CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[CERITA MISTERI 2] DISINI ADA HANTU - KANTOR BERHANTU (HORROR BASED ON TRUE EVENT)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb648e92637722d834a36a2/cerita-misteri-2-disini-ada-hantu---kantor-berhantu-horror-based-on-true-event

[CERITA MISTERI 2] DISINI ADA HANTU - KANTOR BERHANTU (HORROR BASED ON TRUE EVENT)

Hai agan-agan, yang masih penasaran dengan kelanjutan apa yang ane alami di kantor ane yang baru? atau agan hanya seorang pecinta cerita misteri? Selamat Datang di Thread Disini ada hantu - Kantor Berhantu Season 2

Jika agan masih penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada Season 1, agan bisa langsung baca dan cek sendiri di link berikut ini:




Ane nggak jamin cerita horror yang ane sajikan ini akan lebih serem dibandingin cerita horror manapun, tapi intinya berbagi rasa takut itu memang menyenangkan, setidaknya bukan ane seorang diri yang ngerasa takut berada digedung kantor baru ane ini. Ane bekerja dikantor ini udah kurang lebih 10 tahun (Terhitung tahun 2020 ini) dan udah pindah gedung kantor 3 kali, cerita horror yang ane share disini bukan hanya pengalaman ane doang tapi juga pengalaman temen-temen kantor ane yang lain.

Dan ane sama seperti kalian, ane bukan orang yang dikaruniai kemampuan melihat hal-hal gaib dan mistis, tapi ane percaya mereka ada disekitar kita, ngawasin kita dan sewaktu-waktu ada kesempatan mereka akan muncul dan menampakkan wujudnya dan disaat itu siap atau nggak kita kudu berhadapan dengan mereka.


Quote:


Quote:


Selamat Datang Di Dunia Misteri - Kantor Berhantu Season 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tamazaki
sabar menanti di halaman baru 🙏🙏
mana gan isinya?
Nunggu Update

emoticon-Bingung
up up up

Pengenalan Diri (Lagi)

Bagaimana jika kamu tahu bahwa kamu tidak benar-benar sendiri?
Tapi kamu berpura-pura seperti tidak melihat mereka…
Tapi mereka ada…
Mungkin sekarang sedang bersama-sama denganmu, dibelakangmu mungkin…


Hari berlalu, sudah Senin yang ditunggu. Hari dimana ane akan memulai bekerja ditempat yang baru, di gedung yang baru, suasana baru dan tentunya dengan banyak teman-teman baru. Setelah sebelumnya hanya mengenal mereka sepintas lalu, karena ane bekerja dari kantor cabang jadi hanya sesekali ke kantor pusat jika ada keperluan.

Kantor pusat letaknya memang tidak jauh dari kantor cabang tempat ane sebelumnya bekerja, karena satu dan lain hal, ane di mutasi ke tempat ini. Kantor pusat ini bukan hanya terdiri dari satu gedung tapi terdiri dari beberapa gedung yang berada dalam satu area. Jika dilihat dari luar memang tampak seperti gedung-gedung kantoran pada umumnya, beberapa gedung yang saling terintegrasi dengan beberapa taman cantik disekelilingnya, mebuat ane merasa betah, jatuh cinta langsung pada pandangan pertama pagi itu.

Matahari sedang cerah-cerahnya, langit biru dengan gumpalan awan putih yang cantik menyambut ane pagi ini untuk datang ke kantor. Tidak pernah ane seantusias ini, rasanya seperti baru pertama kali masuk kerja saat setelah lulus kuliah, persis sama dengan rasa yang masih benar-benar terekam jelas dalam memori.

Namun antusias seorang sarjana baru harus sedikit tersiksa dengan gangguan-gangguan dari tak kasat mata di gedung kantor yang lama
“Bismillah…” langkah kaki ane mantap memasuki gerbang kantor.

Semoga gedung baru tempat ane kerja ini bersih, aman dan damai. Semoga! Karena hanya itu saja yang ane inginkan, sehingga ane bisa kerja dengan tenang dan fokus.

Ruang kerja ane ada di gedung B, gedung dengan penghuni paling banyak, karena beberapa divisi yang berbeda ada di gedung B, berbeda dengan gedung lain yang lebih homogen dengan diisi hanya satu divisi saja. Meja kerja ane ada di dekat pintu masuk dari arah depan. Pintu masuk ini masih sama dengan kantor lama ane, menggunakan kartu identitas karyawan untuk membuka pintunya.

Hari itu pekerjaan masih sama banyaknya, karena ane nggak pindah perusahaan, Cuma pindah tempat kerja, masalah loading kerjaan mah masih sama aja, mungkin bisa dibilang lebih banyak. Ini jadi challenge yang diberikan atasan untuk ane, karena dilihat ane bisa mengatasi tambahan loading kerja yang yah bisa dikatakan tidak manusiawi ini. Alih-alih mengeluh, ane merasa tertantang untuk bisa membuktikan kalau ane bisa menyelesaikan ini semua dengan baik.

Pagi sampai sore hari, kantor ini terlihat sangat biasa saja, penuh gairah dan semangat. Ane senang karena teman-teman kerja disini penuh passion buat bekerja, jadi kebawa semangatnya. Tapi kalau malam hari, ane belum bisa bayangin, tempat macam apa ini? Apakah akan sama situasinya seperti siang hari?

Hari pertama pindah kerja, terpaksa ane harus lembur dan pulang larut. Banyak teman-teman yang sudah pulang dan tersisa sangat sedikit yang terpaksa masih harus lembur. Padahal tadi pagi sudah bertekad untuk tidak lembur, “Masa hari pertama kerja sudah harus pulang malem” batin ane.

Dan kebiasaan di kantor ane yang baru ini adalah mematikan lampu ketika sudah harus pulang, sehingga malam itu hanya tersisa lampu yang menyala diatas meja kerja ane, dan ada dua titik di yang masih menyala namun mejanya terletak jauh dari meja ane dan tak terlihat siapa yang masih bekerja, karena tertutup partisi setinggi pundak yang membatasi antar divisi.

“Ahhh masih ada temennya” batin ane berusaha menenangkan diri sendiri

Sebenarnya ane penuh dengan antisipasi, karena pengalaman ane sebelumnya membuat ane harus bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Terlebih untuk tempat kerja baru ane ini, ane nggak tahu ada apa saja disini? Semoga itu semua hanya ketakutan ane semata, tempat ini semoga “bersih”

Teman kerja yang ikut pindah dari danau, Ayu namanya, mungkin kalian masih ingat. Dia sekarang duduk didepan ane, mendadak izin pulang terlebih dahulu sebelum maghrib karena ada alasan yang mendesak. “Ah paling mau pacaran tuh anak” pikir ane sembarangan. Ane seorang diri di ruangan kerja divisi ane, samping kiri dan kanan serta depan ane, semua lampu sudah dimatikan, hanya terlihat siluet meja-meja kosong menghitam tanpa disinari lampu. Perasaan aneh itu muncul lagi. Sedangkan dibelakang ane adalah tembok yang dibaliknya menjadi tempat penyimpanan dokumen-dokumen, pintu masuknya persis ada dibelakang meja kerja ane.

Ane terpaksa memasang headset untuk mendengarkan lagu dari laptop untuk menghibur diri sendiri, enggan mata menatap sembarangan ke segala arah, ane takut tiba-tiba berpandangan dengan “makhluk lain”. Makhluk yang tak kasat mata.

Selepas jam 7 malam, mata ane sudah merasa lelah, ane coba berhenti sebentar untuk beristirahat sambil minum air putih dari thumbler warna hitam kesayangan ane itu. Ane benar-benar menikmati seteguk demi teguk air yang terjaga tetap hangat itu. Namun tiba-tiba ane merasa kedinginan, apa karena suhu ruangan yang terlalu dingin? AC central memang menyebalkan karena kita tidak bisa mengatur suhu ruangan sesuka hati. Tapi ane yakin ini bukan perasaan dingin seperti kedinginan dari suhu AC.

Tengkuk ane seperti ada yang meniup dari arah belakang, udara tiupannya terasa sangat dingin menyentuh kulit ane, seketika merinding sebadan-badan. Ane nggak berani untuk menoleh dan memeriksa ada apa atau ada siapa lebih tepatnya.

Tiupan kedua datang lagi, dan ane sudah merasa sangat tidak nyaman, ane beranikan diri memutar badan dan melihat bahwa ruangan gudang dokumen gelap gulita dan pintunya dibiarkan terbuka. Ah inilah sebabnya penghuni gudang jahil mengerjai ane. Pintu gudang itu ada kaca tansparan dibagain tengahnya sehingga kita bisa melihat kearah dalam ruangan dengan mudah.

Kreeeekkkkk… Pintu gudang ane tutup, begitu ane ingin balik duduk ke meja kerja ane, disudut mata, ane melihat ada sepasang mata berwarna hijau menyala, seperti mata kucing yang tersorot lampu, memandang sinis dari balik pintu gudang, rambutnya acak-acakan dan berantakan.

Tanpa pikir panjang ane segera mematikan laptop dan mengambil tas dan jaket ane, mematikan lampu dan berlari menuju pintu menuju keluar dari ruangan ini. “Astaga ini baru hari pertama loh” ane mencoba mengelus-elus dada ane yang terasa degup jantung berdetak kencang tak beraturan seirama dengan deru nafas yang terengah-engah. Ane menghentikan lari ane seketika ane telah berada di luar area kerja itu. Sedikit mengatur nafas.

Jadi posisinya ane masih ada didalam gedung tapi sudah diluar area kerja yang dipisahkan dengan pintu akses khusus yang hanya bisa dimasuki oleh karyawan yang memiliki access card. Sambil mencari sofa terdekat ane mencoba mengatur nafas. Kondisi di luar area kerja sedikit lebih tenang dan kita bisa melihat keluar jendela dan melihat ada beberapa security yang berjaga, sedikit lebih tenang buat ane karena masih ada manusia.

Efek kedinginan tadi membuat ane ingin buang air kecil, tak jauh dari sofa ane duduk ada toilet, ane berjalan menuju toilet, selepas sore, gedung ini memang sedikit mencekam, banyak lampu-lampu yang kurang fungsional memang harus dimatikan, sebagai bentuk efisiensi listrik juga. Termasuk kamar mandi ini yang gelap karena pastinya tidak sedang digunakan.

Ane membuka pintu sedikit sehingga hanya tangan ane yang masuk berusaha mencari saklar lampu di dinding dekat pintu bagian dalamnya, tapi sayangnya ane tidak menemukan saklar lampu itu. Pintu itu ada kaca dibagian tengahnya yang berupa kaca buram, sehingga kita bisa melihat kearah dalam kamar mandi tapi kabur bentuknya. Hanya gelap yang ane lihat dari jendela di pintu itu. Ane membuka pintu itu lebar-lebar dan masuk perlahan sambil menyalakan senter dari hape berusaha mencari saklar. Ajaibnya lampu seketika menyala sendiri.
“Astaga…” spot jantung ane seketika, belum hilang kagetnya ditambah kejutan dari lampu yang menyala dengan sendirinya ini.

Ane berusaha melepas kaki ane yang masih menahan pintu kamar mandi agar terbuka, kini pintu itu menutup perlahan, pintu-pintu dengan sistem membuka dan menutup sendiri setelah dibuka atau ditutup itu banyak digunakan dimana-mana, terlebih pada area umum seperti kantor atau mall.

Ane masih mencari saklarnya, masih tetap tidak ane temukan. Ah persetan dengan saklar, kebelet ingin pipis ini jauh lebih kencang memburu untuk segera dilaksanakan hajat nya. Segera ane berjalan mendekati urinoir, didalam toilet itu ada dua buah urinoir dan dua buah bilik dengan closet jongkok dan closet duduk. Bilik yang berisi closet jongkok itu dalam kondisi tertutup seperti sedang digunakan.

Setelah selesai buang air kecil, ane mencuci tangan di wastafel dan segera ingin keluar dari toilet itu, ada perasaan yang memburu dalam batin ane. Begitu selesai ane keluar ane membuka pintu cukup lebar dan membiarkannya menutup sendiri, belum ada 2 langkah ane keluar dari toilet, pintu toilet menutup dengan suara keras seperti dibanting dari arah dalam “Braaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk!” ane terdiam dan berusaha membalikkan badan menatap pintu toilet, lampu didalamnya sudah mati dengan sendirinya dan perlahan ada sebuah bayangan samar mendekati pintu dari arah dalam, berjalan perlahan hingga berhenti persis dibalik pintu. Dari bayangan jendela buram itu, ane bisa melihat bentuknya namun tidak jelas, hanya rambut panjang menjuntai dan hitam disegala bagian. Lamat-lamat ane perhatikan, tiba-tiba sepasang mata hijau itu terbuka dan tampak dari balik pintu dan menatap ane….

[CERITA MISTERI 2] DISINI ADA HANTU - KANTOR BERHANTU (HORROR BASED ON TRUE EVENT)

Tanpa pikir panjang, ane segera berlari gontai menuju pintu keluar terdekat.

Makhluk apa lagi itu? Arrrgghhhhhhh…..
profile-picture
profile-picture
joewan dan ariyandra memberi reputasi
Diubah oleh tamazaki


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di