CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
Saya Memiliki Penafsiran Baru Tentang Pengampunan Dosa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec020a788b3cb2e80640832/saya-memiliki-penafsiran-baru-tentang-pengampunan-dosa

Saya Memiliki Penafsiran Baru Tentang Pengampunan Dosa

Kerinduan terbesar bagi kita yang percaya kepada Tuhan adalah memasuki kerajaan surga , dan karenanya kita sering membayangkan betapa indahnya di sana. Tentu saja, kita juga yakin kita akan masuk ke surga, karena dikatakan di dalam Alkitab : "Di dalam Dia, kita memiliki penebusan melalui darah-Nya, bahkan pengampunan dosa" (Kolose 1:14). Oleh karena itu, kita percaya bahwa dosa-dosa kita diampuni setelah kita beriman kepada Tuhan, dan bahwa kita kemudian tidak lagi berdosa. Kita juga percaya bahwa, ketika Tuhan datang, kita akan segera diangkat ke kerajaan surga. Memikirkan hal-hal ini membuat kita sangat bersemangat, dan kita ingin Tuhan bergegas mendatangi kita. Inilah juga yang aku rindukan sebelumnya. Namun kemudian, setelah bersekutu dan membahas masalah ini dengan saudara-saudariku, aku menemukan sebuah penemuan baru, dan di sini aku ingin bersekutu dengan kalian semua apa yang aku dapatkan …

Saya Memiliki Penafsiran Baru Tentang Pengampunan Dosa

Makna Sejati dari Diampuninya Dosa-Dosa Kita

Pertama-tama, kita perlu memahami sesuatu: Apa makna sebenarnya dari diampuninya dosa kita? Menyangkut masalah ini, kita semua tahu bahwa Tuhan menyatakan hukum dan perintah-Nya melalui Musa pada Zaman Hukum Taurat. Melalui hukum-hukum tersebut, Dia membuat orang-orang sadar akan dosa, dan Dia membiarkan orang-orang pada zaman itu mengetahui bagaimana hidup di bumi, bagaimana hidup bersama orang lain dan bahwa, jika mereka berdosa, mereka akan menerima hukuman Tuhan. Hanya dengan mempersembahkan pengorbanan kepada Tuhan Yahweh, dosa-dosa mereka dapat diampuni. Seperti yang dikatakan dalam Alkitab: "Bicaralah kepada bangsa Israel, katakan, Jika seseorang berdosa terhadap perintah-perintah Yahweh karena ketidaktahuan mengenai hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan, dan berbuat berlawanan dengan itu: Jika imam yang diurapi melakukan dosa seperti dosa umat, biarlah dia membawa untuk dosanya, yang telah dia lakukan, seekor lembu jantan muda yang tidak bercela kepada Yahweh untuk korban penghapus dosa" (Imamat 4:2–3). Meskipun dosa-dosa umat manusia dapat diampuni dengan menyerahkan korban penghapus dosa, pada akhir Zaman Hukum Taurat, umat manusia menjadi semakin rusak oleh Iblis, dan karena itu mereka tidak dapat mematuhi hukum-hukum Tuhan, tidak ada lagi korban penghapus dosa yang bisa mereka lakukan yang dapat menebus mereka, dan mereka semua terancam dihukum mati oleh hukum.

Tuhan tidak mau melihat kita semua dihukum mati oleh hukum, dan karena itu Dia menjadi manusia dan bekerja di antara manusia dalam bentuk Tuhan Yesus. Dia memberitakan Injil kerajaan surga  dan Dia meminta orang-orang untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, sampai akhirnya Dia dipaku pada kayu salib dan menjadi korban penghapus dosa bagi seluruh umat manusia. Seperti yang tertulis dalam Alkitab: "Oleh itu kita akan dikuduskan melalui persembahan tubuh Yesus Kristus, sekali untuk selamanya. Dan setiap imam berdiri untuk melayani setiap hari dan sering kali mempersembahkan korban yang sama, yang tidak akan pernah dapat menghapus dosa" (Ibrani 10:10–11). Karena penebusan Tuhan, dosa-dosa kita diampuni, dan kita lolos dari bahaya dihukum mati oleh hukum. Setiap kali kita mengingat perbuatan ini, kita merasakan kehangatan yang luar biasa di hati kita, karena belas kasihan dan kelemahlembutan Tuhan yang memungkinkan kita, umat manusia, untuk bertahan hidup sampai hari ini. Alkitab menyatakan: "Di dalam Dia, kita mendapat penebusan melalui darah-Nya, pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya" (Efesus 1:7). Jelas bahwa dosa-dosa kita diampuni karena Tuhan Yesus menebus kita dengan disalibkan demi kita. Kita kemudian tidak lagi dikutuk oleh hukum-hukum Tuhan dan Tuhan tidak lagi menganggap kita berdosa, dan akhirnya kita memenuhi syarat untuk datang ke hadapan Tuhan dan berdoa kepada-Nya, untuk mengakui dosa-dosa kita dan bertobat, dan menikmati kelimpahan kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Inilah makna sebenarnya dari diampuninya dosa-dosa kita.

Apakah Diampuninya Dosa Kita Berarti Kita Dapat Memasuki Kerajaan Surga?

Dosa-dosa kita diampuni oleh Tuhan dan Tuhan tidak lagi menganggap kita berdosa. Namun, ini tidak berarti bahwa kita telah bebas dari dosa dan kekotoran. Jika kita memikirkannya dengan saksama, meskipun kita mungkin percaya kepada Tuhan, mampu bersusah payah dan bekerja keras untuk Tuhan dan kita tampaknya berperilaku baik di luar, kita tetap menjalani hidup di mana kita berdosa pada siang hari dan mengakui dosa pada malam hari—kita tidak membuang kerusakan daging kita ataupun membebaskan diri kita dari pengaruh Iblis. Untuk sekadar mencantumkan beberapa contoh: Ketika orang lain melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kepentingan kita, kita selalu mengutamakan kepentingan kita sendiri karena sifat kita yang egois dan hina, dan kebencian dapat muncul dalam diri kita terhadap orang lain, dan kita menjadi tidak mampu mencintai tetangga kita seperti kita mencintai diri sendiri; ketika kita ingin mempraktikkan firman Tuhan  dan menjadi orang yang jujur, kita tanpa sadar mencoba menipu dan mencurangi orang lain demi kepentingan kita sendiri; kita tahu betul bahwa Tuhan meminta kita untuk rendah hati, tetapi kita sering sombong dan congkak, dan kita tidak mendengarkan siapa pun; kita tahu betul bahwa Tuhan Yesus bersabda bahwa kita tidak dapat melayani Tuhan dan Mammon sekaligus, tetapi kita masih mampu dirasuki oleh kekayaan dan kesenangan materi, kadang-kadang kita tidak teratur mengucapkan doa atau menghadiri kebaktian, dan beberapa saudara dan saudari bahkan mengikuti tren duniawi dan menjadi orang percaya palsu yang menjadi Kristen hanya sebatas nama … Tidakkah perilaku ini membuktikan bahwa kita masih hidup di bawah kuasa Iblis, dan hidup di tengah-tengah kerusakan dan dosa? Bagaimana mungkin kita, yang tertutupi dengan kotoran sebagaimana adanya kita, memandang wajah Tuhan? Dikatakan dalam Alkitab: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya" (Yohanes 8:34–35). Tuhan berbicara dengan sangat jelas di sini. Kita hidup dalam lingkaran setan berupa dosa dan pengakuan, kita adalah hamba dari dosa, dan Tuhan tidak akan membiarkan kita memasuki kerajaan-Nya.

Jadi, Bagaimana Kita Bisa Memasuki Kerajaan Tuhan.

Tuhan berfirman: "Kuduslah engkau, karena Aku kudus" (1 Petrus 1:16). Wahyu 14:5 menyatakan: "Dan di dalam mulut mereka tidak ditemukan kelicikan: karena mereka tidak bercacat di hadapan takhta Tuhan." Dan Wahyu 3:18 menyatakan: "Aku menasihatimu untuk membeli dari-Ku emas yang telah diuji dalam api, supaya kamu menjadi kaya; dan pakaian putih, supaya kamu berpakaian, dan agar aib ketelanjanganmu tidak nampak; dan olesi matamu dengan salep mata, agar kamu bisa melihat." Kita dapat melihat dari firman Tuhan dan dari nubuatan Wahyu bahwa Tuhan itu suci, dan hanya mereka yang disucikan oleh Tuhan dan yang membuang semua kekotoran dan kerusakan yang dapat memasuki kerajaan Tuhan. Demikian pula, kita tahu bahwa faktanya tidak mungkin bagi kita untuk membuang ikatan dosa hanya dengan mengandalkan diri kita sendiri. Bolehkah aku bertanya, siapa di antara kita saudara dan saudari dalam Tuhan yang ingin hidup dalam dosa? Dinilai oleh keinginan pribadi kita sendiri, tidak ada di antara kita yang ingin hidup dalam dosa. Namun, kita selalu tanpa sengaja melakukan dosa dan kemudian mengakuinya dan merasa sangat sedih dan tak berdaya. Oleh karena itu, jika kita ingin melepaskan diri kita dari ikatan dan belenggu dosa dan disucikan, kita membutuhkan keselamatan Tuhan lebih lanjut.

Melalui pemeriksaan yang cermat terhadap Alkitab, kita dapat melihat bahwa telah dinubuatkan di banyak tempat bahwa Tuhan akan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman untuk menyelamatkan umat manusia, misalnya, dalam Surat Pertama Petrus 4:17, dikatakan: "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan." Dikatakan dalam Yohanes 12:47-48: "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman." Dan dalam Yohanes 16:8, dikatakan: "Dan ketika Dia datang, Dia akan menegur dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman." Dari ayat-ayat suci ini, kita dapat melihat bahwa pekerjaan penghakiman yang dimulai dengan rumah Tuhan pada akhir zaman akan dilakukan oleh Tuhan Yesus yang datang kembali, dan akar dari dosa dan sifat dosa yang kita bawa di dalam diri kita pasti menjalani penghakiman dan penghukuman Tuhan sebelum dapat sepenuhnya dihapuskan.

Akan tetapi, bagaimana Tuhan akan melakukan pekerjaan penghakiman dan penghukuman-Nya, dan bagaimana kita harus mengalaminya? Alkitab tidak menyatakan dengan jelas jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi Tuhan sudah menubuatkan sejak lama: "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12–13). "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja" (Wahyu 2:17). Kita dapat melihat dari nubuatan-nubuatan ini bahwa Tuhan masih punya banyak hal yang harus diberitakan kepada kita, dan bahwa Roh kebenaran akan datang pada akhir zaman untuk memberi tahu kita semua kebenaran dan misteri, untuk menghakimi dosa-dosa kita dan menunjukkan kepada kita cara agar terbebas dari dosa. Apa yang harus kita lakukan pada saat genting ini adalah benar-benar mendengarkan firman yang diucapkan oleh Tuhan dan mencari serta mempelajari pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, karena hanya dengan melakukan ini kita dapat menjadi seperti gadis bijaksana  dan menyambut kedatangan Tuhan, bersenang-senang bersama Tuhan, dimurnikan oleh Tuhan dan dituntun ke dalam kerajaan Tuhan.

Saudara dan saudari yang terkasih, mari kita semua mengucapkan doa ini kepada Tuhan:
"Ya Tuhan! Aku meminta Engkau membimbing kami dan memungkinkan kami untuk mendengar firman yang Engkau ucapkan dan menyambut kedatangan Engkau kembali pada akhir zaman …"
 



profile-picture
profile-picture
profile-picture
korong.mengpeut dan 6 lainnya memberi reputasi
Apakah Paskah Itu? Asal-Usul Paskah

Paskah, atau juga disebut hari Minggu Kebangkitan, adalah sebuah hari libur yang merayakan kebangkitan Tuhan Yesus yang terjadi tiga hari setelah Dia disalibkan. Waktu pastinya jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama sesudah hari ekuinoks musim semi setiap tahun. Dalam rangka memperingati kebangkitan Yesus dan untuk mengenangkan keselamatan dan harapan yang Yesus bawa bagi umat manusia, setiap tahun dari Maret sampai April, umat Kristen di seluruh dunia menggelar perayaan-perayaan pada hari Paskah. Jadi, sementara kita umat Kristen memperingati kebangkitan Yesus, tahukah kita mengapa Dia kembali dari kematian dan menampakkan diri kepada manusia walau Dia sudah menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya? Dan, apakah makna di balik kebangkitan dan penampakan-Nya kepada manusia?

Makna dari Kebangkitan dan Penampakan Tuhan Yesus kepada Manusia

Firman Tuhan mengatakan: "Hal pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya adalah membiarkan orang-orang melihat-Nya, memastikan bahwa Ia ada, dan memastikan fakta tentang kebangkitan-Nya. Selain itu, penampakan-Nya ini memulihkan hubungan-Nya dengan orang-orang menjadi sama seperti hubungan-Nya dengan mereka ketika Ia bekerja dalam daging, dan Ia masihlah Kristus yang dapat mereka lihat dan sentuh. Dengan cara ini, salah satu hasilnya adalah orang-orang tidak lagi ragu bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian setelah disalibkan, dan tidak ada lagi keraguan terhadap pekerjaan Tuhan Yesus untuk menebus umat manusia. Dan hasil lainnya adalah fakta bahwa melalui penampakan Tuhan Yesus kepada orang-orang setelah kebangkitan-Nya dan dengan membiarkan orang-orang melihat dan menyentuh-Nya, Ia dengan tegas memastikan bagi umat manusia di Zaman Kasih Karunia. Sejak saat itu dan seterusnya, orang-orang tidak bisa kembali lagi ke zaman sebelumnya, yaitu Zaman Hukum Taurat, sebagai akibat 'hilangnya' atau 'berkhianatnya' Tuhan Yesus, tetapi mereka harus terus melangkah maju, mengikuti ajaran dan pekerjaan yang telah dilakukan Tuhan Yesus. Dengan demikian, sebuah fase baru dalam pekerjaan di Zaman Kasih Karunia secara resmi dibuka, dan orang-orang yang telah hidup di bawah hukum Taurat secara resmi keluar dari hukum Taurat sejak saat itu, lalu memasuki era baru, dengan permulaan yang baru. Inilah berbagai makna penampakan Tuhan Yesus di hadapan umat manusia setelah kebangkitan" ("Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III"). "Setelah Tuhan Yesus bangkit, Ia menampakkan diri kepada orang-orang yang Ia anggap perlu, berbicara kepada mereka, dan membuat persyaratan untuk mereka penuhi, meninggalkan bagi mereka maksud-maksud-Nya, dan ekspektasi-Nya terhadap orang-orang. Dengan kata lain, sebagai Tuhan yang berinkarnasi, tidak masalah apakah itu semasa Ia berada di dalam daging, atau dalam tubuh spiritual setelah disalibkan dan bangkit—perhatian-Nya bagi manusia dan persyaratan-Nya terhadap orang-orang tidak berubah. Ia perhatian akan murid-murid-Nya ini sebelum Ia disalibkan; di dalam hati-Nya, Ia sudah mengerti akan keadaan masing-masing orang, Ia paham akan kekurangan masing-masing orang, dan tentu saja pemahaman-Nya akan setiap orang ini tetaplah sama setelah Ia mati, bangkit, dan menjadi tubuh spiritual sebagaimana ketika Ia masih di dalam daging. Ia tahu bahwa orang-orang belum sepenuhnya yakin akan identitas-Nya sebagai Kristus, tetapi semasa waktu-Nya di dalam daging Ia tidak memberi tuntutan yang keras terhadap orang-orang. Tetapi setelah bangkit Ia menampakkan diri di hadapan mereka, dan Ia membuat mereka sepenuhnya yakin bahwa Tuhan Yesus telah datang dari Tuhan, bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi, dan Ia menggunakan fakta penampakan-Nya dan kebangkitan-Nya sebagai visi dan motivasi terbesar bagi pengejaran seumur hidup umat manusia. Kebangkitan-Nya dari kematian tidak hanya menguatkan semua orang yang mengikuti-Nya, tetapi juga sepenuhnya membuat pekerjaan-Nya pada Zaman Kasih Karunia berlaku di tengah umat manusia, dan dengan demikian Injil keselamatan Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia secara bertahap menyebar ke segala penjuru umat manusia. Akankah engkau mengatakan bahwa penampakan Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya memiliki makna yang penting? … Penampakan-Nya memungkinkan orang-orang untuk memiliki pengalaman lain dan merasakan kepedulian dan kekhawatiran Tuhan, sembari membuktikan dengan sangat jelas bahwa Tuhan adalah Pribadi yang membuka zaman, yang mengembangkan zaman, dan Ia adalah Pribadi yang akan mengakhiri suatu zaman. Melalui penampakan-Nya Ia menguatkan iman semua orang, dan melalui penampakan-Nya Ia membuktikan kepada dunia sebuah fakta bahwa Ia adalah Tuhan itu sendiri. Ini memberikan pemastian yang kekal bagi para pengikut-Nya, dan melalui penampakan-Nya Ia juga membuka sebuah fase dari pekerjaan-Nya di zaman yang baru" ("Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III").

Dari Firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa ada makna yang mendalam dari penampakan Tuhan Yesus yang berkali-kali kepada para murid-Nya setelah Dia bangkit dari kematian, dan kepedulian serta perhatian Tuhan yang amat besar juga tersembunyi di baliknya! Yesus tahu bahwa, walaupun mereka yang mengikuti-Nya pada waktu itu telah mendengarkan banyak pengajaran-Nya dan telah menyaksikan banyak mukjizat yang dibuat oleh Tuhan, dan mereka menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan mereka dan bahwa Dia adalah Putra Tuhan, namun mereka tidak memiliki pemahaman yang sejati akan fakta bahwa Yesus adalah Kristus dan bahwa Dia adalah Tuhan sendiri. Ketika Yesus ditangkap oleh penguasa Romawi dan didera serta dihina oleh para serdadu, banyak dari mereka yang mengikuti-Nya mulai meragukan jati diri-Nya, dan iman mereka kepada Tuhan menjadi semakin lemah. Terutama ketika Tuhan Yesus wafat setelah dipaku ke kayu salib, banyak orang benar-benar kecewa kepada-Nya, dan apa yang dimulai sebagai keraguan, menjadi pengingkaran terhadap Tuhan Yesus. Dalam konteks semacam inilah, jika Tuhan Yesus tidak menampakkan diri kepada manusia setelah kebangkitan-Nya, banyak dari mereka yang telah mengikuti-Nya tidak akan lagi percaya kepada Yesus Kristus dan mereka akan kembali ke Zaman Hukum Taurat dan tetap patuh pada hukum Perjanjian Lama. Namun demikian, Tuhan menyelidiki lubuk hati yang terdalam dari manusia dan memahami kelemahan-kelemahan mereka, dan Dia tahu bahwa manusia memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil. Karena itu, Tuhan Yesus kembali dari kematian dan menampakkan diri kepada para murid-Nya berkali-kali; Dia berbicara kepada para murid-Nya, Dia menunjukkan kepada mereka tubuh rohaniah-Nya setelah kebangkitan, dan Dia makan bersama mereka serta menjabarkan Kitab Suci kepada mereka. Tujuan-Nya melakukan semuanya ini adalah membuat mereka yang mengikuti-Nya yakin dari dasar hati mereka bahwa Tuhan Yesus telah benar-benar kembali dari kematian, bahwa Dia tetap Yesus yang sama yang mengasihi manusia dan menaruh belas kasihan kepada manusia, bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi sendiri, dan bahwa Dia adalah Mesias yang dinubuatkan dalam [URL="https://alkitabonline.org/
"]Alkitab[/URL] yang akan datang untuk menebus umat manusia. Mereka tidak meragukan atau mengingkari Tuhan Yesus lagi, tetapi sebaliknya mereka dengan tulus percaya kepada-Nya dan mereka mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan mereka. Dari sini, kita dapat melihat bahwa, dengan bangkit dan menampakkan diri kepada manusia, Yesus menguatkan iman orang untuk percaya dan mengikuti Tuhan, dan dengan demikian membawa manusia lebih dekat kepada Tuhan. Inilah satu aspek dari makna kebangkitan Yesus.

Selain itu, Yesus menampakkan diri dan bekerja dalam daging, Dia sepenuhnya mengakhiri Zaman Hukum Taurat, dan Dia memulai Zaman Kasih Karunia. Setelah Dia bangkit, Yesus memampukan orang untuk melihat fakta ini dengan lebih jelas lagi, bahwa walaupun Yesus Kristus yang berinkarnasi telah disalibkan, namun Dia telah mengatasi dosa dan kematian, Dia telah mengalahkan Iblis, dan Dia telah menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya serta memperoleh kemuliaan. Tuhan Yesus memulai sebuah era baru, membawa manusia sepenuhnya keluar dari Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama dan dengan kukuh menetapkan mereka di Zaman Kasih Karunia, dan dengan demikian Dia memampukan mereka untuk menerima tuntunan, penggembalaan dan penyiraman Tuhan pada Zaman Kasih Karunia. Dengan cara ini, walau Yesus telah bangkit dan naik ke surga, dan Dia tidak lagi makan, tinggal atau hidup dengan manusia, manusia tetap dapat berdoa dan berseru dalam nama Yesus, mematuhi ajaran-ajaran-Nya, mengikuti Yesus dengan iman yang tak dapat disangkal dan menyebarkan injil Tuhan. Secara khusus, setelah Tuhan Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada para murid yang mengikuti-Nya, iman mereka bertambah besar, dan dalam menyebarkan injil Tuhan atau menjadi saksi untuk itu, mereka tidak takut pada kesulitan atau bahaya, mereka gigih dalam ketekunan mereka dan mereka mendedikasikan seluruh milik mereka untuk penyebaran injil, bahkan menjadi martir bagi Tuhan. Akhirnya, injil Yesus menyebar ke seluruh semesta dan segenap penjuru dunia, dan jumlah para pengikut Tuhan Yesus terus bertumbuh sampai setiap orang di setiap rumah tangga telah mendengar injil-Nya dan hal itu diketahui oleh semua orang.

Setelah Dia kembali dari kematian, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada manusia, Dia berhubungan dengan mereka dan berbicara kepada mereka, Dia menjelaskan Kitab Suci dan bersekutu dengan mereka, dan Dia makan bersama mereka, dan seterusnya. Perbuatan-perbuatan ini memungkinkan mereka yang mengikuti Tuhan Yesus untuk merasakan perhatian dan kepeduliannya terhadap manusia dan untuk menegaskan bahwa Yesus memang Tuhan sendiri, Kristus yang berinkarnasi, dan perbuatan-perbuatan ini dengan kukuh membentuk para pengikut Tuhan dalam Zaman Kasih Karunia. Terlebih lagi, pekerjaan penebusan Yesus sesudah itu menyebar ke seluruh semesta dan segenap penjuru dunia. Menjadi jelas, karenanya, bahwa makna di balik kebangkitan Yesus dan penampakannya kepada umat manusia begitu dalam, sebab tidak hanya perhatian dan kepedulian yang amat besar yang tersembunyi di dalam perbuatan-perbuatan ini, tetapi hikmat dan kemahakuasaan Tuhan juga tersembunyi di dalamnya!

Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita bersyukur atas pencerahan dan tuntunan Tuhan yang telah memampukan kita untuk memahami makna kebangkitan Yesus, dan memungkinkan kita untuk sekali lagi melihat perhatian dan kepedulian Tuhan bagi kita umat manusia dalam pekerjaan-Nya. Syukur kepada Tuhan!

profile-picture
profile-picture
bon123456789 dan KambaliLasmono memberi reputasi
Diubah oleh NilamSudiati
ane numpang baca2 aja ya bre. beda server emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
KambaliLasmono dan NilamSudiati memberi reputasi
Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus memberi tahu murid-muridnya tanda kedatangan-Nya di akhir zaman: "Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan"(Matius 24:8).

Setelah tahun 2000, saat ini bencana di seluruh dunia semakin besar. Tanda-tanda kedatangan Tuhan telah muncul. Beberapa orang telah mulai menyaksikan kembalinya inkarnasi Tuhan. Namun, beberapa orang berpikir bahwa Tuhan harus datang dengan awan. Kami tidak akan menerima jika bukan datang dengan awan. Sebenarnya, ada dua cara dalam Alkitab yang menubuatkan kedatangan Tuhan, yang satu adalah dengan berinkarnasi, dan yang satunya adalah dengan awan- awan. Tuhan pertama kali datang dalam daging dan datang diam-diam untuk mengucapkan kebenaran melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian, setelah sekelompok pemenang disempurnakan, pekerjaan menyelamatkan manusia telah berakhir,kemudian Tuhan datang dengan awan-awan untuk menampakkan diri ke semua bangsa dan mulai memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat.
Mereka yang menunggu Tuhan dengan awan baru menerimanya, akan kehilangan keselamatan akhir zaman Tuhan, dan bahkan akan meratap dan menggertakkan gigi dan jatuh dalam bencana. Ini menggenapi nubuatan Alkitab: "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin"(Wahyu 1:7). Jadi, jika tunggu sampai melihat Tuhan datang dan baru percaya, maka semuanya sudah terlambat. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan selama pekerjaan rahasianya? Baca artikel dan Anda akan menemukan jalan keluarnya.
profile-picture
KambaliLasmono memberi reputasi
Apakah Tuhan benar-benar memiliki jenis kelamin tertentu? Tuhan Yesus datang menjadi daging sebagai manusia, tetapi apakah ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah laki-laki? Tak seorang pun bisa menerangkan pertanyaan ini dengan jelas. Dan itu karena aku tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan sarat dengan gagasan tentang jenis kelamin Tuhan sehingga aku hampir melewatkan kesempatan untuk menyambut Tuhan. Jadi di bawah ini aku akan menceritakan tentang pengalamanku pada semua orang dan berharap pengalaman itu akan membantu.

Saya Memiliki Penafsiran Baru Tentang Pengampunan Dosa

Kita tidak boleh menolak menyelidiki Kilat dari Timur karena tidak sesuai dengan pemahaman kita.

Ketika masih kecil, aku pergi dengan ibuku ke gereja rumah setempat untuk menghadiri pertemuan ibadah. Ketika kami tentang kebenaran tentang jenis kelamin Tuhan, sang pendeta, pamanku, sering bersekutu tentang bagian-bagian dari Alkitab ini pada kami: "Bapa, saatnya telah tiba; muliakanlah Anak-Mu, agar Anak-Mu juga memuliakan Engkau" (Yohanes 17:1). "Aku akan melipatgandakan rasa sakitmu pada saat mengandung; dalam kesakitan engkau akan melahirkan anak-anakmu; dan engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan memerintah atasmu" (Kejadian 3:16). "Namun, aku ingin kalian tahu, bahwa Kepala setiap pria adalah Kristus; dan kepala wanita adalah pria; dan kepala Kristus adalah Tuhan" (1 Korintus 11:3). Dia berkata: "Tuhan Yesus memanggil Tuhan di surga sebagai Bapa. Tuhan di surga memanggil Tuhan Yesus sebagai Anak. Karena Mereka adalah Bapa dan Anak, ini menyiratkan Tuhan adalah laki-laki. Terlebih lagi, perempuan adalah sumber dosa umat manusia dan dikutuk; kepala perempuan adalah laki-laki. Jadi Tuhan adalah laki-laki." Dengan demikian, dalam hatiku, aku sangat percaya bahwa Tuhan adalah laki-laki dan bahwa Dia akan datang kembali sebagai laki-laki. Sampai suatu hari, aku bertemu Saudari Li ….

Suatu hari di bulan April 2018, aku berkenalan dengan Saudari Wang dan Saudari Li di Facebook. Kami sering mengadakan pertemuan online. Suatu kali, Saudari Li bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali sebagai Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi dan bahwa Dia hidup di antara kita. Mendengar berita ini, aku terkejut sekaligus senang. Aku senang karena Tuhan Yesus telah datang kembali. Aku terkejut karena Tuhan telah datang kembali sebelum aku siap menyambut kedatangan-Nya. Malam itu, setelah pertemuan, aku berbaring di tempat tidur, dan terlalu bersemangat untuk tertidur. Jadi aku bangun lalu mencari informasi tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di Internet. Sebagai hasilnya, aku mengetahui bahwa apa yang diberitakan oleh Saudari Li yaitu ajaran Kilat dari Timur. Aku terpana, karena aku diingatkan tentang bagaimana, ketika aku masih muda, pamanku sering mengatakan padaku bahwa Kilat dari Timur menjadi saksi bahwa kedatangan Tuhan yang kedua adalah dalam wujud perempuan, dan memintaku agar tidak mempercayainya. Waktu itu, hatiku berkecamuk sendiri. Aku berpikir, "Beberapa hari terakhir ini, setelah mendengarkan persekutuan Saudari Li, aku telah memahami banyak kebenaran, seperti bagaimana membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu, kebenaran umat manusia yang dirusak oleh Iblis, penggenapan nubuat tentang kedatangan Tuhan, bagaimana menjadi gadis bijaksana yang menyambut kedatangan Tuhan kembali, dan seterusnya. Semua kebenaran ini telah memungkinkan aku untuk memiliki pengetahuan baru tentang pekerjaan Tuhan dan memahami berbagai misteri dalam Alkitab. Haruskah aku terus menyelidiki, atau menolak berkumpul bersama dengan Saudari Li lagi?" Aku memikirkan hal ini berulang kali sepanjang malam.

Akhirnya pagi pun tiba. Aku segera menelepon Saudari Wang, yang berada di Eropa untuk menyelidiki bersamaku, menceritakan padanya tentang kebingunganku. Setelah mendengar apa yang kusampaikan, dia berkata: "Aku juga merasa ragu, tetapi karena kita sudah mulai menyelidiki, kita harus memahami beberapa pertanyaan ini dengan jelas. Jika yang disampaikan dalam persekutuan Saudari Li sesuai dengan kebenaran, kita akan terus menyelidiki. Jika tidak, tidak akan terlambat untuk berhenti menyelidiki." Aku berpikir sejenak dan merasa dia benar. Jadi kami berdoa bersama kepada Tuhan memohon agar Dia memberi kami hikmat, sehingga kami bisa tahu bagaimana membedakan yang benar dari yang salah.

Ternyata Tuhan juga bisa berinkarnasi sebagai perempuan.

Pada malam hari, ketika kami berkumpul bersama, aku menyatakan kebingunganku pada Saudari Li, "Saudari, ketika aku terhubung online untuk mencari nama 'Tuhan Yang Mahakuasa' tadi malam, aku menemukan bahwa Tuhan telah menjadi manusia sekali lagi dan Dia adalah perempuan. Tetapi aku percaya Tuhan itu laki-laki, sama seperti Tuhan Yesus. Tercatat dalam Alkitab bahwa Tuhan Yesus berkata: 'Bapa, saatnya telah tiba; muliakanlah Anak-Mu, agar Anak-Mu juga memuliakan Engkau' (Yohanes 17:1). Tuhan Yesus memanggil Tuhan di surga sebagai Bapa. Tuhan di surga memanggil Yesus sebagai Anak. Karena Mereka adalah Bapa dan Anak, bukankah ini menyiratkan bahwa Tuhan adalah laki-laki? Jadi, aku berpikir Tuhan pastilah laki-laki ketika Dia datang kembali. Bagaimana mungkin dia perempuan?"
Setelah mendengar ini, Saudari Li dengan sabar berkata padaku: "Saudari, sehubungan dengan bagaimana tepatnya kita harus memahami kalimat yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ini, marilah kita memperhatikan firman Tuhan yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: 'Ketika Yesus memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa ketika Dia berdoa, ini dilakukan hanya dari sudut pandang seorang manusia yang diciptakan, hanya karena Roh Tuhan menampakkan diri-Nya sebagai manusia biasa dan normal dan memiliki penampilan luar sebagai makhluk ciptaan. Walaupun di dalam diri-Nya ada Roh Tuhan, penampilan luarnya tetap seperti manusia biasa; dengan kata lain, Dia telah menjadi "Anak manusia" yang dikatakan semua orang, termasuk Yesus sendiri. Mengingat bahwa Dia disebut Anak manusia, Dia adalah orang (bisa lelaki ataupun perempuan, intinya Dia memiliki wujud lahiriah sebagai manusia) yang lahir dari keluarga normal orang biasa. Oleh karena itu, Yesus yang memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa sama dengan bagaimana engkau pada awalnya memanggil Dia dengan nama Bapa; Dia melakukannya dari perspektif manusia ciptaan.' Dari firman ini kita dapat melihat bahwa ketika Tuhan Yesus memanggil Tuhan di surga sebagai Bapa saat Dia berdoa, Tuhan melakukannya dari sudut pandang makhluk ciptaan. Sama seperti kita memanggil Tuhan di surga sebagai Bapa ketika kita melafalkan Doa Bapa kami. Ini mengungkapkan kerendahan hati dan ketaatan Tuhan Yesus, tetapi bukan berarti bahwa Tuhan adalah laki-laki. Marilah kita ingat Kejadian 1:27, yang mengatakan, 'Maka Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya, dalam gambar Tuhan diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.' Dari sini kita belajar bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya. Jika kita berpegang pada kesalahpahaman kita dan berpikir Tuhan harus berinkarnasi sebagai laki-laki, lalu bagaimana kita menjelaskan bahwa Tuhan menjadikan perempuan menurut gambar-Nya? Bukankah itu bertentangan dengan Kejadian? Sebenarnya, Tuhan tidak hanya dapat menciptakan laki-laki tetapi juga perempuan menurut gambar-Nya. Karena itu, Tuhan juga dapat berinkarnasi sebagai laki-laki atau perempuan. Jadi kita tidak bisa menarik kesimpulan kuat bahwa Tuhan itu laki-laki."
Setelah mendengar persekutuan Saudari Li, beberapa belenggu yang mengikat hatiku terbuka. Aku menyadari bahwa Tuhan Yesus menyebut Tuhan di surga sebagai Bapa ketika Dia berdoa, Dia melakukannya dari sudut pandang makhluk ciptaan. Tetapi ini bukan berarti bahwa Tuhan itu laki-laki. Terlebih lagi, Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya. Karena itu, Tuhan dapat berinkarnasi sebagai laki-laki atau perempuan.

Apakah kata-kata "kepala wanita adalah pria" membuktikan bahwa Tuhan adalah laki-laki?

Sebelum tidur, aku berbaring di ranjang dan mengingat kembali apa yang telah disampaikan Saudari Li dalam persekutuan. Aku merasa itu sangat berdasar tetapi aku kembali merasa ragu ketika memikirkan ayat-ayat dalam Alkitab: "Aku akan melipatgandakan rasa sakitmu pada saat mengandung; dalam kesakitan engkau akan melahirkan anak-anakmu; dan engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan memerintah atasmu" (Kejadian 3:16), "Namun, aku ingin kalian tahu, bahwa Kepala setiap pria adalah Kristus; dan kepala wanita adalah pria; dan kepala Kristus adalah Tuhan" (1 Korintus 11:3). Aku berpikir, "Dalam ayat-ayat ini jelas dikatakan bahwa perempuan dikutuk. Bagaimana mungkin Tuhan memiliki otoritas jika Tuhan yang berinkarnasi adalah perempuan? Terlebih lagi, di masa lalu, sebagian besar murid Tuhan adalah laki-laki; sekarang, pada dasarnya semua pengkhotbah dan pendeta juga laki-laki. Jadi bagaimana mungkin kedatangan Tuhan yang kedua kali dalam wujud seorang perempuan?" Sekali lagi aku mulai merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini berulang kali, dan tidak dapat tidur malam itu.

Malam berikutnya, aku menerima telepon dari Saudari Li, jadi aku menceritakan keraguanku padanya. Setelah mendengarnya, Saudari Li bersekutu tentang ini: "Sesungguhnya, setelah Hawa memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, Tuhan Yahweh berkata padanya: 'dan engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan memerintah atasmu.' Tujuan Tuhan adalah membiarkan umat manusia hidup dalam keselarasan. Inilah persyaratan Tuhan bagi seluruh umat manusia ciptaan yang hidup di bumi, jadi persyaratan Tuhan itu harus kita patuhi, tetapi sama sekali tidak berhubungan dengan Tuhan yang berinkarnasi. Seperti halnya pada Zaman Hukum Taurat, ketika Tuhan Yahweh mewajibkan umat manusia untuk merayakan hari Sabat. Inilah hal-hal yang harus manusia patuhi tetapi bukan oleh Tuhan. Jadi kita tidak dapat meminta Tuhan Yesus menaatinya. Juga, dalam Markus 2:27-28 Tuhan Yesus berkata: 'Hari sabat diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari sabat. Karena itu Anak Manusia juga Tuhan yang berkuasa atas hari sabat.' Demikian pula, firman 'kepala perempuan adalah laki-laki' diarahkan kepada umat manusia, yang telah berbuat dosa. Jadi kita tidak dapat menggunakan ayat ini untuk menentukan bahwa Tuhan tidak dapat berinkarnasi sebagai perempuan."

Apakah makna penting dari Tuhan menampakkan diri kepada manusia sebagai seorang perempuan?

Mendengar persekutuannya, aku menyadari bahwa firman ini ditujukan pada kita umat manusia dan sehingga aku tidak boleh menggunakan ayat-ayat ini untuk membatasi jenis kelamin inkarnasi Tuhan. Namun, aku masih tidak mengerti mengapa sekarang Tuhan menampakkan diri kepada kita sebagai perempuan. Jika Tuhan muncul sebagai laki-laki, bukankah lebih mudah bagi kita untuk menerimanya? Dan bukankah pekerjaan Tuhan akan lebih mudah dilakukan? Jadi aku menyampaikan pertanyaanku. Kemudian Saudari Li membacakan dua bagian dari firman Tuhan Yang Mahakuasa kepadaku: "Saat itu, ketika Yesus datang, Ia adalah laki-laki, tetapi saat ini ketika Tuhan datang, Ia adalah perempuan. Dari ini, engkau bisa melihat bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan demi pekerjaan-Nya, dan bagi-Nya tidak ada perbedaan gender. Ketika Roh-Nya datang, Ia dapat mengenakan jenis daging apa pun sekehendak-Nya dan daging tersebut dapat merepresentasikan diri-Nya. Entah laki-laki atau perempuan, daging itu dapat merepresentasikan Tuhan sejauh itu adalah daging inkarnasi-Nya. Jika Yesus menampakkan diri sebagai perempuan ketika Ia datang, dengan kata lain, jika seorang bayi perempuan, dan bukan bayi laki-laki, yang dikandung dari Roh Kudus, tahap pekerjaan itu akan sama saja diselesaikan. Jika kasusnya seperti demikian, pekerjaan di tahap sekarang akan diselesaikan oleh seorang laki-laki, tetapi pekerjaan itu sendiri akan sama saja diselesaikan. Pekerjaan yang dilakukan di setiap tahap sama-sama sangat penting. Tidak ada tahap pekerjaan yang diulangi, atau yang bertentangan satu dengan lainnya." "Jika Tuhan datang ke dunia hanya sebagai laki-laki, maka orang mendefinisikan Dia sebagai sebagai Tuhan atas laki-laki dan orang tidak akan pernah percaya bahwa Dia adalah Tuhan atas perempuan. Para lelaki lalu menganggap bahwa ada kesamaan antara mereka dan Tuhan, yakni sama-sama laki-laki, dan bahwa Tuhan adalah kepala para lelaki. Lalu, bagaimana dengan perempuan? Tidak adil; bukankah ini perlakuan istimewa bagi laki-laki? Kalau begini keadaannya, semua orang yang Tuhan selamatkan adalah laki-laki seperti diri-Nya, dan tidak seorang perempuan pun akan diselamatkan. Sewaktu menciptakan umat manusia, Tuhan menciptakan Adam dan Dia menciptakan Hawa. Dia menciptakan bukan hanya Adam, melainkan menjadikan laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar-Nya. Maka, Tuhan bukan hanya Tuhan atas laki-laki, melainkan juga Tuhan atas perempuan."

Setelah membaca firman Tuhan, dia bersekutu dengan aku: "Pada dasarnya Tuhan adalah Roh dan tidak memiliki jenis kelamin. Dia hanya datang dalam rupa manusia dan menampakkan diri kepada kita sebagai laki-laki atau perempuan karena kebutuhan pekerjaan. Ketika pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi telah selesai, Tuhan akan kembali ke alam rohani. Saat itu, tidak akan ada perbedaan jenis kelamin. Karena itu, apakah inkarnasi Tuhan adalah laki-laki atau perempuan, Dia masih dapat melakukan karya keselamatan umat manusia. Selama akhir zaman, kedatangan Tuhan untuk bekerja sebagai seorang perempuan memiliki makna praktis. Karena Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya sebagai laki-laki pada waktu itu, semua orang percaya bahwa Tuhan adalah laki-laki. Jika Tuhan tidak datang untuk melakukan pekerjaan-Nya sebagai seorang perempuan saat ini, manusia akan selamanya berpikir bahwa Tuhan adalah laki-laki, dan kita akan berpikir bahwa Tuhan adalah Tuhan atas laki-laki dan bahwa laki-laki selamanya lebih maju daripada perempuan. Tuhan telah berinkarnasi sebagai perempuan di akhir zaman untuk menangkis gagasan dan imajinasi kita, membalikkan pandangan keliru kita bahwa Tuhan hanya dapat berinkarnasi sebagai laki-laki, dan memperkenankan kita melihat bahwa Tuhan adalah Tuhan atas seluruh umat manusia dan bahwa Dia dapat berinkarnasi baik sebagai laki-laki ataupun perempuan."
Setelah mendengar firman Tuhan dan persekutuan dengan Saudari Li, aku merasa agak tercerahkan. Ternyata, Tuhan tidak memiliki jenis kelamin. Terlepas dari apakah inkarnasi Tuhan adalah laki-laki atau perempuan, selama Dia adalah daging yang dikuasai oleh Roh Tuhan, maka Dia adalah Tuhan sendiri. Pada akhir zaman, Tuhan telah menampakkan diri dan bekerja sebagai perempuan untuk membalikkan kesalahpahaman kita tentang Tuhan, dan memungkinkan kita untuk melihat bahwa Tuhan itu adil dan benar, bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama di hadapan-Nya, dan bahwa Dia menyelamatkan bukan saja laki-laki tetapi juga perempuan. Jika Tuhan tidak melakukannya, kita tidak akan memiliki pengetahuan nyata tentang Dia. Yang Tuhan lakukan sangat berarti. Aku ingat bagaimana aku selalu hidup dengan pemahaman dan imajinasiku dan telah membatasi Tuhan untuk menjadi laki-laki. Ketika mendengar bahwa Tuhan tampaknya melakukan pekerjaan-Nya sebagai seorang perempuan, aku dipenuhi keraguan. Jika firman Tuhan Yang Mahakuasa tidak memecahkan kebingunganku sedikit demi sedikit, aku pasti akan menolak pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dan melewatkan kesempatan untuk menyambut Tuhan. Ketika aku memikirkan hal ini, hidungku berkedut dan aku tidak bisa menghentikan air mataku yang mengalir. Aku setulusnya berterima kasih kepada Tuhan atas kasih karunia dan keselamatan-Nya.

Saudara-saudariku yang terkasih, aku telah selesai membagikan pengalamanku. Aku sangat terharu setiap kali memikirkan masa investigasi pekerjaan akhir zaman dari Tuhan Yang Mahakuasa. Aku hampir kehilangan kesempatan menyambut Tuhan karena aku tidak memiliki pengetahuan tentang Dia. Tetapi Tuhan mengampuni aku—Dia mengatur saudariku untuk bersekutu denganku, dan mencerahkan serta membimbingku dengan firman-Nya—sehingga aku dapat memahami kebenaran tentang jenis kelamin Tuhan dan kembali ke hadapan-Nya. Syukur kepada Tuhan!

profile-picture
KambaliLasmono memberi reputasi
Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan X)

Walau kota Niniwe penuh dengan orang-orang yang rusak, jahat, dan kejam sama seperti orang-orang di Sodom; pertobatan mereka menyebabkan Tuhan mengubah hati-Nya dan memutuskan untuk tidak menghancurkan mereka. Karena reaksi mereka terhadap firman dan instruksi Tuhan menunjukkan sebuah sikap yang sangat berbeda dengan sikap penduduk Sodom dan karena penundukan diri mereka yang jujur kepada Tuhan dan pertobatan mereka yang jujur dari dosa-dosanya, serta perilaku mereka yang benar dan sepenuh hati dalam segala hal, Tuhan sekali lagi menunjukkan rasa iba-Nya yang sepenuh hati dan memberikannya kepada mereka. Upah Tuhan dan rasa iba-Nya kepada umat manusia tidak mungkin ditiru oleh siapa pun; tidak ada orang yang bisa memiliki belas kasih dan toleransi Tuhan atau perasaan-Nya yang tulus terhadap umat manusia. Apakah ada orang yang engkau anggap sebagai pria dan wanita yang hebat atau bahkan manusia super yang dari posisi yang tinggi berkata-kata sebagai seorang pria atau wanita yang hebat atau saking hebatnya membuat pernyataan serupa ini kepada umat manusia atau ciptaan? Siapakah di antara umat manusia yang bisa mengetahui kondisi kehidupan umat manusia seperti telapak tangannya sendiri? Siapakah yang bisa menanggung beban dan tanggung jawab bagi keberadaan umat manusia? Siapakah yang mampu menyatakan kehancuran sebuah kota? Dan siapakah yang mampu mengampuni sebuah kota? Siapakah yang bisa mengatakan mereka mengasihi ciptaannya sendiri? Hanya Sang Pencipta! Hanya Sang Pencipta memiliki rasa iba terhadap umat manusia. Hanya Sang Pencipta menunjukkan kasih dan kelembutan ini kepada umat manusia. Hanya Sang Pencipta yang memiliki kasih sayang yang benar, tidak terpatahkan bagi umat manusia. Demikian pula, hanya Sang Pencipta yang bisa memberikan belas kasih pada umat manusia dan mengasihi semua ciptaan-Nya. Hati-Nya melompat dan sakit karena setiap perbuatan manusia: Dia marah, tertekan, dan berduka karena kejahatan dan kerusakan manusia, Dia senang, gembira, bersukacita, mengampuni, dan bergirang karena pertobatan dan kepercayaan manusia; setiap pikiran, gagasan-Nya ada dan berpusat pada umat manusia. Siapa diri-Nya dan apa yang dimiliki-Nya diungkapkan sepenuhnya demi umat manusia; seluruh emosi-Nya terkait dengan keberadaan umat manusia. Demi umat manusia, Dia bepergian dan menjadi sibuk; Dia diam-diam memberikan seluruh hidup-Nya; Dia mendedikasikan setiap menit dan detik hidup-Nya … Dia tidak pernah tahu cara menaruh rasa iba terhadap hidup-Nya sendiri, tetapi Dia selalu menaruh rasa iba dan mengasihi umat manusia yang Dia ciptakan sendiri…. Dia memberikan semua yang Dia punya kepada umat manusia…. Dia memberikan belas kasih-Nya dan toleransi tanpa syarat dan tanpa meminta balasan. Dia melakukan ini hanya agar umat manusia bisa terus bertahan hidup di hadapan mata-Nya, menerima perbekalan hidup dari-Nya; Dia melakukan ini hanya agar umat manusia suatu hari tunduk di hadapan-Nya dan mengenali-Nya sebagai Dia yang memelihara keberadaan manusia dan memberikan kehidupan pada semua ciptaan.
profile-picture
KambaliLasmono memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di