CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kronologi Pasien Corona Mengamuk dan Peluk Warga, Dijemput Paksa karenaDilaporkanRtrw
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebed9c4facb95592f63c66d/kronologi-pasien-corona-mengamuk-dan-peluk-warga-dijemput-paksa-karenadilaporkanrtrw

Kronologi Pasien Corona Mengamuk dan Peluk Warga, Dijemput Paksa karenaDilaporkanRtrw

Kronologi Pasien Corona Mengamuk dan Peluk Warga, Dijemput Paksa karenaDilaporkanRtrw


KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengaku sesuai laporan ketua RT dan RW lingkungan tempat tinggal pria positif corona yang sengaja memeluk orang untuk menularkan selama ini tidak disiplin.

Pria itu diketahui enggan menjalani isolasi mandiri selama kepulangannya daei rumah sakit sampai akhirnya diketahui positif hasil swab kedua kalinya, Jumat (15/5/2020). "Selama isolasi mandiri, kami dapat laporan dan surat dari RT/RW kalau pasien tidak disiplin. Warga keberatan. Kita juga harus pertimbangan ketentraman warga. Kita khawatir bisa kisruh jadi bahaya," jelas Uus kepada wartawan via sambungan telepon, Jumat malam. Uus menambahkan, sebelumnya pihak rumah sakit dan tim medis khusus corona meminta kepada pasien tersebut bisa pulang tapi harus isolasi mandiri saat hasil tes swab pertama negatif.

Selama ini, petugas bukan hanya memikirkan kondisi pasien saja tapi warga sekitar yang berdekatan atau berinteraksi dengan pria tersebut. "Secara kondisi tidak ada gejala. Tapi yang kami khawatir masih ada virus di dalam tubuhnya dan terbukti dengan has positif tes swab. Kita kan tidak berpikir hanya pasien, tapi juga warga, keluarga, semua. Apalagi dia dilaporkan juga ke tempat usahanya juga beraktivitas," ungkap Uus. Saat berada di ruang karantina saat ini, lanjut Uus, pihaknya akan melakukan tes swab ulang kembali kepada pasien tersebut.

Jika nantinya hasilnya telah negatif akan diperbolehkan pulang dengan catatan tak mengulangi kembali perbuatannya yakni lakukan isolasi mandiri. "Setelah pasien dijemput kembali tadi untuk diisolasi di rumah sakit untuk pemeriksaan ulang setelah hasil positif tes swab kedua. Mudah-mudahan hasilnya negatif. Kalau negatif kita akan kembalikan ke rumah. Tapi kalau masih positif harus dirawat sampai tuntas," ujar Uus. Diberitakan sebelumnya, AR (40), salah seorang warga Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, mengamuk tak terima dijemput petugas setelah hasil swab dirinya dinyatakan positif covid-19, Jumat (15/5/2020) siang tadi.

Pria tersebut sempat berlari mengejar warga didekatnya yang merekam dengan kamera handphone dengan cara memeluk supaya bertujuan jadi orang dalam pemantauan (ODP). "Ieun naon (apa) sih? Dimana sih? Saya peluk semua, ODP kamu, ODP," kata AR di dekat rumahnya saat akan dijemput sambil mengejar dan memeluk warga dekat para petugas medis berpakaian hazmat beserta tim gabungan TNI dan Polri yang sempat diabadikan kamera amatir warga. Petugas tim gabungan pun terus berupaya membujuk pria tersebut bersama keluarganya supaya bisa dibawa ke rumah sakit dan dilakukan isolasi mandiri di ruang karantina. Terlihat salah satu perempuan keluarga AR, berteriak mempertanyakan kenapa saat penjemputan saudaranya sangat banyak orang menghampiri rumahnya. "Kenapa ini bawa segini banyak," teriak seorang wanita berkaos biru muda di rumah AR, kepada petugas tim gabungan yang datang untuk penjemputa

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Pasien Corona Mengamuk dan Peluk Warga, Dijemput Paksa karena Dilaporkan RT RW", https://regional.kompas.com/read/2020/05/15/23323551/kronologi-pasien-corona-mengamuk-dan-peluk-warga-dijemput-paksa-karena?page=2. 
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Aprillia Ika


Haaaaarrrkkkk cuiihh pih!

emoticon-Marah


Udah tinggal di lingkungan yang sempit dan padat kelakuan kaya ampas!


emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sarkaje dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gaygene
Halaman 1 dari 2
dih main peluk2emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
chisaa dan bajier memberi reputasi
kakek genit penyakitan...
profile-picture
profile-picture
chisaa dan bajier memberi reputasi
Tembak mati aja, sih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
balineseryuu dan 2 lainnya memberi reputasi
zombie emoticon-Ngakak
profile-picture
chisaa memberi reputasi
Kronologi Pasien Corona Mengamuk dan Peluk Warga, Dijemput Paksa karenaDilaporkanRtrw

Latihan - Karena zombie akan memakan yang lambat terlebih dahulu
profile-picture
balineseryuu memberi reputasi
kayak zombie. emoticon-Takut (S)
ini stress ato apa ya
Ga ada akhlak..emoticon-Blue Guy Bata (L)
Anjing tenan.
Jabar emoticon-Angel
Diubah oleh diperkosa.tuyul
Gangguan jiwa kali ya?
Tembak aj dengan tuduhan melakukan pembunuhan berencana
profile-picture
balineseryuu memberi reputasi
orang gila bebas
Lihat 1 balasan
psikologisnya kena ini. gak mau sendirian kena akhirnya ngajak orang lain. mental aslinya keliatan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmengong dan 4 lainnya memberi reputasi
bakal selamanya dibenci tetangga
profile-picture
profile-picture
mmengong dan chisaa memberi reputasi
Kenain pasal pembunuhan !
inilah yg terjadi kalo jadi pembunuh tapi engas
hadech
Mestinya pihak RT RW diberi kebebasan untuk ngasih pengumuman ke warga yang lain kalau ada warga nya yang positif Corona.

Bisa lewat wa group warga atau pengumuman di mesjid.
Dengan begitu kan warga yang lain bisa ikut bantu mengawasi proses karantina nya.

Di masa pandemik gini, undang undang kerahasiaan pasien bisalah dilonggarkan dikit demi keselamatan umum.

Soalnya kalau yg tahu cuma pak RT ma RW nya aja, kasihan warga lain yang gak tahu dan masih berinteraksi langsung dengan yang lagi terjangkit virus.
profile-picture
profile-picture
mmengong dan chisaa memberi reputasi
profile-picture
balineseryuu memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di