CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Orang Indonesia Hidup Pakai Uang Tunjangan Pengangguran Di Amerika
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebf95952637722d7f554270/orang-indonesia-hidup-pakai-uang-tunjangan-pengangguran-di-amerika

Orang Indonesia Hidup Pakai Uang Tunjangan Pengangguran Di Amerika

RIAU ONLINE, JAKARTA-Erick Alamsjah dan Vinia Agnesia harus mampu bertahab hidup di Amerika di tengah wabah corona. Walau pun merupakan negara dengan ekonomi kuat, Amerika juga merasakan imba pandem corona. 

Keduanya adalah orang Indonesia yang memiliki ‘kartu hijau’ atau ijin tinggal sebagai penduduk tetap AS, tampaknya tidak menjamin kemudahan mendapat pekerjaan idaman, apalagi di tengah pandemi virus corona.

Erick Alamsjah adalah pemenang lotere kartu hijau. Pada Januari, dia dan isteri serta kedua anak mereka, pindah dari Jakarta ke negara bagian Maryland untuk menjajaki kehidupan yang baru.

Sambil mencari pekerjaan tetap, laki-laki yang 8 tahun belakangan bekerja dalam bidang IT ini, bekerja paruh waktu di sebuah kedai kopi di Washington DC. Namun, baru beberapa minggu di sana, kedai kopi tersebut tutup karena terdampak pandemi virus corona. 

Sejak AS memberlakukan keadaan darurat dan aturan karantina wilayah, banyak perusahaan yang mengurangi atau menghentikan operasi dan juga perekrutan. 
Kepada VOA, Erick mengaku sulit mencari pekerjaan tetap sesuai keahliannya saat ini. 

"Dari semua aplikasi yang saya masukin, baik ritel ataupun pekerjaan yang lain di bidang IT, yang manggil itu adalah yang esensial, kaya model apotek, grocery, toko bahan bangunan. Mungkin memang agak sedikit di-pending kali ya untuk bisa dapat pekerjaan yang lain," ujarnya. 

Untuk sementara ini, Erick bekerja sebagai kasir di sebuah peritel besar yang menjual bahan-bahan bangunan. Sementara isterinya, Sari, menjadi ibu rumah tangga sambil membantu kedua anaknya menjalani pembelajaran jarak jauh. 

Orang Indonesia Hidup Pakai Uang Tunjangan Pengangguran Di Amerika

Kesulitan mencari pekerjaan tetap juga dialami Vinia Agnessia, yang datang dari Sumatera Barat ke negara bagian New York pada November lalu, setelah memenangkan lotere kartu hijau. 

Mahasiswi kedokteran gigi yang sedang cuti dari kampusnya di Padang ini, sempat bekerja paruh waktu sebagai resepsionis sebuah klinik dokter gigi. Lalu beralih sebagai pelayan di sebuah restoran Jepang di New York City. Pekerjaannya terhenti pada Februari karena restoran itu menjalani renovasi, dan akhirnya tutup setelah New York memberlakukan aturan karantina wilayah. 

Agnes, yang hidup seorang diri di pusat pandemi AS dan salah satu kota termahal di dunia, akhirnya menganggur. 
"Selain khawatir soal corona, orangtua juga cemaskan finansial ya, saya kan disini sudah ngga kerja lagi, gimana kehidupan sehari-hari, gitu terus saya bilang karena saya di sini legal, jadi ada sedikit bantuan dari dari pemerintah sini lah gitu." 
Bantuan yang dimaksud adalah stimulus dari pemerintah federal sebesar 1.200 dolar. Dia juga mendapat tunjangan pangangguran akibat pandemi dari pemerintah negara bagian New York sebesar $600 per minggu dipotong pajak. Menurut Kantor Urusan Tunjangan Pengangguran, stimulus $600 per minggu ini akan diberikan kepada mereka yang berhak hingga 31 Juli mendatang

Ekonom senior S&P Global, Satyam Panday, mengatakan kepada Reuters bahwa berkurangnya pekerjaan terjadi secara luas di semua sektor perekonomian. 

“Sekitar 95 persen industri kehilangan pekerjaan. Hanya 5 persen yang menambah pekerjaan. Lapangan pekerjaan yang ditambahkan dalam 10 tahun terakhir, semuanya hilang begitu saja,” kata Panday. 

Warga AS antre untuk mendaftar tunjangan pengangguran di Las Vegas, Nevada (foto: dok).

Meski demikian, Erick dan keluarga di Maryland tak berkecil hati dan tetap menaruh harapan. Berikut penuturan isterinya, Sari Alamsjah. 
“Kita kan memang awalnya kesini buat anak-anak, buat sekolah anak-anak, jadi kita sudah ngambil keputusan seperti ini, ya harus kita jalanin. Mau ngga mau, suka ngga suka. Ya berharap saja semuanya jadi lebih baik,” ujar Sari.

Sementara Agnes di New York mengaku sudah mengincar pekerjaan lain, yaitu food packing, di restoran-restoran yang masih beroperasi di tengah pandemi. Setelah pandemi berakhir, katanya, dia berencana pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan kuliah sebelum menetap di AS. 

Lotere green card atau kartu hijau yang juga disebut ‘diversity visa’ bertujuan mendiversifikasi penduduk migran Amerika dengan menyediakan 50.000 visa migran setiap tahun bagi warga dari negara-negara yang tidak banyak terdapat di Amerika.

sumber

Semoga pandemi segera usai dan WN Indonesia pemegang Green Card bisa kembali mendapatkan pekerjaan yang layak di Amerika
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sarkaje dan 25 lainnya memberi reputasi
Orang miskin disubsidi
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
In God We Trust
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Maaf sekedar mengingatkan, amerika negara kapir
Gak boleh seperti itu di terapkan di sini

"barang siapa meniru.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chevelle16 dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Lumayan klu dijadiin Rupiah
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Mana pemuja cinak pelit itu?

Nasib berbeda dibanding wni yg jd budak dicinak, sudah kena diskriminasi, dibunuh pulak emoticon-DP
Lihat 8 balasan
jokowi kasih tunjangan pengangguran aja.. kadrun teriak2.. gimana coba kalo jokowi kasih tunjangan pengangguran buat WNA kaya d sana.. bisa2 kadrun kejet2 tiap hari.. emoticon-Ngakak (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
riansantoso4776 memberi reputasi
tunjangan pengganguran dari utang pemerintah amerika
pantas amerika terus menambah utang

Imbas Corona Amerika Punya Utang Banyak
Indonesia Justru Kena Dampak Baik Krisis yg Dialami Amerika
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb7...ile&med=thread

Amerika di Ambang Kebangkrutan Dihantam Covid-19, Kini Kembali Berutang $ 738 miliar
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebb...ile&med=thread
Utang Amerika Capai Rp 375 Kuadriliun, Donald Trump Dijuluki 'King of Debt'
https://m.kaskus.co.id/thread/5eb3cf...ed=thread_list
Diubah oleh ex.pasienRSJ
Lihat 1 balasan
mending di amerika daripada di cinak yah? 🤣
profile-picture
hard_dick memberi reputasi
Wuih 14 juta, tapi disana entahlah.
Orang pad*ng klo d Indonesia teriak2 syariah dan anti kafir. Tp klo dah d negara kafir mah jd tukang cuci piring jg mau biarpun ijazah tinggi...

emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
valkyr7 dan riansantoso4776 memberi reputasi
in gold we trust
temen ane santai aja ada covid gini
dia udah nimbun emas sejak 1990 lalu, ada sekian kilo dia
tinggal jual 100gram, dia udah bisa hidup berkecukupan selama 1 tahun ke depan
dia kasi tips, kalo ente lagi jaya, anggap saja rupiah ente gak ada, karena di belikan emas 30% dari total cash yg dia miliki
sisa cash lain utk hidup sehari2
karena cuma 30%, ia gak perlu jual emas hanya utk hidup sehari2 nya
dia hanya jual kalo lagi ada bencana dahsyat macam covid gini, atau krisis moneter yg parah banget, dan kejadian kayak gitu jarang kejadian
covid itu wabah 100 tahunan
krismon paling cuma 8 tahun sekali, dan biasanya gak separah covid sekarang gini dampak ekonomi nya
jadi temen ane dari 1990 ampe skarang baru skarang ini dia prtama kali jual emas sekarang pas covid ini aja, karena ia kehilangan pekerjaan
tapi ane salutnya, walau dia gak kekurangan duit, tapi dia tetap anggap duit hasil jual emas itu dianggap gak ada sama dia, jadi dia tetap hidup sederhana dan skarang lagi usaha gofood dari rumah, jual2in makanan dari resep ibu nya, lmayan sehari dia bisa dapat untung 50rb an minimal, kalo rame kek ramadhan gini bisa 100-200rb per hari, lmayan buat meredam pemakaian duit hasil jual emas dia



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di