CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb96099349d0f763001198a/kejanggalan-pembagian-bantuan-sosial-di-jakarta

Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta

Quote:


Quote:


TO NDE POINT YA GANZ


emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2


__________________________


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubaramenemukan kejanggalan pembagian bantuan sosial (bansos) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama pandemi virus corona (Covid-19).

Menurutnya, pembagian bansos di DKI Jakarta tak sesuai dengan kesepakatan awal antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Belum ada komentar atau tanggapan dari Pemprov DKI terkait pernyataan Juliari.

Juliari mengaku telah memeriksa 15 titik penyaluran bansos di DKI Jakarta, dan menemukan bahwa warga penerima bansos Kemensos sama dengan penerima bansos DKI.

"Pada saat Ratas (Rapat Terbatas) terdahulu, kesepakatan awalnya tidak demikian. Gubernur DKI meminta bantuan pemerintah pusat untuk meng-cover bantuan yang tidak bisa di-cover oleh DKI," kata Juliari dalam Rapat Kerja Komisi VIII yang disiarkan langsung akun Youtube DPR RI, Rabu (6/5).

Juliari mengatakan awalnya pemerintah pusat hanya akan menyalurkan bansos kepada warga yang tidak menerima bantuan Pemprov DKI. Jumlahnya sekitar 1,3 juta kepala keluarga.

Akibat kejanggalan itu, Kemensos akhirnya mengambil improvisasi kebijakan. Bansos Kemensos tetap disalurkan kepada penerima yang terdata. Namun, penerima Bansos Kemensos diimbau untuk berbagi kepada tetangga yang belum menerima.

Juliari juga menyampaikan ada masalah data yang mengakibatkan belum semua warga menerimanya. Per Selasa (5/5), Kemensos baru menyelesaikan penyaluran untuk 955.312 KK. Dia berharap DKI bisa segera merampungkan data penerima bansos.

"Sisa sekitar 300 ribu KK yang menunggu data tambahan dari Gubernur," ucapnya.

Penerima bansos pada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua di DKI Jakarta bakal bertambah. Sebelumnya, pada PSBB tahap pertama, Pemprov DKI hanya memberikan kepada sekitar 1,2 juta warga.

"Untuk tahap kedua itu datanya akan bertambah," kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah, Rabu (6/5) usai rapat bersama DPRD DKI Jakarta.

Pemprov DKI sebelumnya menunda sementara pendistribusian bansos tahap kedua bagi warga terdampak PSBB pencegahan virus corona. Penundaan ini berkaca dari kacaunya data penerima pada distribusi bansos tahap pertama.

Irmansyah mengatakan, saat ini pihak Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) DKI Jakarta bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil masih terus melakukan pendataan.

Angka sementara, sebanyak 2 juta warga yang terdampak virus corona ditargetkan menjadi penerima bansos.

"Tapi sekarang lagi dilakukan proses pemadanan data dulu," imbuhnya.

Irmansyah melanjutkan, data-data tersebut akan diverifikasi ulang, dan setelahnya, data tersebut akan menjadi pegangan bagi pihak Kementerian Sosial maupun DKI Jakarta dalam penyaluran bansos.

"Jadi prinsipnya kan mereka (warga) mendapat bantuan terus menerus. Jangan sampai mereka lapar," kata dia.

Irmansyah mengakui jika penyaluran bansos tahap pertama di DKI sempat bermasalah, salah satunya terkait bansos yang salah sasaran. Ia menjelaskan, hal itu dikarenakan Pemprov DKI pada penyaluran bansos tahap pertama menggunakan sejumlah data yang belum terupdate.

Lebih lanjut, Irmansyah mengatakan, pada penyaluran bansos tahap dua ini, kemungkinan besar isi paket dalam bansos akan bertambah. Sebelumnya, pada bansos tahap pertama, bantuan yang diberikan yakni; beras, makanan protein dalam kaleng, makanan olahan dalam kemasan, alat kebersihan dan keamanan.

Menurut dia, bantuan pada tahap dua ini diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI. Bantuan Pemerintah Pusat berupa beras 25 kilogram senilai Rp300 ribu.

Sementara, bantuan dari Pemprov DKI masih dibahas bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ya kemungkinannya seperti itu (isi paket bansos bertambah). Tapi yang pasti enggak akan ada lagi masker," ujarnya.

Sementara, Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jhonny Simanjuntak menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menaikkan nilai bansos kepada warga yang terdampak virus corona selama PSBB tahap kedua.

Jhonny menyebut, nilai paket bansos yang diberikan pada tahap pertama, Rp149.500 terlalu kecil bagi masyarakat Jakarta.

"Saya katakan, ketika Pemda hanya bisa memberikan segitu saja, menghina orang-orang yang miskin dan terdampak," kata Jhonny kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/5).

Nominal paket bantuan untuk warga terdampak virus corona itu diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 386 Tahun 2020 tentang penerimaan bansos selama PSBB. Total bantuan sosial per KK itu senilai Rp149.500 dan sudah termasuk biaya pengiriman dan pengemasan per paket per kepala keluarga.

Jhonny menyarankan agar Pemprov DKI menaikkan total bantuan tersebut. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata dia, seharusnya sejak awal memahami dampak dari penerapan PSBB.

"Dampak PSBB kan pasti ekonomi, orang miskin muncul, PHK, dan sebagainya, nah itu kan harus dipikirkan," ujar Jhonny.

"Kalau cuma Rp149 ribu diberikan, paketnya satu, sama saja itu penghinaan terhadap orang-orang kecil. Karena APBD DKI Jakarta kan oke punya," lanjut Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta itu.


--END--


__________________________


emoticon-Cape d...emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...


terbuka buat komentar di kolom ikan yak, eh maksudnya di kolom komentar


Quote:


Quote:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
saeful07 dan 22 lainnya memberi reputasi
Moga bansosnya tepat sasaran
profile-picture
nunui memberi reputasi
Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta
profile-picture
nunui memberi reputasi
mantat emoticon-Leh Uga

bentar lagi masalah jadi gede karena senggol bakul orang emoticon-Ngakak
profile-picture
nunui memberi reputasi


kalau sudah siap akan saya umumkan..... emoticon-Belgia


kalau sudah jadi i'll take you there .......emoticon-Motret


profile-picture
profile-picture
profile-picture
qavir dan 5 lainnya memberi reputasi
serang terus bonk gas poll😂😂😂😂🤣
profile-picture
profile-picture
cloudible8 dan mahoICEheart memberi reputasi
Lihat 2 balasan
dari awal memang aneh pembagian bansos berdasarkan kelompok
kenapa dikelompokan miskin dan tidak
kalo dibagi rata gak ada namanya gak kebagian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qavir dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ini kah ?



Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta


Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta

kok tidak diumumkan ?

kok tidak mengundang deddy ?

ini yang disurabaya sampai diresmikan menteri erick.

Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta


emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nunui dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta


munculin lagi meme HYPE emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
antiketek dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di JakartaKejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di JakartaKejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta
profile-picture
profile-picture
wahgituya dan nunui memberi reputasi
Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta
profile-picture
netizen62 memberi reputasi
Wkwkwkwkw kaga kapok2 si tolol ini ngebadut
emoticon-Leh Uga
saya merasa anies selalu di zalimi media

padahal beliau tidak melakukan apa2 dan sering konpres utk memberitakan kabar terkini
profile-picture
qavir memberi reputasi
Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta
Lihat 1 balasan

Dari sejak masih jadi menteri pendidikan nih orang kerjanya emang kacau melulu.....

...... kerjanya lho ya, kalau ngomongnya sih memang pandai emoticon-Malu
Masyarakat Kita Indonesia masih terpaku dari peninggalan hukum hindia belanda!

Salah satu peinggalan Hukum Belanda adalah melarang pohon buah buahan di tanam di tepi jalan, tujuan utama adalah agar tidak terjadi sengketa di masyarakat akibat buah hasil dari pohon tersebut!

Saat ini kita mengalami pandemi COVID-19, sebagai akibatnya masyarakat terdampak di perkotaan bergantung dari BANTUAN SOSIAL dari pemerintah pusat, daerah dan, juga dari para dermawan!

Di usulkan dinas pertaman di kota besar untuk mulai mengubah taman kota yang ada di tambah beberapa pohon buah buahan, hingga taman kota tidak hanya terlihat indah juga dapat memberi buah buahan bagi masyarakat sekitar, misal nya diperuntukan bagi Panti werda/ panti jompo, panti yatim piatu, penyandang disabilitas juga bagi tempat pelatihan tunawisma atau untuk penghuni lembaga pemasyarakatan!

Hingga bila terjadi pandemi atau guncangan ekonomi warga kota masih bisa menyuplai nutrisi dari TABUN (TAman dan keBUN) KOTA!, Setidaknya bisa meringankan biaya BANSOS yang di keluarkan baik oleh pemerintah pusat dan daerah!

Saat ini banyak masyarakat memelihara LIDAH BUAYA dan belimbing WULUH, mulai mengedukasi bagaimana lidah buaya ini di proses hingga bisa di gunakan sebagai BANSOS bagi masyarakat yang membutuhkan!

Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta



342 resep cara mengolah Lidah Buaya enak dan sederhana:

https://cookpad.com/id/cari/cara%20m...0lidah%20buaya
Diubah oleh daimond25
Kejanggalan Pembagian Bantuan Sosial Di Jakarta
Diubah oleh nuyvaganza
Ombudsman, KPK dan BPK ayo bertindak emoticon-Perancis


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di