CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Akhir Kisah Tandi Kogoya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb61583c342bb45033e05ed/akhir-kisah-tandi-kogoya

Akhir Kisah Tandi Kogoya

Akhir Kisah Tandi Kogoya


GridHot.ID - Nama ini cukup terkenal dan disegani dalam TN-OPM, meski terbilang baru bergabung namanya langsung disegani dan menjadi sniper andalan OPN serta menjadi target buruan TNI-Polri.

Selain berani, anggota baru itu juga dianggap memiliki kemampuan yang cukup mumpuni.
Disinyalir, anggota baru itu menjadi pelaku penembakan (WNA) asal Selandia Baru, Graeme Thomas Wall, Senin (30/3/2020).

Tandi Kogoya yang memiliki sepak terjang menakutkan sebenarnya pernah tertangkap oleh Satgas Khusus, di Nambire, pada 15 April 2018. Diketahui, tertangkapnya Tandi Kogoya terjadi setelah dirinya melakukan aksi penembakan di Mile 69 PT Freeport Indonesia.
Namun sayang, aksinya tersebut hanya diganjar hukuman penjara 1 tahun 6 bulan.

"Ini yang disayangkan hanya mendapat vonis 1 tahun 6 bulan," ujar Kapolda, dikutip dari Kompas.com.

Seperti perkiraan, hukuman tersebut tidak membuat Tandi Kogoya jera. Selepas keluar dari penjara, Tandi Kogoya langsung menjabat sebagai Komandan Batalyon Komando Gabungan Pertahanan (Kogab) 8 Kemabu, Intan Jaya.

Tandi Kogoya berada di bawah kepemimpinan Sabinus Waker di Komando Nasional TPNPB.
"Namun, dalam struktur Komando Nasional
TPNPB, Tandi Kogoya di bawah pimpinan Sabinus Waker," kata Kapolda.

Menurut informasi, sejak bergabung dengan KKB di Intan Jaya, Tandi bersama rekan-rekannya melakukan berbagai aksi penembakan.

Akhir Kisah Tandi Kogoya

25 Oktober 2019
Tandi dan kelompoknya menembak mati dua orang tukang ojek di Sugapa, tepat di jalan menuju kampung Pugsiga, Distrik Hitadipa, Intan Jaya.

17 Desember 2019
Tandi dan kelompoknya kembali melakukan penembakan terhadap pasukan TNI di Sugapa yang mengakibatkan dua prajurit meninggal dunia, yakni Lettu Inf Erizal Zuhry Sidabutar dan Serda Rizky

19 Desember 2019
Melakukan penembakan di Kampung Ugimba dan Kampung Gamagai yang mengakibatkan Serda Romadon meninggal dunia, dan 3 prajurit TNI lainnya luka tembak.

22 Desember 2019
Tandi dan kelompoknya melakukan penembakan di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, hingga mengakibatkan Serda Afriandi mengalami luka tembak.

14 Februari 2020
Tandi dan kelompoknya bertolak dari Ugimba dan ikut dalam rombongan gabungan sejumlah kelompok KKB yang dipimpin Lekagak Telenggen menuju Tembagapura, Mimika. Selama berada di Tembagapura, gabungan Kodap TPN-PB melakukan serangkaian penembakan, termasuk penyerangan kendaraan patroli Polsek Tembagapura.

Menurut Kapolda, gabungan KKB ini berupaya untuk mengganggu operasional PT Freeport Indonesia di Tembapura.

"Mereka menganggap sangatlah penting untuk menganggu perusahaan itu agar mendapat perhatian dari LSM-LSM internasional," kata Kapolda.

Tandi  Kogoya kemudian ikut dalam rombongan Kali Kopi pimpinan Joni Botak dan Henky Wamang dari Tembagapura menuju Kuala Kencana, yang dekat dengan Kota Timika. Mereka kemudian melakukan penyerangan di area Kantor Freeport di Kota Kuala Kencana 30 Maret 2020.

Kuala Kencana, pada 30 Maret 2020.
Dalam peristiwa ini seorang WNA New Zealand bernama Graeme Thomas Weal (57) meninggal dunia. Sedangkan, dua karyawan lainnya bernama Jibril MA Bahar (49), dan Ucok Simanungkalit (57) terluka.

Tandi Kogoya akhirnya tewas bersama Manu Kogoya pada 9 April lalu dalam kontak senjata dengan Satgas TNI-Polri di Jalan Trans Nabire, Jayanti, Distrik Iwaka, Mimika, saat akan menyergap disebuah rumah kayu.

Kapolda berterima kasih karena jenazah Tandi Kogoya bisa dibawa kembali untuk dimakamkan.
Sebab, biasanya anggota KKB yang tewas jenazahnya dibiarkan begitu saja oleh kelompok mereka.

"Biasanya, mereka yang tergabung dengan KKB jenazahnya ditinggal begitu saja," ujar Kapolda.

Sumber : https://hot.grid.id/read/182111312/a...ngany?page=all

Thread ini bukan tentang Anies, Kadrun apalagi membahas China makanya pasti ga bakalan banyak yg coment 😊

Orang ini memang menjadi target buruan Satgas di Papua. Spealisasinya penembak tepat, tembak dan begitu sasarannya meregang nyawa langsung kabur bersembunyi. Target sniper biasanya area mematikan di tubuh seperti kepala dan dada.

Salah satu korbannya seorang perwira muda Gultor yang punya masa depan cerah, ditembak ketika sedang pengawalan logistik. Saya membayangkan andaikata Pama tersebut tidak gugur duluan, sesuai speliasisasinya mungkin diserahi tugas memburu target ini. Duel kemampuan ibarat adu sniper di Stalingard waktu PD II namun ajangnya di belantara Papua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatqurr dan 19 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh samuel.tirta
mampus
profile-picture
novembermann memberi reputasi
Adu sniper di hutan belantara ini lebih tepatnya mengingatkan kpd duel antar carlos hatchkock vs sniper vietcong.

Btw knapa ya kok banyak anggota opm nama kogoya?
Lihat 3 balasan

Nah benar sekali, lupa ane tentang si Hatchkock dalam Perang Vietnam. Kogoya seperti nya nama belakang seperti Marga.
banyakin nembak moyet2 di hutan irian

sama seperti KADRUN otak mereka udah rusak, ingin membuat negara seperti otak mereka yang cacat
Diubah oleh pgcililitan
Udah pulang kampung bang..
Bravo TNI-Polri dan semua elemen masyarakat yang ikut terlibat dalam menjaga keamanan di Papua dan keutuhan NKRI.

Yang terbaik Tuhan berikan bagi keluarga para perwira yang gugur sebagai bunga bangsa di Papua.

emoticon-I Love Indonesia
Wow selamat atas terbunuhnya pemberontak separatis bangsad tsb, semoga bangkeknye tenang dialam sana emoticon-I Love Indonesia
Trit sepi......
Ya jelas sepi wong gak ada buzzer ya gan
Itu pelaku pake senapan jenis apa ?
Lihat 1 balasan
Kadang2 ane rasa hukum di negara kita aneh, kok yang gituan cuman dihukum ringan, dah pasti ga jera, tapi bagus juga sih, dilepas untuk ditembak mati, kasian aja org ga bersalah yang mati ditangan dia setelah dia dibebasin dulu
Quote:


Jangan2 dana buat beli senapan dari bupati


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di