CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Papan Catur Reformasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb9ff7065b24d02b514798e/papan-catur-reformasi

Papan Catur Reformasi

Spoiler for Pembukaan:




12 Mei 1998
Hari ini, tepat 22 tahun yang lalu

Jalanan semrawut. Bukan oleh rangka besi beroda empat, namun oleh kaki para pemuda dan mahasiswa serta teriakan kencang mereka yang berkeinginan kuat

Hari itu heboh. Empat orang mahasiswa Universitas Trisakti tewas tertembak aparat dalam rangkaian unjuk rasa menuntut reformasi. Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie, yang kini monumennya kita kenang dan tragedinya kita peringati

Setelah itu, unjuk rasa demi unjuk rasa maju bergilir, seiring teriakan reformasi yang terus bergulir

Dua puluh dua tahun yang lalu, kita memulai era reformasi
Reformasi yang diperjuangkan dengan penuh darah, keringat, korban nyawa, dan mereka yang hilang dan menghilang, menyeret panjang tanda tanya

Menuntut untuk menghapus dwifungsi ABRI, memberlakukan otonomi daerah, juga tak lupa menghapus KKN

Reformasi memang bukan sekadar kisah pergantian rezim, tapi upaya perbaikan menyeluruh yang harus terus dijaga dan diperjuangkan

Jadi, apa kabar reformasi hari ini?

------

Selasa, 12 Mei 2020

Hari ini kita memang tidak lagi memperingati reformasi dengan turun ke jalan sambil orasi,
Namun itu tak mengapa
Perubahan memang tak selalu diawali dengan kekacauan, bukan?

Hari ini, rasanya...

Kita tidak lagi menggaungkan apa,
Hanya sibuk menyalahkan atau memuja siapa

Dalam berdebat dan bicara mengenai isu-isu publik tidak lagi mengedepankan argumentasi,
Padahal sudah begitu banyak ribut-ribut yang tidak perlu dan seharusnya sudah basi

Hari ini kita teriak demokrasi,
Tapi yang suaranya beda kita risak dan persekusi

Yang menolak atau menyatakan tidak setuju,
Berarti sok kritis, sok idealis dan sok intelek
Kalau pun menyatakan setuju dan mendukung,
"Oh memang pemuja junjungan, buzzeRp, antek rezim"
"Udah dapet jatah nasi bungkus belum?"

Entah itu cebong, kampret, buzzeRp, kadrun, onta, nasi bungkus, atau nasi kotak,
Ya pokoknya kalau tidak setuju atau mendebat opini kita, berarti termasuk salah satu dari golongan itu

Ketika muncul aksi #ReformasiDikorupsi,
Mereka yang dikritisi membalas dengan represi

Kita terbelah, lalu berdebat tanpa ingin tahu dulu
Dan kembali berisik oleh debat kusir yang tidak perlu

Seolah-olah hidup hanya ibarat papan catur berwarna hitam dan putih
Politik hanya tentang siapa yang kita bela hari ini,
Dan sejarah hanya mengenai kepada siapa kita harus menyimpan dengki

Lalu kita lupa, bahwa di atas papan hitam putih itu pun terjadi permainan
Baik hitam maupun putih sama-sama punya pion, kuda, benteng, juga raja dan ratu
Hitam tak selalu jahat, putih juga tak selalu benar
Mereka saling menyingkirkan, juga saling memakan

Kemudian setelah permainan selesai, dua belah tangan bersalaman sembari duduk ngopi bersama

Dan kita kembali lupa pada mereka yang mungkin tengah duduk menikmati hasil bagi-bagi kursi
Sangking asyiknya menikmati keributan yang sebenarnya tak lebih dari sekadar basa-basi

Reformasi kita mungkin sedang tak baik-baik saja, namun justru karenanya kita belajar untuk terus memperbaikinya

Karena bangsa yang tidak belajar dari sejarah akan selalu dijerat masa lalu,
Dan begitulah mereka akan terus dipermainkan intrik penguasa yang itu-itu

Spoiler for Penutup:
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan yuki26 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di