CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bijak Menggunakan Telegram, Waspada Penyebaran Pornografi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebff73cb840880679724004/bijak-menggunakan-telegram-waspada-penyebaran-pornografi

Bijak Menggunakan Telegram, Waspada Penyebaran Pornografi

Bijak Menggunakan Telegram, Waspada Penyebaran Pornografi
Bijak Menggunakan Telegram, Waspada Penyebaran Pornografi

Bijak Menggunakan Telegram, Waspada Penyebaran Pornografi
Nyebut merek lagi boleh gak?



Bukan maksudnya menjelekkan, tapi neng mau cerita sedikit sisi gelap telegram. Harapannya, bisa bermanfaat khususnya untuk orang tua yang belum tahu.

Suatu hari, neng diajakin buat gabung grup di telegram. Katanya di sana banyak cewek alter dan orang-orangnya asyik. Banyak konten cuci mata BB17+. Hm.. Neng pikir ga ada salahnya neng kalo gabung. Setelah bergabung, orangnya sih pada respect sama neng, dan di sana cendrung jadi silent reader soalnya mau ngobrol apa juga di sana.. Bingung..



Quote:


Kalo di telegram kan bisa liat foto atau video yang dulu kaan, setelah neng buka ternyata ada banyak gambar-gambar yang sesuai judul grup tersebut. Hmmm.... Pemerintah udah blokir akses pornografi kann.. Ya, walaupun masih bisa diakses pake VPN atau proxy. Tapi, kalo di telegram ada sebanyak ini kok seakan-akan usaha pemerintah meblokir akses pornografi menjadi sia-sia, buktinya masih semudah ini kalo mau nyari BB17+.



Ada beberapa masalah di sana, mulai dari penyebaran media BB17+ di bawah umur, reshare tanpa seijin pemilik gambar. Tidak menutup kemungkinan juga gambar di reshare ke telegram untuk menjatuhkan orang lain.

Sejujurnya, jika tidak ada telegram, aplikasi chat serupa pun suka ada grup yang menyebarkan pornografi. Intinya sih balik lagi ke pengguna hape. Hapenya mau dipake apa, dan ngapain aja.



Neng kepikiran sama orang tua yang memberikan hape ke anak. Anak sekarang butuh hp buat sekolah, pasti di dalemnya ada aplikasi chat. Tidak ada salahnya sebagai orang tua tu ngobrol sama anak mengenai aplikasi apa aja yang di instal, di hape suka chat sama siapa aja, dapet kenalan dari mana. Orang tua tu berhak buat cek isi hape bersama anak sambil menjelaskan bahwa aplikasi yang ada di store itu enggak semuanya baik. Bahkan main game aja enggak harus dilakuin ke dunia nyata, anggap aja game yang tembak menembak itu fiksi. Intinya sih memberikan hape kepada anak masih harus di bimbing orang tua.



Menurut neng, lebih baik hape anak menggunakan identitas anak saja. Jika anak masih di bawah 13 tahun, anak harus mendapatkan ijin dari orang tua saat menginstal aplikasi. Biasanya pemberitahuan melalui email. Neng paham, menjadi orang tua itu tidak semudah yang dibayangkan. Tiap tindakan masih harus diawasi dan dibimbing, namun tidak mungkin jika orang tua harus bersama anak selalu.



Kaskuser punya pengalaman serupa? Mau berbagi cerita juga? Yuk komen di kolom komentar
Terima kasih emoticon-Smilie



#989 emoticon-Paw



Bijak Menggunakan Telegram, Waspada Penyebaran Pornografi

Bijak Menggunakan Telegram, Waspada Penyebaran Pornografi


profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 15 lainnya memberi reputasi
profile-picture
rynkyk memberi reputasi
Diubah oleh sekkar
ga main telegram. gaaa ngerti ane gimana.. pake wasap aja buat komunikasi sama temen temen.
profile-picture
profile-picture
rynkyk dan sekkar memberi reputasi
nanti dulu lah donlod telegram
masih nyaman sama wasap emoticon-Embarrassment
profile-picture
sekkar memberi reputasi
Bener banget, di telegram itu banyak channel/grup yang nyebar bokep Gan. Biasanya mereka itu nyebar link invitasi di twitter, pake akun-akun dengan potongan2 video bokep sebagai pancingan buat narik anggota. Dan banyak di antara mereka yang berbayar buat joint grupnya.
Kok mau sih orang-orang bayar buat masuk grup, buat nonton bokep. Heran.

kalau kata Cooper Smith, itu udah salah satu tanda orang kecanduan pornografi emoticon-Confused
Kalau agan tertarik, bisa baca di Kecanduan Pornografi, Apa Cirinya? | ByePorn Campaign


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di