CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / REGIONAL / All / ... / Gresik /
Tradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri Gresik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebdc6c9365c4f16f1529af5/tradisi-malam-selawe-di-makam-sunan-giri-gresik

Tradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri Gresik

Tradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri GresikTradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri Gresik
sumber gambar

Berbicara tentang Giri adalah berbicara tentang sebuah kerajaan Islam kecil bernama Giri Kedaton. Dan memang pada masanya, Giri Kedaton adalah pusat Islam di Pulau Jawa. Tetapi pengaruhnya meluas hingga ke seluruh Nusantara.

Giri Kedaton tak lepas dari pendirinya, yaitu Sunan Giri. Sunan Giri adalah seorang waliyullah yang disegani, yang pernah menjadi mufti Wali Songo. Ilmu dan keluasan pikir Sunan Giri diakui oleh semua pihak, baik kawan maupun lawan.

Tradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri GresikTradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri Gresik


Tradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri Gresik
Tradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri Gresik


Sunan Giri adalah putra dari Maulana Ishaq, seorang ulama besar yang dipercaya berasal dari dari Samarkand, Rusia Selatan, yang sekarang adalah Uzbekistan. Sunan Giri terlahir dari Rahim Dewi Sekardadu, putri dari Raja Blambangan, Menak Sembuyu.

Dewi Sekardadu diperistri Maulana Ishaq setelah berhasil menyembuhkan sakit yang dideritanya. Namun pengaruh Maulana Ishaq yang semakin meluas di Blambangan membuat Menak Sembuyu mengusirnya. Padahal waktu itu Dewi Sekardadu sedang mengandung tiga bulan.

Ketidaksukaan Menak Sembuyu kepada Maulana Ishaq juga dilampiaskan kepada anak turunannya. Sunan Giri yang baru saja lahir dibuang ke laut setelah sebelumnya dimasukkan ke peti. Peti itu akhirnya ditemukan oleh Nyai Ageng Pinatih, seorang saudagar asal Gresik. Mengetahui isi di dalam peti adalah bayi, gembiralah Nyai Ageng Pinatih karena ia selama ini belum punya turunan.

"Oleh Nyai Ageng Pinatih, bayi itu diberi nama Joko Samudro karena ditemukan di tengah samudera," lanjut Djawair.

Dalam masa pengasuhan Nyai Ageng Pinatih, Joko Samudro tumbuh menjadi anak yang cerdas. Umur 12 tahun, Joko Samudro diserahkan kepada Sunan Ampel untuk nyantri. Selama menimba ilmu di Ampel, pengetahuan Joko Samudro bertambah luas. Semua ilmu dengan cepat ia serap. Sunan Ampel juga mengetahui itu.

Merasa Ampel terlalu kecil untuk Joko Samudro, Sunan Ampel menyuruhnya berguru kepada seorang ulama besar di Pasai bernama Syeh Awalul Islam. Akhirnya diketahui jika Syeh Awalul Islam adalah Mualana Ishaq yang tak lain tak bukan adalah ayah Joko Samudro. Setelah bertemu ayahnya, Joko Samudro berganti nama menjadi Raden Paku. Nama itu adalah nama yang diamanatkan Maulana Ishaq kepada Dewi Sekardadu saat meninggalkan Blambangan.

Usai belajar dari Pasai, Raden Paku mendapat gelar Maulana Ainul Yaqin. Pulang dari Pasai, Ainul Yaqin mendirikan pesantren di Giri yang kelak menjadi Giri Kedaton. Dan penguasa pertamanya adalah Sunan Giri dengan gelar Prabu Satmata. Dalam masa pemerintahan Demak, Giri Kedaton mendapat kedudukan sebagai daerah istimewa.

Disebut Giri Kedaton karena letaknya yang memang berada di atas giri (bukit) yang sekarang ada di Desa Giri, Kebomas. Letak Giri Kedaton memang berada 150 meter dari permukaan tanah. Permukaan tanah itu sendiri juga berada di atas bukit yang lain. Meski sudah hancur termakan usia, peninggalan Giri kedaton masih bisa dilihat hingga sekarang.

Sunan Giri wafat pada malam Jumat, 24 Rabiul Awal tahun 913 Hijriah atau 1428 Saka atau 1506 Masehi dalam usia 63 tahun. Makam Sunan Giri berada di cungkup berukuran 4x4 meter. Dan cungkup itu masih diberi cungkup lagi yang berukuran sekitar 8x8 meter. Tak terhitung sudah berapa banyak peziarah yang datang ke Giri.

Tradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri GresikTradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri GresikTradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri GresikTradisi Malam Selawe Di Makam Sunan Giri Gresiksumber : google


Pada Ramadan sendiri, peziarah yang datang pada siang hari relatif sedikit. Justru peziarah banyak datang di malam hari yang dimulai pada tanggal 17 Ramadan atau saat malam Nuzulul Quran.

Dan lepas dari tanggal 20 Ramadan yang berangka ganjil, Giri semakin ramai didatangi peziarah yang ingin melaksanakan salat Tasbih. Mereka berbondong-bondong datang untuk menemukan Lailatul Qadar.   

Malam 25 atau yang lebih dikenal dengan malam selawe adalah puncak dari para peziarah melaksanakan salat Tasbih. Mereka percaya, pada malam itu akan turun Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.




Malam selawe itu sekarang menjadi tradisi tersendiri di Gresik. Sepanjang jalan menuju ke Giri telah berubah seakan menjadi pasar malam. Meski melenceng ke arah konsumerisme, namun makna malam selawe di atas bukit Giri tetaplah sama. Tengah malam, masih banyak yang melaksanakan salat Tasbih di sana.


sumber

profile-picture
profile-picture
profile-picture
onik dan 11 lainnya memberi reputasi
kok samaan
profile-picture
profile-picture
pencit. dan delia.adel memberi reputasi
Quote:


Ya elah kaga di samain emang sama juga sih.. waduh..intinya pan gaya menulis beda hiks
profile-picture
pencit. memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di