampak pergi meninggalkan wanita itu.
 
Kini hanya tinggal wanita itu dia masih berdiri didepan pintu, dengan wajah yang penuh emosi..
 
baik…
Ku melihat dia melangkah masuk kearah ku
Tangan ku mencoba menekan tombol bantuan.
Tolong seseorang datang lah.. 
Tolong pintaku dalam hati..
 
-------- Lanjutan cerita ada sedikit di Kolom Komentar GanSis, lanjutan Part dibawah link nya ya ------------ 

Tumbal - Bab 3 Janji Janin

Lanjutan Part ini Baca disini Ya gan :
Pulung Gantung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Calyaaje dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh smart70again
Wanita itu kini telah berdiri pas di hadapan ku, dia menarik selimut ku dan wajah kami kini saling berhadapan.

Mba mohon maaf ya, tapi janin mu punya ku, omongan nya kepada ku.
aaa…

aaku ga hamil mba, ampun maaa .maaafkan saya .. jawab ku

Ini tidak akan sakit. Maaf yo mba.

Entah dari mana asal nya kini dia mengangkat tangan nya yg sudah memegang pisau dan siap mengarahkan ke arah perut ku.

Baik lah mungkin ini takdir ku.
Ku tutup mata sembari berteriak sebisa yang kulakukan.

Hentikan ...
Hentikan itu....
Siopo jenegan wani wani kut campur.
Aku bukan siapa siapa.

Nenek tua yg tadi memaki ku kini berdiri seperti orang sehat.
Tadi aku sudah menyuruh mu pergi ke neraka, jangan kamu ganggu wanita muda itu. Perjalanan nya masih panjang.


Hahahahaha.....
Urus saja dirimu kalau ga mau aku bunuh.

Kalau kamu mau ambil aku saja tapi jangan sentuh dia, dengan nada tegas nenek tersebut berkata kepada wanita psikopat itu.

Getih wanita ini sudah menjadi perjanjian, cepat atau lambat aku akan mengambil nya.
Kau selamat hari ini KARINA YUSTIKA..

Seiring dengan ancaman dan tawa nya yang sungguh menakutkan ku, wanita itu pun berlalu pergi hilang dengan begitu saja.
Kulirik kearah kiri tempat dimana nenek tua itu menyelamtkan ku
Sialll dan siaaal….
Lagi lagi pandangan aneh yang kudapati, tampak nenek itu masih tertidur di ranjang nya. Dan ku alihkan Pandangan ke arah pintu, kondisi tertutup dengan pasien bocah dan ibu nya juga berada di tempatnya.

Tok .. Ttok...
Suara ketukan kembali mengangetkan ku.
Permisi....
Tampak suster jaga datang berkunjung...
Ada yang memangil tanyanya.
Iya .. iya.. sus.
Oh ada apa mba?
Tidak jadi sus, sudah selesai jawab ku.
Baiklah kalau ada apa apa tekan lagi ya mba.

Perlahan mata ku mulai sayup dan coba ku rebehkan badan ku hingga ku terlelap.

Matahari menyingsih.
Aku masih terlelap dalam mimpi ku, rasa Lelah dan kantuk masih menyelimuti, namun terpaksa kubuka hati tuk membuka mata ini.

Suara tangis dan padat nya ruangan ini. Itulah pemandangan pertama dipagi ini.
Kudapati ruangan ini penuh dengan orang-orang yang menangis.

Yap..
Menangisi nenek tua yang kemarin dating menyelamatkan ku..

Bagaimana mungkin , Apakah aku sudah GILA??

------ bersambung ----------

profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
horor nih Gan.. emoticon-Takut
nitip bakyak ya Gan.. jgn digadein.. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
indahal711 dan Calyaaje memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Mantep gan luar biasa
profile-picture
profile-picture
indahal711 dan smart70again memberi reputasi
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
indahal711 dan smart70again memberi reputasi
jangan kentang ya
profile-picture
profile-picture
indahal711 dan smart70again memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di