CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / REGIONAL / All / ... / Madura /
Akibat Corona, Bazar Takjil Tidak Seperti Dulu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebe0e8ec8208423026e3a5f/akibat-corona-bazar-takjil-tidak-seperti-dulu

Akibat Corona, Bazar Takjil Tidak Seperti Dulu

Akibat Corona, Bazar Takjil Tidak Seperti Dulu

Akibat Corona, Bazar Takjil Tidak Seperti Dulu

Dari berbagai daerah di Provinsi Jawa timur, Kabupaten Sampang Madura yang masih berstatus zona hijau dari pandemi virus corona (Covid-19) akhirnya berubah menjadi zona merah dua hari lalu. Dihimpun dari peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sampang dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo Sampang, per tanggal 15 Mei 2020 jumlah Orang Dalam Resiko (ODR) di Sampang mencapai puluhan ribu orang, sementara yang terkonfirmasi positif 4 orang.

Quote:


Akibat pandemi virus corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang meniadakan bazar takjil karena dinilai menjadi tempat yang berpotensi penyebaran virus tersebut. Sehingga, lokasi yang biasanya menjadi rutinitas warga Kota Sampang untuk mencari takjil dalam kebutuhan berbuka puasa saat ini lengang lantaran tidak ada satupun penjual takjil yang membuka lapaknya.

Salah satu tempat yang menjadi lokasi bazar takjil adalah halaman Pasar Margalela Jalan Syamsul Arifin Kecamatan Sampang yang saat ini sepi dari awal bulan suci Ramadan. Warga sekitar Hasritatun (25) mengatakan, halaman pasar Margalela biasanya menjadi tempat bazar takjil dengan para penjual yang berjejer di halamannya.

Quote:


"Setahu saya setiap tahunnya ada semacam Gasebo yang dijadikan lapak para penjual takjil tapi saat ini tidak ada," ujarnya kepada TribunMadura.com. Namun, dirinya mengaku tidak merasa kebingungan jika ingin membeli takjil karena saat ini masih banyak di temukan di pinggiran jalan daerah perkotaan Sampang para penjual takjil.

"Tapi lapak penjual takjil tidak berkerumunan, melainkan hanya berjualan perseorangan," terangnya. Sementara, Kasi Pengembangan Pemasaran dan Kemitraan Diskumnaker Sampang Joko Warsito menyampaikan, Ditiadakannya agenda tahunan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran dari pemerintah daerah pertanggal 31 Maret 2020, nomor 518/228/434.214/2020, ditandatangani oleh PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Yuliadi Setiawan. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan zona hijau dari pandemi Covid-19 yang telah menjadi pandemik global.

"Jadi dua tempat yang biasanya menjadi rutinitas bazar takjil diantaranya, Pasar Margalela dan Monumen Trunojoyo Sampang kami tutup," ucapnya.

Kendati demikian, Diskumnaker Sampang tidak memaksakan bagi masyarakat yang hendak berjualan sendiri di depan rumah atau di pinggir jalan. Karena menurutnya, berjualan merupakan mata pencaharian mereka, terlebih membuka lapak untuk berjualan adalah hak sendiri-sendiri. "Tapi dengan catatan, jika kondisi pandemi Covid-19 di Sampang semakin parah maka harus menerima ketentuan kalau sesewaktu ditutup secara paksa," pungkasnya.


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolorsatpam dan 14 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di