CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / REGIONAL / All / ... / Minangkabau /
Ziarah Ke Makam Ambacang Kepala Beruk. Tradisi yang Pernah Dianggap Salah!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebe4cb0f4d69567a70db8d3/ziarah-ke-makam-ambacang-kepala-beruk-tradisi-yang-pernah-dianggap-salah

Ziarah Ke Makam Ambacang Kepala Beruk. Tradisi yang Pernah Dianggap Salah!

Ziarah Ke Makam Ambacang Kepala Beruk. Tradisi yang Pernah Dianggap Salah!
Dok. Goegle

Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah lebaran di kampung ane. Tapi, ada yang mengatakan tradisi ini sudah tergerus zaman.

Apa saja kegiatannya, yuk kita lihat.

1. Halal Bihalal.
Ziarah Ke Makam Ambacang Kepala Beruk. Tradisi yang Pernah Dianggap Salah!
Dok fb. Endri Anis

Halal bihalal, ya, satu kegiatan setelah idul fitri yang bertujuan untuk mengikat silaturahmi. Sebab selama Ramadhan atau sebelumnya tidak sempat berkumpul dan saling memaafkan dengan berjabatan tangan.

Pada acara ini, setelah makan bersama. Mendengarkan ceramah agama, setiap warga akan saling sapa dan berjabatan tangan sebagai bentuk saling memaafkan.

Halal bihalal di kampung ane biasanya diadakan di meajid dan surau-surau kaum. Dimana setiap ibu-ibu akan membawa juadah lengkap untuk santap bersama.

Di tempat agan ada ga kegiatan seperti ini?


2. Ziarah Ke Kuburan Ambacang Kepala Beruk.

Ziarah Ke Makam Ambacang Kepala Beruk. Tradisi yang Pernah Dianggap Salah!

Ziarah ke makam pendahulu yang mendirikan kampung sebelum halal bi halal.

Kendatipun tradisi ini dianggap salah karena berdoa dimakam. Tapi kegiatan zikir bersama ini merupakan tradisi turun temurun sebagai ungkapan terima kasih kepada pendahulu yang telah mengorbankan segalanya untuk mendirikan kampung ini.

Kuburan Ambacang Palo Baruak. Sebutan untuk areal pemakaman yang ditumbuhi pohon ambacang, sejenis mangga besar di pinggirnya. Berlokasi di perbukitan dan harus melewati sungai agar bisa sampai ke sana.

Ziarah Ke Makam Ambacang Kepala Beruk. Tradisi yang Pernah Dianggap Salah!
Dok Pribadi.

Jembatan dalam foto di atas merupakan sarana yang digunakan masyarakat untuk menuju lokasi. Dan tempat itu sekarang dijadikan situs sejarah oleh pemerintahan Nagari Kumanis Kecamatan Sumpur Kudus.

Setelah mengantarkan doa atau zikir bersama, para pemuka adat, pemuda dan tokoh masyarakat akan menuju mesjid untuk ikut meramaikan halal bihalal yang diadakan setiap tahunnya.

Sayang!
Tahun ini kegiatan tersebut tidak dilaksanakan karena wabah covid melanda negeri kita.

Selain kegiatan di atas, ada kegiatan lain yang dilakukan anak-anak saat lebaran. Yaitu mengantar doa ke rumah saudara-saudara mereka. Dan sebagai imbalan mereka akan diberi amplop atau kue yang dibuat oleh pemilik rumah yang dikunjungi.

Namun, saat ini tak ada lagi kegiatan tersebut. Sebab anak-anak lebih memilih mencari anggap dari pada melancarkan doa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nohopemiracle dan 33 lainnya memberi reputasi
pejan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yunie87 dan 6 lainnya memberi reputasi
makan-makan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yunie87 dan 6 lainnya memberi reputasi
maaf lahir dan.bathiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yunie87 dan 6 lainnya memberi reputasi
hayuk ramaikan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yunie87 dan 6 lainnya memberi reputasi
Yang cantik siapa itu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sofiyuen dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Mantuo Doong🤣🤣🤣🤣
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sofiyuen dan 4 lainnya memberi reputasi
ondeh kiro beruk, tu yang mamanjek karambir 🤭🤣
profile-picture
profile-picture
sofiyuen dan Opi.Sabai memberi reputasi
ramaikan lagi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di