CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Cegah Penyebaran Covid-19, Bisakah Herd Immunity Diterapkan di Indonesia?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebba29ef4d6953ed7567a4d/cegah-penyebaran-covid-19-bisakah-herd-immunity-diterapkan-di-indonesia

Cegah Penyebaran Covid-19, Bisakah Herd Immunity Diterapkan di Indonesia?

Selama Covid-19 masih menjadi pandemi global, herd immunity kerap disebut-sebut menjadi alternatif melawan penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis SARS-CoV-2 ini.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH, menyebutkan bahwa herd immunity adalah konsep kekebalan terhadap penyakit yang dipakai untuk level populasi.

"Jadi bukan seseorang (individual saja) punya kekebalan, tapi sekelompok orang punya kekebalan (terhadap kuman jahat tertentu)," kata Panji kepada Kompas.com, Senin (11/5/2020).

Panji menyebutkan, tak perlu 100 persen anggota populasi memiliki kekebalan tersebut. Cukup sebagian dari populasi saja. Sistem kekebalan tubuh (antibodi) yang muncul akibat telah terinfeksi memang umum terjadi dalam kasus virus lainnya.

Akan tetapi, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 belum memiliki bukti klinis bahwa pasien yang sudah pernah terinfeksi akan kebal dengan infeksi virus serupa berikutnya.

"Tapi pengetahuan kita tentang respon kekebalan tubuh terhadap Covid-19 belum lengkap," ujar dia.

Berapa banyak anggota populasi yang harus kebal?
Panji berkata, hal ini ada hubungannya dengan angka reproduksi dasar atau Basic Reproductive Number (R0) sebuah penyakit.

Pendekatan sederhananya, proporsi yang harus punya kekebalan setidaknya 1- (1/R0).

Jadi kalau R0=3, kalau di populasi ada 67 persen orang yang sudah kebal, dikatakan sudah terbentuk herd immunity.

Metode atau cara kerja herd immunity

Dijelaskan Panji, selama ini metode atau cara kerja herd dipakai melalui imunisasi. Tujuan program imunisasi bukan hanya melindungi orang yang diimunisasi, tetapi populasi pada umumnya.

Saat pandemi Covid-19 ini masih terbilang masif atau identifikasi kasus konfirmasi masih ada dalam jumlah banyak, herd immunity yang dilakukan secara paksa tanpa vaksinasi itu tidak sebaiknya dilakukan.

"Kalau itu (melakukan herd immunity saat sekarang kasus Covid-19 masih masif) artinya membiarkan penyakit menyebar. Saya rasa risiko untuk menyebabkan kesakitan dan kematian yang bisa dihindarkan terlalu tinggi," ujar Panji.

Selama belum ada herd immunity, kata dia, memang selalu ada kemungkinan terjadi outbreak lagi berupa gelombang kedua dan seterusnya. Hal ini terjadi ketika kehidupan dipaksakan untuk normal layaknya sebelum ada pandemi, saat jumlah kasus masih aktif.

"Jadi selama belum ada herd immunity, kembali ke kehidupan normal pun harus tetap disertai upaya surveilans yang sangat intensif. Upaya pencegahan seperti pakai masker atau distancing tetap harus dijalankan," jelasnya.

Untuk diketahui, Pejabat Senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dale Fisher menyebut vaksin untuk Covid-19 tidak akan siap hingga akhir tahun depan.

"Saya pikir akhir tahun depan adalah ekspektasi yang sangat masuk akal," kata Fisher seperti dilansir dari CNBC, Senin (4/5/2020).

https://www.kompas.com/sains/read/20...page=all#page3

pilih negara dan rakyat bangkrut apa herd immunity
profile-picture
profile-picture
profile-picture
betiatina dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dispenserr
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 2 balasan
mindset masyarakat kita tentang hidup sehat masih sangat memprihatinkan, butuh banyak korban untuk terwujud
Diubah oleh localsecurity
Teorinya bisa, dengan sekian banyak korban jiwa, atau begitulah anggapan kita selama ini

TAPIIIIIII

yg udh kena ternyata bisa kena lagi, jadi herd immunity juga masih tanda tanya
Diubah oleh p.star7
Lihat 1 balasan
&t=115s
emoticon-Recommended Seller
berapa orang yang kira kira harus dikorbankan?
Bisa.
Ane setuju.
Tp manula harus diamankan dulu.
Ditaruh di panti jompo sementara.
Stlh itu dilepas bebas.
Aurvival to the fittest
profile-picture
sam86 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
herd immunity boljug
Quote:


scr rasio sangat sedikit yg pernah corona kena 2x..mayoritas justru darahnya mengandung imun covid-19

Quote:


kalau rasio di swedia 0,1%

99,9% nya kebal atau sakit tp ga mati

profile-picture
singgih2007 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Siap siap herd immunity.



Kalau bisa berkurang 60% dari total populasi.







Agar survivor punya tanah yg luas dan lapangan pekerjaan yg cukup.
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan sam86 memberi reputasi
dan skrg pada anggepny virus ini uda biasa aja tu...ga se parno 1-2 bulan lalu.....jalanan mulai macet...

entah ini bahaya atau kaga si...

new normal...
Lihat 1 balasan
nambah wawasan penjelasan panji
Iya klo kera sakti lahir dr batu yg punya ortu lansia kan pada cemas emoticon-Big Grin kulihat pemerintah lbh condong ke ekonomi baiknya kapasitas rs pelayanan kesehatan dibagusin jgn sampe overload alih2 heard imunity malah bunuh diriemoticon-Big Grin
profile-picture
p.star7 memberi reputasi
Yang setuju herd immunity, dipersilahkan menjadi relawan utk terpapar kopit.

Kalau gak setuju, berarti cuma berani mengorbankan orang lain.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
kiryu06 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


itu dia yang jadi masalah. orang orang tua dirumah yang banyak jadi korban nantinya. belum lagi herd immunitynya ga bakal kesampean kalo kalo yang sembuh kena lagi bahkan sampe tewas

kalo cuma tebak tebakan dengan hal ga pasti ya sama aja ngegali kuburan massal
profile-picture
p.star7 memberi reputasi
bisa bray tunggu 50% org koid emoticon-Mewek
sudah pasti yg sembuh bakal tertular lagi...mungkin ni virus mo dianggap seperti flu dan batuk yang selalu nyerang kita tiap tahun dan pergantian musim...
Negara berani bayar berapa, terkait pasien yang dut ?
5 M ?
Ya kan kita gambling, klo kita berhasil survive kita selamat kalo g ya wasalam. Kemungkinan bnyk yg tumbang
ayo latih tubuh kita biar kuat
bisa lah wong
dananya ada tinggal kita mau apa ngga
ngembatin
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di