CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Di Pucuk Rindu Ramadhan Kulepas Suka Cita Lebaran
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec0d63af0bdb23bcc65c358/di-pucuk-rindu-ramadhan-kulepas-suka-cita-lebaran

Di Pucuk Rindu Ramadhan Kulepas Suka Cita Lebaran

Di Pucuk Rindu Ramadhan Kulepas Suka Cita Lebaran

Ramadhan, mengapa harus merangkai kisah yang seperti alur tak berbentuk karena kesatuan setiap unsur menjadi tercerai berai?

Kujalani hari-hari di bulan Ramadhan ini dengan senda gurau yang semakin bermakna, kulalui penuh dengan seribu alasan kebersahajaan, kala pandemi Covid19 ikut dalam euforia Ramadhanku kali ini, sesak? Iya ....

Kau yang disana, demi menjaga keutuhan dan keselamatan keluarga, terpaksa menahan segala keinginan dan hasrat untuk kembali bersama, aah ... Ramadhan yang kunanti bakal ceria bersamamu, ternyata hanyalah berupa untaian penantian yang kini berujung di akhir Ramadhan.

"Bersabarlah, Umi. Tetaplah tawakkal pada ketentuan yang telah digariskan," katamu saat suara khas itu menyapa lamunanku yang terisak rindu.

"Berharap sajalah, pandemi ini segera berlalu dan kita bisa bersama kembali."

Duh, hanya senyuman yang menguatkan dan doa yang terikat di balik sajadah panjang, teruntuk dirimu yang jauh disana. Ramadhan kali ini, begitu penuh kesederhanaan. Baik dari pola tingkah laku, kebiasaan yang dulu sering dilakukan menjelang akhir Ramadhan, dan juga kegembiraan menjelang lebaran seperti memasuki fase yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Di Pucuk Rindu Ramadhan Kulepas Suka Cita Lebaran

Sekolah menjadi sepi dibarengi suara tarawih di mesjid yang semakin menghilang. Apakah pandemi Covid19 ini mulai melunturkan semangat islamiyah? Aku yang terus berdiam di rumah, hanya berusaha menjaga diri dan kehormatan Bulan yang penuh berkah nan ampunan ini.

Di belahan kehidupan yang lain, aku begitu kagum pada banyak wanita muslimah yang melalui Ramadhan dengan menjaga lisan dari segala ghibah dan khusnudzon, tinggal berdiam diri di rumah saja melakukan berbagai aktifitas yang melalaikan lisan dari melakukan fitnah dan ghibah. Setiap saat lisannya hanya berkata yang baik, melafazkan ayat-ayat suci Alquranul Kariim dan terus menambah pahala kebaikan dengan melakukan sedekah jariah. Bukan mengikis habis pahala Ramadhan dengan sesuatu yang merusaknya.

"Abi, jangan khawatir ... Umi bukan wanita seperti itu," kataku ketika lelakiku memberi nasehatnya.

"Bagaimana kabar anak-anak? Tetap berpuasakah mereka?"

"Tentu saja, alhamdulillah ... sampai detik ini puasa mereka tetap terjaga, Abi."

"Masya Allah! Alhamdulillah wa syukurillah, semoga istiqomah."

"Aamiin allahumma aamiin."

"Jadi, bagaimana lebaran nanti, Abi tetap tidak bisa pulang?" tanyaku.

"Bersabarlah, Umi."

Jawaban yang cukup memberi penegasan, bahwa memang Ramadhan-ku di tahun ini membawa banyak perubahan yang mendasar.

Haruskah suka cita lebaran bulan ini berakhir hanya di rumah saja?

emoticon-Matabelo

Sementara itu, tradisi akhir Ramadhan mulai mengusik ketentraman setiap toples dan kotak-kotak kue kering, saling bergesekan seakan hendak menimbulkan suara gemerincing ketukan oven dan kompor, memancing adukan bahan cemilan kering itu ke dalam wadah plastik disertai berisik suara mixer yang tertawa riang.

"Umi, tidak bikin kue, ya?" tanya si sulung, saat melihat aktifitas kompor dan oven yang hanya terdiam membisu menatap kami berdua.

"Entahlah, Nak. Akankah physical distancing ini masih berlaku setelah lebaran?"

"Memangnya tidak ada yang akan datang massiara', Umi?"

(massiara', adalah bahasa bugis yang mewakili ajang silaturahmi setelah lepas salat idul fitri)

"Mungkin tak ada, Nak. Larangan berkerumun masih berlaku dan belum dicabut oleh pemerintah."

"Bikin sajalah, Umi. Setidaknya kue Umi biar dimakan kita-kita saja di rumah," ajak sulungku yang cerdas.

Di Pucuk Rindu Ramadhan Kulepas Suka Cita Lebaran

Setelah persoalan kue kering selesai, muncul lagi pertanyaan baru. Atas tampilan media sosial yang entah terusik karena pemasukan dari bidang garmen nihil sehingga menjelang akhir Ramadhan semuanya seperti berlomba-lomba memamerkan baju baru di tiap gantungan di lapak mereka yang memanggil-manggil dompet di balik laci lemari, mengusik ketenangan setiap lembaran rupiah yang terjaga rapi sebagai tameng mengatasi pandemi corona untuk persoalan kebutuhan primer.

"Umi ... beliin baju baru dong," desak si bungsu, merajuk karena ingin terlihat gagah pas lebaran nanti.

"Kita lebarannya di rumah saja, Nak? Tak pakai baju baru juga kita tetap lebarannya di rumah saja?" jawabku.

"Masa tidak pakai baju baru? Tidak serulah, Umi?" Matanya mulai menyorot pesimis, alhasil pasti ngambek nih, pikirku.

"Nak, merayakan lebaran tak harus pake baju baru, pakai baju yang lama juga bisa, lagipula baju yang kemaren dipake salat itu juga masih baru? Allah SWT tidak melihat ibadah seseorang itu dari pakaian fisiknya, tak harus pakai baju baru, jika ibadah Ramadhanmu hanya setengah takar saja. Jadi, biarpun pakai baju lebaran yang lama asal hatimu ikhlas menyambut lebaran, maka Allah akan memberi banyak berkah, Nak," ujarku panjang lebar.

"Apa karena corona sampai kita cuma lebaran di rumah ya, Umi?"

"Iya, Nak. Sabar, ya? Anak sholeh pasti bisa mengerti ucapan Umi," kataku sambil mengusap kepalanya.

Dia pun mengangguk, seakan paham dengan situasi yang kini terjadi. Lalu berlalu dengan senyuman ke kamarnya.

Di Pucuk Rindu Ramadhan Kulepas Suka Cita Lebaran

Bukan tak ingin membelikan anak-anak baju baru, prinsip lebaran di tahun-tahun kemarin 'tak apa orangtua tak memakai baju baru, asal anak-anaknya bisa mendapat baju baru untuk berlebaran itu sudah cukup', ternyata tidak bisa diamalkan di Ramadhan tahun ini.

Kebutuhan primer harus didahulukan sebelum memikirkan kebutuhan tersier dan hikmah berlebaran di bulan pandemi Covid19 ini mengajarkan satu(1) hal, bahwa tak selamanya berlebaran itu harus dimaknai dengan memakai baju baru dan semua penampilan yang serba baru.

Cukup perbaharui hati dan prilaku, bersihkan lisan dan sucikan kehidupan kita dengan kembali mengintrospeksi diri lebih bertafakur ke dalam diri kita sendiri, sudah berbuat baik apakah kita untuk orang lain, sudah bersihkah lisan kita dari menghujat dan mengghibah oranglain?

Quote:

Setiap kata dan kalimat yang kuuntaikan juga menjadi pelajaran bagiku, agar tidak tergelincir ke dalam dosa yang tidak bisa kucuci, bukan ingin menggurui, tetapi sebaiknya hal-hal baik banyak yang menunggu untuk dikerjakan daripada membuang waktu hanya untuk menambah kekhilafan lisan dan pikiran.

Akhirnya di malam kemarin, persoalan THR pun mengusik ingatan, akankah di tahun ini pembagian THR ditiadakan? Kenapa belum ada kabar kalau memang ada?

Dari kantor tempat kukerja juga belum ada tanda-tanda alarm THR berbisik mesra di telinga dan dilayar gawai, jika dalam bentuk barang ... segeralah diberikan agar bisa membuat hati ini bernyanyi riang, jika memang tak ada, maka shalawat badar pun akan tetap mengalun merdu.

Tak tahan menunggu, kusampaikan uneg-uneg dan curhat ini ke lelaki yang selalu sabar menerima opiniku.

"Abi, THR adakah?"

Jawabannya yang singkat padat dan jelas kembali membungkam lisanku untuk bertanya lebih lanjut, cukuplah hanya aku yang tahu. Setidaknya, di pucuk rinduku pada Ramadhan kali ini kulepas dengan segala suka cita menyambut lebaran nanti.

Doa kembali termunajat, semoga kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan dan di tahun-tahun berikutnya. Semoga berkah dan kebaikan bulan yang penuh ampunan ini memberikan kesucian hati bagi siapa yang memaknainya dengan kesederhanaan dan keikhlasan yang tiada berbatas, semoga pula pandemi Covid19 bisa segera berakhir, aamiin ya robbal 'alamiin.

Di Pucuk Rindu Ramadhan Kulepas Suka Cita Lebaran
Sumber gambar dari Pinterest

emoticon-Maaf Aganwatiemoticon-Maaf Aganwatiemoticon-Maaf Aganwati


Spoiler for Bukti SS Cendol:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh evywahyuni
Halaman 1 dari 5
Quote:


Mau kepoin tritku? Klik aja gambar di atas emoticon-welcomeemoticon-welcomeemoticon-welcome
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh evywahyuni
Kejar DL di akhir eventemoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
Mampir dulu.
Ini thread event kah mbak evy? emoticon-Thinking
--
Om @actandprove mampir sini emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kyk cerpen ada dialognya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Oh gitu mbak, maklum nih kudet soal event emoticon-Big Grin
Sama2 mbak evy emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ane liat...,tapi ga baca yahemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Semua karena dampak dari Covid 19, moga segera usai lah pandemi ini emoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan evywahyuni memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Iya ane dah mampir emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Barra.Brava dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Kagak bisa mudik sekarang, bisa mudik nanti neng.. yang penting sehat dulu dah.. betul kagak om @adolfsbasthian?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 27 balasan
Ini cerpen buat coc bundaa aku menikmati setiap barisnya
profile-picture
profile-picture
actandprove dan evywahyuni memberi reputasi
Quote:

Aamiin, semoga pandemi segera berakhir masa tayangnya di Indonesia, biar keadaan bisa kembali kondusif, Bangemoticon-Smilie

Quote:

Maaf, kalau kurang menarik, Meremoticon-Smilie
Bikinnya entuh baru tadi soalnyaemoticon-Belo
profile-picture
profile-picture
actandprove dan Richy211 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
tak apalah ramadhan kali ini tidak mudik dulu demi kebaikan bersama, tak pakai baju baru karna lebaran nggak kemana-mana ngga ada aneka kue kering yang berjajar rapih diatas meja
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan actandprove memberi reputasi
Quote:


Eeeh iya bener yak dah 3x om mengisolasi diri dan semuanya entuh gegara orang lain
emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
adolfsbasthian dan evywahyuni memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Aamiin.. kasian yang terkena dampak covid19, anak-anak juga kasian kagak bisa belajar dengan efektif, kagak bisa ketemu guru & teman-teman..

Pantes aja sedap dibaca.. masih fresh from the oven ya
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan evywahyuni memberi reputasi
Diubah oleh actandprove
Quote:

Seperti itulah keadaannya sekarang, Ganemoticon-Smilie

Quote:

Libur sekolah semakin diperpanjang dan entah kapan berakhir masanya, banyak yang terdampak, tetapi mau diapakan lagi ... semuanya hanya sisa menunggu wabah Covid19 segera tinggal ceritaemoticon-Smilie


Sedap ya, Bang? Semoga ceritanya sesuai tema. Baru buat tadi siang, Bangemoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
actandprove dan Richy211 memberi reputasi
Iyaa betulll sekolah entah sampai kapan
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan actandprove memberi reputasi
Quote:


Iya diundur entah sampe kapan.. iya mau gimana lagi, kudu sabar menanti..

Iya neng, sedap dibaca.. selain itu ada terselip pesan disitu karena memang Idul Fitri tahun ini beda.. kagak ada sholat ied berjama'ah.. kagak bisa massiara' atau silahturahmi tapi kan masih bisa lewat video call jadi nikmati saja.. yang penting kita jaga kesehatan.. krna setelah pandemi selesai, semua akan normal kembali dan kita bisa bertemu sanak saudara seperti biasa
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Quote:

Yup, entah sampai kapanemoticon-Belo
Tak bisa juga gegabah mengizinkan anak-anak bersekolah sementara keadaan belum kondusif 100%

Quote:

Sabar menanti, seperti nama bus lintas propinsi dimari, Bangemoticon-Big Grin

Sangat banyak perbedaannya, Bang dan semua itu karena pandemi Covid19 yang berhasil membuat mesjid sepi dari salat berjamaah , dan membuat lebaran idul fitri dinyatakan di rumah sajaemoticon-Smilie
profile-picture
actandprove memberi reputasi
pengen jadi angkatan 2020 emoticon-Frown(


liburnya panjang beut
Ga ada UN
Tetiba lulus aja
emoticon-Hammer (S)





Tapi ga bisa mudik emoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan actandprove memberi reputasi
Diubah oleh Mr. DAY
Quote:

Iya neng.. ntar shalat Ied gimana dah? Kalo kagak salah waktu itu pernah baca bakal ada kebijakan soal itu tapi entahlah
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di