CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / SINDOnews.com /
Erick Thohir Minta Jadwal Penerbangan Dikelola agar Tak Menumpuk
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec0d27ec8393a651d5e285b/erick-thohir-minta-jadwal-penerbangan-dikelola-agar-tak-menumpuk

Erick Thohir Minta Jadwal Penerbangan Dikelola agar Tak Menumpuk

Erick Thohir Minta Jadwal Penerbangan Dikelola agar Tak Menumpuk

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi penerapan kebijakan pembatasan perjalanan orang pada masa larangan mudik di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Hal itu disampaikan ketika Menteri BUMN melakukan kunjungan kerja di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang

Dia meminta pengaturan jadwal penerbangan satu dan lainnya serta alur penumpang di bandara juga telah diperhatikan guna menghindari adanya penumpukan antrean di bandara.

"Saya mengapresiasi kinerja para petugas Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang yang menjalankan tugasnya dengan baik dalam menyiapkan operasional penerbangan pada masa pembatasan perjalanan orang ini dan juga pada rencana penerbangan repatriasi. Hal tersebut dapat dilihat dari telah disediakannya kursi tunggu guna mengantisipasi antrean sebelum Pekerja Migran Indonesia (PMI) melakukan rapid test Covid-19 di koridor kedatangan internasional," kata Erick dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2020).

Baca Juga:

(Baca Juga: Ada Penumpukan Penumpang, Kemenhub Minta Maspakai Atur Ulang Jadwal Penerbangan)

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I (Persero) Dendi T Danianto menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan mekanisme antrean calon penumpang yang berangkat dalam beberapa zona untuk menghindari terjadinya penumpukan.

"Pada area exhibition hall, antrean penumpang dibagi ke dalam 3 zona dan telah disediakan tempat duduk dengan menerapkan physical distancing dan jarak depan belakang kursi yang disesuaikan dengan keperluan penumpang jika menggunakan trolley," jelasnya.

Setelah melewati antrean tersebut, calon penumpang menuju ke konter verifikasi dokumen penerbangan oleh maskapai dan kemudian menuju ke konter pemeriksaan kesehatan dan verifikasi dokumen kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Tak hanya di area keberangkatan, penerapan physical distancing_ juga diterapkan di area kedatangan penumpang dengan penyediaan dua jalur bagi penumpang yang telah mengisi Health Alert Card (HAC) dan bagi penumpang yang belum mengisi HAC agar tidak terjadi penumpukan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga telah melakukan peninjauan di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk melihat kesiapan bandara untuk pelaksanaan pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Petugas bandara menjelaskan terkait penerapan protokol kesehatan yang dijalankan, juga terkait prosedur sampai dengan calon penumpang diberikan izin untuk terbang.

"Kami berkomitmen untuk mendukung kebijakan Pemerintah terkait pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 pada masa larangan mudik ini. Oleh karena itu, kami berupaya keras agar penerapan kebijakan tersebut berjalan lancar di lapangan dengan memperhatikan prinsip protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, terutama _physical distancing_ di bandara-bandara Angkasa Pura I," tegas Dendi.

Dendi juga mengimbau masyarakat yang harus melakukan perjalanan udara pada masa larangan mudik ini untuk mempersiapkan dokumen syarat melakukan perjalanan sesuai kebijakan yang berlaku sebelum datang ke bandara dan tiba di bandara 3 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk mengindari penumpukan antrean pemeriksaan.


Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/328...puk-1589684734

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Erick Thohir Minta Jadwal Penerbangan Dikelola agar Tak Menumpuk BUMN Diizinkan Kembali Berbisnis Mulai 25 Mei, Ini Tahapannya

- Erick Thohir Minta Jadwal Penerbangan Dikelola agar Tak Menumpuk Erick Thohir Minta Jadwal Penerbangan Dikelola agar Tak Menumpuk

- Erick Thohir Minta Jadwal Penerbangan Dikelola agar Tak Menumpuk Bukan Dadakan, Program Kartu PraKerja Dinilai Sudah Transparan



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di