CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
'Susah Menyembunyikan Mayat', Giliran Rusia Kewalahan Hadapi Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebfcbb028c9917cd179cb51/susah-menyembunyikan-mayat-giliran-rusia-kewalahan-hadapi-virus-corona

'Susah Menyembunyikan Mayat', Giliran Rusia Kewalahan Hadapi Virus Corona

'Susah Menyembunyikan Mayat', Giliran Rusia Kewalahan Hadapi Virus Corona
ABC Australia - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 15:04 WIB
0 komentar
SHARE URL telah disalin
'Susah Menyembunyikan Mayat', Giliran Rusia Kewalahan Hadapi Virus Corona  
Jakarta -
Akhir Maret lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pandemi COVID-19 di negaranya bisa dikendalikan.
Rusia Kewalahan Tangani COVID-19
Peningkatan jumlah yang positif menyebabkan Rusia memiliki kasus kedua terbesar di dunia
Di masa awal pandemi, Moskow mengirimkan tenaga medis, ventilator dan APD ke Italia
Penyelidikan Reuters menemukan penyebab kebakaran di rumah sakit karena ventilator yang sudah tua

Dengan gayanya yang selama ini dikenal 'macho', Presiden Putin mengajak warga Rusia untuk mematuhi 'social distancing', sambil menegaskan jika pemerintah Rusia telah "berhasil menguasai penyebaran penyakit tersebut".
Kini di pertengahan bulan Mei, Rusia menjadi negara kedua di dunia dengan jumlah penularan virus corona tertinggi setelah Amerika Serikat.


Selama sepekan terakhir, paling sedikit 10 ribu kasus dilaporkan setiap hari, dengan jumlah keseluruhan sekarang sudah mencapai 250 ribu orang.
Di ibukota Moskow, yang merupakan pusat penyebaran, walikota setempat mengatakan jumlah kasus sebenarnya mungkin melebihi 300 ribu.
'Susah Menyembunyikan Mayat', Giliran Rusia Kewalahan Hadapi Virus Corona
Presiden Putin harus berkomunikasi dengan PM Mikhail Mishustin lewat internet karena PM tersebut positif terkena COVID-19. (ABC Indonesia)
[url=https:///news/indonesian/]Ikuti laporan terkini terkait virus corona dari Australia dalam Bahasa Indonesia.[/url]
Jumlah kematian dilaporkan sejauh ini hanya 2.305, meski membuat beberapa kalangan mempertanyakan angka tersebut, karena angka kematian di Moskow saja selama bulan April sepertinya sudah naik hampir 20 persen..
Kalangan yang dekat dengan Presiden Putin sudah ada yang terkena COVID-19.
Juru bicara Presiden Putin masuk rumah sakit hari Selasa kemarin, menjadikannya sebagai pejabat keenam di Kremlin yang sudah positif, setelah sebelumnya Perdana Menteri Mikhail Mishutin menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu.
Selain itu, Rusia juga memiliki jumlah penduduk lanjut usia yang besar dan sistem layanan kesehatan yang belum memadai di beberapa bagian.
Namun Presiden Putin sudah mengumumkan beberapa kawasan sudah memperbolehkan pekerjanya untuk kembali ke kantor dan tempat kerja.
Artinya mungkin akan terjadi peningkatan kematian dalam jumlah besar, selain berlanjutnya masalah ekonomi, membuat masa pandemi virus corona menjadi tantangan terbesar bagi kekuasaan Putin selama 20 tahun terakhir.
Dr Kirill Nourzhanov, pengamat masalah Rusia di Australian National University, mengatakan Rusia bisa digolongkan sebagai "pandemi yang tiba terlambat".
'Negara tidak memedulikan petugas kesehatan'

Ketika Italia mencatat kematian ribuan orang, Rusia begitu yakin akan terhindar dari situasi yang sama, dengan mengirimkan bantuan peralatan besar-besaran ke Bergamo.
Pengiriman tersebut disebut seperti salah satu film James Bond "From Russia With Love", dimana ibukota Moskow mengirimkan tenaga medis, ventilator atau alat bantu pernafasan, serta APD ke kawasan di Italia Utara tersebut.
Tidak lama setelah itu, harian Italia 'La Stampa' mengutip beberapa dokter yang mengatakan sebagian peralatan tidak berguna dan pengiriman itu hanyalah untuk menarik perhatian media.
Sekarang penyelidikan sedang dilakukan untuk melihat apakah banyak peralatan buatan Rusia yang tidak efektif juga digunakan di rumah sakit di sana dalam memerangi COVID-19.
Sebelumnya dilaporkan lima orang tewas dalam kebakaran di rumah sakit di kota St Petersburg, hari Selasa.
Penyelidikan yang dilakukan kantor berita Reuters menemukan kebanyakan ventilator di berbagai rumah sakit di Rusia dibuat di tahun 1990-an dan mungkin sudah tidak lagi efektif untuk digunakan.
Namun masalahnya bukan pada keterbatasan ventilator saja.
Salah seorang dokter Rusia Anastasiya Vasilyeva ditahan bersama sejawatnya ketika dia mengirimkan APD ke rumah sakit di Okulovka, di Rusia Barat.
Dia sejak itu berulang kali membuat pesan di Twitter mengatakan dokter dan perawat yang meninggal karena COVID-19 dan menuduh para pejabat menolak memberikan keterangan mengenai penyebab dari kematian mereka sebenarnya.
Pengamat politik di Australia, Dr Nourzhanov mengatakan media Barat yang menuduh Rusia sengaja menurunkan angka kematian, telah dianggap sebagai "berita bohong" atau 'fake news' oleh Rusia.
Stephen Fortescue, pakar masalah politik Rusia dari University of New South Wales mengatakan kecil kemungkinan Rusia sengaja mengecilkan angka kematian di sana.
"Susah sekali menyembunyikan mayat orang," katanya, "juga mungkin lebih berbahaya bagi kepopuleran Putin, jika dia ketahuan berbohong. Inilah hal yang dulu membuat runtuhnya Uni Soviet."

Pengamat politik di Australia, Dr Nourzhanov mengatakan media Barat yang menuduh Rusia sengaja menurunkan angka kematian, telah dianggap sebagai "berita bohong" atau 'fake news' oleh Rusia.
Stephen Fortescue, pakar masalah politik Rusia dari University of New South Wales mengatakan kecil kemungkinan Rusia sengaja mengecilkan angka kematian di sana.
"Susah sekali menyembunyikan mayat orang," katanya, "juga mungkin lebih berbahaya bagi kepopuleran Putin, jika dia ketahuan berbohong. Inilah hal yang dulu membuat runtuhnya Uni Soviet."
Kremlin dipaksa membantah rumor keberadaan Putin
Namun bagi banyak warga, pengumuman ini dianggap terlalu cepat, saat Rusia masih mencatat 11 ribu kasus baru.
Menurut lembaga jajak pendapat independent 'Levada Center', tingkat popularitas Presiden Putin berada di titik terendah dalam 20 tahun terakhir di saat situasi pandemi saat ini.
Akibat krisis virus corona rencana Presiden Putin untuk mengadakan referendum juga ditunda, tadainya referendum tersebut akan memberinya kuasa sampai tahun 2036.
Tekanan terhadap Presiden sudah meningkat dengan angka pengangguran mencapai 1,4 juta orang, dengan lebih dari 300 ribu warga Rusia menandatangani petisi mendesak pemerintah menghentikan pajak bagi bisnis kecil dan menengah.

Menurut Dr Kirill Nourzhanov dari ANU, pertanyaan sekarang apakah pemerintah bisa menyelesaikan masalah ekonomi, karena pada akhirnya "Kremlin akan kehabisan dana".
Politisi oposisi, Dmitry Gudkov mengatakan Presiden Putin sengaja menyerahkan keputusan kepada gubernur regional agar pemerintah pusat tidak banyak disalahkan.
"Dengan orang-orang ini berkuasa, tidak ada yang berubah," katanya.
"Semuanya akan tetap sama, khususnya jumlah yang sakit yang terus meningkat."
Tetapi Presiden Putin tetap bertekad kuat menyatakan negerinya bisa kembali bekerja normal dan memastikan penyebaran COVID-19 bisa diperlambat.
"Kita tidak boleh kalah, sehingga terjadi gelombang baru pandemi." katanya.
https://news.detik.com/abc-australia...i-virus-corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maniakasur dan 9 lainnya memberi reputasi
Parah nih Rusia, belakangan ini hampir tiap hari kasusnya nambah 10rb++
profile-picture
maniakasur memberi reputasi
Ngeremehin sih
profile-picture
maniakasur memberi reputasi
Telat responnya. Mana gede gitu negaranya emoticon-Matabelo
profile-picture
maniakasur memberi reputasi
temen loe diam2 backstab dr belakang, Tin... msh mau temenan ???? jgn lupa minta ganti rugi, Tin...
profile-picture
profile-picture
kudo212 dan maniakasur memberi reputasi
Negara goblok percaya china pantas ditujukan ke rusia dan iran...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maniakasur dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
saatnya US collab sama russia buat fight ke china.. emoticon-Menang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maniakasur dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Jangan mau digoblokin cina
profile-picture
profile-picture
maniakasur dan batigols memberi reputasi
harusnya USA bersama Uni Eropa dan Rusia rame2 nuntut ganti rugi ke pihak cina atas bencana musibah pandemik ini, sayang banyak yang punya kepentingan strategis dengan cina jadi sungkan nuntut ganti rugi ke cungkok penyebar virus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maniakasur dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jeffm12
rusia dekat dengan jilin china utara
profile-picture
maniakasur memberi reputasi
rusia memang bule tapi beda dengan bule2 barat macam amerika & eropa
yang sibuk kambinghitamka china utk disalahkan adalah amerika & eropa
russia aja kesal lihat negara2 barat yg suka salahkan china atas pandemi corona
https://international.sindonews.com/...-19-1588241085

paling miskin tolol itu negara2 barat macam amerika & eropa
yg mau tuntut minta duit atas pandemi corona
pandemi flu 1918 itu adalah berasal dari alam /bukan buatan manusia
pandemi covid-2019 juga berasal dari alam /bukan buatan manusia

profile-picture
maniakasur memberi reputasi
semua kewalahan.

putin, trump, angela merkel, narendra modi, boris johnson, joko widodo, semua kewalahan menghadapi virus china
profile-picture
maniakasur memberi reputasi
Diubah oleh kampret.strez
tanda tanda new world order bakal muncul... emoticon-Ngacir
profile-picture
maniakasur memberi reputasi
Quote:


lebih kewalahan istri2 yg suaminya tetep dirumah aja selama pandemi..
profile-picture
profile-picture
kudo212 dan maniakasur memberi reputasi
Heran juga ya.. negara maju penyebaran penularan virusnya cepat sekali, apa rahasia kemajuan mereka selama ini karena masyarakatnya saling terhubung satu dengan yang lain ya secara sosial sangat aktif gitu..
profile-picture
maniakasur memberi reputasi
nyimak thread calon ht xixixi
duh ngeri bre
original made in cina untuk dunia


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di