CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Duh, Wapres Ma`ruf Amin Kurang Dilibatkan dalam Penanganan Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebd3b745cf6c477c7488091/duh-wapres-maruf-amin-kurang-dilibatkan-dalam-penanganan-virus-corona

Duh, Wapres Ma`ruf Amin Kurang Dilibatkan dalam Penanganan Virus Corona

 Duh, Wapres Ma`ruf Amin Kurang Dilibatkan dalam Penanganan Virus Corona

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menyarankan, Wakil Presiden (Wapres), KH Ma`ruf Amin harus memberi nasihat ke Presiden Joko Widodo agar jalannya pemerintahan tak semakin melenceng.

Jumlah kasus positif virus corona di Indonesia terus bertambah. Terhitung hingga Rabu (13/5), ada 15.438 kasus positif ditemukan di seluruh Indonesia. Hari ini, ada 689 kasus positif baru yang menjadi rekor sejak COVID-19 ditemukan di negeri ini.

Situasi ini memantik kritik pedas terhadap Presiden Jokowi, yang dianggap membuat banyak kesalahan dalam membuat kebijakan antar lembaga Kementerian yang justru membingungkan masyarakat. Selain itu, ada kesan Jokowi pelit memberi kewenangan kepada Wapres Ma`ruf Amin.

Sebagai wapres, Ma`ruf Amin memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam bidang kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan, keagamaan, sosial, kebencanaan, serta pariwisata.

Selain wapres memiliki kewenangan dalam hal monitoring kelembagaan seluruh kementerian selain sebagai wakil ketua tim penilai akhir (TPA). Makanya, yang seharusnya menjadi komandan dalam perang melawan pandemi COVID-19 ini adalah wapres.

"Saya melihat penanganan bencana yang dilakukan pemerintah memang kurang melibatkan wapres dalam pelaksanaannya. Sehingga kesan distribusi peran antara presiden dan wapres tidak terasa. Justru yang mendapatkan banyak peran adalah menteri senior seperti Luhut," kata Ali di Jakarta, Rabu (13/5).

Hal ini, menurut Ali menunjukkan bahwa bagi Jokowi, Ma`ruf Amin sejak awal hanyalah pelengkap, bukannnya sebagai kolaborator. Dan itu imbasnya kurang bagus.

"Itu berimbas pada menguatnya sosok-sosok lain di luar lembaga kepresidenan, seperti menteri-menteri yang cenderung populis dan kadang bertindak overacting seperti yang sering diperlihatkan menteri-menteri Jokowi," kata Sekretaris Departemen Ilmu Politik Unhas tersebut.

"Kurangnya peran yang diberikan kepada wapres juga menunjukkan betapa kekuatan di belakang Jokowi sebenarnya tidak menghendaki Ma`ruf dalam lingkaran kekuasaan," sambungnya.

Dosen Komunikasi Politik, UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad melontarkan kritik yang tak kalah pedas. Menurutnya, Jokowi condong tidak melibatkan wakilnya, baik saat berpasangan JK (HM Jusuf Kalla) maupun sekarang dengan Ma`ruf Amin.

"Ini persoalan serius dari sudut pandang komunikasi politik dan tata kelola kekuasaan," tegasnya.

Menurut Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar itu, di era pemerintahan Jokowi, pembagian tugas terlihat tidak jelas.

"Dominasi Jokowi terlihat saat tidak ada pembagian tanggungjawab seperti SBY-JK yang tangani ekonomi dan bencana. JK kelihatan kerjanya dan berkontribusi terhadap citra pemerintahan SBY-JK," kata Firdaus.

Jokowi bagi Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel itu memonopoli segalanya. Dan itu menurutnya sangat disesalkan. Pasalnya, wapres sebagai ahli ekonomi syariah punya kemampuan dalam penanganan COVID-19. Khususnya dari sisi ekonomi.

"Ma`ruf Amin tenggelam karena monopoli Jokowi. Padahal Kiai Ma`ruf juga memiliki komptensi di bidang syariah. Ia mampu bekerja untuk menangani COVID-19, tapi tidak diberi ruang. Komunikasi politik Jokowi bersoal," ujarnya.

Pengamat Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono, menambahkan, akibat minimnya ruang bagi wapres, penanganan COVID-19 berjalan buruk. Makanya, ia menegaskan bahwa tata kelola yang terlihat saat ini sangat tidak jelas.

"Menurut saya, nampaknya tata kelola penanganan COVID-19 ini memang perlu diatur ulang. Dulu wapres sempat melaksanakan tugasnya yaitu memonitoring atau mengevaluasi penanganan COVID-19 di daerah, tapi akhirnya semua dikembalikan lagi ke daerah," kata Arief.

"Jadi, tidak ada yang berjalan dengan baik. Belum lagi presiden dengan para menterinya yang mengeluarkan regulasi yang saling menihilkan," sambungnya.

link

"Ma`ruf Amin tenggelam karena monopoli Jokowi. Padahal Kiai Ma`ruf juga memiliki komptensi di bidang syariah. Ia mampu bekerja untuk menangani COVID-19, tapi tidak diberi ruang. Komunikasi politik Jokowi bersoal," ujarnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafinsyurga dan 15 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Kyai...kyai...
emoticon-Bingung emoticon-Bingung
profile-picture
apollion memberi reputasi
Diubah oleh bghifari
Kacau balau sih kalo liat
Ada gugus tugas tapi semua pada mau ngatur sendiri
Mending dari awal suruh daerah masing2 yg ngurusin wilayah nya
Instruksi dari pusat kadang udh ga didengar karena bntr2 ganti kebijakan.Penanganannya udh campur aduk Ama politik jadi nya tmbh kacau
profile-picture
profile-picture
snoopze dan apollion memberi reputasi
kmren2 kan udah ada konsul antara goodbener sama pak wapres.. emoticon-Big Grin
profile-picture
apollion memberi reputasi
Ya dari awal fungsi beliau jd wapres kan buat bemper politik SARA pilpres.
Lagian kasian juga dah berumur, masuk kelompok rentan covid.
Biarkan beliau berperan sebagai Antara Ada & Tiada
profile-picture
profile-picture
profile-picture
emol dan 4 lainnya memberi reputasi
Lah diakan memang pajangan. Akan sangat konyol jika ahli sains, ahli virus, biologi, dokter, menerima saran dan masukan dr ahli agama tertentu.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
emol dan 2 lainnya memberi reputasi
Dia urus doa qunut aja
profile-picture
apollion memberi reputasi
 Duh, Wapres Ma`ruf Amin Kurang Dilibatkan dalam Penanganan Virus Corona
profile-picture
PROSAV memberi reputasi
Dia cuma beri nasehat dan doa bre
Mau turun kelapangan umurnya rentan kena covid-19emoticon-Leh Uga
Diubah oleh kelazcorro
mending pak kyai diem aja
drpd tar berulah dgn kebijakan halal syariah bodohnya
Most useless vice president ever.
emoticon-Ultah
pa yai disuruh tahajud ama zikir aja tiap hari emoticon-Ngakak
Sekelas Mahfud Md aza pas ditanyain tentang corona malah joget ubur2

Apalagi yg ini emoticon-Wkwkwk
Justru melindungi gak sih?
Ntar kalo dibully dan pasti dibully ,mengingat selama ini beliau selalu gagal paham,outdated,terus gak bisa nerima otak,lari kebadan,semaput,siapa mau tanggung jawab?
Mungkin covid-19 perlu di halalkan agar pandemi bs selesai

emoticon-Ultah
-afk anjir..

protes mulu kerjaan ni pengamat..
Mungkin Maruf Amin ingin tempat ibadah tetap ramai, ga perlu takut karena niatnya untuk menghilangkan virus. Sedangkan Jokowi ingin warga jaga jarak di semua tempat termasuk tempat ibadah.

Kemungkinan kedua, kalau Maruf Amin menganjurkan untuk tidak beribadah, nanti akan dianggap menista.

Jadi daripada serba salah, ya sudah diam saja. Ngumpet.
Gitu.

Opini saya: Intinya doa sebanyak apapun ga akan mengurangi kemungkinan kamu kena virus. Peluang kamu kena virus sama besar dengan yang tidak berdoa sama sekali. Doa hanya berfungsi ketika sudah sakit, sebagai efek placebo. Fungsinya sama seperti para motivator yang bilang, tersenyumlah, berbahagialah, ketika kena penyakit, maka kita akan lebih cepat sembuh.

Doa juga ga akan mampu menghilangkan virus secara tiba-tiba.
Virus akan semakin lemah seiring waktu, karena virus yang paling kuat dan orang yang paling lemah sama2 mati, Lalu tersisa virus yang tidak lebih berbahaya, dan orang yang lebih mampu bertahan. Dan akhirnya akan jadi penyakit musiman biasa.


Oya satu lagi, orang yang bebal merasa kebal, juga akan kena virus dan mati. emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh warnacemerlang
Karena pak kyai cuma digunakan sebagai alat untuk memperbanyak lumbung suara saat itu
udeh rahasia umum klo mbah ini cuma buat alat doang. Kasihan sekali.


emoticon-Cool
itu namanya menghormati yang tua gak mau membebani... wkkkwk
Entar mati gagal 3 periode
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di