CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Jurus Trump Menangkan Pemilu Amerika Lewat Menyalahkan China
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebcea86b84088749e4c78e4/jurus-trump-menangkan-pemilu-amerika-lewat--menyalahkan-china

Jurus Trump Menangkan Pemilu Amerika Lewat Menyalahkan China

]Jurus Trump Menangkan Pemilu Amerika Lewat Menyalahkan China[
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhir-akhir ini menuai kontroversi akibat perilakunya menyalahkan China atas wabah Covid-19 di dunia. Ia melemparkan berbagai tuduhan keras kepada China 

Di sisi lain, manuver-manuver politik Trump atas China bukan sesuatu yang kebetulan terjadi. Semuanya hadir di saat elektabilitas Trump semakin tergerus menjelang Pemilu AS yang akan diselenggarakan pada 3 November mendatang.


Kita dapat melihat serangan-serangan verbal dari Trump kepada China sebagai bagian dari upayanya untuk mengerek popularitasnya kembali. Dengan masa kampanye yang tersisa kurang dari tujuh bulan, Trump harus memanfaatkan semua kesempatan tersedia baginya, baik pada isu dalam negeri maupun luar negeri.


Beberapa data dari lembaga survei politik terkemuka di AS menunjukkan tren negatif dalam elektabilitas Trump. YouGov mencatat bahwa elektabilitas Donald Trump per 5 Mei 2020 berada di angka 42%, sedangkan Joe Biden --penantang dari partai Demokrat-- berada di angka 46%. Sebagai catatan, responden dari survei ini terdiri dari 1.019 pemilih yang tercatat (registered voters). Artinya, mereka sudah mendaftar untuk mengikuti pemilu pada 3 November mendatang. Sistem pemilu di AS mewajibkan para calon pemilih untuk mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan hak memilih.


Sementara itu, Ipsos mencatat elektabilitas Trump bertengger di angka 38% sementara Biden sukses meraup 39% per 5 Mei 2020. Berbeda dengan YouGov, responden Ipsos merupakan orang-orang dewasa (adults) yang belum pasti memilih, tetapi memiliki hak untuk itu.


Jika data ini dilengkapi dengan tingkat penerimaan publik (approval) atas presiden, tren yang sama akan terulang. Menurut hasil survei Global Strategy Group/Navigator Research dalam kurun waktu 1- 6 Mei 2020, tingkat penerimaan Trump hanya menyentuh angka 44%. Di sisi lain, survei ini menunjukkan terdapat 56% responden yang menolak pemerintahan Trump. Patut diperhatikan bahwa responden dari survei ini adalah para registered voters.


Rendahnya elektabilitas Trump sangat terkait dengan kinerjanya saat menangani penyebaran Covid-19. Trump dianggap gagal untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di AS hingga menyebabkan negara ini menjadi negara dengan penderita terbesar. AS pun sempat mengalami kelangkaan masker, APD, dan ventilator yang cukup akut. Belum lagi serangkaian konfliknya dengan para gubernur negara bagian yang tidak sepemahaman dengan kengototan Trump untuk membuka karantina di tengah-tengah ledakan angka kasus positif. Puncaknya, Trump mencoreng mukanya sendiri saat menyuruh para penderita Covid-19 supaya disuntik dengan desinfektan.


Belum cukup dengan deretan drama tersebut, Trump juga dihadapkan pada ancaman yang lebih nyata yaitu resesi ekonomi. Saat ini, AS telah mencatatkan rekor utang terbesar sepanjang sejarah yaitu mencapai 24 triliun dolar. Dari sisi GDP, situasi ini tampak lebih buruk lagi. GDP Amerika Serikat mengalami kontraksi hingga ke angka minus 4,8% --terburuk sejak Krisis Ekonomi Global 2008.


Masyarakat AS sendiri mulai bersikap pesimistis atas perkembangan ekonomi negaranya. Menilik dari survei besutan Pew Research, 17% warga khawatir bahwa negaranya akan mengalami depresi ekonomi. Sementara itu, sebanyak 48% percaya bahwa AS akan jatuh ke dalam resesi dan 34% lainnya menganggap AS 'hanya' akan mengalami perlambatan ekonomi (economic slowdown).


Lantas, dengan berbagai himpitan persoalan di dalam negeri tersebut, dapatkah Trump lolos dari lubang jarum kekalahan dalam Pemilu AS November mendatang?


Membalikkan Prediksi


Trump memiliki cukup pengalaman dalam membalikkan prediksi banyak orang. Hal ini ditunjukkannya ketika sukses menyalip Hillary Clinton pada Pemilu 2016. Padahal, banyak pihak serta lembaga survei yang lebih menjagokan mantan Menteri Luar Negeri pada era Obama tersebut. Banyak pihak yang menganggap Hillary lebih memiliki kualitas seorang pemimpin dibandingkan Trump yang kontroversial.


Lalu, apakah kunci keberhasilan Trump saat itu? Salah satunya terletak pada kelihaiannya dalam menggunakan isu-isu internasional sebagai sarana menarik simpati publik. Singkatnya, Trump sangat lihai menyalahkan negara-negara lain atas masalah yang dialami oleh AS. Negara-negara seperti Meksiko, Korea Utara, Rusia, bahkan Uni Eropa sekalipun pernah dituding menjadi biang kerok masalah-masalah dalam negeri AS.


Salah satu negara target 'favorit' bagi Trump di masa kampanyenya adalah China. Pada 2016, ia pernah mencuit di Twitter bahwa China selama ini telah "memperkosa" ekonomi AS lewat produk-produk dan kebijakan dagangnya. Setelah terpilih menjadi presiden, kegemaran menyalahkan China pun berlanjut. Daftar kesalahan China yang ditimpakan oleh Trump berkisar dari tuduhan terhadap Huawei sebagai mitra Iran dalam mencuri informasi AS, berkobarnya Perang Dagang, hingga sebutan "chinese virus" untuk Covid-19.


Apa yang dilakukan oleh Trump terhadap China merupakan bagian dari strategi rally around the flag. Dalam strategi ini, popularitas seorang pemimpin di dalam negeri akan meroket jika ia sanggup menciptakan musuh bersama bagi negara. Selanjutnya, masyarakat akan bersatu untuk mendukung sang pemimpin dalam mengalahkan musuh tersebut.


Strategi ini bergantung kepada kemampuan seorang pemimpin dalam membangkitkan sentimen nasionalisme serta patriotisme di kalangan rakyatnya. Dalam praktiknya, pemimpin akan melakukan dramatisasi atas sebuah isu di dunia internasional yang dianggap mengancam negaranya. Kemudian, ia akan memperlihatkan dirinya sebagai pemimpin yang tepat untuk melawan ancaman tersebut.


Dramatisasi situasi dan bangunan narasi ketakutan merupakan keahlian Trump sebagai seorang pemimpin yang populis. Saat ini, ia tengah gencar menempatkan China sebagai musuh bersama bagi masyarakat AS. Hal ini tampak dari pernyataan-pernyataan Trump di media. Dikutip dari CNN, Trump menegaskan bahwa Covid-19 merupakan serangan terbesar kepada AS setelah Peristiwa 911 dan Pearl Harbor. Covid-19, menurut Trump, adalah sebuah peperangan di mana musuhnya tidak kasat mata. Tidak lupa, Trump juga menyalahkan China karena tidak mampu mencegah 'musuh tak kasat mata' tersebut menyerang AS.


China sendiri merupakan sasaran yang paling empuk untuk memancing kemarahan warga AS. Survei yang dilakukan oleh Pew Research pada Maret 2020 mencatat bahwa terdapat 66% warga AS yang memiliki kesan negatif terhadap China. Sementara itu, mereka yang bersikap sebaliknya hanya menyentuh angka 26%. Sebagian besar perspektif negatif ini muncul akibat penyebaran Covid-19 yang dianggap merupakan kesalahan China.


Selain sengaja mengipasi kebencian publik terhadap China, Trump juga rajin menuduh bahwa China tidak akan mau dirinya terpilih kembali. China disebut-sebut akan ikut campur terhadap Pemilu AS demi mencegah Trump naik menjadi presiden.


Joe Biden tidak lu put dari serangan Trump. Ia bahkan menuduh rivalnya ini sebagai antek-antek China dengan menyebutnya sebagai "Beijing Biden". Dalam email kepada para pendukungnya, Trump menegaskan, "Saya selalu TEGAS TERHADAP CHINA, sedangkan 'Sleepy' Joe Biden SANGAT LEMAH TERHADAP CHINA". Biden, menurut Trump, adalah pengkhianat yang siap menusuk rakyat AS dari belakang 
https://news.detik.com/kolom/d-50143...lu-lewat-china
profile-picture
profile-picture
onik dan anasabila memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
China itu satu2nya negara di asia yg dianggap mampu tendang dunia bule barat

trump suka main blame game ....salahkan china atas segala macam masalah
fitnah,tuding china ini itu

tak ada gunanya sama sekali...
buktinya sampai sekarang amerika belum mampu hancurkan china
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anusbaubadan dan 2 lainnya memberi reputasi
jurus Arie Tampubolon Ahyan untuk cari nafkah sebagai 50 cent army dengan ternak klonengan dan menyalahkan Trump dan Amerika
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aripmuh dan 2 lainnya memberi reputasi
cuma org rasis paok saja yg mau memilih mendukung trump si bule rasis paok itu ..

westernphobia ahyan paok sedang menjalankan perintah ccpemoticon-Ngakak
profile-picture
aripmuh memberi reputasi
Diubah oleh bl0job
pendukung trump di kaskus juga kebanyakan adalah sinophobia idiot macam trump
Jurus Trump Menangkan Pemilu Amerika Lewat Menyalahkan China

akibat kurang kenthu, ahyan jadi westernphobia.
profile-picture
profile-picture
hellriserz dan aripmuh memberi reputasi
apa salahnya orang asia harap barat hancur biar asia semakin berjaya

persetan sama bajingan anak asia radikal idiot pemuja bule barat di bpln !!!!
profile-picture
ex.pasienRSJ memberi reputasi
tinggal beberapa bulan lagi
jabatan trump akan berakhir akhir tahun 2020
wa rasa dijamin trump itu tak akan jadi presiden lagi

tempoh hari trump menang pil-pres juga karena keberuntungan
warga amerika tak suka wanita jadi presiden
akhirnya trump langsung menang waktu lawan hillary

sekarang lawan trump untuk pilpres 2020 itu juga adalah pria ( biden)
bukan wanita lagi

dijamin akhir 2020
bpln akan tambah sepi
karena kumpulan pendukung trump sudah pada bunuh diri
gara2 trump junjungannya itu kalah gagal jadi presiden dua peiode
emoticon-Wkwkwk emoticon-Wakaka emoticon-Ngakak
profile-picture
ex.pasienRSJ memberi reputasi
haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

emoticon-Imlek emoticon-Imlek
Diubah oleh aripmuh
saya pribadi lebih dukung orang ,asia, pokoknya non kulit putih jadi presiden amerika /australia/kanada

bule kulit putih itu tak layak jadi presiden di amerika/kanada/australia
hanyalah bule keturunan eropa tukang genosida pribumi/perampas tanah pribumi

jangan lupa bangsa eropa kulit putih itu terkenal sadis & tamak
genosida pribumi & rampas tiga benua pribumi ( amerika/australia/kanada)
profile-picture
Akong.Jiugui memberi reputasi
Diubah oleh ex.pasienRSJ
pendukung trump semuanya juga rasis idiot macam trump
Diubah oleh Akong.Jiugui
kambing hitamkan china untuk disalahkan ...

emoticon-No Hope
" blame game" itu taktik licik trump supaya bisa menang pilpres amerika
blame china bla bla bla
Lihat 1 balasan
emoticon-Najis menjijikkan trump si bule gendut jelek rasis paok itu

emoticon-No Hope
china di fitnah di tuding disalahkanatas segala masalah yg di hadapi oleh trump ...
donald trump itu memang menjijikkan
sudah gendut,jelek,rasis, idiot lagi t]
pertanda pendukung donald trump itu memang kebanyakan sinophobia rasis

pantas di bpln ,pendukung trump juga suka salahkan chinese ...
emoticon-fuck bajingan donald trump ,dasar bule keturunan eropa !!!!
Jurus Trump Menangkan Pemilu Amerika Lewat Menyalahkan China
emoticon-fuck bajingan bule keturunan eropa rasis itu
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di