CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tekan COVID-19, Pemkot Surabaya Rombak Sejumlah Rumah Sakit
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebeabeceaab250b96393d59/tekan-covid-19-pemkot-surabaya-rombak-sejumlah-rumah-sakit

Tekan COVID-19, Pemkot Surabaya Rombak Sejumlah Rumah Sakit

Tekan COVID-19, Pemkot Surabaya Rombak Sejumlah Rumah Sakit

Surabaya, CNN Indonesia -- Kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upaya menekan persebaran pandemi COVID-19 seperti tak ada habisnya. Selain melaksanakan rapid test massal di sejumlah wilayah, Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta untuk penambahan kapasitas bed di ruang isolasi. Penambahan kapasitas bed di ruang isolasi ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai persebaran COVID-19 agar tidak semakin meluas.

Langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya itu rupanya juga diimbangi dengan dukungan dari dua rumah sakit swasta di Kota Pahlawan. Dua rumah sakit rujukan itu adalah RS Husada Utama dan RS Siloam Hospitals Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan RS Husada Utama dalam menyiapkan tambahan untuk kapasitas bed di ruang isolasi perawatan pasien COVID-19. Menariknya, ruang pertemuan di rumah sakit itu dirombak menjadi tempat untuk perawatan pasien.

"Kita maksimalkan RS Husada Utama dulu dengan 200 bed, terus ada sisa 40 bed yang belum dimanfaatkan. Kita juga dibantu RS Siloam Hospitals 40 bed," kata Risma dalam keterangan tertulis.

Namun demikian, rupanya Risma juga memikirkan alternatif lain jika nantinya kapasitas bed di ruang isolasi rumah sakit itu tidak mampu menampung. Karenanya, Pemkot Surabaya kemudian menjalin kerjasama dengan Asrama Haji Sukolilo dalam menyiapkan gedung untuk ruang observasi.


"Tapi kita upayakan di rumah sakit dulu, karena kita harus ekstra terutama tenaga medis," ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Surabaya akan memaksimalkan ruang isolasi di rumah sakit sebelum menggunakan Asrama Haji karena berkaitan dengan kebutuhan tenaga medis. Sebab, bagaimanapun jika di Asrama Haji, Pemkot Surabaya membutuhkan tenaga medis, bukan hanya perawat tapi juga dokter yang tetap stay di sana.

"Sementara di RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada untuk tenaga medis kewalahan. Memang ada dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) kemarin siap membantu untuk itu (perawatan)," terangnya.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan Asrama Haji menjadi salah satu asrama observasi yang dipilih pemkot untuk alternatif perawatan. Nantinya asrama itu bakal ditempati oleh orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Totalnya berjumlah 198, yang menempati nanti ODP. Jadi aman digunakan untuk asrama observasi," kata Febria.

Tak hanya siap dalam menyediakan gedung untuk asrama observasi. Rupanya Pemkot Surabaya juga memikirkan sisi lain terkait perawatan warga yang akan tinggal sementara di sana. Karenanya, Pemkot Surabaya juga menyiapkan petugas khusus untuk merawat dan menjaga warga yang melakukan observasi di Asrama Haji. Petugas khusus itu terdiri dari anggota Linmas, Satpol PP, perawat hingga dokter.

"Selama observasi nanti mereka diawasi oleh tim dokter. Ada penjagaan khusus," ujar Febria.

Tekan COVID-19, Pemkot Surabaya Rombak Sejumlah Rumah Sakit
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Sukolilo Surabaya Sugianto pun menyambut baik gagasan yang diinisiasi oleh Pemkot Surabaya itu. Bahkan, pihaknya mendukung penuh langkah konkret pemkot dalam upaya menekan persebaran COVID-19.

"Ini sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah terhadap upaya penanganan COVID-19 dan ini semua gratis," kata Sugianto.

Maka dari itu, pihaknya telah menyiapkan dua gedung di Asrama Haji untuk ruang observasi warga kota Surabaya yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Kami sudah menyiapkan dua gedung yang bersebelahan tapi ada jarak pembatasnya. Masing-masing berkapasitas 24 kamar dua lantai, jadi total dua gedung itu ada 48 kamar," ungkapnya.

Akan tetapi, jika nantinya kebutuhan kamar observasi di Asrama Haji dinilai kurang, pihaknya memastikan telah menyiapkan opsi gedung lain yang berjauhan namun masih di area asrama.

"Kami sudah mengantisipasi, ada opsi (gedung) yang berjauhan tapi masih di Asrama Haji. Kami juga dibantu Ibu wali kota terkait operasionalnya di dalam gedung ini termasuk petugas kebersihan dan keamanan," kata Sugianto.

Menurutnya, pengawasan terhadap ODP yang menjalani observasi nantinya cukup ketat. Mereka yang tinggal sementara di asrama observasi tidak boleh meninggalkan jauh area gedung dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi mereka tidak boleh meninggalkan jauh dari area gedung, karena akses ke gedung ini ada pagarnya. Selain itu mereka juga akan mendapat supply makan 3 kali sehari," terang Sugianto.


Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Sukolilo Surabaya Sugianto pun menyambut baik gagasan yang diinisiasi oleh Pemkot Surabaya itu. Bahkan, pihaknya mendukung penuh langkah konkret pemkot dalam upaya menekan persebaran COVID-19.

"Ini sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah terhadap upaya penanganan COVID-19 dan ini semua gratis," kata Sugianto.

Maka dari itu, pihaknya telah menyiapkan dua gedung di Asrama Haji untuk ruang observasi warga kota Surabaya yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Kami sudah menyiapkan dua gedung yang bersebelahan tapi ada jarak pembatasnya. Masing-masing berkapasitas 24 kamar dua lantai, jadi total dua gedung itu ada 48 kamar," ungkapnya.

Akan tetapi, jika nantinya kebutuhan kamar observasi di Asrama Haji dinilai kurang, pihaknya memastikan telah menyiapkan opsi gedung lain yang berjauhan namun masih di area asrama.

"Kami sudah mengantisipasi, ada opsi (gedung) yang berjauhan tapi masih di Asrama Haji. Kami juga dibantu Ibu wali kota terkait operasionalnya di dalam gedung ini termasuk petugas kebersihan dan keamanan," kata Sugianto.

Menurutnya, pengawasan terhadap ODP yang menjalani observasi nantinya cukup ketat. Mereka yang tinggal sementara di asrama observasi tidak boleh meninggalkan jauh area gedung dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi mereka tidak boleh meninggalkan jauh dari area gedung, karena akses ke gedung ini ada pagarnya. Selain itu mereka juga akan mendapat supply makan 3 kali sehari," terang Sugianto.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...ah-rumah-sakit

Kerja nyata surabaya belum lagi jabar dan jateng ..
Semua pemimpin tersebut jarang naik podium hanya tuk pamer atau menakuti warganya.
Justru yg mereka lakukan tuk membuat warganya merasa pemimpin mereka ada saat mereka ketakutan akan covid 19.

Talk less do more....RK,Ganjar dan Risma.

Talk more and more........?

emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sarkaje dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh extreme78
Ini covid sgt menular siap2 giliran kena hajar nah yg dikwatirkan makin meluas kamar overload klo nampung pasien bisa lbh survive. Respect gemuknya mirip umi gw emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istri.pedopil dan 2 lainnya memberi reputasi
D saat kepala darrah lain berusaha menekan.. d dki wan abud malah pasang target baru.. 80000 warga covid positif.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
istri.pedopil dan simsol... memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Terawan : Corona sembuh sendiri

Kaum agamis ; Corona juga ciptaan allah

emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
simsol... dan istri.pedopil memberi reputasi
profile-picture
simsol... memberi reputasi
saya kira jakarta,skip deh
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Lihat 3 balasan
ruang sterilisasi di tiap lantai perlu itu...
sauna / hot room

emoticon-Traveller


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di