CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Hobby & Community /
Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec01d62facb9539113ec262/banyak-baca-tak-berilmu-juga-ini-sebabnya

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!

Kita pasti kenal ungkapan ini, “Buku adalah jendela dunia.” Membaca buku berarti membuka wawasan kita, membuat kita berilmu. Tak heran jika anak-anak sekolah, dari jenjang yang paling rendah hingga paling tinggi diingatkan oleh para gurunya untuk rajin membaca. 

Sekarang, aktivitas membaca tersebut tidak hanya membaca buku secara fisik, karena buku pun sudah berkembang menjadi buku digital. Kegiatan membaca juga sudah berkembang, dengan berkembangnya dunia internet. Banyak berita bisa dibaca secara daring (online), demikian juga artikel, esai, hingga karya-karya nonfiksi seperti puisi, cerpen, dan lain-lain.

Banyak membaca pun menjadikan kita sebagai insan yang berilmu, berbudi pekerti, dan bermental serta berkarakter kuat. Tapi, kenapa banyak baca, tak berilmu jua? Ini penyebabnya.

1. Tidak tahu tujuan membaca

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!

Tetapkan dulu tujuanmu! Itu penting, termasuk ketika ingin banyak membaca. Jika tujuan kita adalah ingin menambah ilmu politik, ya bacalah referensi-referensi yang berkaitan dengan dunia politik. Demikian pula, jika tujuan kita membaca ingin memperkuat mental di kala krisis maka bacalah bacaan-bacaan yang bertema inspirasi, motivasi, atau pengembangan diri.

Tujuan membaca yang sudah dipahami pada awalnya akan mengarahkan kita pada bacaan-bacaan yang tepat. Jika asal baca banyak sumber tapi tidak sesuai dengan tujuan maka ilmu kita pun tidak berkembang dari aktivitas baca yang kita lakukan.

2. Tidak tahu manfaat membaca

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!

Mengapa orang malas baca? Mengapa guru, orangtua, dan pemerhati pendidikan sampai saat ini masih prihatin karena minat baca anak didik belum sesuai dengan yang diharapkan? Salah satunya adalah kita tidak tahu manfaat membaca. Padahal, untuk melakukan apa pun, jika kita tahu manfaatnya maka kita bisa melakukannya dengan riang.

Ketidaktahuan manfaat membaca inilah yang juga membuat kita terbiasa membaca dengan tidak tuntas. Misalnya, sekadar membaca judulnya, tanpa memperdalam dengan membaca isinya. Kita pun menjadi insan yang tidak berilmu dari apa yang kita baca. Membaca judul tanpa membaca isi tulisan, misalnya, akan membuat kita punya pemikiran sendiri, pendapat sendiri, bahkan kecurigaan sendiri, yang berujung pada emosi, kemarahan tak terkendali, atau berakhir pada ketakutan dari apa yang kita baca. Ilmu menjauh, prasangka yang berkembang!

3. Tidak pernah tuntas saat membaca

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!

Melengkapi poin 2, salah satu penyebab kita tidak berilmu meski banyak baca, karena kita terbiasa membaca apa pun tanpa menuntaskannya. Hanya membaca judul, hanya membaca paragraf pertama, atau hanya membaca pengantarnya, tanpa menuntaskannya, membuat ilmu kita tidak sempurna. Bahkan, kita bisa menjadi tersesat dengan banyak bacaan yang kita santap.

Contoh sederhana, membaca bacaan bertema kuliner, yang menyuguhkan resep-resep masakan. Apakah kita hanya cukup berhenti pada judul, misalnya, Cara Membuat Kue Bolu, tanpa melanjutkan membaca resepnya? Tentu kita tidak akan bisa mempraktikkan ilmu dari bacaan kuliner tersebut. Atau kita membaca resepnya, tapi tidak sampai akhir. Apakah kue yang akan kita buat menjadi sempurna, enak dimakan dan yummy? Tentu saja tidak.

Demikian pula jika membaca karya sastra, seperti puisi, cerpen, atau novel. Apakah kita hanya membaca setengah dari keseluruhan tulisan yang disajikan? Jika terbiasa demikian maka kita tidak akan mendapatkan ilmu sastra dengan baik. Termasuk jika hanya membaca sinopsisnya, tanpa membaca seluruh novel bernilai sastra, maka kita tidak akan bisa menghayati isi novel yang dituliskan. Ilmu sastra kita menjadi dangkal.

Banyak baca itu menyenangkan, tapi juga menyiksa jika dalam keterpaksaan. Namun, jika ingin berilmu dan berbudi pekerti luhur, ketahui dulu tujuan membaca, manfaatnya, dan tuntaskan semua hal yang kita baca. Itu saja cukup!

Terima kasih sudah membaca tulisan ini sampai tuntas. Semoga kita menjadi insan yang berilmu dan berakhlak mulia dari semua hal yang kita baca.



Foto: pixabay.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saeful07 dan 28 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
baca cerita panas gampang masuknya emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kontholl dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Jadi gitu emoticon-Matabelo
Nice inpo bree emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 3 lainnya memberi reputasi
membaca karena dipaksa dengan baca karena keingintahuan sendiri tentu hasilnya beda..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kontholl dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dhinyzfrn
Lihat 1 balasan
pahami dan baca dengan teliti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kontholl dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Membaca santai, biar meresap ke hati emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kontholl dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bener gan, padahal kalo baca buku tuh kudu bener bener di hayati menurut ane.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan 2 lainnya memberi reputasi
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan 2 lainnya memberi reputasi
makasih banyak infonya.. Yang dimaksud disini baca apa gan? Buku pelajaran/ cerita.. hehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kontholl dan 4 lainnya memberi reputasi
no. 3 memang sulit ituemoticon-Sorry
profile-picture
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan 2 lainnya memberi reputasi
karena membaca dan memahami itu beda emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan hugomaran memberi reputasi
baca cuma sekilas doang. kagak diresapi.
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan hugomaran memberi reputasi
Membaca itu melatih menafsirkan segala yg bersifat abstrak menjadi sebuah pokok pikiran
profile-picture
profile-picture
kontholl dan herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sama kayak baca kitab suci agama apa pun itu, kalo dibarengi interest of truth pasti dicari tau juga kenapa ayat itu ada dan bisa belajar dari sejarah supaya hal buruk nggak terulang pada diri sendiri.

kalo nggak ya, bablas aja biar bisa dibilang rajin membaca, nggak kena stigma "darurat malas baca", atau biar bisa dianggap "beriman".
profile-picture
profile-picture
kontholl dan herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Tergantung baca apa, ane biasanya baca buku untuk ngasah literasi ane. Kalo buku2 pelajaran gitu malah gak bisa ane belajar lewat buku aja, mesti ada implementasi dan guru yang bisa ngajarin ane. Ya kecuali pelajaran yang gak bisa di Implementasiin kayak sejarah, ya kali sejarah mau di implementasiin di jaman sekarang emoticon-Hammer


Cuma kalo baca status di sosmed malah puyeng bacanya, karena rata2 yang nulis status di sosmed (at least di circle ane) kayak gak pernah lulus SD. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
noekoe19 dan herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Baca lain lai
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
mending baca apa yg diminati lalu dipahami.. drpd hanya skedar banyak bacaan tp cuma numpang lewat aja..
Lihat 1 balasan
Bener banget gan, baca harus tuntas jgn setengah²
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ini trit keren silahkan siapa tahu minat baca wkwk


Quote:
nice bre, mengingatkan ane yang baca buku jarang tuntasemoticon-Mewek
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
lebih teliti lagi nih bacanyaa dan harus rajin lagi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di