CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kisah Mistis Pencari Belut ( Based On True Story)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebe8b3fe83c7226897277e2/kisah-mistis-pencari-belut--based-on-true-story

Kisah Mistis Pencari Belut ( Based On True Story)

Sipp....semua sudah siap.
Senter sudah dicharge 10 jam, pedang tumpul siap, wadah siap, air minum oke, rokok sudah dibungkus plastik.

Oke...siap tempur nih.
Lihat jam? Pukul 21.00 lewat sedikit. Saatnya berangkat. Sebelumnya minum kopi yang tinggal setengah gelas dan........berangkaattt....

Berjalan 1 menit, sampailah aku di sawah sebelah barat desa. Memandang lepas, banyak sinar senter di tengah sawah. Wah...bisa nggak kebagian belut kalo ga buru-buru nih.

Aku segera menyalakan senter, masuk ke sawah pertama. Lumayan, dapat 2 ekor belut sebesar jempol tangan. Sudah terbayang kalau mendapat banyak belut, bakal aku goreng lalu aku sayur dengan bumbu pedas. Dengan sedikit santan, pasti nikmat...hmm..yummy.

Aku berpindah ke sawah-sawah beeikutnya. Kadang dapat seekor dua ekor. Ada yang besar dan kecil.
Tak terasa, aku semakin jauh dari desa. Ga terlalu jauh sih, cuman 5 menit kalau jalan biasa. Dan aku melewati dekat gerumbul pohon di tengah sawah. Konon, dulunya itu adalah kuburan jaman kuno, tapi sekarang sudah berubah menjadi ladang.
Aku tak merasakan keanehan apapun saat melewatinya, padahal banyak yang mengabarkan bahwa tempat itu angker.

Aku terus saja berjalan mencari belut.
Setelah agak jauh dari gerumbul pohon itu, baru terjadi keanehan.
Sawah-sawah yang aku lewati semuanya penuh dengan air. Tapi aku belum merasa aneh.
Aku pikir, paling saluran air ada yang membuka, sehingga sawah-sawah terendam air.
Karena pemikiran itu, aku pindah menuju sawah yang posisinya agak tinggi, dengan harapan belum tergenang air.
Sekian lama aku berjalan, belum juga melihat sawah yang tidak tergenang air. Aku mulai merasa aneh. Kok bisa air datang secepat ini? Ga biasanya kayak gini.
Sejauh jangkauan cahaya senter, air melulu. Busyet....gimana mau dapat belut kalau air melulu.
Kucoba mengitarkan pandangan. Sejauh mata memandang, tak ada kulihat lampu senter para pencari belut yang lain.
Lah...pada kemana orang-orang yang cari belut tadi?
Rasa takut mulai menghantuiku.
Pengin segera pulang, tapi ini di tengah persawahan.
Tapi rasa takut sudah merajai hati...
Maka aku menentukan arah.
Nah...itu dia. Ada cahaya lampu di pinggir desa.
Dengan tergesa, aku bergegas menuju lampu yang terlihat di kejauhan.
Tapi...kok ga sampai-sampai ya? Perasaan aku belum jauh dari desa deh.
Akhirnya, sampailah aku di tempat lampu itu. Ternyata itu lampu rumah penduduk. Tapi rumah siapa ya? Kok rasanya ini bukan di desaku.
Kebetulan, ada seorang laki-laki yang sedang berjalan dengan membawa senter.
Akupun bertanya padanya.
Ternyata .......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 51 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Pertamax buat TS
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 5 lainnya memberi reputasi
lanjoott gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ternyata... ingin ku tau lanjutan nya agan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan

Part 2

Ternyata aku nyasar di desa yang jauh dari desaku.
Makanya lama banget berjalannya.
Setelah aku menceritakan pengalamanku kepada bapak itu, dengan senang hati beliau mau mengantarku pulang dengan sepeda motornya.
Akhirnya sampai di rumah juga.
Bajuku sudah basah semua dengan keringat... Aku benar-banar takut malam itu.

Tapi dasar bandel, malam-malam berikutnya tetep aja aku cari belut lagi. Cuma karena masih trauma, aku mengajak temanku.
Ga apalah walau hasil mencari belut harus dibagi dua.

Malam ini, temenku ga bisa nemenin karena capek habis bekerja di sawah.
Akhirnya aku berangkat sendiri. Pukul 21.30 aku berangkat.
Pikirku, asal aku menhindari tempat kemarin, pasti ga akan terjadi apa-apa.
Lagipula, kulihat banyak orang yang mencari belut.
Dari posisi favorit sebelah barat desa, aku mulai mencari belut. Terus jalan ke barat sambil tak lupa tengak-tengok melihat cahaya senter pencari belut lainnya. Selama masih ada, aku merasa tenang.
Saat mulai mendekati gerumbul pohon di tengah sawah, aku berbelok ke utara supaya tidak melewati tempat itu.
Wah...aman pikirku. Dengan tenang aku mencari belut lagi.
Tak terasa, aku sudah mendekati jalan penghubung antar desa, yang waktu itu masih jelek kondisinya. Kira-kira masih 4 kotak sawah lagi, aku akan sampai jalan itu lalu pulang.

Aku terus mencari belut dengan menunduk. Saat memandang ke depan...wah tinggal 3 kotak sawah lagi.
Kembali aku sibuk mencari belut dengan mengelilingi tiap sawah.
Weits....apa ini? Belut kok belang-belang hitam putih.
Aku langsung sadar, wah..pasti ular weling ini.
Kutengok kanan kiri, kepalanya kira-kira ada di mana. Soalnya ular ini suka mengejar kalau melihat cahaya.

Whaattt........eh bujug. Ular beneran nih? Kok panjang banget.
Selebar 1 kotak sawah yang lebarnya kira-kira 15 meter.
Ada ular sepanjang itu?
Aku soroti dengan cahaya senter...mana kepalanya, mana ekornya?
Waduh...gimana ini? Mau pulang malah ketemu ginian.
Kulihat sekeliling, cuma gelap. Ada lampu senter, tapi jauh banget.
Akhirnya, di tengah ketakutanku, aku berkata:
Quote:


Seolah mengerti apa yang kuucapkan, ular itu bergerak pergi.
Agak lama, baru kelihatan ekornya.
Aku ga liat kepalanya ada di mana...
Setelah ular itu pergi, aku buru-buru pulang ke rumah.
Jantung masih berdebar ga karuan...
Alhamdulillah masih diberi selamat....

Di lain hari, aku cari belut lagi. Ganti posisi di Timur desa, biar ga ada gangguan lagi. Malea kalo mesti sport jantung lagi...
Selepas tengah malam, aku berangkat...dan ada kejadian lagi ternyata.
Nantikan di part berikutnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh beqichot
Mantab cari belut lanjuut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
blm keluar nih horror nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aryanti.story dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan

Part 3

Lanjutt gan...

Malam ini aku mencari belut di timur desa. Walaupun tempatnya lebih serem sebenarnya, Lagipula sawah di timut desa tidak terlalu luas.
Hanya saja, untuk menhindari gangguan seperri hari-hari yang lalu, aku memutuskan untuk pindah tempat nyuluh (mencari belut)
Karena banyak pencari belut, maka aku memutuskan berangkat jam 01.30 pagi. Supaya keadaan agak sepi dan belut sudah kenyang. Kalau mencari belut selepas maghrib, belut masih jarah atau sulit untuk ditangkap karena masih gesit.
Aku mulai dari pinggir desa, dan mulai mencari belut dengan asilmya.
Aku sendiri heran waktu mau berangkat ada sedikit rasa takut, tapi setelah di sawah, hilang semua rasa takut itu.hilang tak berbekas.
Sedang asiknya mencari belut, tiba-tiba ada bau yang mengganggu.
Hidungku membaui bau kemenyan yang dibakar. Siapa sih malam-malam di sawah merokok klembak menyan? pikirku.
Ah...paling orang ronda lewat.
Akhirnya aku cuek lagi. Dah biasa bau rokok menyan. Tapi, semakin ke depan, bau kemenyan itu semakin menguat.
Masak ada orang merokok di tengah sawah malam-malam begini. Atau orang yang cari belut sambil merokok?
Kuedarkan pandangan ke sekelilingku. Ada cahaya senter di sana, tapi jauhh banget.
Ga mungkin orang itu yang merokok. Baunya terlalu dekat.
Maaih penasarn ditambah agak takut, kuarahkan cahaya senter berkeliling...
Ga ada orang satupun. Ah sudahlah...
Lanjut cari belut lagi aja.
Aku pindah ke kotak sawah yang lain. Bau itu masih tercium dan semakin keras tercium.
Tak lama disusul dengan suara HOSH....HOSH...
Seperti suara ular cobra yang menyemburkan bisa.
Nah ini yang aku takuti. Aku paling takut dengan ular, apalagi yang berbisa.
Segera kusorotkan lampu senter ke arah sura itu...
Sepertinya dari pojokan sawah itu deh...
Saat cahaya lampu senter menyorot, tampaklah sesuatu yang membuatku gemetar ketakutan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh beqichot

Part 4

Ngebut dikit sebelum tidur....

Ternyata ada sesajen di pojokan sawah. Ane baru inget, ini mlam jumat kliwon.
Kadang masih ada orang yang naruh sesajen di pematang sawah yang dianggap angker.
Tapi kalau cuma sesajen mah, ga bakalan bikin aku gemetaran.
Tapi ada yang melingkari sesajen itu. Kalau agan nebak ular, iya betul.
Tapi ular yang sangat besar gan, dan di kepalanya ada jenggernya jadi mirip mahkota.
Tahu jengger? Yang ada di kepala ayam jago itu lho.
Ular besar itu melingkari sesajen dengan matanya yang merah menatapku. Jelas aku takut lah.
Gimana kalo aku dimakan coba?
Dengan gemetar aku baca doa yang aku bisa sambil mejamkan mata. Waktu aku buka mata lagi...JRENNGG...
Ularnya masih di situ aja. Waduh gimana nih?
Aku coba bicata dalam hati.
Quote:

Lalu pelan-pelan aku lewat dan pergi. Ga berani menengok ke belakang. Terpaut dua kotak sawah, aku melihat banyak belut di situ.
Naluri pemburu belut tergugah...emoticon-Big Grin
Lupa dengan peristiwa barusan, aku asik menangkap belut satu persatu. Di satu kotak sawah itu, mungkin dapat setengah kilo lebih.
Dasar manusia, adanya rasa serakah, sudah dapat banyak masih kurang.
Aku lanjut cari belut lagi. Baru beberapa menit mencari, ada bau harum mengganggu hidungku.
Harun bunga melati ini sih.
Bulu kuduk meremang dengan dahsyat....

Aku diam terpaku, ga berani liat kanan kiri.
Aku coba berjalan lagi, bau harum itu mengikuti.
Kali ini ditingkahi dengan suara ketawa yang merdu sekali...emoticon-Big Grin
Tanpa ba bi bu, langsung emoticon-Ngacir saja ga pake tengok kanan kiri. Suara ketawa itu mengiringi lariku yang kayak celeng. Tabrak semua yang di depan. Sampai di tengah desa, baru aku berhenti dengan nafas senin kamis, ngos-ngosan.

Duh, waktu nulis ini masih meeinding aja bawaannya.

Udah dulu ah...mau tidur.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh beqichot
Lanjut beq
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
lanjutken,... jangan jualan kentang. stok kentang sudah terlalu banyak emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Quote:

Monggo-monggo le..
emoticon-Wakaka
Monggo dilanjut gan...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Gelar tikar dulu, cerita baru
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
enjut... mau donk belutnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
masih dapet pejwan yeeyy
om beqichot ane numpang pasang tenda dimari ya emoticon-Toast

nubi pengen baca, jangan dijahatin loh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aryanti.story dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
mantap gan, gak pernah kapok
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan beqichot memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ternyata belut dapat mengalihkan dunianya TS , sampe lupa sama rasa takut gitu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Buka tenda dl..
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan beqichot memberi reputasi
Lihat 1 balasan
unik ceritanya..bnyk hal2 yg baru gw tau
nitip sendal gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
nunggu kelanjutan nya
profile-picture
profile-picture
m.fikri.h dan beqichot memberi reputasi
Lihat 1 balasan
jejak. emoticon-Ngacir
bisa jadi cerita untuk pengantar tidur. emoticon-Belo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
99celluler dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di