CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anies Diingatkan Efek Fatal Jika Paksakan Sanksi Lewat Pergub PSBB
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebca690349d0f53323a363d/anies-diingatkan-efek-fatal-jika-paksakan-sanksi-lewat-pergub-psbb

Anies Diingatkan Efek Fatal Jika Paksakan Sanksi Lewat Pergub PSBB

VIVA – Ombudsman Jakarta Raya menilai warga Ibu Kota bisa saja menolak untuk taat jika Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memaksakan penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk pengetatan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Teguh menyampaikan, merujuk Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Undang-undang, juga Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, sanksi bagi masyarakat, hanya bisa diatur oleh peraturan bersama pemerintah dan rakyat seperti Peraturan Daerah (Perda). Sementara, Pergub yang dibuat Anies, yaitu Pergub DKI Nomor 41 Tahun 2020, adalah dasar hukum yang penyusunannya tidak melibatkan unsur rakyat, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"Sanksi merupakan pengurangan hak seseorang atau warga negara dan karena merupakan pengurangan hak, produknya harus dihasilkan oleh pemerintah dan perwakilan masyarakat, dalam hal ini DPRD,” ucap Teguh.

Teguh juga mengemukakan, karena dinilai urgen, Anies, sebaiknya segera berkoordinasi dengan DPRD DKI untuk dalam waktu cepat mengubah Pergub DKI Nomor 41 Tahun 2020 menjadi sebuah Perda. Situasi genting berupa terus bertambah parahnya wabah Covid-19 di Jakarta, diyakini juga akan membuat DPRD DKI tidak akan memerlukan waktu lama untuk menghasilkan Perda tentang PSBB. Anies sebaiknya menjalankan sanksi pelanggaran PSBB dengan UU yang sudah ada walaupun sedang digugat tokoh masyakat ke MK, yaitu UU Karantina Kesehatan tahun 2018.

"Dengan semangat kebaikan bersama, Ombudsman Jakarta Raya percaya, DPRD akan cepat memproses Pergub tersebut sebagai draft Perda dan dapat memberikan persetujuan cepat," ujar Teguh.

Diketahui, Anies telah menerbitkan Pergub DKI Nomor 41 Tahun 2020 sebagai dasar hukum pemberian sanksi kepada masyarakat yang tidak mematuhi ketentuan PSBB. Pergub mengatur sanksi untuk berbagai pelanggaran, seperti tidak memakai masker, hingga berkumpul lebih dari lima orang. Sanksi misalnya denda dengan nilai antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu.

Baca: Kalah Banding, Anies Harus Terbitkan Lagi Izin Reklamasi Pulau I


https://www.google.com/amp/s/www.viv...an-pergub-psbb

Anies Diingatkan Efek Fatal Jika Paksakan Sanksi Lewat Pergub PSBB

Anies Diingatkan Efek Fatal Jika Paksakan Sanksi Lewat Pergub PSBB
profile-picture
profile-picture
profile-picture
devilkillms dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh joko.win
Tdk semua aturan itu utk ditegakkan sih...
Liat2 situasi dan kondisi juga
Aturan kdg adalah sebagai bentuk pembagian beban dr penguasa ke rakyat
Jd biar gk terlalu disalahkan jg
Jd biar gk fokus ke penguasa saja tp liat jg bgmn warganya
profile-picture
profile-picture
pheeroni dan apollion memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Lihat 1 balasan
berarti maksudnya pergubnya cacat hukum...
Lihat 1 balasan
Gatau ah bang gw mau maen dota aja , garila

emoticon-Malu
profile-picture
apollion memberi reputasi

Peraturan sanksi itu harus, malah harusnya dr awal diterapin psbb udh lsg ksh sanksi, sekarang udah telat, psbb udh mau selesai (kecuali dia perpanjang lagi)

Tinggal pengawasannya aja, mampu apa kagak!?
Kalo diliat dr pertama psbb sampe hari ini, jelas pemprov gak becus dalam pelaksanaan dan pengawasan psbb
profile-picture
profile-picture
apollion dan cingmahmud memberi reputasi
Lihat 2 balasan
kurangi aja hak. ga masalah. toh juga ga ada guna nya. hak apa yang dikurangi, paling juga cuma pemilu.
profile-picture
apollion memberi reputasi
Yang terbaik sajalah, tetapin dan ikuti aja jalur legalnya
profile-picture
apollion memberi reputasi
ya serba salah juga sih..

btw ga mau coba karantina wilayah berbasis komunal?
profile-picture
apollion memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di