CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Tentang Rasa (True Story)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebf8943af7e93249128a5c8/tentang-rasa-true-story

Tentang Rasa (True Story)

Tentang Rasa (True Story)

Ramadhan taun ini cobaannya bukan lagi tentang lapar dah haus, tapi kenangan. Buat ngisi waktu karena anjuran WFH, gw habiskan waktu buat coding dan belajar framework baru, hampir semua forum programing gw pantangin, tidak terkecuali kaskus.

Tapi gara-gara kaskus ini gw jadi baper, gak sengaja baca thread di forum story, sial cerita romansa anak muda, membawaku kembali pada ingatan masa lalu, seharusnya sudah aku kubur jauh-jauh,namun kenangan ini makin kuat menghakimiku, membawaku pada nuana mengharu biru. Aku kuat, ya aku pura-pura kuat dihadapan mereka, tapi aku rapuh dan menyerah pada sepi yang datangkan pilu.

Dan project gw keluar dari jadwal, target beberapa modul harus sudah kelar malah codingnya diam ditempat, gw msh saja sibuk ngikutin thread dikaskus, sialan emang.. satu-satu wajah bidadari tak bersayap hadir dalam anganku, semoga kalian disana berbahagia semua ya. Kutitip doa dari aku yg usil merindukan kalian hahahaha 😂😂😂😂.

Sumpah ini, kaskus bikin gw adicted, padahal gw paling anti baca-baca cerita percintaan gini, karena gw tau, kelemahan gw adalah hati, gw paling gampang baper.. paling gampang menaruh hati, hingga akhirnya gw jatuh dan terluka berkali-kali. Akhirnya gw berani menulis, merangkai kata-kata hingga menjadi kalimat, ingin juga rasanya menulis cerita tentang jiwa-jiwa yang pernah menghiasi relung hatiku dimasa lalu.

Tapi itu malah membuatku terjatuh lagi, ternyata duka lalu masih mampu membawa titik air dipelupuk mataku.... untuk kalian yang ku rindu, terima kasih.. atas cerita yg kalian torehkan dalam hidupku..

Dalam kegundahan ini ,tiba-tiba. *drtt...drrt..drrtt..* hp bergetar, gw raih hp yang tergelatak dimeja, ternyata ada pesan whatsapp masuk, dari seorang yg gw kenal beberapa bulan lalu, dan akhir akhir ini aku suka intip akun medsosnya, bukan gw doyan stalker, cuman gw ada kekaguman sendiri ama dia, gw kagum sama nih cewek, sudah cantik, smart dan penyayang banget.

Quote:


Btw, sosok regina ini bakal gw ceritakan diakhir-akhir cerita, karena ini gebetan gw sekarang emoticon-Smilie

[Part 1]
Bidadari Hati,

Akhirnya kenangan kembali membawaku kepada masa-masa pertama gw mengenal yang namanya jatuh cinta. Saat itu gw adalah seorang mahasiswa semester empat disebuah kampus IT, gw ambil Jurusan Teknik Informatika, kampus gw lumayan jadi kampus ternama dikota gw. Taulah yang namanya kuliah di Fakultas Teknik apapun jurusannya, jarang banget cewek cantik gw temuin dikampus.

Gw teringat wajah cewek yg pernah hadir dalam hidup gw, dia yang pernah memberi keindahan disetiap hari-hari gw,  kenal ma dia sekitar thn 2002, itupun gak sengaja,  waktu itu gw main kekos teman.  Sore itu Ketika sinar Mentari terasa hangat gw duduk sendiri dibangku panjang yang terletak persis dibawah pohon mangga yang daunnya rindang, depan sebuah gerbang kos-kosan yang lingkungannya sangat asri, sejuknya angin bertiup perlahan, membuatku tenggelam dalam lamunan.

Tiba-tiba ada taxi berhenti tepat di depan gw, dan turunlah seorang cewek berkulit putih berparas cantik,  tinggi semampai, rambutnya lurus sebahu,  seperti adegan drama korea dengan slow motion,  gw melihat dan menikmati pemandangan kala itu,  ketika angin bertiup perlahan dengan lembut membelai rambutnya,  dia dengan sedikit titik keringat didahinya,  mata kami secara tidak sengaja saling tatap,  gw melemparkan senyum berharap dia membalasnya,  tapi ternyata dia dengan muka datar menatap cuek padaku,  ah sudahlah, bagiku,  perjuangan telah dimulai detik itu juga.
 
Detik berlalu,  dan gw  menyadari dia adalah seorang mahasiswi baru dengan banyak barang bawaannya,  sepertinya anak baru dikos itu,  karena kasian,  dan sok jadi cowok yang sigap,  tanpa basa-basi gw beranjak dari tempat duduk, langsung gw menawarkan bantuan buat bawain barangnya sampai kedepan kamar kosnya,  bolak balik gw bantuin bawain barang pindahannya dari depan gerbang sampai kedepan kamarnya,  dan pertemuan hari itu berakhir,  hanya kata terima kasih yang terucap dari bibir manisnya, dan detik bersamanya berakhir, tidak ada yang istimewa.

Gw juga tidak berpikir untuk menggoda atau mungkin berniat buat gebet dia,  sepertinya gw sadar,  dia itu cantik mungkin bakal banyak laki-laki yang akan mendekati dia. Dan waktu pun berlalu,  sampai suatu ketika,  gw selalu main kekos itu,  alasan tugas matkul selalu ngerjain bareng teman kampus yang memang ngekos disitu, akhirnya gw hampir tiap hari main disana.
  
Dan selalu, ketika gw disana, selalu berpasan sama nih cewek digerbang kos.  Karena intensitas pertemuan digerbang yang frekwensinya terus menerus terulang,  dan terulang lagi,  akhirnya gw memberanikan diri untuk berkenalan, dengan senyum malu dan hati yang deg-degan tak menentu, gw mengulurkan tangan.

Quote:


Sejak perkenalan itu, gw memberanikan diri untuk sekedar berbasa-basi ketika ketemu dia kos-kosan, gw yang awalnya kaku sudah mulai luwes, sudah berani melemparkan guyonan-guyonan garing sekedar membuat dia merasa nyaman sama gw,  dan itu terus berlanjut lebih jauh,  hari demi hari, gw makin sering main kekos nya, bukan lagi alasan gw mo ngerjain tugas ma teman yang memang kos disana, gw sudah berani buat langsung main kekamarnya dia, bahkan gw sudah menjadi ojek pribadinya,  nganterin foto copy tugas kuliah,  pergi ngerental pc bareng,  makan siang bareng,  bahkan mendekati akhir bulan kami sudah saling share    uang terakhir jatah bulanan,  hari ini gw traktir dia,  besoknya dia traktir gw.

Entah apa saat itu gw terjebak dalam friendzone atau apa,  yang jelas gw menikmati tiap momen bersama,  pernah duduk berdua terdiam dalam sepi,  hanya hati kami yang ingin bicara.

Sampai akhirnya,  kami saling menyadari,  kami sama-sama saling mengagumi dalam diam,  gw tersadar,  sifatnya berubah menjadi jutek ketika gw jalan bareng teman gw yang rata-rata cewek,  dan gw menjadi uring-uringan ketika banyak cowok yang berusaha mendekati dia.

Masih terkenang jelas,  ban motor bocor malam itu,  gw bersama dia menyusuri jalan berdua sambil geret motor, gw beranikan diri,  ngungkapin perasaan gw,  mungkin gw bisa saja salah memberi arti pada rasa yang tak tereja mata, rasa itu ada tapi belum menemukan bentuknya,  sampai gw memberanikan diri,  buat nembak dia.

Quote:


Rasanya bahagia banget malam itu, gw memeluk dia dengan erat untuk beberapa saat karena gw benar-benar bahagia. Ternyata  bocornya ban motor bukan petaka bagi gw,  tapi ternyata itu kesempatan ajaib buat gw.  Yah seperti itulah,  bahagia sebelum mulai drama-drama yang akhirnya membuat kami saling menjauh,  dan akhirnya sama saling melupakan. Hingga petaka itu datang,  gw akan menceritakan dipart selanjutnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
midnighttalk dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh adhiewk
[Part 2]
Sahabat Sejati.

Setelah kejadian malam itu saat gw nembak emi, gw sudah resmi jadi cowoknya dia. Hari-hari yang gw lalui serasa berbeda, karena sekarang ada seorang kekasih disisi gw. Rasanya gw selalu semangat menyambut datangnya Mentari dipagi hari. Di kampus gw menjadi orang yang berbeda, suka senyum-senyum sendiri kala teringat wajah ayu dari sang bidadari hati.

Oh ya dikampus gw punya seorang sahabat dia adalah teman saya dari SMA, dan kami juga kuliah dikampus yang sama, ambil jurusan yang sama pula. Panggilannya Bucha, nama sebernarnya sih, Budi, nih cowok memang playboy sejati, sejak SMA dia itu benar-benar penakluk perempuan sejati, banyak banget cewek yang tergila-gila sama dia, tapi gw tau, seorang perempuan yang pernah membuat dia menitikkan air mata, dan sepertinya itu adalah perempuan yang bisa merebut hatinya Bucha, semenjak mereka putus kadang Bucha suka gak sadar bercerita kalau dia sama mantannya sering main kesini, bakso yang peling enak disini loh, gw ama Putri suka makan kesini.. dan.. bla..bla.. Duh playboy bisa juga galau ujar gw dalam hati.

Soal dunia percintaan, gw banyak belajar sama Bucha, trik bagaimana mendekati wanita, membuat mereka tertarik pada first impression, teori es krim dan PUA (Pick Up Artis) gw serap semua dari sahabat gw ini.

Melihat tingkah gw yang suka senyum-senyum sendiri, sepertinya bucha curiga, kayaknya dia tahu kalau gw lagi jatuh cinta.

Quote:


Btw, gw selalu dipanggil Jom alias jomblo, ama bucha, yah, karena dari sma sampai gw semester empat gw sama sekali jomblo, belum pernah pacaran, bukan gw gak laku, secara tampang gw juga gak jelek-jelek amat, mungkin karena gw gak tau memulai dari mana untuk mendekati wanita. Tetapi ketika hari pertama aku ketemu Emi dikosnya teman, gw mulai memberanikan diri untuk mengenal dia.

Quote:


Arini adalah satu-satunya teman cewek gw dikampus ini, dan kebetulan Arini satu kos dengan Emi. Gw dan Bucha beranjak menyusuri setapak diantara taman dan lapangan basket menuju lab pemerograman, kemungkinan Arini sudah menunggu disana.

Benar, dalam laboratorium, Arini gw lihat sudah duduk depan PC, dan beberapa buku tebal disebelahnya, dia terlihat dengan serius mengetik dan sesekali menatap layar PC. Gw sama Bucha langsung menghampirinya, gw ambil posisi pas disebelah Arini, gw hidupkan PC dan mulai larut dalam mengerjakan tugas kuliah. Sesekali gw menoleh, pada Arini, nih anak sama sekali gak terganggu dengan kedatangan kami berdua. Dia tetap serius menatap syntax code yang dia ketik, sesekali keningnya mengkerut melihat pesan error pada layar monitor.

Gw perhatikan, Arini ini anaknya cantik, bahkan dengan kacamata tebalnya dia makin kelihatan sensual yang membuat gw berhayal pada pemeran film bokep “the naughty girl” hahaha, otak gw mulai kacau. Adhie..sadar-sadar oi, lu udah punya perempuan cantik diluar sana. Kurang apa coba Emi, kulit putih mulus, hidung mancung, rambut lurus tergerai, yang ketika angin meniupnya perlahan, pemandangan akan bergerak dengan slow motion karena selalu membuat gw terpesona pada momen itu.

Ketika gw tanpa sadar menatap Arini lekat, Bucha tiba-tiba melempar gw dengan bola kertas yang dipilinnya, sambil memberi gw aba-aba dibelakang Arini dengan tangannya bergerak membentuk gitar, kedua tangannya bergerak melekuk menyerupai body gitar sambal mengarahkan wajahnya kearah badan Arini, seakan berkata “Mantab bro.. gitar spanyol”. Gw tersenyum salah tingkah, takut Arini sadar dengan apa yang kami lakukan.

Sialan lu, ini lagi ngerjain tugas oi, malah ngajak gw sange mikir yang gak-gak. Bucha emang kelakuannya gitu, tapi entah kenapa banyak banget cewek yang tergila-gila sama dia, nih anak emang sudah masuk kategori fuck boy wkwkwkw.

Jam mata kuliah sebentar lagi dimulai, gw hamper selesai dengan tugas matkul pemerograman II, gw simpan dan gw submit ke directory dosen. Itu enaknya kuliah di jurusan Teknik Informatika, tugas kuliah hampir semuanya paperless, tapi tugasnya bikin puyeng. Arini sudah selesai mengerjakan tugasnya sedari tadi, dia menunggu kami berdua sambil tetap membaca buku-buku tebal yang dia bawa.

Setelah, menyelesaikan tugas, gw bertanya pada Arini.

Quote:


Yah gara-gara percakapan tadi akhirnya sepulang kuliah kami bertiga meluncur ke kosnya Arini. Dalam hati, sialan nih playboy kampret, mau tau aja urusan gw.

Sesampai dikosnya Arini, gw langsung menuju kamarnya Emi, tapi pintu kamarnya masih tertutup, gw ketuk gak ada sahutan dari dalam, mungkin dia belum pulang kuliah, gw dan Emi memang beda kampus, dia kuliah di Fakultas Ekonomi, Jurusan Management, emang ya anak ekonomi itu terkenal kece-kece dan modis, beda ma gw anak Teknik Informatika keliatan geek gitu.

Gw balik kekamarnya Arini, sial, gw ngeliat Bucha lagi flirting sama Arini, anjriit nih playboy cap kodok, teman kelompok diembat juga, ya udah gw cabut dulu, mo cari es cream dulu kata gw nyindir Bucha. Dia hanya tersenyum sama gw sambil bilang beliin soft drink juga bro, kali aja gw haus, sambil nyerahin duit 20ribuan. Gw langsung cabut ga urus dia mau berbuat apa sama Arini bukan urusan gw. Dengan gontai gw melangkah keparkiran, rasa rindu gw hari itu sama Emi menyeruak kerongga-rongga dada.

Gw mendorong motor keluar dari halaman kos, karena takut mengganggu penghuni kos lainnya dengan suara knalpot motor gw, baru saja keluar kos gw melihat Emi berjalan tertunduk lesu, gw senang melihat dia, tapi gw merasa heran dengan langkah kakinya yang gontai.

Quote:


Emi memeluk gw dengan erat, sesekali gw mengelus tangannya agar dia merasa tenang. Hati gw bahagia sekaligus sedih, gw gak rela orang yang gw sayangin ini bersedih. Gw terdiam sepanjang perjalanan.

Sesampainya dibukit, gw parkirin motor, gw pesan dua kelapa muda pada penjual yang kesehariannya jualan dibukit itu. Gw sodorin kelapa muda yang sudah dikupas ke Emi.

Quote:


Gw tertegun, hati gw berkecamuk, kok bisanya sih Sinta sahabat sendiri dituduh kayak gitu, tapi rasa curiga juga tiba-tiba tersirat diotak gw, ah.. jangan-jangan tuduhannya Sinta ini benar. Tapi gw menepis ini semua, gw percaya sama Emi, gw sayang sama dia tidak mungkin dia berbuat hal demikian.

Gw memeluk Emi sambil mengelus lembut rambutnya, Sudah yang gak usah dipikir, lu gak usah sedih, gw bakal selalu ada buat kamu, baik itu dalam keadaan senang maupun susah ujar gw mencoba menghibur kegetiran hatinya.

Gw duduk terpaku menatap hamparan keindahan pantai dari atas perbukitan, gw biarkan Emi bersandar dibahu gw, dia larut dengan perasaannya, sesekali gw merapikan rambutnya yang kelihatan acak dari wajahnya karena tertiup angin pantai.
Kami berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing, hingga senja perlahan datang.. dan pergi dengan warna keemasannya.

Quote:


Gw tersadar dari lamunan, astaga tadi Bucha nitip beli soft drink.. ah sudahlah, gw ingin menikmati suasana ini Bersama kekasih hati, biarlah soft drink jadi urusan lain ketika malam menjelang.
Diubah oleh adhiewk
Part 3
Janji

Mentari sudah meninggalkan peraduannya, sementara dua insan masih tenggelam dalam lamunan. Kedua jiwa muda itu masih asik menikmati jingga yang kian memudar. Terang kini berangsur menghilang karena ditelan gelapnya malam.

Gw menatap Emi yang masih asik dalam lamunannya, perlahan gw belai rambutnya yang lembut.

Quote:


Gw mengiyakan, tanpa mengucapkan satu katapun, gw duduk disampingnya, kubiarkan Emi menikmati malam yang kian sunyi, hanya angin malam yang kini makin terasa kencang bertiup. Badanku sudah mulai merasa kedinginan, aku melirik Emi yang masih bersikeras duduk disampingku meski dingin sedikit demi sedikit menusuk kulit kami.

Quote:


Malam makin larut, gw masih membujuk Emi untuk beranjak dari tempat itu, sayup-sayup nun jauh disana kedengaran Azan Isya. Ternyata waktu begitu cepat berlalu ketika aku duduk berdua dengannya.

Quote:


Malam makin terasa sahdu, pikir gw ini ya yang namanya cinta?. Kok aku Bahagia banget, semoga rasa ini tetap hadir dalam hidupku harapku. Akhirnya kamipun beranjak dari bukit itu, sebelum balik kekosnya emi kami mampir dulu untuk makan malam.

Mi, aku makin mengagumimu, aku makin sayang ma kamu, gw membatin. Sepanjang jalan dari perbukitan gw lalui dengan perlahan, gw menikmati setiap jengkal jalan yang gw lalui. Habis makan malam gw lanjut mengantar Emi pulang kekosnya.

Dikos sudah mulai ramai dengan penghuni kos yang sudah pulang, disudut kamar lantai 2 ada yang teriak.

“Aish… Jom sudah harus ganti nama nih…” Ketika melihat gw masuk halaman kos Bersama Emi.

Gw menoleh kesumber suara, sialan playboy kutumbaba belum juga pulang masih betah nungguin gw balik atau betah kelonin Arini ya.

Quote:



Jantung gw berdesir, Arini begitu cantik kulitnya putih bersinar terkena cahaya neon diteras kos ini, dengan kaos oblong agak ketat dan celana pendeknya dia makin sempurna dimata gw, berbeda sekali dengan cara dia berpakaian kekampus, yang bisa dibilang selalu menggunakan celana panjang dan kemeja longgar yang sengaja untuk menutup bodynya yang melekuk bak gitar. Duh Arini aku juga mau metik-metik gitarnya dalam hati gw. Pantas saja Bucha tadi siang memberi isyarat seolah-olah bodynya Arini adalah gitar, jangan-jangan nih playboy sudah melihat Arini tanpa busana ya, kok dia tau Arini itu sexy bak gitar spanyol.

Quote:


Kami bertiga ngobrol sebentar, kemudian gw ma Bucha pamit pulang, gw menatap ke kamarnya Emi tapi pintu kamarnya masih tertutup, ya sudahlah mungkin dia masih mandi. Gw gak usah pamit, langsung saja cabut dari kos itu.
Diubah oleh adhiewk
Part 4
Perhatian Lebih

Hubungan gw sama Emi makin hari makin hangat saja. Emi kadang sudah gak malu-malu bermanja-manja ma gw, begitupun gw sebaliknya. Dan soal perhatian, sudah gak usah ditanya, ternyata Emi anaknya care banget sama gw cowoknya. Dia paling khawatir kalau gw lupa sarapan, telat makan gara-gara pantangin computer terus, dan salah satu hal yang selalu bikin Emi sebal ma gw, kebiasaan gw begadang diwarnet.

Dia paling rewel kalau tau gw besoknya lemas gak semangat karena ngantuk berat, pasti dah pinggang gw jadi sasaran cubitan manjanya.

Quote:


Keseharian gw sama dia ya paling berdebat soal hal-hal absurd gitu, tapi itu yang menambah rasa sayang diantara kami berdua. Dan satu lagi hal yang paling Emi suka protes adalah soal handphone, gw gak punya handphone waktu itu, karena emang itu sekitar pertengahan tahun 2003 bagi gw sebagai mahasiswa handphone kala itu masih termasuk barang mewah, PC saja yang keseharian gw butuh untuk praktikum gw masih nebeng di lab kampus, atau kadang rental deh.

Kalau kepepet sekali gw nebeng kerjain tugas di PC kepunyaannya Arini, ya sekalian gw apelin Emi gitu, secara mereka kan satu kos.

Quote:


Beberapa hari kemudian gw menerima pembayaran proyek dari dosen gw, gw dapat amplop tebal banget, gw nebak-nebak kira-kira berapa ya?.

Semoga cukup buat beli hape pikir gw. Celingak-celinguk cari tempat buat buka amplop, gw masuk ke perpustakaan cari tempat mojok, gw buka amplop, mata gw sampai terbelalak.

Sebagai mahasiswa yang terlahr dari keluarga sederhana, tangan gw gemetaran pegang duit sebanyak itu, dalam amplop coklat ada duit dan kwitansi pembayaran, gw baca terbilangnya “Lima Belas Juta Rupiah”.

Ya ampun, gw Bahagia banget, gw lama terdiam, tidak terasa air mata gw mengalir, Alhamdulillah Ya Allah atas rejeki yang engkau karuniai, ucap gw lirih. Gw lansung masukin amplop kedalam ransel, gak sabar habis kuliah, gw mau ajak Emi ke toko hape, cari hape yang bagus niat gw.

Sepulang kuliah gw langsung kekosnya Emi, semoga dia juga dah pulang kuliah harap gw. Sampai dikos gw buru-buru samperin kamarnya Emi.

Quote:


Gw merasa bersalah, coba gw udah punya hape mungkin Emi gak usah pulang kuliah jalan kaki gitu, dia kan bisa sms atau telpon gw buat jemput dikampusnya.

Quote:


Satu hal yang gw suka dari Emi, keceriaannya yang sangat natural tanpa dibuat-dibuat, dia juga anaknya gak neko-neko, sederhana gitu walaupun ketika dilihat dari cara berpakaiannya sih ikut perkembangan fashion gt, dan gw lihat outfitnya semua merk mahal gitu. Kadang gw suka minder sih ama dia, kok mau ya dia ma gw yang katro gini. Tapi yakinlah Mi sayang, gw bakal bahagiain lu dengan segenap tenaga dan pikir gw.

Hari itu kami habiskan waktu keliling dimall cari hape yang cocok, gw ajak dia makan ditempat favoritnya, dan gw ajak dia ke sentra Mutiara gw mau belikan perhiasan emas dengan liontin mutiara gitu buat Emi, tapi waktu habis dengan berdebat dan merayu dia biar mau gw beliin perhiasan. Emi tetap dengan pendiriannya, dia gak mau gw belikan hadiah. Dia malah ngajarin gw buat gimana ngatur duit proyek gw.

Quote:


Gw terdiam, minta papa?? Gw sebenarnya sampai detik itu belum pernah ketemu dengan ortunya Emi, secara gw sama dia anak kos, dan latar belakang ekonomi keluarganya gw sama sekali gak tau, malu gw nanya, kayaknya tabu nanyain hal seperti itu. Biarlah waktu yang menjawab semuanya.

Hari itu Emi bangga banget ma gw, sepanjang jalan dia genggam tangan gw, dia memuji gw dengan tulus karena bisa beli hape dari hasil jeri payah gw, dia ngajar gw banyak hal, belajar menghargai dan mensyukuri pada apa yang kita punya, dan satu pelajaran penting yang gw dapat dari ucapannya.

“Yang, lu gak perlu jadi orang yang keliatan berduit buat dapatin hati gw, cukup lu jadi diri sendiri, jujur ama diri lu, itu udah bikin gw klepek klepek ma lu” Katanya penuh cinta.


Quote:
profile-picture
herywang19 memberi reputasi
Diubah oleh adhiewk
Part 5
Chef Cantik.

Dinginnya udara pagi itu memaksaku untuk menarik selimut, sayup-sayup sudah mulai terdengar hiruk pikuk diluar sana, sinar matahari perlahan menembus lubang tirai jendela kamarku. Gw masih malas untuk membuka mata, rasa kantuk masih berat terasa. Tiba-tiba hape gw bergetar. Kuraih hp dekat rak buku, ternyata Emi menelpon.

Quote:


Dan seperti itulah, pagi-pagi gw sudah dapat suntikan kasih sayang dari bidadari hati gw, Dengan berat gw beranjak kekamar mandi, bersiap menghadapi hari ini. Kadang gw berpikir ini benaran atau hanya mimpi sih, gw bisa bersama perempuan terindah. Gw merasa berterima kasih banget sama Bucha, dia banyak banget kasih gw masukin tentang bagaimana bersikap dan memperlakukan perempuan.

Rasanya lebih segar habis mandi pagi, gw menyisir rambut dan berpakaian casual saja, kaos oblong putih dengan luaran jaket jeans dark blue, gw padu padankan dengan celana jeans berwarna hitam, dan sepatu kets adi*as berwarna putih, sepertinya bisa menambah level kepedean 60 persen, 40 persennya akan bertambah ketika gw berjalan menggandeng Emi gumam gw.

Gw meraih tas kuliah, mengunci kamar dan segera meluncur kekampus.
Pagi itu gw melihat Bucha sudah duduk diwarung dekat kampus sambil menikmati rokok Marlboronya, gw ikut mampir kewarung sekalian sarapan nasi balap, sarapan wajib anak kampus.

Menunya hanya tempe goreng, mie goreng dan sedikit robekan daging ayam. Sebenarnya yang bikin nikmat itu bukan nasinya dan lauknya, tapi rasa sambalnya, asam-asam pedas gimana gitu, bikin napsu makan meledak, rasanya gak cukup kalau hanya menghabiskan sebungkus nasi balap.

Quote:


Gw hanya tersenyum. Emi paling gak suka bau rokok, sejak gw jadian sama Emi gw sudah mulai ngurangin kebiasaan gw merokok, lagian bagus juga sih, duit bulanan gw bisa gw hemat. Jam kuliah sebentar lagi dimulai, gw sama Bucha bergegas masuk halaman kampus.

Dilapangan basket gw melihat geng cowok keren menurut cewek-cewek dikampus gw, salah satu pentolannya Rian, cowok keren yang berasal dari Kalimantan, udah gagah, tajir lagi. Gw hanya mengenal dia sebatas saling tegur saja, kurang begitu akrab. Bucha yang akrab sama mereka, mungkin karena hobinya sama, pemuja wanita. Bucha ngajakin gw kelapangan basket.

“Nongkrong bentar yuk, kayaknya dosennya lom datang tuh..” Kata Bucha.

Gw hanya mengikuti langkah Bucha tanpa berkomentar.

“Hai.. sapa Bucha ke groupnya.

Gw hanya melempar senyum, emang tipikal gw orangnya agak susah akrab dengan orang lain, bukan karena gw orangnya kurang menyenangkan, cuman karena gw bingung cara berbasa-basi untuk memulai percakapan. Gw banyak diam ketika mereka membahas cewek-cewek kece di jurusan manejemen informatika. Memang anak-anak manajemen informatika itu cantik-cantik, beda dengan jurusan yang gw ambil, Teknik informatika, ceweknya kurang menarik, hanya Arini yang paling glowing gw rasa. Ada salah satu cewek semester bawah, namanya Lusi, dia ambil jurusan Manejemen Informatika. Gw akui tuh cewek punya daya tarik tersendiri.

Cowok-cowok ini ternyata lagi omongin Lusi, gw hanya duduk menyimak pembicaraan mereka. Selebihnya pikiran gw tertuju nuh jauh kesana, gw mikirn Emi yang lagi sibuk masak buat gw.

“Eh dosennya datang” Seru Rian.

Serentak kami menoleh, dan langsung membubarkan diri menuju ruang kelas, sebelum tuh dosen masuk ruang kelas duluan, bisa berabe urusan, kalau dosen killer ini duluan masuk ruang kelas. Begitu pintu ruangan ditutup, jangan harap lu bisa masuk lagi, lebih baik pergi biar gak kena blacklist.

Mata kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Informasi 4 SKS, mata kuliah yang membosankan, dosennya banyak ngoceh bikin suasana diruang kelas jadi mengantuk, sesekali diatara kami menguap. Berharap banget nih dosen tiba-tiba mules dan kelas dibubarkan.

Gw duduk dibelakang Arini, daripada merhatiin dosen yang bikin tambah ngantuk, gw lebih menikmati pemandangan didepan gw, rambut lurus Arini disanggul, hingga lehernya yang putih jenjang, yang ditumbuhi bulu-bulu halus makin kelihatan, pikiran gw melayang pada sebuah scene difilm dewasa, ketika siperempuan mendesah kegelian karena bulu-bulu halus itu dicium pelan-pelan, sesekali lelakinya memberi ransangan berupa jilatan kelubang telinga siperempuan.

Lamunan ku tiba-tiba buyar ketika dosen killer ini, menunjuk gw.

“Eh kamu, kenapa senyum-senyum sendiri.. coba kamu jelaskan cara merancang sistem informasi dengan pemodelan terstruktur secara baik dan benar??” Tanya si dosen.

“Ah anu pak..” Jawab gw gugup. Sialan nih dosen, gw membatin, belum aja hayalan gw kelar sudah dirusaknya oleh pertanyaan macam gini. Akhirnya gw menjelaskan sekenanya, mencoba mengulang apa yang gw dengar sekilas yang dijelaskan oleh beliau.

Sesekali gw menatap jam dinding diatas whiteboard, berharap jam kuliah habis, gw udah gak sabar untuk bertemu seorang yang memiliki senyum terindah. Dan akhirnya dosen menutup jam kuliah dengan tugas. Ya begitulah jadi mahasiswa harus strong.

“Entar tugasnya ngerjain bareng ya..” Bisik gw ke Arini.

“Bro.. gw cabut dulu.” Ucap gw ke Bucha.

Buru-buru gw keparkiran, gw merogoh kantung celana dan mengeluarkan hape, gw langsung menelopen kekasih hati.

Quote:


Memang hari ini terasa panas banget, padahal baru kemarin sore, hujan turun dengan lebatnya. Gw langsung menuju kekosnya Emi, tidak lupa mampir beli es kelapa muda belakang SMU 1. Terlihat dede-dede gemes ramai, lagi rebutan beli es kelapa juga, sepertinya mereka kehausan habis olah raga. Es kelapa yang gw pesan sudah dibungkus, gw bayar, dan langsung gw cabut melanjutkan perjalanan kekosnya Emi.

Tiba di kosnya Emi, gw langsung menuju kamarnya, begitu gw buka pintu kamar, gw langsung mencium aroma wangi makanan. Oh ya, kosnya Emi ini sebenarnya bisa dibilang keren bagi anak kos kayak gw, begitu kita masuk kamarnya, sebelah kanan adalah langsung kamar tidurnya, lurus kedepan adalah toilet, dan disebelah toilet ada ruangan khusus untuk dapur, dan ruangan selebar 1 x 2 meter untuk ruangan kerja gitu, disitu Emi naruh lemari khusus dengan cermin besar tempat dia bersolek.

“Yang, esnya aku masukin kulkas ya” Sapa gw ma Emi.

Gw langsung samperin Emi yang lagi sibuk masak didapur. Gw terpesona, Emi keliatan cantik dengan kaos oblong yang lehernya seakan jatuh sebahu, dibungkus celemek masak, rambutnya digulung da diikat keatas, kulitnya putih bersih, wajahnya yang cerah keliatan sedikit memerah sekitar hidungnya, mungkin karena aroma bumbu yang keliatas pedas. benar-benar seorang istri idaman gw membatin.

Gw menatap lekat padanya, mencoba merekam apa yang gw lihat. Rugi rasanya melewatkan hal ini. Sadar dirinya diperhatikan seperti itu, Emi salah tingkah.

“Ngapain lu natap gw kayak gitu??” Selidik Emi.

“Gak ada, gw terpesona ma lu” Jawab gw.

“Yang, sini” Kata gw, mengulurkan tangan.

Emi melepas alat masaknya, masakanya memang sudah matang, Emi tadi lagi menata makanan kepiring untuk disajikan. Emi melangkah kearah gw yang masih menunggu dengan uluran tangan.

Emi menyambut uluran tangan gw, gw menarik kedua tangannya hingga tubuh kami berdua makin rapat. Wangi parfum kombinasi “orange jasmine rose and vanilla” Coco Mademoiselle Eau, itu label yg gw baca sekilas dibotol parfumnya Emi. Wangi itu terasa fresh, dengan perlahan masuk kehidung gw, dan mulai menyebabkan reaksi-reaksi kimia diotak gw. Tiupan lembut napasnya Emi kian terasa dimuka gw. Gw menatap lekat kedua matanya yang indah. Gw membelai rambutnya perlahan.

“Sayang, kamu cantik banget hari ini..” Ucap gw lembut.

Tatapan kami beradu, hingga berapa detik lamanya kami hanya saling menatap, mencoba memahami isi pikiran dan rasa dihati. Kami berdua sama-sama tidak ada yang berani untuk lebih mendekatkan muka,padahal bibir kami hanya tinggal sejengkal.

Sampai akhirnya gw melihat isyarat, Emi perlahan menutup kedua matanya, dengan perlahan gw mengarahkan bibir gw ke bibirnya. Akhirnya kurasakan lembutnya bibir indah ini, Inilah ciuman gw yang pertama, gw mengecup bibir itu lembut untuk beberapa saat, gw hanya ingin merasakan empuknya, bibirnya Emi terasa dingin kala itu.

Gw sama sekali belum punya pengalaman mencium bibir wanita. Namum perlahan Emi mulai membuka bibirnya, dan mulai memainkan lidahnya kedalam bibir gw, makin lama-lama ciuman kami makin bergairah. Akhirnya proses barter liur dan jigong berproses dengan sendirinya.

Tarikan napas Emi mulai tak beraturan, dan gw juga mulai merasakan gairah lain mengalir pelan disekujur tubuh gw. Entah gairah apa yang kami rasakan berdua. Kami saling membalas kecupan demi kecupan. Karena ini pengalaman pertama gw, gw agak kurang agresif mengimbangi gairahnya Emi.

Tapi gw menikmati tiap detiknya, tapi Namanya naluri lelaki, gairah gw sedikit demi sedikit bertambah, hingga tangan gw mulai bergerak dengan sendirinya, mulai dari membelai bagian belakang telinganya, dilanjutka perlahan namun pasti tangan gw mulai mengelus punggungnya yang berbalut kaos. Rangsangan yang gw berikan makin membuat Emi merapatkan badannya kebadan gw, gw bisa merasakan sesuatu yang empuk ketika kedua badan gw mulai bersatu.

Perlahan tangan kanan gw masuk kebalik bajunya Emi, gw mengelus punggungnya lembut. Tangan gw tersangkut pada tali BHnya, gw gak mau langsung agresif mencoba membukanya, gw hanya memberi elusan halus, sementara bibir kami terus saling balas memberi kecupan. Gw gak mau bertindak lebih, gw hanya ingin merasakan ciuman ini karena gw sayang sama dia. Gw gak mau bersikap kurang ajar. Gw teringat pesannya Bucha, sama cewek itu harus pake teori es cream. Biarkan perempuan menikmati es creamnya jilatan demi jilatan, itu lebih membuat mereka ketagihan, ketimbang lu paksa habiskan satu mangkok langsung, itu malah membuat mereka bosan.

Tapi disini gw ngertinya lain, gw gak mau Emi menilai gw sebagai cowok yang mentingin sex doang. Gw pengen dia tahu kalau gw sayang dia setulus hati. Gw Kembali mengelus perlahan pungung Emi, dan perlahan gw mengurai pelukan kami. Dan kami tersadar, akhirnya cumbuan-cumbuan ini terhenti dengan sendirinya.

Quote:


Kami berdua menikmati makan siang dengan penuh suka cita. Emi kamu adalah Chef Cantik yang sudah merampas hati gw sepenuhnya.

Quote:


Diubah oleh adhiewk
Part 6
Pentium

Hari-hari yang gw rasakan semakin terasa indah, kisah asmara diantara gw dan Emi makin menggebu-gebu. Gw dan Emi semakin intens dalam memberi perhatian-perhatian kecil kepada satu sama lain. Kadang gw nelpon hanya sekedar buat ngingatin dia agar makan yang teratur, jangan tinggalin shalat. Kalau dah ngantuk ya istirahat, belajarnya jangan terlalu diporsir.

Dan kadang Emi juga nelpon buat ngingatin gw jangan sering-sering begadang, jangan lupa sarapan pagi. Bahkan, dia nelpon sekedar ngingatin tugas kuliah yang gw print semalam bareng dia, dicek lagi, jangan sampai ketinggalan.

Kalau gw ingat masa-masa itu gw kadang menjadi tertawa sendiri, diri gw pernah selebai itu ya jatuh cintanya. Satu momen penting yang gw gak bisa lupakan, hari itu gw gak ada jam kuliah, gw habiskan waktu dikos buat malas-malasan. Tiba-tiba pintu kamar gw ada yang ketuk. Gw intip lewat jendela, gw kaget sekaligus senang.

Depan kamar sudh berdiri perempuan cantik, dengan gaya busana yang wow banget, dengan dress sexy warna putih dan sneakers cocok banget dengan kulitnya yang putih bersih. Gw menatapnya lekat dari atas sampai bawah, pahanya mutih mulus terlihat sangat menggoda, gw mematung menelan air liur.

Quote:


Air dalam bak mandi dingin banget, enggan rasanya mengguyur badan dengan air sedingin itu, gw duduk malas-malasan ditoilet sambil basahin kaki,biar badan terbiasa dulu dengan dinginnya.

Akhirnya… brrrrhhhh gw langsung mandi, terus mengguyur diri, dari kepala, dan seluruh anggota badan. Segar juga rasanya. Gw sampoan, nyabunin badan biar wangi. Karena tadi dibilang bau jigong, gw gosok gigi berkali-kali.

Dan konyolnya gw lupa bawa handuk kedalam kamar mandi.. Aduh.

Quote:



Diluar kamar, gw dengar suara heboh, kelompok serigala lapar tertawa cekikikan.

Quote:


Gw cuekin aja mereka biar makin merana, gw keringkan badan dalam kamar mandi. Langsung gw ganti pakaian juga disitu, malu gw sama Emi takut kejadian tadi terulang kembali, kan gw nya jadi senang.
Habis berganti pakaian, gw berdandan sedikit tidak lupa pake parfum andalan gw aroma bamboo yang maskulin.

Quote:


Gerombolan serigala lapar pada kaget, mereka sontak loncat membubarkan diri, kami berdua hanya bisa tertawa lucu melihat tingkah mereka.

Quote:


Kami langsung cabut dari kos ke arah mall, setiba ditempat parkiran.

Quote:


Akhirnya gw tawar menawar harga sama pemilik toko. Pilihan jatuh pc merk acer intel Pentium 4 itu sudah spek tertinggi yang tersedia ditoko itu seharga 6jtan. Gw juga minta ditambah dengan printer dan UPS, tapi gw bertitip pesan sama yang punya toko, kalau printer dan UPS adalah bonus dari pembelian PC, gw gak mau Emi tau itu barang gw yang bayar, kebetulan waktu itu masih ada sisa dana di tabungan gw.

Kalau Emi tau pasti dia gak bakal mau terima tuh barang yang gw beli. Gw harus main kucing-kucingan gitu, biar dia gak melulu keluarin duitnya buat kebutuhan gw. Maafin ya sayang gw harus bohongin lu, itu karena gw sayang ma lu. Pembayaran PC sudah beres, kami menyerahkan alamat agar barang dikirim langsung ke kosnya Emi.

Kami berkeliling sebentar dimall, makan siang, duduk-duduk ngobrol menikmati hiruk pikuk pengunjung mall sebelum akhirnya memutuskan untuk balik kekosnya Emi.
Diubah oleh adhiewk
Part 7
Wanita Istimewa

Sore itu gw sibuk instalasi PC baru yang dibeli oleh Emi.

Quote:


Letak toko peralatan listrik tidak berapa jauh dari kosnya Emi.

Quote:


Gw harus cari akal buat maku klem ini pikir gw. Didepan kos-kosan gw sibuk nyari batu yang rata buat dijadikan palu, tiba-tiba ada suara negur gw.

Quote:


Gw ama Arini itu kalau udah ngobrol sudah gak pake saringan, tapi entah kita merasa nyaman saja dengan gaya komunikasi kayak gitu. Akhirnya gw nemuin batu yang tepat, gw beranjak kekamarnya Emi.

Quote:


Kadang becanda-becanda gak jelas gini bikin gw sama emi makin dekat. Tapi kadang-kadang juga ada momen-momen kami ngobrolnya serius, tergantung situasi seh. Gw langsung selesain instalasi kabel rol agar PC baru itu bisa segera digunakan. Emi sudah gak sabar kepengen nyobain ketik tugas kuliahnya. Agah susah memang, pakuin tembok pake batu, hampir berapa kali tangan gw jadi sasaran.

Quote:


Entah kenapa kok bahagia rasanya kalau candain anak ini, gw tuh paling suka lihat mukanya kalau lagi sebal gitu. Tapi kalau lagi ngambek aduh gak deh, serumit-rumitnya bahasa pemerograman masih rumit hati perempuan hahaha.

Quote:


Diubah oleh adhiewk
Part 8
Gairah

Emi menatapku penuh arti, ketika gw lagi asik merapikan kabel yang udah gw paku dengan klem agar tidak terlepas dari tempatnya. Baru ngerjain instalasi kabel kayak gini aja keringat deras sudah bercucuran dibadanku.

Quote:


Gw langsung kekamar mandi, pintu kamar mandi sengaja gak gw kunci, berharap Emi khilaf wakakaka. Sampai selesai mandipun gw gak disamperin oleh Emi, pikiran gw konyol juga ngarepin hal beginian, kayaknya ini pengaruh gw ngumpul bareng Bucha and the genk deh. Btw gw sudah mulai akrab dengan kelompok Mahasiswa peka dikampus gw. Obrolan mereka sepanjang hari gak bisa jauh dari gunung dan lembah dalam tanda kutip.

Entah mungkin, isi otak mereka hanya isinya paha dada, paha dada, atau jangan-jangan side job mereka jualan ayam ala-ala resto fastfood gitu. Tapi gw juga sebenarnya mulai terpengaruh, gw sudah mulai suka nakal godain Emi akhir-akhir ini.

Badan gw sudah bersih, meski terpaksa gw menggunakan kembali kaos gw yang basah ma keringat. Tapi setidaknya lumayan fresh rasanya setelah mandi.

Quote:


Hati gw berdegup kencang, gak salah nih dengan apa yang gw dengar? Emi ngajak gw liburan sampai harus nginap-nginap gt. Gw berhayal kami nginap dipenginapan, berdua dalam kamar menikmati sinar rembulan yang menerobos jendela penginapan.. sementara diluar sana hanya ada sepi yang sesekai dilengkapi suara binatang malam. Ah romantis dah, khayalan gw.

Quote:


Pucuk dicinta ulam tiba, gw diajak nginap dikosnya Emi. Tanpa banyak protes gw menyetujui usulnya. Akhirnya gw bergegas balik kekos dulu nyiapin apa aja yng gw bawa buat besok. Gw siapin 2 stel baju ganti, 3 celana dalam, berikut peralatan mandi gw. Tidak lupa gw bawa jaket berbahan parasut karena disana pasti dingin banget, sembalun adalah lembah yang letaknya tepat dikaki gunung Rinjani. Meskipun termasuk lembah tapi tetap berada didataran tinggi.

Setelah merasa yakin dengan semua yang gw siapkan, dan sudah tidak ada lagi yang ketinggalan, hp dan chargenya sudah, dompet gw cek duitnya tinggal dikit, miris juga seh, tapi direkening masih ada lumayan tabungan sisa proyek lalu. Semua barang gw masukin tas ransel, gw juga harus cek kondisi motor nih, gumam gw. Gw melihat jam tangan, belum begitu sore, akhirnya gw kebengkel yang berada di sudut jalan searah kos gw.

Quote:


Sedia payung sebelum hujan kata pepatah, tapi gw sedia ban sebelum bocor, jadi ingat kejadian gw nembak emi gara-gara ban motor bocor. Gw gak mau entar gw putus juga gara-gara ban motor bocor, oh tidaak, tapi dipikir-pikir gw beli ban dalam emang kalau dijalan bocor gw bisa ganti sendiri?? Tapi ah sudahlah, siapa tau tukang tambal ban gak sedia ban, dan ban motor gw bukan bocor lagi tapi robek.

Quote:


Motor gw sudah beres.

Quote:


Siabang nyerahin kembalian, gw ucapin terimakasih. Gw lanjut balik kekosnya Emi. Sampai kamarnya Emi, gw lihat Emi sudah mandi dan seperti biasa selalu tampil cantik. Dia lagi masak didapur.

Quote:


Gw langsung kabur menuju meja komputer, memainkan game "age of empire II" agar pikiran jadi waras lagi. Baru saja game dimulai, tiba-tiba Emi merangkulku dari belakang, aku bisa merasakan deru napasnya yang makin cepat.

"Sayang.. baru mulai nih.." Ujar gw.

Namun ketika gw menoleh, Emi langsung menyerang bibirku dengan membabi buta, dia menciumku dengan gairah yang menggebu-gebu. Gw membalikkan badan, dan menarik Emi lebih dekat, Gw juga gak mau kalah, langsung mencium bibir Emi kembali dengan ganas. Gw bisa merasakan, kecupan yang kurasakan saat ini lebih dahsyat dari ciuman pertama gw dengannya. Kami makin menggila dalam membalas ciuman, kuluman demi kuluman bibir gw dan emi saling memagut tanpa peduli lagi bau masakan didapur yang mulai tercium gosong.

Enggan rasanya melepas kecupan dari bibir yang sexy itu, namun bau hangus memunuhi ruangan kamar.

Quote:


Gw hanya garuk-garuk kepala sambil memperbaiki posisi duduk gw, karena tongkat ajaib berusaha bangun dari tidurnya. Gw berusaha mencari arti dari apa yang terjadi barusan. Ah sudahlah, gairah itu memang suka datang tiba-tiba pikir gw. Sepertinya Emi kembali melanjutkan kegiatan masak-memasaknya, gw pun melanjutkan kembali permainan game, tanpa ada satupun diantara kami yang terganggu. Waktu berlalu sampai akhirnya kami berdua melanjutkan makan malam tanpa perlu mencari tahu arti dari gairah barusan.

Quote:

Diubah oleh adhiewk
Part 9
Cinta Dan Birahi

Malam perlahan menapaki jalannya menuju peraduan, dan ini tidaklah seperti malam lainnya, ini mungkin akan menjadi malam istimewa bagi gw, pertama kalinya gw menginap di kosnya Emi. Berhubung kami ada rencana untuk liburan ke sembalun dikaki gunung rinjani besok, gw diminta untuk nginap dikosnya Emi, karena kami harus berangkat pagi sekali, dengan alasan agar gw gak telat jemput Emi keesokan paginya.

Perasaan gw bercampur aduk rasanya, ada bahagia yang terasa karena sepanjang malam ini gw bakal bersama perempuan pujaan hati, namun ada sedikit rasa gugup yang hadir secara tiba-tiba, bagaimana gw bakal menghabiskan malam ini berdua. Hati bertanya akan apa yang bakal terjadi malam ini.

Quote:


Obrolan-obrolan kamipun terus mengalir sampai kehal-hal sederhana lainnya, gw sebenarnya lebih banyak mendengarkan Emi bercerita, sesekali gw menganggukkan kepala menanggapi ceritanya. Gw paling suka melihat cara Emi bercerita, keliatan banget kalau dia itu anaknya ceria. Dan gw selalu menjaga "eye contact" saat mendengarkan dia bicara. Itu karena gw suka dengan kedua mata indahnya. Rasanya lebih nyaman saling menatap mata ketika berkomunikasi, terasa ada ikatan tak terlihat yang muncul diantara kami.

Tak terasa malam makin larut, Emi keliatan sudah menguap.

"Yank tidur yuk, dah keliatan ngantuk tuh.." Ucap gw.

Emi bergegas membuka lemari, dan mengambil dress tidur yang keliatan tipis berwarna abu. Gw menjadi salah tingkah ketika dia dengan cueknya langsung mengganti pakaianya dengan dress tersebut.

Quote:


Gw membalikkan badan dengan rasa penasaran, ngintip gak ya.. gw gelagapan, darah gw perlahan terasa hangat, Emi gak sadar, nyuruh gw balik badan, tapi tubuhnya yang putih mulus keliatan jelas dari cermin dimeja riasnya. Gw seperti menonton adegan film dewasa, ketika sigadis membuka pakaiannya satu persatu, tapi ini gw lihat secara langsung, gairah gw perlahan muncul. Gw coba mengontrol pikiran, jangan tong.. jangan bangun ucap gw dalam hati kepada sitongkat nakal mulai sadar.

Gw terpana ketika memandang kecermin, Emi perlahan membuka bajunya, keliatan jelas kemulusan kulitnya dan perutnya yang rata saat dia mengangkat baju kaosnya. Perlahan namun pasti pemandangan didepan cermin memperlihatkan bagian tubuhnya yang sexi. Keliatan dua tonjolan yang ranum dan empuk berbalut BH warna hitam. Pikir gw, ini anak sadar gak seh kalau gw perhatikan dia lewat cermin.

Dia juga mulai membuka celana jinsnya, sial-sial gerutu gw. Bentuk paha yang sexi, betis jenjang putih mulus, ditambah lagi dengan bokong montok tertutup cd ketat bikin birahi gw makin memuncak.

Gw coba mengalihkan pandangan namun akhirnya kembali melanjutkan menikmati adegan langka itu dicermin.

Emi meraih dress tidurnya, tapi sebelumnya dia membuka branya, Jleb.. gw hanya bisa menelan ludah, bentuk buah terlarang itu begitu sempurna, bentuknya yang pas tidak besar dan tidak kecil masih kencang bertengger disana, seakan menantang kedua bola mataku untuk tidak berkedip. Malam itu aku baru menyadari kesempurnaan bentuk mahluk. Pantas Wanita disebut sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling indah.

Quote:


Udah bobo yuk, besok pagi harus bangun pagi kata gw mencoba menyelamatkan diri dari amukan Emi. Emi langsung merapikan tempat tidurnya, merebahkan tubuhnya di satu sudut tempat tidur, menyisakan ruang untukku.

Quote:


Emi menggeser badannya, memberi gw isyarat buat langsung berbaring disisinya. Gw perlahan membaringkan badan, wangi tubuhnya mulai tercium tajam dihidung gw. Bakal gak bisa tidur nih kalau kayak gini pikir gw. Sepertinya pikiranku mulai sibuk dengan hayalan-hayalan nakal. Gw laki-laki normal kali, ini pertama kalinya gw tidur disamping perempuan cantik, apalagi gw sadar Emi tidur gak pake kutang, gw bisa melihat tonjolan itu dibalik dress tidurnya yang tipis.

Gw tiba-tiba beranjak dari tempat tidur, karena gak tahan.

Quote:


Gw dilema,tidur dibawah belum tentu juga gw bisa menahan diri, gw tidur disampingnya jelas gw lebih gak bisa menahan diri pikir gw. Ah sudahlah, semoga Emi bisa memberiku batasan-batasan kalau terjadi hal-hal yang diinginkan.

Gw berbaring disamping Emi dengan gugup, sesekali gw mencuri pandang padanya, dan juga pada kedua tonjolak empuk dibalik dress itu.

Quote:


Gw meneguk air itu dengan cepat berharap hasrat aneh dalam diri gw hilang. Suasana makin bertambah aneh bagi gw, alasan apa lagi nih yang harus gw cari biar hasrat ini hilang pikir gw.

Dan sepertinya Emi menyadari kecanggungan ini, dia bangkit dari tempat tidur dan langsung menarik badanku. Keseimbanganku hilang dan kami berdua kembali jatuh kekasur. Aku menindih Emi gak sengaja, terasa hangat tubuhnya menjalar kebadan gw.

Quote:


Spoiler for buat yang penasaran:


Gw mengelus rambutnya dengan penuh cinta sampai kami berdua tertidur dengan pulas, sampai tiba-tiba gw terbangun karena lengan terasa kesemutan, ternyata karena tertindih oleh kepalanya Emi.

Gw bangkit dan memperbaiki posisi tidurnya, gw hanya bisa tertegun pada yang pemandangan yang tersaji dihadapan gw.

Emi tertidur dengan pulasnya sementara dressnya tersingkap keatas, gw bisa melihat bentuk tubuhnya yang sempurna meskipun cahaya dikamar remang-remang. Kuperbaiki bentuk dressnya dan ku selimuti Emi penuh cinta.

Jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari, gw melangkah kedapur karena haus. Kutuang air dispenser, seteguk demi seteguk air melewati tenggorokan gw, sementara gw juga mencoba mengingat kembali cumbuan-cumbuan tadi, lama gw termenung, sampai akhirnya memutuskan untuk melanjutkan tidur dilantai, gw tidak ingin mengganggu Emi yang keliatan terlelap dalam mimpinya.

Tidak perlu waktu yang lama sampai kesadaran gw hilang dan larut dalam buaian mimpi. Hingga kurasakan pelukan hangat yang membawaku kembali pada kesadaran.

Quote:


Gw menggeliat mencoba meluruskan urat dan tulang, dan melangkah untuk wudhu. Sekarang gw shalat tapi sebelumya gw tertawan napsu birahi, benar-benar gw sudah menjaga yang namanya keseimbangan, kegilaan apa yang gw perbuat ini.

Emi menyiapkan sarapan sementara gw merapikan barang bawaan Emi kedalam ransel gw. Jam 6 pagi kami bergerak meninggalkan kos sementara penghuni kos lainnya masih terlelap dalam tidur mereka.

Hari itu dimulailah petualangan pertama kami, yang akan menjadi kenangan terindah buat gw dimasa mendatang.
Diubah oleh adhiewk
Part 10
Pagi Yang Indah.

Pagi selalu menawarkan cerita baru, baik kepada yang bangun di awal ataupun kepada yang bangun kesiangan. Kami melintasi jalan yang masih agak sepi, menuju sembalun lewat jalur pantai senggigi. Semakin lama udara dingin berhasil menembus jaket dan celana jeans yang aku kenakan. Emi sepertinya menikmati udara pagi itu, sesekali aku memandangnya lewat spion motor, tampak dia sesekali menghirup dengan dalam segarnya udara pagi dengan wajah bahagia.

Terus kupacu sepeda motor dengan kecepatan sedang, kabut memang menelan apa saja. tidak terkecuali perbukitan pesisir pantai senggigi, kami merobek kabut pagi itu dengan perlahan namun pasti, Emi mendekapku erat, romansa kedua anak manusia disaksikan oleh pepohonan-pepohonan yang kami lewati sepanjang jalan.

Benar pagi yang indah, sinar mentari perlahan menampakkan diri dari balik bukit diseberang jalan yang kami lalui, terbit dan tenggelamnya matahari selalu bisa menyihir jiwa-jiwa, gw menepikan motor dan mengajak Emi berhenti sejenak, hanya untuk sekedar menikmati mentari yang hadir membawa sejuta harapan.

Tentang Rasa (True Story)

"Indah banget yank.." Seru Emi takjub.

Gw hanya membalasnya dengan senyuman, senyuman bahagia karena melihat orang yang gw sayang antusias dengan pemandangan yang disuguhkan alam pagi itu. Kami berdua menikmati momen itu dengan sejuta rasa. Kugenggam erat tangannya, Emi tanpa sadar menyandarkan kepalanya kebahu gw.

Sebenarnya masih enggan untuk beranjak dari situ, tapi perjalanan kami masih panjang, kami bergegas melanjutkan perjalanan kembali, jalan yang berliku-liku menurun dan menanjak melewati bukit-bukit dipesisir pantai benar-benar memanjakan mata kami, lombok memang indah, memang benar lombok itu adalah kepingan surga.

Hampir satu jam setengah kami berkendara tak terasa kami sudah memasuki daerah tanjung yang terkenal dengan kulinernya berupa sate ikan dengan bumbu khas ala lombok utara, motor bergerak perlahan memilih warung sate yang sudah buka, sudah tidak sabar rasanya ingin menimati nikmatnya sate ikan itu.

Quote:


Kami melanjutkan ngobrol-ngobrol dengan pemilik warung sate itu, ternyata si Ibu ini menyenangkan, perjalanan ini makin terasa indah pikir gw. Bersyukur banget bisa mengenal cewek seperti emi, dan bisa mengenal Ibu penjual sate ini yang humoris.

Quote:


Diubah oleh adhiewk


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di