CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
MISTERI TENUNG TANAH PERDIKAN (BASED ON TRUE STORY)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eba308c09b5ca759904c9cb/misteri-tenung-tanah-perdikan-based-on-true-story

MISTERI TENUNG TANAH PERDIKAN (BASED ON TRUE STORY)

PROLOG
Aku (Panji) dan istriku (jelita) tinggal disebuah kota kecil di jawa tengah, sebuah kota yang sangat kental aura mistis dan aktivitas paranormalnya.

Kami adalah pasangan muda yang baru saja menikah. Sedang hangat hangatnya, meskipun sampai sekarang selalu hangat emoticon-Ngakak (S)

Saat itu waktu menunjukkan pukul 17.30 menjelang maghrib, badan terasa lelah usai pulang kantor, setelah mandi dan bercanda dengan jelita istriku, aku sempatkan santai sebentar sambil memainkan game di komputer. Kulihat jelita juga sedang santai di tempat tidur sambil senyum-senyum sendiri sambil memainkan gadget, entah sedang baca novel atau whatsapp dengan temannya.

SERANGAN
‌Tiba tiba dari arah jelita terdengar suara erangan memecah keheningan di dalam kamar, suara yang sangat berat, sekilas seperti geraman harimau, yang aku yakin itu bukan suara jelita spontan aku menoleh ke arah sumber suara tersebut, ya Tuhan! Apa yang terjadi, ada apa ini sebenarnya??? Kulihat jelita tampak menolehkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, dengan mata melotot berwarna merah sambil menggeram.

‌Bingung dan panik tanpa ba-bi-bu, ku panggil kedua mertuaku, karena pada saat itu kami masih ikut orang tua istri, "pah, mah...jelita kenapa ini". Sesampai di dalam kamar, kedua mertuaku juga terkejut dan panik melihat kondisi anaknya seperti itu, " Jangan jangan kesurupan mas?" Ujar ibu mertua...Tiba-tiba ibu mertua ke luar rumah, " kemana mah?" tanyaku, " Pak modin" Ujar beliau.

Selang beberapa lama pak modin datang, mendatangi istriku, sambil membacakan doa-doa, tidak mempan, tidak ada reaksi apapun, masih sama seperti saat kulihat jelita pertama tadi. Sambil menyeka keringat beberapa kali, beliau tampak menyerah, "kenapa pak?" tanyaku, "kesurupan penunggu lapangan sebelah" ujar beliau. "Whatt???, apa apaan ini?" ujarku dalam hati, tidak mungkin menurutku, karena jelita tidak pernah keluyuran ke lapangan sebelah.

"Ada yang tidak beres" Ujarku dalam hati, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Tiba tiba teringat kakak beradik teman lamaku, ya teman lama yang pernah menolong saat, usaha kuliner ku mengalami gangguan dan hal hal ganjil di luar nalar.

Danu dan dani, mereka adalah orang orang yang punya bakat melihat dan berkomunikasi dengan hal hal yang tidak tampak.

Kucoba ku telpon danu, dan bisa... "halo panji, ada yang bisa aku bantu?" Ujarnya dari telepon, " Eh iya, bisa minta tolong turun ke bawah gag?, jelita kesurupan" ujarku, "Oke, aku segera kesana, ditunggu dulu" Balas danu.

Sambil menunggu kedatangan danu dan dani, kucoba sebisa mungkin membacakan doa-doa agar mengalirkan energi positif ke jelita, yang tampaknya sia-sia, hanya bisa ku pandangi istriku dengan penuh kepanikan.

Jam dinding menunjukan pukul 7 malam lebih sedikit, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah, tidak lupa mengucapkan salam, mereka berdua ku persilahkan masuk untuk melihat kondisi jelita. Belum sampai danu dan dani masuk ke kamar, tiba tiba " Kamu lagi, kamu tidak akan bisa melawanku, dasar jelek, pendek seperti kodok" ujar teriak juwita dengan bahasa jawa dari dalam kamar ditujukan kepada dani sang adik.

Aku semakin bingung, mahluk halus apa yang ada ditubuh istriku, kok bisa kenal dengan dani, apa hubungannya dengan dani????

Bergegas memasuki kamar, dani mengacuhkan umpatan yang diucapkan oleh mahluk halus di dalam tubuh jelita. Tampak jelita gelisah, dan mengeluarkan geraman pertanda perang, percaya diri over dosis tidak sebanding dengan realita, melihat dani, mahluk dalam tubuh jelita semakin berontak bersamaan dengan doa doa yang diucapkan oleh dani, ketegangan kedua belah kubu memancarkan hawa yang sangat panas di dalam kamar. Keringat dani tampak bercucuran, sementara jelita bergerak tak terkendali yang mengharuskan aku dan danu mengunci tangan jelita. Ya pertarungan sudah dimulai, kami yang ada di dalam kamar hanya bisa membantu dengan doa-doa yang kami bisa sambil memegang jelita yang bergerak semakin tidak terkendali, disertai geraman-geraman yang semakin kuat.....

bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krisnafebriyant dan 24 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kаskus
Halaman 1 dari 2
Nunggu lanjutannya gan.
profile-picture
profile-picture
kаskus dan ayahesatria memberi reputasi
langsung jeder ceritanya.
profile-picture
profile-picture
kаskus dan ayahesatria memberi reputasi
duarrrr....gaspol
profile-picture
profile-picture
kаskus dan ayahesatria memberi reputasi
gaassssskeuunnn bossss
profile-picture
profile-picture
kаskus dan ayahesatria memberi reputasi
lsg subscribe,hawa2nya bakalan seru ini
profile-picture
kаskus memberi reputasi
lanjut gan....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agahigh dan 2 lainnya memberi reputasi
gelar tikar dlu bau2 seru nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agahigh dan 2 lainnya memberi reputasi
Kayanya seru nih... Bookmark dulu lah

emoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
kаskus memberi reputasi
lanjut
profile-picture
kаskus memberi reputasi
PREWANGAN
Dihujani dengan doa-doa oleh dani tidak juga membuat mahluk yang merasuki jelita semakin lemah, justru semakin membuat beringas, tendangan, geraman dan teriakan serta gerakan yang membuat aku dan danu kualahan.

Keadaan jadi semakin kacau, saat ibu mertua menyaksikan keadaan jelita yang tidak karuan. Beliau berteriak histeris, beruntung bapak mertua menenangkan dan mengajak keluar.

Tensi yang semakin panas membuat aku pesimis, mampu atau tidak dani mengatasi mahluk ini, karena belum ada kemajuan yang berarti. Kulihat dani dengan baju yang sudah basah oleh keringat mempercepat doa-doanya, mungkin sudah mengeluarkan jurus pamungkasnya batinku.

"Keluar kamu, jangan ganggu jelita" Bentak dani kepada mahluk itu, "Tidak bisa kamu memerintah ku, aku suka wanita ini" Balas mahluk tersebut melalui bibir mungil jelita, "Baiklah kalau tidak bisa pakai cara halus, aku akan pakai cara kasar" Timpal dani, "aku mau keluar kalau wanita ini ikut denganku" ujar mahluk tersebut. WTF, apa pula ini, hal yang benar benar membuatku darahku benar benar mendidih, emosi tapi tidak bisa apa apa, kan vangkee kalo begini.

Dani merubah posisi tangannya dari membaca wiridan, menyiapkan ancang ancang untuk menyerang mahluk tersebut. Dengan semua kekuatannya dani meletakkan tangan di atas kepala jelita, dengan doa yang masih meluncur dari mulutnya, "Allahu Akbar" Teriak dani, sepertinya ingin segera mengakhiri pertarungan ini. "argghhhhhh" Teriak jelita, dengan wajah memerah, sekuat tenaga berusaha lepas dari pegangan tanganku dan danu.

Selang beberapa lama tubuh jelita tampak tidak bergerak, lemas, tiba tiba " Mas Panji" Ucap jelita lirih, "aku haus, capek" Ujarnya lagi sambil tersenyum kepadaku, "Kamu sudah sadar ma?" Tanya ku pada istriku, jelita membalasnya dengan anggukan kecil, bergegas kuambil kan segelas air putih untuk istriku.

Setelah minum air putih, ku biarkan istriku beristirahat ditemani oleh ibu mertua, aku bersama danu dan dani keluar dari kamar, menghirup udara segar di teras rumah.

Dani tampak lelah sekali, mengakhiri pertempuran tadi dengan sempurna, sambil mengeluarkan sebatang rokok lucky strike dinyalakan dan ditarik dalam dalam asapnya lalu dihembuskan keluar, tampak begitu menikmati, sambil sesekali menyeka keringat di keningnya.

" Prewangan (bahasa jawa, istilah mahluk halus yang dikendalikan oleh dukun), berat" ujarnya tiba-tiba, "kok dia kenal kamu?" Balasku, "sebelumnya mahluk tersebut pernah bertarung denganku juga, makanya dia mengenaliku" timpal dani. "Sebaiknya besok kita sowan (silahturahmi) ke rumah Eyang, sekalian minta bantuan, karena menurutku ini baru permulaan" kata dani.

Sebagai catatan, aku mengenal eyang sudah lama, dikenalkan oleh danu dan dani saat usaha kuliner kami mendapatkan gangguan-gangguan di luar nalar, tapi karena kondisi panik over dosis yang teringat hanya danu dan dani aja.

"Oke siap, besok malam sekitar jam 7, kita ke rumah eyang" Ujar ku kepada mereka.

"Terimakasih ya bro, atas bantuannya" Ucap ku kepada mereka berdua, "sama sama panji" Sahut danu. Setelah danu dan dani pulang, aku masuk ke dalam kamar, memastikan kondisi jelita baik baik saja. Kulihat dia sudah tenang dan sudah selesai makan malam.

" Tadi kenapa ma?, kok tiba tiba bisa begitu" tanyaku, "gag tahu pa, tiba-tiba badan lemas, energi seperti tersedot habis, aku tahu dan dengar semua aktivitas disini, tetapi tidak bisa ngomong, seperti ada yang entah menutupi atau mengambil alih tubuhku" jawab jelita.

Jam dinding menunjukkan pukul 21.30 WIB, capek sekali rasanya hari ini, kulihat jelita sudah tidur lelap, ku coba memejamkan mata untuk menghilangkan rasa letih ini, semoga malam ini tidak terjadi hal hal gaib lagi.

bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doelviev dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kаskus
lanjoot
profile-picture
kаskus memberi reputasi
reserved
blom tamat kan ini? 😁
asiik.. lanjuut gan
wow... emoticon-Matabelo
biuhhhh....seremmmmm...lanjuttttt
Ijin nenda gan
Lanjutkan gan
Bersambung....
Apdet dong
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di