CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat: Jokowi Seperti Hendak Cuci Tangan Dari Pandemik Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb80d2f7e3a7250c6523366/pengamat-jokowi-seperti-hendak-cuci-tangan-dari-pandemik-covid-19

Pengamat: Jokowi Seperti Hendak Cuci Tangan Dari Pandemik Covid-19

Pengamat: Jokowi Seperti Hendak Cuci Tangan Dari Pandemik Covid-19

Ajakan Presiden Joko Widodo kepada rakyat Indonesia untuk berdamai dengan virus corona atau Covid-19 seakan mencerminkan sikap ingin lepas dari tanggung jawab.

"Jokowi sudah mulai ketahuan belangnya, ingin lepas dari jeratan tanggung jawab dari corona. Ia mulai ingin menggeser opini publik bahwa corona adalah penyakit biasa," ucap pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/5).

Apalagi, jelasnya, Presiden Jokowi pernah menyampaikan sejak awal bahwa penyakit lain lebih berbahaya daripada corona.

"Ini harus kita catat bahwa ada keinginan dari presiden untuk membiarkan begitu saja wabah ini terus menjangkiti masyarakat," sambung Saiful.

Hal ini tentu akan berbahaya bila anggapan tersebut benar adanya. Sebab, pandemik yang telah menewaskan ratusan orang di Tanah Air ini tak bisa dianggap sepele. Namun tanggung jawab penanganan wabah tersebut justru tak diperlihatkan pemerintah.

"Bisa jadi pemerintah sudah tidak kuat menahan beban ini semua, kemudian ingin cuci tangan dan lepas tangan dari persoalan corona ini. Sama halnya ingin mengatakan, sudahlah biarkan saja, yang kuat tetap bertahan dan yang tidak kuat biarkan meninggal," pungkas Saiful.

tusbol

pengamat kadrun ini pasti emoticon-Mad

jangan lupa bong minum jamu 3x sehari buat tangkal corona emoticon-Leh Uga emoticon-Wakaka

Pengamat: Jokowi Seperti Hendak Cuci Tangan Dari Pandemik Covid-19
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafinsyurga dan 29 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
udah dong,. jokooowwiii teroosss

jokowi anies,.. jokowi anies.,.
joko-joko jokowiiiii
aniessss niss nisss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masfuad2015 dan 3 lainnya memberi reputasi
Jamu 3x sehari? Apa ga takut ginjal jebol? emoticon-Gila
profile-picture
simsol... memberi reputasi
lebih manjur minum air kobokan emak
profile-picture
profile-picture
pinkypatrick dan kaiserwalzer memberi reputasi
Beliau bilang kan sudah tidak ada beban lagi di periode ini..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alisson.13 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
di indo ini syarat disebut pakar/ahli/pengamat itu dari apa si ?

tiap berita selalu aja nemu nama baru sebagai pakar/ahli/pengamat,

di total2 bisa 1 minggu 1 pakar/ahli/pengamat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gundam.dynames dan 4 lainnya memberi reputasi
lagi banyak virus , jadi mesti rajin cuci tangan emoticon-Kiss
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Pengamat: Jokowi Seperti Hendak Cuci Tangan Dari Pandemik Covid-19
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Dimasa pandemi harus sering cuci tangan broemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan simsol... memberi reputasi
Dirjen WHO Tedros Adhanom :: Virus Corona Akan Bersama Kita untuk Waktu yang Lama

Yg mau berdamai atau tetap berperang terus dgn covid silahkan. Mau mati krn virus ato mati krn kelaparan silahlan dipilih yg mana


profile-picture
profile-picture
profile-picture
bycakra dan 3 lainnya memberi reputasi
Saiful Anam sapa? Dosen unj?
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Jadi mau herd immunity aja?

Biar yg sehat tetep hidup & yg sakit meninggal dunia tp ekonomi kembali normal
profile-picture
Kelabang.Hitam memberi reputasi

Epidemiolog UI Setuju Jokowi soal Berdamai dengan Covid-19

TEMPO.CO, Jakarta -Pakar epidemiologi Pandu Riono sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat untuk berdamai dengan Covid-19. Menurut dia, selama vaksin dan obat belum ditemukan, persoalan Covid-19 belum tuntas sepenuhnya.

“Kalau pandemi ini mereda, persoalan belum selesai karena virus masih ada,” kata dia saat dihubungi, Jumat, 8 Mei 2020.

Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menjelaskan cara untuk berdamai dengan Covid-19 ialah dengan menghindari potensi penularan.

Caranya dengan meneruskan kebiasaan hidup selama PSBB berlangsung, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. “Itu yang dimaksud Pak Jokowi hidup damai dengan virus,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut menyebut kurva kasus Covid-19 diprediksi masih akan fluktuatif. “Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” kata dia Kamis, 7 Mei 2020.

Untuk itu Jokowi meminta kesadaran masyarakat untuk tetap membatasi diri dan tidak berkumpul dalam skala besar. “Sekali lagi saya tegaskan yang utama adalah ikuti dengan disiplin protokol kesehatan,” kata dia.
profile-picture
Kelabang.Hitam memberi reputasi
iyalah kgk ngerti apa apa selain bohongin rakyat!!! taik!!
profile-picture
pinkypatrick memberi reputasi
bukannya cuci tangan itu sangat penting d masa pandemi yang tidak jelas ini
profile-picture
Kelabang.Hitam memberi reputasi
mending drpda cuci mulud
profile-picture
Kelabang.Hitam memberi reputasi
Mungkin pakde sudah semakin yakin dan menyadari bahwa ini pembodohan secara global emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan Kelabang.Hitam memberi reputasi
Herd imunity dengan penunjang kesehatan yg jelek dan kurang memadai sama saja dengan pembunuhan masal

Cebong yg setuju model.begini moga aja keluarga dia dulu yg kena
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinkypatrick dan 2 lainnya memberi reputasi
Maksudnya berdamai itu, hidup dengan new normal.
Jahat amat sih tuh pengamat
Wkwkwkkkk
Nanti kalo kena jangan pake wisma atlet ya
emang pilihan masuk akalnya untuk jangka panjang gimana selain herd immunity selama vaksin belom ketemu?

coba pakar bacot bepe raya kasih insight yg masuk akal emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di