CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Corona: Pengurus Masjid Hilang Pemasukan Ramadan 'Biar Allah Mencukupi di Akhirat'
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eba17b265b24d7e931bb486/corona-pengurus-masjid-hilang-pemasukan-ramadan-biar-allah-mencukupi-di-akhirat

Corona: Pengurus Masjid Hilang Pemasukan Ramadan 'Biar Allah Mencukupi di Akhirat'

Corona: Pengurus Masjid Hilang Pemasukan Ramadan 'Biar Allah Mencukupi di Akhirat'

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19 menyebabkan masjid-masjid ditutup untuk umat dan salat berjemaah ditiadakan. Di Jakarta, aturan tersebut diperpanjang hingga 22 Mei. Hal ini antara lain berdampak langsung terhadap penghidupan para marbot, atau pengurus masjid.

Mardani bin Muhammad adalah seorang marbot di Masjid At-Taubah di Pancoran, Jakarta Selatan. Mardani sudah 16 tahun bekerja di masjid itu.

Ia mengatakan bahwa Ramadan tahun ini adalah yang paling berat baginya.

"Semua orang juga dapat musibah. Ya, yang kerja di PHK, semua diistirahatkan, ya semuanya kan berkurang penghasilannya, otomatis di masjid gitu juga," ujar Mardani kepada BBC News Indonesia.

Sebagai marbot, ayah dari empat anak itu mengatakan ia diberi gaji Rp1 juta setiap bulan. Selebihnya, ia mengatakan pendapatannya berasal dari jamaah yang datang beribadah.

Sebelum wabah merebak, Mardani sebut ia bisa menerima sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 setiap minggu di luar gaji pokok.

Jumlah itu pun bisa meningkat pada masa Ramadan.

"Tahun-tahun sebelumnya kan ramai di sini, acara buka [puasa] ada, ada santunan-santunan. Sore acara buka Maghrib bersama, dan lebih dari 100 orang ada di sini tiap Maghrib," tutur pria berusia 52 tahun itu.

Ia menceritakan bagaimana keramaian itu sebelumnya turut membawa berkah tambahan.

"Biasanya kan abis salat tarawih dikasih honor sekian. Ya cukuplah untuk membeli makan sahur. Sekarang kan salat tarawih tidak dibolehkan. Sekarang tidak ada sama sekali," tambahnya.

Bulan Ramadan yang biasa membawa keceriaan kini berubah drastis bagi Mardani dan keluarganya.

"Biasanya semua udah rapih. Anak-anak biasa hari-hari giniudah rapih, udah pada beli baju buat lebaran. Sejak masuk masa corona, (beda) dari tahun-tahun lalu. Istri saya sebelumnya sudah gak mikirin lagi buat lebaran. Sekarang belum (siap) sama sekali," kata Mardani.

Pandemi yang berkepanjangan juga menimbulkan kecemasan tentang masa depan keluarganya.

Kendati demikian, Mardani merasa bersyukur masih bisa bekerja dan mencari nafkah.

"Alhamdullilah ya sekarang, ya kita bersukur aja dikasih ini yah kita bersyukur. Ya abis mau gimana lagi? Karena ada wabah corona ini, jadinya kita harus maklum," katanya.

Marbot adalah satu dari sekian banyak profesi yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Bahkan jutaan orang kini harus kehilangan pekerjaannya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jika pandemi Covid-19 berlansung sampai Agustus 2020, jumlah angka pengangguran di Indonesia akan semakin tinggi, yakni melampaui 4,8% hingga 5%.

'Syukuri saja yang ada'
Kisah serupa juga dialami Nanang Syaifudin, seorang marbot yang bekerja di Masjid Said Na'um di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pria berusia 31 tahun itu menerima gaji Rp2 juta setiap bulan untuk tugasnya yang juga merangkup muadzin dan imam salat selama lima tahun terakhir.

Masjid yang berada di tengah-tengah zona merah wabah itu sudah dikunci sejal awal April. Sehingga, pendapatan tambahan Nanang yang berasal dari sumbangan jamaah pun menjadi tidak menentu.

"Biasanya kan bisa ngasih ke istri, beli ini itu seperti baju ke orang tua, ke kerabat," ujar ayah dari satu anak itu.

Pria asal dari Ciamis, Jawa Barat, itu juga terpaksa menjalankan bulan puasa terpisah dari istri dan anaknya.

Lebih lagi, suasana sepi masjid membuat Nanang rindu salat tarawih berjemaah.

Walaupun demikian, Nanang tetap bersabar menanti agar wabah lekas berlalu.

"Sekarang saya juga di sini yah nggak bisa apa-apa, cuma bisa segini lah. Yah mudah-mudahan musibah ini cepat diangkat sama Allah. Dan apabila yang kena, mudah-mudahan dikasih kesabaran. Dan Allah mengangkat ini menjadikan pahala, dan ini mudah-mudahan cepat selesai, semoga habis lebaran cepat tuntas," ujar Nanang.

Kekhawatiran memang sempat melintasi benaknya jikalau masjid terus terkunci dan jamaah pun tidak kunjung datang.

"Syukuri saja yang sudah dikasih. Biar Allah yang mencukupi di akhirat," tuturnya.

Kas masjid kian 'mepet'
Menurut sekretaris panitia pengurus Masjid Said Na'um, Sumarno, PSBB memang berdampak besar terhadap keuangan masjid. Isi kas pun semakin tergerus, jelasnya.

"Yah kalau sekarang keuangan ya memang masjid itu ya agak repot ini karena karyawan harus dikasih terus, kemudian rekening listrik jalan terus, pemasukan dari jamaah nggak ada. Yah sekarang sudah mepet banget," kata Sumarno.

Ia menambahkan bahwa pihak panitia dan yayasan masjid akan membahas strategi untuk jangka panjang.

"Sekarang kita udah punya bayangan ini kalau lama-lama jamaah nggak bisa masuk, ya repot itu kas masjid," ujar Sumarno.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan pihaknya turut memantau kondisi masjid-masjid di tengah wabah, termasuk kesejahteraan marbot.

"Masjid-masjid itu tetap memerlukan tenaga, misalnya marbot untuk kebersihan, karena itu marbot-marbot ini memang juga mendapatkan insentif tetap dari masjid itu, itu belangsung biasa. Hanya memang ada yang memadai, ada juga yang kurang," kata Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni.

Ia sebut bahwa DMI berkomunikasi dengan beberapa lembaga yang dapat membantu marbot selama pandemi, seperti Badan Amil Zakat Nasional.

Walaupun demikian, Imam mengatakan pihaknya belum menganjurkan agar masjid dapat beroperasi lagi demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Kita juga tetap memberikan satu anjuran untuk tetap berhati-hati terutama dalam menjaga ketertiban lingkungan," tutur Imam.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi membuka opsi relaksasi pembatasan untuk rumah ibadah.

Hal itu ia utarakan dalam menanggapi pertanyaan dari beberapa anggota Komisi VIII terkait pelaksanaan pembatasan aktivitas agama di rumah ibadah dalam rapat kerja secara virtual dengan Komisi VIII DPR pada Senin (11/05).

Namun, Fachrul mengakui bahwa hal itu masih sebatas tahap pembahasan di dalam kementerian.


https://www.bbc.com/indonesia/majalah-52618447

"AKAN ADA MASANYA MASJID BERLOMBA2 BERMEGAH2AN. YG BERIBADAH SEDIKIT"

SAAT MASJID MEGAH. JAMAAH TAK ADA DITAMBAH PEMASUKAN TARAWIH TAK ADA SAAT WABAH

MAKA MENJADI BEBAN OPERASIONAL

MAKANYA MARBOT HARUS KUAT IMAN
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saeful07 dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nevertalk
yg sabar pak marbot
Bersabar ya pak marbot. Allah bisa menilai ketulusan dan keikhlasan ente, dan yakinlah Allah pasti akan memberikan balasan yg setimpal. Mungkin tidak ente rasakan saat ini, tapi pasti akan dirasakan oleh keturunan ente


Pokoknya jangan sampai "dianiaya" gara2 gaji

Corona: Pengurus Masjid Hilang Pemasukan Ramadan 'Biar Allah Mencukupi di Akhirat'
Diubah oleh khafidz99
eksodus ke sorga bakalan banyak nihemoticon-Belgia
Marbot ini profesi yah? Kirain sambilan doang
Lihat 1 balasan
"Syukuri saja yang sudah dikasih. Biar Allah yang mencukupi di akhirat," tuturnya

semenjak gw liat marbot mesjid deket rumah gw yang sirik ama koster gereja ditambah kisah marbot nyolong duit kotak amal, gw jadi susah percaya ama omongan para marbot mesjid emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan tepsuzot memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Iman kuat....imin berontak? terus berusaha cari kerja yg gajinya lebih gede.....
Kapan mau ke akhirat nya?
Makin lama makin sengsara loh
Mending buru2 deh

emoticon-Ultah
profile-picture
tepsuzot memberi reputasi
hina2 gereja sebut 1/10 lah
lah ini sama saja kan?
aslinya pada berlomba2 cari member dan berharap mereka masuk ke tempat ibadah karena apa?
karena duit


ada tempat ibadah yang 100% tolak duit? emoticon-Leh Uga



A butuh tuhan hanya dari agama A
B butuh tuhan hanya dari agama B
tapi ada juga C yang tidak butuh tuhan dari semua agama

agama sendiri saja sudah membuat manusia terkotak kotak menyembah tuhan yg pastinya beda beda ( klo sama, kok bisa beda agama? klo sama kok adat maupun event keagamaannya beda beda? emoticon-Leh Uga )

di lain pihak
ada satu yang dibutuhkan oleh semua manusia
mau dia baik nan suci dengan gelar dan jabatan agama tertinggi
sampai jahat dan kriminal kelas atas
apa itu?
ya uang emoticon-Leh Uga

katanya tuhan itu dibutuhkan oleh SEMUA MANUSIA
dan kenyataannya semua yang dibutuhkan manusia adalah UANG
bukan agama

dengan kata lain
tuhan yang sebenarnya itu tuhan dalam bentuk uang atau tuhan dalam agama?

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rakalif dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pasti2periode
marbot itu pekerjaan hina paling hina didunia,
bahkan lebih hina dari gigolo atau psk

gigolo atau psk menjual dirinya sendiri untuk periuk nasi tanpa merugikan orang lain,
sedangkan marbot, periuk nasinya diisi dari mengganggu orang lain dgn bising TOA yg mereka buat



jadi yg menjadi marbot pasti adalah manusia2 sampah yg tidak ada harapan lagi bisa diterima kerja di mana2

jadi bersyukur aja gaji walaupun sepeserpun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rakalif dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh islam.radikal
Lihat 1 balasan
tentara alloh membuat marbot dan ustad yg sering ceramah di majelis taklim kehilangan job
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Diubah oleh istri.pedopil
Lihat 1 balasan
Ini sebuah cerminan dari negara kecil. Puluhan tahun menerima pemasukan seharusnya mencukupi, kecuali ada penyelewengan, korupsi.
Dan dengan bencana ini Tuhan menunjukkan kebusukan mereka
ya sudah sono cepet berangkat ke akherat
Harusnya ada covid sama ga ada covid ya ga ngaruh.. ini orang2 berarti sebenernya males sodaqoh warganya.. padahal ya sodaqoh aja ini ada orang yg berhak nerima.
Emang sodaqoh kudu pas taraweh ya?
jadi waktu jadi marbot ada motif ekonomi toh...kirain cuma sampingan ternyata jadi kerjaan...wc masjid di daerah gw aja bayar 2 rebu+nintip we/sepatu 2 rebu lagi..dah mirip toilet umum...ini kerjaan marbot atau pengurus mesjid..?
Quote:


Coba maen ke daerah ane di sumbar ..disini agan nyumbang di umumin pakek toa masjid malah...di baca nama nominal tujuan...kwwkk
profile-picture
akumidtorc memberi reputasi
Lihat 2 balasan
gw baru tau kalo sodaqoh itu harus pas ada acara doang
emoticon-Leh Uga
bukannya pengeluarannya juga berbanding lurus sama pendapatannya?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di