CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Fenomena Prank Konyol, Aksi Kurang Ajar dan Faktor-Faktor Penyebabnya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb616a1365c4f4ca609f8d2/fenomena-prank-konyol-aksi-kurang-ajar-dan-faktor-faktor-penyebabnya

Fenomena Prank Konyol, Aksi Kurang Ajar dan Faktor-Faktor Penyebabnya

Fenomena Prank Konyol, Aksi Kurang Ajar dan Faktor-Faktor Penyebabnya

Publik baru-baru ini dibikin geram oleh video prank seorang youtuber bernama Ferdian Paleka yang bikin prank kardus sembako berisi sampah. Termasuk TS pun geram sambil geleng-geleng kepala melihat aksi tak pantas tersebut. "Kok bisa bisa ya dia berbuat setega itu? Apa dia tak berpikir akibat yang akan ditimbulkan dari aksi konyol dan merugikan orang lain itu?" Begitulah pertanyaan yang muncul di benak ini.

Pagi ini (09 Mei 2020) TS baca di news.detik.com, kembali menemukan aksi konyol. Seorang pria bikin video sholat mengenakan mukena sambil joget dugem, lengkap dengan iringan musik ajeb-ajebnya. Pria itu diketahui bernama Debi Rezki warga Desa Tanjung Baru, Baturaja Timur, OKU (Ogan Komering Ulu), Sumatera Selatan. Motifnya melakukan perbuatan tak pantas tersebut hanya karena iseng.

=-=-=-=
Fenomena semacam ini menarik untuk kita bahas. Mengapa bisa terjadi? Kok bisa hanya beralasan iseng? Mengapa ke-iseng-an ini bisa muncul? Apa sebenarnya faktor-faktor pendorong seorang manusia bisa melakukan hal-hal tak pantas dan tak beradab seperti itu?

1. Lingkungan dan Pergaulan

Tabiat seseorang tak lepas dari lingkaran orang-orang yang berada di sekitarnya. Faktor ini cukup kuat dalam membentuk pola pikir seseorang yang pada akhirnya memengaruhi prilaku dan tindakannya. Jika seorang berada pada lingkungan buruk, tiap hari terpapar oleh aktivitas dan sikap tak beradab, maka otaknya akan membenarkan itu bukanlah sesuatu hal yang buruk bin biasa saja. Dia akn menganggap keburukan itu sebagai sesuatu yang keren karena diakui oleh orang-orang sekelilingnya. Sehingga akan dengan mudahnya orang tesebut menyebut kata 'iseng' di balik aksi kurang ajarnya.

2. Trauma Masa Lalu

Kalau ditarik garis ke belakang, hampir semua orang yang tega berbuat jahat dan nekat itu punya masa lalu pahit. Entah dulu pernah menjadi korban, atau pernah berada di dalam situasi sulit dan menyakitkan hati teramat dalam. Itulah yang kemudian terpendam di alam bawah sadarnya, menumpuk hingga menciptakan karakter buruk pada dirinya.

Contohnya seorang anak kecil sering melihat aksi pemukulan oleh ayahnya, baik itu dirinya sendiri yang jadi korban pemukulan atau ibunya. Nah ketika besar, anak yang sering mendapatkan perlakuan kasar itu akan menjadi pribadi yang kasar pula, terterus sampai ketika dia mendidik anaknya kelak. Di dalam otaknya akan terbentuk kesimpulan kuat bahwa mendidik harus dengan kekerasan dan itu wajar.

3. Minim Pelajaran Agama
Agama mengajarkan manusia bagaimana harus bersikap dan bertindak. Agar bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Agar tahu bagaimana caranya bersosialisasi-berinteraksi dengan orang dengan baik. Agar punya rasa takut karena percaya ada Tuhan yang selalu mengawasi segala perbuatan.

=-=-=-=
Begitulah pendapat TS yang berdasarkan dari berbagai buku bacaan dan pengalaman diri sendiri. Faktor-faktor di atas bisa menjadi penyebabnya. Satu faktor saja sudah berbahaya, apalagi jika semua.

Kita berharap kejadian seperti prank sembako sampah dan aksi tak pantas sholat sambil joget tidak terulang lagi. Kita bisa berkontribusi mencegahnya, setidaknya bisa mengawasi dan mengingatkan orang-orang terdekat. Atau yang paling minimal adalah dimulai dari diri kita sendiri.

Sumber Referensi Kabar ini: news.detik.com (09 Mei 2020)
Sumber ilustrasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
infinitesoul dan 8 lainnya memberi reputasi
4. Pengen masuk tipi
5. Kurang Kerjaan

Faktor yg paling utama itu karena mereka kurang kerjaan saja.. emoticon-Ngakak (S)
6. Gak ada skill

gk punya kealihan dibidang tertentu emoticon-Big Grin
Diubah oleh thelittleidiot
Karena difasilitasi.
Juga karena bisa dimonetisasi.
Kalo kurang ajar ya ditambahin dong ajarnya biar jadi cukup ajar.
Ya gimana ya, gabisa dipungkiri bahwa masih banyak orang cenderung suka sama konten ini, makanya kreator2 selalu mencoba untuk tampil beda. dan alhasil jadinya kelewatan malahan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di