CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eba4d5bb41d30326414b554/kepada-media-australia-anies-mengaku-sudah-lacak-covid-19-sejak-januari-2020

Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020

Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kesempatan wawancara bersama media Australia The Sydney Morning Herald dan The Age, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa Pemprov DKI sudah melacak kasus-kasus potensial terkait Covid-19 sejak Januari 2020.

Kepada dua media asing tersebut Anies mengaku mulai melakukan sejumlah langkah sejak 6 Januari, setelah mendengar kasus soal virus baru di Wuhan, China.

"Kami mulai mengadakan pertemuan dengan semua rumah sakit di Jakarta, menginformasikan mereka tentang apa yang saat itu disebut pneumonia Wuhan, saat itu belum disebut Covid," ujar Anies dalam artikel The Sydney Morning Herald yang terbit 7 Mei lalu.

Berdasarkan hasil pantauan Pemprov DKI, kasus yang dicurigai terkait Covid-19 itu terus meningkat.

Namun, Pemprov DKI saat itu tidak diizinkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terkait Covid-19.

"Ketika jumlahnya mulai naik terus, pada waktu itu kami tidak diizinkan melakukan pengujian. Jadi, setiap kali kami memiliki kasus, kami mengirimkan sampel ke laboratorium nasional," kata Anies.

"Kemudian laboratorium nasional akan menginformasikan positif atau negatif. Pada akhir Februari, kami bertanya-tanya mengapa (hasilnya) negatif semua," lanjutnya.

Anies akhirnya memutuskan untuk mengumumkan hasil pemantauan yang dilakukan Pemprov DKI kepada publik.

Namun, pernyataan Anies saat itu langsung direspons oleh Kementerian Kesehatan.

"Pada saat itu saya memutuskan untuk bicara kepada publik dan saya katakan kami telah memantau, ini adalah angkanya. Kementerian (Kesehatan) semacam langsung merespons bahwa kami tidak memiliki kasus positif (Covid-19)," ucap Anies.

Berulang kali disampaikan Anies

Anies sebenarnya sudah berulang kali menyampaikan pernyataan serupa dalam sejumlah rapat maupun konferensi pers dengan media nasional.

Salah satunya saat mengumumkan kegiatan belajar di sekolah dihentikan sementara pada 14 Maret 2020.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini sejak bulan Januari," kata Anies saat itu.

Pada saat melakukan konferensi video dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, 2 April 2020, Anies kembali menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan Pemprov DKI sejak awal Januari.

"Ketika sudah mulai muncul masalah di Tiongkok waktu itu, kami di Jakarta langsung membuat langkah berbicara dengan pengelola rumah sakit-rumah sakit di Jakarta. Waktu itu menyosialisasikan tentang gejala-gejala dan menyiapkan agar semua fasilitas kesehatan di Jakarta tahu apa yang harus dikerjakan bila menemukan pasien," ucapnya.

Laporan Anies ke DPR

Sejumlah langkah yang dilakukan Pemprov DKI sejak awal Januari juga dijelaskan Anies saat rapat virtual dengan Tim Pengawas Covid-19 DPR RI, 16 April 2020.

Setelah berkoordinasi dengan rumah sakit di Jakarta, tepatnya pada 22 Januari 2020, kata Anies, Dinas Kesehatan DKI membuka layanan call center dan hotline untuk posko tanggap pneumonia Wuhan.

Sementara pada 29 Januari 2020, Pemprov DKI menggelar rapat pimpinan dengan mengundang pihak Imigrasi dan tim pengawasan orang asing (PORA).

"Kami ingin mengantisipasi orang-orang yang datang dari tempat-tempat di mana di situ ada wabah," kata Anies menjelaskan kepada anggota DPR.

"Selama bulan Februari, kami melakukan monitoring atas orang-orang yang memiliki gejala Covid itu. Angkanya bertambah terus," lanjut dia.

Kemudian, Anies berujar, pada 1 Maret 2020, Pemprov DKI membentuk Satgas Covid-19 serta mengumumkan ada 115 orang dalam pemantauan (ODP) dan 32 pasien dalam pengawasan (PDP).

Anies juga menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020, isinya menginstruksikan seluruh anak buahnya untuk mulai menangani masalah Covid-19 di Ibu Kota.

Pada 2 Maret 2020, Pemprov DKI membuat kebijakan untuk menjemput orang yang memiliki gejala Covid-19.

Pada hari yang sama, kata Anies, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia.

Kemudian, pada 4 Maret 2020, Pemprov DKI menetapkan dua rumah sakit umum daerah (RSUD) sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Anies menyampaikan, Pemprov DKI melakukan sejumlah langkah itu sejak Januari mengingat Jakarta merupakan gerbang masuknya masyarakat internasional ke Indonesia sehingga ada potensi tinggi penularan Covid-19 di Jakarta.

"Sebenarnya sepanjang Januari, Februari, kami lihat adanya pertumbuhan yang mengkhawatirkan, itulah sebabnya mengapa kami mulai lebih awal," tutur Anies.

Disinggung dalam webinar LIPI

Anies juga menyinggung langkah yang dilakukan Pemprov DKI sejak awal Januari itu saat berbicara dalam webinar yang digelar Pusat Penelitian Politik LIPI, 22 April 2020.

Dalam kesempatan itu, Anies menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan untuk membahas persoalan Covid-19.

"Kami berkomunikasi terus, jangan dianggap tidak komunikasi, sangat dekat komunikasi. Dinas Kesehatan kami dengan Kementerian Kesehatan itu reguler dari mulai Januari-Februari itu bertukar informasi terus," ucapnya.

Kasus pertama Covid-19 dalam pantauan DKI

Anies mengklaim, kasus pertama positif Covid-19 yang diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020 sebenarnya menjadi salah satu kasus yang telah dipantau Pemprov DKI Jakarta.

Saat itu, Pemprov DKI menomori setiap kasus yang dipantau.

Anies menyampaikan itu saat berbincang dengan Deddy Corbuzier yang diunggah melalui akun YouTube Deddy pada 27 Maret 2020.

"Bapak Presiden mengumumkan ada dua kasus pertama. Dua kasus itu sesungguhnya terjadinya di Jakarta. KTP-nya adalah KTP Depok, tapi interaksinya terjadinya di Jakarta dan itu adalah case yang sudah dipantau oleh kami semua," tutur Anies.

kompas.com

JAKARTA,KOMPAS.com - Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dikabarkan akan ditutup oleh Pemprov DKI Jakarta.

Alasannya, restoran ini jadi tempat interaksi pengunjung yang belakangan diketahui positif terinfeksi virus Corona.

Namun penutupan tersebut belum terjadi.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (5/3/2020) pukul 13.50 WIB, restoran bergaya Meksiko ini masih tetap buka.


Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa kali mengeluarkan pernyataan terkait janji pendistribusian bansos. Meski demikian, realisasi di lapangan kerap kali berbeda.

Ah, she up!!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sarkaje dan 9 lainnya memberi reputasi

makin ngomong, makin kelihatan boongnya

satu kebohongan akan menutupi kebohongan yang lain
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Iyain aja udah, mungkin dia mau nyagub di sono emoticon-Ngakak
profile-picture
betadine memberi reputasi
Berita sama diulang terus menerus, berita laen kagak ade emang. πŸ€¦πŸ½β€β™‚οΈ
profile-picture
betadine memberi reputasi
Saya sudah melacak covid-19 sejak awal januari,
Makanya langsung di hari pertama januari saya terapkan gerakan cuci tangan masal.

Seluruh jakarta saya rendam dengan air sepergelangan tangan.

Mati mati deh tuh virus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 6 lainnya memberi reputasi
Berita beginian dibawa mulu emoticon-Traveller

Gak ada berita lain?
profile-picture
betadine memberi reputasi
Quote:


Jleb...emoticon-Leh Uga
Ngakunya sih gitu, tapi seinget wa Desember-Januari lu sibuk ngeles sama banjir Jakarta..

Februari lu sibuk sama ilegal logging Monas dan masih maksa supaya Formula E digelar, sampe Tuhan pun akhirnya ngebatalin Formula E lu itu emoticon-Ngakak (S)

Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020

Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh RyoEdogawa
Denger bacot wan badut, ayam lg betelor aja bs kejual.
profile-picture
betadine memberi reputasi
Anies menyampaikan, Pemprov DKI melakukan sejumlah langkah itu sejak Januari mengingat Jakarta merupakan gerbang masuknya masyarakat internasional ke Indonesia sehingga ada potensi tinggi penularan Covid-19 di Jakarta.


jejaknya cuma ada flyer aja.

Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020


Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020


emoticon-Bingung (S)
Nis..lo lupa ??
Januari 2020 JKT sibuk dihajar 4x banjir hampir rata semua wilayah?!
Lupa lo RS CIPTO saja sampai kebanjiran??
Lupa lo hujan2an pantau pintu air??
Corona masuk..
Eropa Des 2019
RRC Wuhan Januari 2020
JKT Maret 2020
Lalu lo bisa bilang sudah memperkirakan lebih awal ??
Kira kira lah ,Nis kalo bicara..
Kalo urusan bacot dan melintir mah ga ada yang bisa ngelawan deh
Menyesali yang lalu-lalu tiada gunanya, Nies!
Sekarang itu Pimpinan Daerah sedang berlomba-lomba melakukan Penanganan. Mestinya anda juga fokus ke Penanganan saja!
Bwuaahahahah. Congor digedein. Kerja gedein. Jangan konpres mulu. Malah curhat di media asing jelek2-in pempus. emoticon-Ngakak
Tanda tanda orang baik...eksekusi Januari, tapi baru diobrolin bln Mei......Pak Anis uda berhasil menahan utk pamer selama sekian bulan.
Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Formula E Jusuf Kalla di Monas Sejak Januari 2020

Kepada Media Australia, Anies Mengaku Sudah Lacak Covid-19 Sejak Januari 2020

Take Beer 🍺🍻

emoticon-Ngakak


GDP Network
Beritagar β€’ Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di