CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tanpa Stimulus, 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebd126e9775132c8350f465/tanpa-stimulus-30-juta-karyawan-properti-terancam-phk

Tanpa Stimulus, 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK

Tanpa Stimulus, 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah pandemi COVID-19 berbagai sektor ekonomi terkena dampak pelemahan ekonomi, termasuk properti dan industri yang terkait.

Dari hasil kajian terbatas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo), bahwa industri properti dan industri turunannya memiliki 30,34 juta pekerja. Kalau industri ini jatuh dalam krisis, maka sebagian hingga seluruh pekerja tersebut akan terancam terganggu penghasilannya hingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal tersebut diungkapkan oleh  Ketua Bidang Properti Apindo Sanny Iskandar dalam konferensi pers daring, Kamis (16/15/2020). Menurutnya, keberlangsungan usaha properti dalam kondisi pandemik juga akan sangat berimbas pada persoalan ketenagakerjaan.


Jika industri properti dan industri ikutannya terganggu, maka kurang lebih sekitar 30 juta pekerja yang berpotensi akan terdampak berdasarkan hasil kajian terbatas Kadin Apindo dan REI.

"Belum lagi ditambah dengan sektor informal yang juga ikut terdampak seperti sewa kontrakan dan warung-warung untuk para pekerja lapangan," kata dia. "Jadi kita semua harus berupaya agar industri properti ini jangan sampai terganggu karena ada 30 jutaan pekerja yang berpotensi terdampak. Ini khan jumlah yang sangat besar dan tidak main-main," ujar Sanny. 


Di sisi lain, tuturnya, industri properti Indonesia dinilai masih memiliki peluang untuk berkembang jika diberikan porsi yang seimbang oleh pemerintah. Porsi seimbang yang dimaksud oleh Kadin, Apindo dan REI adalah kebijakan yang terintegrasi untuk pendanaan, perijinan dan pertanahan, perpajakan, kepemilikan properti, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo mengatakan kedudukan sektor properti yang berkaitan erat dengan sektor lain (backward linkage) dan mempengaruhi pertumbuhan sektor lain (forward linkage), menjadikan sektor properti memiliki peran sentral pada pembangunan.

"Dari 175 sektor industri yang bergerak dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan sektor properti, industri properti memiliki pangsa jumlah permintaan akhir 33,9% sehingga ini yang menjadikan industri properti sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Hendro.

Menurutnya, angka itu menunjukkan multiplier effect yang tinggi di mana jika sektor properti meningkat akan memiliki dampak langsung pada 33,9% sektor yang berkaitan. Padahal, kontribusi sektor properti Indonesia terhadap PDB masih kecil dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.

Ketua Umum REI, Totok Lusida mengatakan sektor properti memiliki keterkaitan langsung yang erat dengan industri perbankan. Dukungan perbankan amat penting, apalagi dengan kondisi pandemik sekarang ini yang semakin membuat para pengembang tertekan. Apalagi pemerintah meminta agar sektor properti tidak melakukan PHK terhadap pekerjanya.

"Kami perlu stimulus untuk restrukturisasi utang di perbankan, yang kami minta adalah penundaan pembayaran pokok dan bunga supaya bisa membayar karyawan. Kalau digantung lama oleh perbankan, kami perlu kepastian," kata Totok. 


Totok mengatakan sektor properti membutuhkan stimulus yang bisa membantu developer dan end user terutama untuk segmen properti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dia pun meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih tegas memberikan relaksasi agar utang perusahaan properti bisa ditunda untuk menjaga kelangsungan industri properti di masa seperti ini.

Menurut data BI per Maret 2020, total kredit yang disalurkan oleh perbankan kepada 17 sektor industri adalah sebesar Rp 5.703 triliun, sebanyak 17,9% disalurkan untuk sektor realestat sebesar Rp 1.024 triliun. Nilai ini terdiri dari kredit konstruksi Rp 351 triliun, kredit realestat Rp 166 triliun dan KPR KPA Rp 507 triliun.

Dari jumlah tersebut yang disalurkan ke sektor properti senilai Rp 62 triliun di antaranya adalah kredit modal kerja jangka pendek. Berdasarkan strukturnya, Rp 51,1 triliun (82%) penyalurannya ditujukan untuk modal kerja perusahaan properti terbuka. Perlu dicermati bahwa 24% atau senilai Rp 12,5 triliun berupa kredit modal kerja perusahaan properti terbuka tersebut merupakan hutang jangka pendek yang perlu ditangani secara cepat.

"Kami siap mendukung semua program pemerintah tetapi kami minta dukungan kepastian hukum," katanya.

Menurutnya segmen MBR sangat rentan di masa seperti ini karena biasanya terdiri dari pengembang kecil atau "UMKM Properti". Segmen ini lebih rentan terhadap arus kas, sehingga jika tidak ada restrukturisasi kredit dan pemulihan ekonomi lainnya bisa berhenti dan tidak bisa memulai kembali.

"Pengembang berusaha keras tidak PHK, sampai berapa lama tahan tergantung restrukturisasi. Kami disurati agar tidak PHK, tetapi tetap bayar bank. Tolonglah ketegasannya," ujar Totok.


sumur

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...i-terancam-phk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anasabila dan 8 lainnya memberi reputasi
mikir2 mau nambah kpr..
kalau tiba2 di phk atau gaji dikirangin kek yg gaji 20 juta kan berabe..
profile-picture
profile-picture
apollion dan Lockdown666 memberi reputasi
Betul kunci sekarang ini di negara kasi pinjaman ke pengusaha terutama ukm karena menyerap 97 persen tenaga kerja indonesia.

Kalau ukm collaps artinya 97 persen tenaga kerja bakal jd pengangguran
profile-picture
apollion memberi reputasi
ane lg nunggu obral properti aj dah...

kita adu kuat nahan aja ama developer...

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
Corkscrew dan apollion memberi reputasi
properti hancur efek domino nya :
toko material
pabrik cat
pabrik hebel
pabrik paku
pabrik gipsum
pabrik keramik
dll


krismon 98 UKM kuat skrg UKM sprti tak bertenaga bray

sedih
profile-picture
apollion memberi reputasi
waduh banyak juga ya ternyata total jumlah pekerjanya, tapi yang namanya stimulus butuh anggaran besar
profile-picture
apollion memberi reputasi
Wah... Akankah harga properti bakalan ada penurunan biar perusahannya survive?
Atau malah akan ada kejutan nanti usai wabah mereda?

Kita rehat dulu sejenak... emoticon-Hammer
profile-picture
profile-picture
uratkumbang dan apollion memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ya nda masalah to. Ingat, tiap ari senen harga naek sampe kiamat
profile-picture
arifanputra memberi reputasi
properti udah turun dari kapan tahun. harga tanah makin mahal tapi daya beli masyarakatnya kecil. emoticon-Ngakak
Quote:


Warung-warung buat kuli sekitar proyek properti juga kena dampak.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di