CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebbb10809b5ca62a94bea13/secangkir-teh

Secangkir Teh.

Dulu, ketika berbincang diteras rumah kamu suka sekali dibuatkan secangkir teh hangat yang kusandingkan dengan kueh coklat kesukaanmu.
Aku bahkan selalu menceletuk "Kuehnya manis kan? Kapan hubungan kita akan semanis itu". Hari hari berlalu seperti biasa. Ketika itu aku menyadari sesuatu. Sudah sebulan tepatnya. Ada yang berbeda denganmu.
Memulai dengan teh hangat di sore hari, yang kusajikan agar cepat kau minum karna hari itu, dingin. Tapi entah, sudah 1jam, cangkir itu masih penuh, dan tehnya sudah dingin.
Lagi lagi kamu tidak meminumnya, memang itu dirimu.
Aku sudah tau, sudah tau bahwa kamu tidak akan meminumnya, tapi aku terus terusan membuatkan secangkir teh hangat untukmu.
Aku tau, semua sia sia tapi lagi lagi yang ada diotakku hanya "aku mau berusaha menyenangkanmu" hanya itu yang ku bisa. Tapi mana mungkin?
Bahkan, aku bukan apa apa, dan seketika aku baru sadar ketika untuk pertama kalinya kamu datang dan membuang secangkir teh hangat itu didepanku.
Rasanya? Aku hanya tidak tahu bagaimana mengekspresikannya hanya saja mungkin aku harus tau diri, dimulai dari hari itu harusnya tidak perlu lagi aku menyajikan apapun untukmu.
Hari hari berlalu, aku tidak lagi menyajikan secangkir teh ataupun kueh kesukaanmu. Aku hanya menunggumu diteras depan rumah, menunggumu pulang.
Hari itu matahari mulai tenggelam dan kamu akhirnya pulang, tapi kamu tidak menyapaku, yang ku dengar kamu berkata "aku capek, jangan bertanya apapun". Lalu aku bungkam. Aku takut membuatmu marah jika ada satu kata yang keluar dari mulutkku. Benar, setiap berbicara denganmu aku selalu berusaha memilah milah kata agar apa yang terucap dari mulutku tidak akan membuatmu marah.


-----


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di