CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / KASKUS Kreator Lounge /
Dewasa Menggunakan Medsos
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebfad7c5cf6c434a125150b/dewasa-menggunakan-medsos

Dewasa Menggunakan Medsos

Tidak bisa dipungkiri kalau media sosial telah menjadi sebuah kebutuhan "primer" untuk kita. Bak penyakit yang mudah menular, media sosial yang disingkat dengan medsos telah menjangkiti semua pelosok dari kota sampai desa, dari kaum tua sampai kaum muda bahkan mereka yang tergolong masih anak-anak.

Media sosial dalam bahasa yang sederhana bisa diartikan tempat bersosialisasi di dunia maya. Interaksi sosial seperti ini menjadi digemari karena menembus batas wilayah dan waktu, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Media sosial jelas menjadi pilihan karena media sosial menawarkan gaya bersosialisasi yang lebih luas, lebih variatif dan lebih berwawasan. Karena interaksinya yang tidak bertatap muka secara langsung terkadang menjadi pilihan yang tepat buat mereka yang merasa dirinya pendiam. Jadi tidak mengherankan kalau kita sering menemukan seseorang yang terlihat pendiam tetapi di akun medsosnya dia justru berlaku kebalikannya atau di grup-grup komunikasi yang diikutinya, dia adalah orang yang aktif berbicara.

Dari begitu banyak sisi positif dan negatif media sosial, saya tergelitik akan beberapa hal. Hal menggelitik yang paling saya rasakan adalah ketika media sosial menjadi ajang kita menambah dosa. Lho kok bisa? Jelas bisa dan ini sering terjadi.

Pada dasarnya kita berhak untuk menuliskan apapan di medsos kita, kita berhak berbagi cerita ataupun sekedar menjadi pengamat. Serupa dengan itu maka orang lainpun berhak menilai kita menurut kacamata mereka. Dan inilah yang sering menjadi persoalan bagi pengguna medsos.

Saya sering sekali menemukan pengguna medsos yang tidak dewasa. Mengapa saya bilang begitu? Kita ambil beberapa contoh.

Pertama, suatu kali seseorang memposting foto-foto keharmonisan keluarganya di medsos. Melihat itu alih-alih orang memujinya, yang ada malah ada orang yang memberi komentar miring misalnya norak, sok harmonis, lebay dan lain sebagainya. Kalau dipikir-pikir kalaupun memang lebay apa urusannya dengan kita. Kenapa tidak kita ambil hikmahnya saja untuk diri kita untuk bisa harmonis seperti mereka.

Kedua, seseorang menceritakan semua hal ikhwal dirinya, mungkin pekerjaannya, liburannya, anak-anaknya atau pasangan hidupnya. Bukannya merasa senang melihat teman sukses, yang ada malah ada yang bilang sombong, sok hebat atau malah ada yang bilang kurang kerjaan. Hellowwww... Kalau emang benar dia sombong gegara semua pencapaiannya lalu apa ruginya kita? Bukannya itu cuma salah satu bentuk kecemburuan kita?

Ketiga, seseorang gemar membagikan kisah rohani,  lalu seberapa banyak dari kita yang memberi komentar negatif seperti sok suci atau omdo alias omong doang. Kenapa kita tidak mengambil pelajaran dari cerita yang dibagikan, terlepas apa motivasinya membagikan kisah itu.

Keempat, seorang pecinta binatang selalu berbagi kisah tentang binatang-binatangnya. Lalu ada yang berkomentar masa lebih peduli pada binatang dari manusia. Nah, kenapa kita tidak mengaca untuk diri kita sendiri apakah kita sudah bisa menghargai ciptaan Tuhan termasuk binatang-binatang?

Kelima, seseorang berjualan di medsos lalu ada yang komentar jualan mulu. Trus apa salahnya dia jualan kalau memang medsos jadi sarana potensial untuk berdagang? Kalau kita tidak suka lihat dagangannya, lewatkan saja postingannya.

Dan masih banyak contoh-contoh lain seperti aliran politik yang berbeda yang kadang-kadang merusak tali persaudaraan dan persahabatan.

Saya cuma mau mengingatkan supaya kita bersikap dewasa dalam memanfaatkan medsos. Semua orang punya hak untuk menuliskan apa saja yang ingin dia tulis dan oleh sebab itu sebaiknya dia juga terbuka untuk semua komentar orang.

Sejalan dengan itu, sebagai pembaca kitapun berhak untuk menyukai atau tidak apa yang orang tuliskan di medsosnya namun sebaiknya kita tidak baper dan tidak menghakimi.

Jangan sampai seperti istilah "Aku yang beli AC lalu kenapa orang lain yang kedinginan?" Sebagai pembaca, pengamat atau penikmat medsos sepatutnya kita dewasa dalam berkomentar. Ingatlah kalau semua orang berhak berbagi apa saja di medsos. Kita tinggal memilah yang membangun untuk kita.

Yuks kita jadikan medsos untuk fun, seru-seruan, menambah informasi dan update berita-berita terbaru, menjalin silaturahmi dan hal positif lainnya.

Di medsos bisa terjadi banyak hal, baik hal baik ataupun hal buruk. Bersiaplah untuk hal itu. Mari bentengi diri kita untuk memanfaatkan medsos untuk kebaikan.
No baper kalo ingin eksis di medsos
dan ternyata ada banyak yang tidak dewasa dalam bermedia sosial karena post yang nampak harmonis, kegiatan ibadah, melulu berjualan, hobi berkisah tentang dirinya atau komentar yang menunjukkan sikap kurang dewasa.

"kadang kita juga khan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin ,

semoga kita semakin dewasa dalam bermedia sosial dijauhkan dari sok pamer harmonis keluarga, komentar yang tidak tepat, suka pamer ibadah, jualan yang berlebihan dalam nyetatus.


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di