CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebc4424c342bb23b666f460/janji-janin

Janji Janin

Malam Agan dan Sista, malam ini ane lagi iseng mau tulis horor, ini tulisan pertama ane yang bertema kolor, eh horor, kalau masih ga beres ya harap maklum ya.'


ok agan sebelum kita mulai ini hanya cerita fiksi, bila ada kemiripan nama ataupun kisah hanya kebetulan semata saja. 

1. Janji Janin - Karina Yustika - Opening

Janji Janin

1998 Pasca kerusuhan mendera negeri ini, menyimpan derita kelam ditanah Ibu Pertiwi, Tak Begitu jua dengan diri Ku, kehidupan nan damai kini berubah menjadi neraka nyata didalam hari hari ku.

Yap, tepat sehari sebelum moment istimewa, moment dimana seharusnya aku berdiri mengenakan baju wisuda yang telah dijahit oleh ibunda tercinta, dan berfoto manja bersama kedua orang tua ku.
Perkenalkan saya Karina.
Karina Yustika, anak tunggal dari seorang tukang Sol Sepatu dan anak dari seoarang Ibu Rumah Tangga yang jua membantu prekonomian keluarga dengan menajadi tukang jahit rumahan.

Kelurga kami merupakan keluarga sederhana bahkan dapat dikatakan tak berada, namun saya Bahagia memiliki kedua orang tua yang selalu berusaha memberikan hal tebaik kepada anaknya, bahkan mengkuliahkan saya dengan segala keterbatasan mereka. Abah merupakan warga asli Ibu Kota, sedangkan Ibu merupakan Wong Jowo, Sragen.

Abah sudah berumur 55 tahun, dan ibu saat ini berumur 53 tahun, konon kehadiran saya menjadi hal yang paling dinanti oleh mereka, menikah muda tidak jadi jaminan, bila mendengar cerita Ibu dulu, butuh waktu hampir 15 tahun dari pernikahan mereka baru Tuhan meridhoi akun turun ke rahim ibu tercinta.

sebagai anak tunggal aku mendapatkan perlakuan yang luar biasa, walaupun keluarga kami hidup dengan seadanya, namun tidak sekalipun abah dan ibu menolak permintaan ku, hal ini juga yang selalu memacu tekad Ku untuk sukses sehingga dapat membalas jasa mereka.

Saat ini aku sudah menyelesaikan pendidikan sarjana di salah 1 fakultas Jakarta, dan bukannya sombong, aku menjadi murid terpintar di tahun itu dengan Indeks kelulusan terbaik, tidak sampai situ saja, dipenghujung masa kuliah yang hanya menunggu wisuda, akupun telah dipinang oleh salah  satu RS  dengan jabatan yang lumayan,  disalah satu daerah provinsi Sumatra.

Kamu yakin mau pergi Rin, tanyah Abah kepada ku disore hari itu.
"Iya jawab ku"
Apa kamu tega ninggalin Abah sama Ibu mu disini sendiri?
Coba cari dulu di Jakarta toh nak, Ibu menyahut sambil membawa secangkir teh yang disodorkan ke aku.
"Cari kerjaan kan susah bah"
Ibu tau sendiri keluarga kita begini. Rina hanya mau mengubah nasib kita.
Apalagi Rina ditawari Jabatan dan Gaji yang Lumayan bu, nanti duit nya rina akan kirim setiap bulan buat modal usaha, kalau sudah cukup, Rina janji akan Resign dan ikut kerja bersama Abah dan Ibu.
Jawabku pada mereka.
Ini toh bukan masalah duit nak?
Siapa yang nanti jaga kamu disana, terus kalau Abah sama Ibu mu kangen bagaimana?
"Kan bisa telephone Bah"
Jawab ku sambil tersenyum.
Sudah kamu pikirkan saja dulu matang matang Rin,
Yang pasti Ibu dan Abah mu sudah tua, terus disana juga tidak ada saudara yang kita kenal,
namun bila memang sudah kehendak mu Abah sama Ibu mau bagaimana lagi.
(Jawab Ibu menegahi perdebatan sore itu).
"Iya Bu" jawabku spontan
Kamu istirahat saja besok kan kita mau merayakan wisuda mu.
Baju mu sudah ibu siapkan dilemari ya.
Sebentar lagi ibu sama abah mu mau antar jahitan ke bu Ratna.
Yah bu..
Kan sudah malam ga bisa besok besok saja ketus ku menjawab.
Yah ga bisa toh nak, ibu sudah janji akan antar hari ini,
lagiankan uang nya lumayan buat besok kamu wisuda.
Ya sudah ya ibu sama abah Pamit dulu.
Kamu jangan kemana mana, Jaga rumah.
Siap 86 Dan ..
Jawab ku sambil menyalim kedua malaikat ku tersebut.

Tepat pukul 7 keadaan mulai sayup,
Hujan mulai turun dengan derasnya, kuintip kedaan diluar melalui jendela rumah.
Tampak sepi,  Mak mak rempong yang biasanya bergibah ria tak seorang pun menampakan diri.

Begitu juga dengan Abah dan Ibu yang belum kembali.
Hawa yang dingin membuat mata ku tersayup.
Ditengah rasa kantuk yang teramat sangat, terlihat sosok seseorang berada di depan ku.

Cahaya nya sangat menyilaukan sehingga aku tak dapat melihat jelas siapa gerangan
Perlahan kucoba kembali membuka mata ini seseorang kakek tua menatap ku sambil tersenyum.

Sontak membuat ku kaget dan berteriak histeris.
Aaaaaaaaaaaaaaaa .......

Rasa takut dalam diriku membuat seluruh badan ku lemas, dan aku tidak berani untuk membuka mata ini.

Ku coba kembali menenangkan diri, sambil terus melafalkan ayat ayat, dan tanpa kusadari aku merasakan sosok tersebut berada disampingku,  

yap...
Tepat disampingku sembari menemani aku melafalkan ayat tersebut.
Hal itu membuat aku frustasi dan menangis sejadi jadinya.
Suara ku tampak tidak keluar lagi, walau aku merasa sudah berteriak sekuat yang aku mampu.

Dalam kepasrahan ku, terdengar sayup suara ibu memanggil,
Nak...
Rin .. Rina....
Bangun.. Bangun Nak, kamu kenapa?
Ibu teriak ku... dengan masih terseduh seduh..
ku memeluk ibu sekuat tenaga..
kamu kenapa kok nangis?
Tidak apa Bu, Jawab Ku.
(Aku enggan menceritakan hal tersebut kepada ibu, karna aku yakin ibu pasti tertawa mendegar nya).

Namun Ibu sepertinya memahami apa yang terjadi, kamu mimpi buruk ya tanya nya kepada ku, yang ku balas dengan anggukan kepala menyatakan iya.
Setelah kutenangkan diriku berada dipelukan Ibu.
Aku menayakan keberadaan Abah.
Abah dimana bu?
Sudah tidur, seperti kecapeaan rin, masuk angin.
Itu uang nya dimeja ya Rin, buat ongkos kamu besok.
Kamu cuci muka dulu sana, berdoa lalu tidur perintah ibu kepada ku,
Dengan sigap ku jalankan perintah tersebut.

Setelah semua aku lakukan ku lihat lampu kamar ibu sudah padam, namun ada yang menganjal di hati ini, bagaimana Ibu dan Abah bisa masuk rumah ?
"kan aku kunci pikir ku".
Tapi ya sudah lah mungkin aku lupa mengunci nya.
Akupun menuju kamar ku dan menutup pintu kamar,
Kembali perasaan tidak enak menghampiri diriku,
ditengah rasa penasaran terdengar suara burung Gagak..
Hukkk..hukkk..hukkkk...
Kicauan burung itu sungguh mengerikan seolah ingin menyampaikan sesuatu kepada diriku.

Ya Allah, ada apa dengan hari ini?
Lindungilah keluargaku, pintaku dalam hati.
Malam itu aku terjaga bersama dengan Suara burung Gagak yang masih berkicau dan kali ini jauh lebih keras, membuat bulu kuduk disekujur tubuh ku berdiri.
kulafalkan doa doa untuk menenagkan hati ku,

rasa haus yang teramat sangat mengahampiri tenggorokan yang sedari tadi tidak berhenti melantunkan doa. Ku lihat ada gelas berisi air diatas meja belajar ku bekas tadi pagi, kembali ku bangunkan badan ini.
Jujur aku sangat takut malam ini, walau hanya sekedar membangunkan badan ini untuk meraih gelas yang ada diatas meja.

Tok... Tokk... Tokk...
Rinaa.... rinnn
Sura ketokan terdengar yang juga sontak membangunkan ku dari segala mimpi mimpi ku.
Rina.... Tok... Tok.....
panggilan tersebut semakin kenyang... membuat diri ku yang belum seutuhnya sadar menjadi pusing.
Iya ..
siapa Sahut ku..
Pak Jali rin... Buka Pintu nya cepat...
Pak jail merupakan RT di daerah kami, kenapa beliau berkunjung malam malam pikir ku.

sejenak aku terdiam, mencoba menyadarkan diri ku terlebih dahulu.
Ku bukakan pintu.
Iya pak kenapa ya pak ??
Anu rin ..anu..
kamu sebaiknya bergegas, saya akan antar kamu ke RS.
____________________________________________________________
Singkat cerita abah dan ibu kecelakaan pada malam itu, yang aku dengar, abah tidak bisa mengendalikan sepeda motor nya dan menghajar truk dari arah yg berlawanan.
baju wisuda yg telah dipesiapkan ibu dengan ke dua tanganya kini berganti kemeja hitam dihari pemakaman.

Tangis haru akan wisuda berubah menjadi tangisan syahdu tepat diatas nisan ke dua malaikat ku, hari ini hari wisuda wisuda kehidupan bagi mereka, aku belum dapat berpikir jernih, pikiran ku masih diselimuti oleh rasa kehilangan yang teramat sangat.
Penuh nya rumah kontrakan oleh lalu lalang tetangga, kerabat hingga saudara yang dari tadi mencoba mengibur, tidak memiliki daya untuk sekedar menemani rasa kehilangan ini.

Wes ikhlas no lungane wong tuo mu ndo,Saiki wonge wes tenang neng alam kono,Seteruse kowe arep kepie?Koe melu bulek wae nang sragen gelem?
(Sudah ikhlas kan kepergian orang tua mu nak , Kini mereka sudah tenang di alam sana, selanjut nya kamu mau bagaimana? Kamu ikut bule aja ke sragen mau?)
Ora bulek, Rina disini aja,
 
(Bulek Purwan merupakan adek semata wayang dari ibu ku.Bulek hidup dikampung halaman, diamanahkan ibu untuk merawat mba uti yang hidup sebatang kara).
Ya sudah seminggu kedepan bulek temani kamu disini dulu, biar nanti pak le mu balik duluan. Ada hal yang juga ingin bule smpaikan.
Opo Bule ??
Nanti saja kalau kamu sudah tenangan. Baik Bule jawab ku..

Malam hari makin terasa syahdu. Hujan tidak berhenti menangis seolah  menemani tahlilan hari pertama kedua orang tua ku.  Semula acara tersebut berjalan biasa seperti acara dimana mana.

Namun ada hal yang mengangu ku ditengah acara tersebut, sosok kakek tua yang datang di mimpi ku sehari sebelumnya, kini tampak hadir ditengah acara tersebut.
Wajah nya tampak bersinar serta langkah kaki nya yg lambat suaranya terdengar santun namun tegas..Asaalam mualaikum suaranya terdengar dari depan teras.
Tampak ia dijamu oleh pak le yang kebetulan mengambil posisi duduk di teras, ia duduk pas disamping pak le. Dan hal yg paling kubenci ialah tatapan matanya langsung ia tujukan kepada ku, ia tampak tersenyum, hal itu membuat aku merasa ngeri sendiri. Apalagi tatapan mata itu sungguh mengintimidasi aku, tidak seditikpun ia memalingkan matanya dari hadapan ku, membuat aku merasa sangat tak nyaman.

Belum selesai acara malam itu, kini insiden lain mulai terjadi,..
koe ojo ganggu anak ku, janjine dewe wes tak tepati nganggo nyawa ku. hubungane dewe wes pedot.wes pedotttt....
(kamu jangan gangu anak ku, janji kita sudan aku tepati dengan nyawaku. Ikatan itu sudah putus. Sudah putusss....).

Sontak teriakan bulek dari arah dapur, membuyarkan acara dimalam hari itu. Beberapa orang tampak memegangi bule yang histeris di dapur, bulek seperti orang kerasukan.

Saya tidak kuasa menahan rasa malu, Ya Tuhan cobaan apa lagi ini.
kenapa harus di saat ini semua terjadi.
Bulek masih histeris dan berbicara semakin aneh, yang pasti nya membuat orang merasa ngeri mendegarnya.

Orang orang semakin banyak yang memegang bule yang semakin tidak terkontrol.,
Tenang tenang semua nya tenang, Terdengar suara pak mamat (Beliau adalah Orang Pintar yang terkenal dapat bermeditasi dengan hal hal Gaib)
Bawakan saya air segera pintanya kepada ku.Aku langsung berlari membawakan air ke pak mamat, 
Prang, tangan bule merampas dan memjatuhkan air yg hendak ku berikan kepada pak mamat.

Jenengan Karina Yustika (kamu karina yustika).
Dengar... Dengar kan ini baik baik..Utang ayah mu belum lunas... kau akan menepati nya.Kau harus menepati nya..Janji jabang bayi wis nunggu kowe (Janji janin telah menanti mu).Diam... Suara pak mamat bergema, sembari berkomat kamit. Berusaha menyadarkan bule..
Koe... semua ojo ikut campur, Tak petenin koeee

Bulek semakin histeris sebelum akhir nya pingsan. Sudah semua hari ini cukup sampai sini saja pinta pak mamat kepada para warga. warga pun mulai membubar kan diri menyisakan saudara dekat saja.

Pak le masih tampak siaga menjaga bu le di kamar ku. Sementara saudara yg lain berada di ruang tamu, dan aku malam ini tidur dikamar orang tua ku, ku coba menepiskan pikiran buruk akan apa yang telah terjadi hari ini.Walau seribu tanya mengantui diri ku, siapa kakek tua misterius itu .?? yang mana aku tidak sempat melihat dia pulang, ingin rasanya aku menanyakan ke pak le yang tadi duduk disebelah nya, namun ku urungkan mengingat keadaan saat ini belum kondusif.

Dilain hal ada apa dengan Bulek? apa itu janji janin?? Utang apa yg belum dibayar ibu ku??Adakah hubungan kakek itu dengan semua ini??

Sudah lah malam ini aku terlalu capek untuk memikirkan semua, mungkin tidur merupakan jawaban terbaik saat ini.
 
________________________BERSAMBUNG______________________

 
Lanjut bab dua Gan

 
Pisungsung Getih - BAB 2

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh smart70again
Wih kerenbanget nih thx inpoh nya gan
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan smart70again memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Waduh gantung ceritanya, lanjut lah penasaran
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan smart70again memberi reputasi
Lihat 1 balasan

next....

emoticon-Cendol Gan
profile-picture
smart70again memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Lumayan
profile-picture
smart70again memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bacanya belum fokus, baru baca sedikit ngeri sendiri, takut serememoticon-ceyem
profile-picture
smart70again memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di