CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / REGIONAL / All / ... / Lampung /
Sahur Sepi karena Pandemi, Tidak Ada Lagi Pawai Bangunkan Orang Sahur Oleh Anak-anak!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebdc4ae349d0f6c775c7de7/sahur-sepi-karena-pandemi-tidak-ada-lagi-pawai-bangunkan-orang-sahur-oleh-anak-anak

Sahur Sepi karena Pandemi, Tidak Ada Lagi Pawai Bangunkan Orang Sahur Oleh Anak-anak!

Sahur Sepi karena Pandemi, Tidak Ada Lagi Pawai Bangunkan Orang Sahur Oleh Anak-anak!

Tradisi membangunkan orang sahur, sangat bermanfaat tapi saat ini tidak bisa dilakukan!


Sahur... sahur....
Sahur... sahur....


Suara merdu teriakan anak-anak ini biasa mewarnai semarak bulan Ramadhan di waktu dini hari, tepatnya pada pukul tiga pagi sampai datangnya waktu imsak.
Biasanya anak-anak komplek akan berkeliling kampung secara berkelompok dengan membawa alat-alat musik tabuh yang terbuat dari galon, derigen dan alat masak bekas.
Mereka berkeliling membangunkan para warga untuk melakukan ibadah sahur, yaitu ibadah sunah untuk mengawali puasa.

Tentu anak-anak ini melakukan tradisi ini dengan sangat bahagia, karena mereka bisa dengan bebas berteriak-teriak dan jalan-jalan.

Tradisi ini dilakukan di daerah Lampung sudah sejak zaman dahulu, dulu para anak-anak membangunkan orang sahur dengan menggunakan rebana.

Sahur Sepi karena Pandemi, Tidak Ada Lagi Pawai Bangunkan Orang Sahur Oleh Anak-anak!


Namun semakin berkembangnya zaman rebana sudah mulai sedikit jarang ditemukan, karena memang menabuh rebana sendiri mempunyai cara yang khusus dengan kunci-kunci tabuhan yang juga khusus. Dan saat ini anak-anak muda dan remaja kurang minat terhadap tabuhan rebana sehingga mereja lebih memilih menabuh alat-alat sederhana dari barang-barang bekas yang tidak perlu mempelajari kunci khusus dan bisa ditabuh dengan bebas.

Lantas apakah Ramadhan tahun ini sama dengan keadaan tahun lalu dalam tradisi membangunkan orang sahur?
Tentu saja tidak!
Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa tahun 2020 ini bulan Ramadhan menjadi bulan puasa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Adapun yang membuat bulan puasa tahun ini berbeda yaitu karena adanya pandemi virus covid-19 yang sedang mewabah.

Sebab adanya virus inilah pergerakan masyarakat atau mobilitas masyarakat dibatasi agar penyebaran virus ini dapat dicegah dan pemerintah bisa berfokus pada proses penyembuhan orang yang telah terdampak virus covid-19.


Sahur Sepi karena Pandemi, Tidak Ada Lagi Pawai Bangunkan Orang Sahur Oleh Anak-anak!


Dampak akan adanya pandemi ini ternyata juga terjadi pada tradisi membangunkan orang sahur.
Dulu waktu sebelum pandemi virus tepatnya di ramadhan tahun lalu, membangunkan orang sahur dengan menabuh barang-barang bekas masih dilakukan oleh para anak-anak komplek namun tahun ini membangunkan orang sahur mempunyai cara yang berbeda.

Akibat dari pandemi virus ini membangunkan masyarakat untuk melakukan ibadah sahur di desa ane Sukajaya, Lampung dilakukan dengan cara melalui siaran dari mushola atau masjid-masjid dan itu dilakukan oleh orang dewasa atau takmir masjid menggunakan toa.


Sahur Sepi karena Pandemi, Tidak Ada Lagi Pawai Bangunkan Orang Sahur Oleh Anak-anak!


Adapun jam mulai dibangunkannya sahur ya itu pada pukul setengah tiga pagi sampai jam empat lebih dua puluh lima menit.

Tentu hal ini sangat berbeda dengan tradisi yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.
Memang dulu membangunkan sahur menggunakan toa melalui masjid ini juga dilakukan namun lebih semarak karena adanya pawai anak-anak remaja penabuh alat musik dari barang bekas yang keliling kampung ini. Tapi tahun ini tradisi tersebut tidak dapat dilakukan karena oleh pemerintah ditetapkan peraturan larangan berkeliaran di luar rumah kecuali dalam keadaan darurat.

Sepi sudah pasti, tapi mau bagaimana lagi keadaan memaksa kita semua untuk menerima apa yang harus kita jalani saat ini.
Pandemi ini adalah ujian untuk kita semua, agar iman dan ketaqwaan kita semakin kuat dan besar setelah melalui ujian besar ini.

Apakah di daerah Agan dan Sista virus covid-19 juga berdampak dengan tradisi membangunkan orang sahur seperti yang ane kisahkan?
Coba ceritakan suasana ramadha GanSis setelah adanya virus corona ini.

Oke, terima kasih sudah singgah di threaf ane. Jangan lupa tinggalkan jejak cendol sebagai wujud kepedulian terhadap garda terdepan yang berjuang melakukan penyelamatan terhadap mereka yang telah terdampak ya!


Sahur Sepi karena Pandemi, Tidak Ada Lagi Pawai Bangunkan Orang Sahur Oleh Anak-anak!


Penulis: @masnukho
Sumber gambar: 1, 2, 3, 4, 5


emoticon-Cendol Ganemoticon-Rate 5 Staremoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saptalan60 dan 44 lainnya memberi reputasi
emoticon-Matabelo jadi sepi sekarang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
shadowtm dan 7 lainnya memberi reputasi
Disini masih ada meski ga serame tahun2 sebelumnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anakjahanam721 dan 5 lainnya memberi reputasi
mantap
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anakjahanam721 dan 5 lainnya memberi reputasi
Ditempat ane masih ada kok. emoticon-Malu


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di