CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kacau! 'Disaksikan' Jokowi, Anies dan Para Menteri Gontok-gontokan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb5470f8d9b1703545f0f40/kacau-disaksikan-jokowi-anies-dan-para-menteri-gontok-gontokan

Kacau! 'Disaksikan' Jokowi, Anies dan Para Menteri Gontok-gontokan

Rifka Amalia Jumat, 8 Mei 2020 | 12:30 WIB

Berawal dari rapat kabinet terbatas virtual yang dipimpin Presiden Joko Widodo bersama sejumlah kepala daerah, muncul sebuah perdebatan.

Beda paham terkait data bantuan sosial (bansos) untuk warga miskin terdampak corona di DKI Jakarta menjadi penyebabnya.

Mengutip Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada sekitar 3,6 juta warga miskin dan rentan miskin yang butuh uluran tangan pemerintah di masa pandemi.

Hal itu disampaikan Anies saat melakukan konferensi video bersama Wapres Ma'ruf Amin pada 2 April 2020.

Dari jumlah tersebut, Anies mengatakan bahwa sebanyak 1,1 juta warga miskin rutin mendapat bantuan dari Pemprov DKI dan akan mendapatkan bansos di masa pandemi Covid-19.

Sementara 2,5 juta sisanya termasuk warga rentan miskin yang kehilangan pendapatan, akan menerima bansos dari pemerintah pusat.

Di hari yang sama, rapat virtual bersama Presiden Jokowi digelar.

"Saya kira kemarin Gubernur DKI juga sudah menyampaikan 3,6 juta perlu dimasukkan dalam jaring pengaman sosial dan yang sudah diberikan Provinsi DKI 1,1 juta. Artinya, tinggal 2,5 juta yang perlu kita eksekusi di lapangan," ujar Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

Sehari sebelum diterapkannya PSBB Jakarta, Pemprov DKI mulai membagikan bansos berbentuk sembako pada 9 April 2020.

Namun belakangan, tiga menteri dalam kabinet Indonesia Maju menyentil data bansos DKI Jakarta yang dianggap tidak sesuai kesepakatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dan Menteri Sosial Juliari Batubara, menyinggung soal data penerima bansos.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Pemprov DKI tak lagi memiliki anggaran untuk bansos di Jakarta.

Muhadjir Effendy bahkan secara blak-blakan mengaku sempat bersitegang dengan Anies Baswedan.

"Kami dengan DKI sekarang sedang tarik-menarik cocok-cocokan data (penerima bansos). Bahkan, kemarin saya dengan Gubernur agak tegang, agak saya tegur keras Pak Gubernur (DKI)," ujar Muhadjir dalam sebuah diskusi yang digelar secara virtual pada Rabu (6/5/2020).

Alasannya adalah pernyataan Anies dalam rapat bersama Jokowi yang dinilai tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.

Muhadjir mengatakan, Anies menyanggupi untuk membagi urusan bansos, yakni 1,1 juta warga dipegang Pemprov DKI, sementara 2,5 juta lainnya diberi bantuan Kementrian Sosial.

Muhadjir pun telah berkomitmen dengan kesepakatan itu.

Kemensos juga telah melakukan pengecekan terhadap 2,5 juta warga miskin di DKI Jakarta, dan didapatkan 1,3 juta KK setelah verifikasi.

Muhadjir mulai merasa janggal saat Pemprov DKI mendistribusikan bantuan pertama.

"Di lapangan, ternyata Pak Gubernur menyampaikan bahwa bantuan itu (bantuan dari DKI) sekadar untuk mengisi kekosongan sebelum pemerintah pusat mengisi," kata Muhadjir.

Pembagian paket sembako dari presiden RI Joko Widodo untuk rakyat rentan terdampak corona Dokumentasi Lurah Kalianyar via Kompas.com
Pembagian paket sembako dari presiden RI Joko Widodo untuk rakyat rentan terdampak corona

Padahal kesepakatan sebelumnya menitikkan pada target masing-masing dari Kemensos dan Pemprov DKI, alih-alih sekedar mengisi kekosongan.

"Makanya kemarin saya ingatkan Pak Gubernur. 'Pak Gubernur, kan itu ada kesepakatan di rapat kabinet tidak begitu (bukannya mengisi kekosongan)'," ujar Muhadjir.

"DKI sanggup (memberikan bansos ke) 1,1 juta, kami siapkan yang 2,5 juta. Jadi jangan diubah itu, Kalau diubah, jadi kacau di lapangan," lanjutnya.

Tak berhenti sampai disitu, kekacauan kembali muncul kala ada rakyat yang mendapatkan bantuan double, yakni dari Kemensos dan Pemprov DKI.

Ironisnya, bahkan terdapat warga miskin yang seharusnya masuk dalam daftar penerima bansos, namun malah tak mendapatkan apa-apa.

Kemensos juga telah meminta kepada DKI untuk mengerahkan RT/RW agar mendata rakyat miskin di daerahnya.

"Karena banyak orang miskin baru gara-gara Covid-19. Pengusaha UMKM juga banyak yang mata pencahariannya hilang dan itu tidak ada dalam data," ujar Muhadjir.

Namun oleh Pemprov DKI, data itu tak kunjung disalurkan ke Kemensos.

Sementara di sisi lain warga sudah berteriak-teriak minta bantuan.

"Jadi di lapangan kacau. Karena daftar (warga penerima bansos) yang diturunkan kepada Kemensos itu adalah yang (data) punya Gubernur. Nah, sementara RT/ RW juga punya data sendiri yang itu mestinya dikirim ke Kemensos, tapi tidak dikirim," paparnya.

Padahal, menurut Muhadjir, pemerintah hanya ingin memberikan bantuan secara merata, bukan malah tumpang tindih atau justru salah sasaran. (*)

https://sosok.grid.id/read/412141678...i-dki?page=all

Maaf judul disunat karena lebih dari 85 character
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan 68 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Kacau! 'Disaksikan' Jokowi, Anies dan Para Menteri Gontok-gontokan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan 22 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Wan Jembud yang suka cari perkara.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sebanyak 1,1 juta warga miskin rutin mendapat bantuan dari Pemprov DKI dan akan mendapatkan bansos di masa pandemi Covid-19.


hayo yg rutin ini maksudnya udah dapet berapa kali sarden nya nih? emoticon-Big Grin


gaberner ngibulemoticon-fuck
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan 19 lainnya memberi reputasi

"Jadi di lapangan kacau. Karena daftar (warga penerima bansos) yang diturunkan kepada Kemensos itu adalah yang (data) punya Gubernur. Nah, sementara RT/ RW juga punya data sendiri yang itu mestinya dikirim ke Kemensos, tapi tidak dikirim," paparnya.

====

Ini untuk mensiasati agar bansos dari Pemprov bisa ditunda-tunda.

Soalnya emang gak ada dananya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Sekelas politisi daerah kayak bupati boltim aja ngegoblok2in mentri karna amburadulnya data pusat apalagi politisi sekelas anies baswedan.

Hanya saja anies berusaha santun, ga buka2an kartu macam bupati boltim. Walaupun anies tau banyak kebrobrokan para mentri, dia berusaha beretika walau para mentri justru kerap mempermalukannya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Kalo yg nyebut 2,5jt KK masuk sini bisa ditempeleng sampe bego dia emoticon-Ngakak
Penyembah anies bego2, percuma dipelihara mahal2 emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
emang susah ya ngirim utusan ke rt rw sampe harus nyuruh mereka ngirim sendiri


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Wan Aibon aka Wan Toa aka Wan Abud aka Wan Aibon
Gak perlu dikomentarin panjang lebar.
Bersilat lidah tiada tanding tapi hasil kerja NOL besar.
Teriak lockdown paling kenceng tapi gak mau bansos dibebanin APBD.
Dana operasional dikekep sendiri malah maksa pempus yang bayarin
emoticon-Cape d...
Anehnya orang kayak gini dianakemaskan Wiwi.
Wiwi berani melawan takdir Tuhan memanipulasi cuaca Jekardah selama berbulan-bulan demi menjaga popularitas dan elektabilitas Wan Kejut di pilgub dan pilpres mendatang.
Wiwi bahkan rela perbuatannya harus dibayar mahal dengan kehilangaj orang terdekatnya.

Gak habis pikir entah strategi apa yang dimainkan Wiwi sampai sebegitu mati-matian mendukung Wan Konpers?
Padahal pendukung Wan Ragunan merupakan haters nomor wahid Wiwi
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh coldblacksnow
Lihat 3 balasan
Nunggu komentar buzerp Aniesemoticon-Big Grin@muantapdjivva
Mudah"an doi baca berita ini sampai habisemoticon-Big Grin


Bat@!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Kalau benar info ini berarti semakin nampak gabener tukang ngibul dan culas alias licik,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Mending konsen di Formula E aja nies
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 10 lainnya memberi reputasi
Trus nyang menang siapa, abud kan suka suka gue bangcad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 8 lainnya memberi reputasi
Kacau! 'Disaksikan' Jokowi, Anies dan Para Menteri Gontok-gontokan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 13 lainnya memberi reputasi
dulu ngakunya udah buat sistem anggaran yg lebih smart dari punya gub kapir sebelumnya


Pemprov DKI akan Luncurkan Sistem Anggaran Baru, Anies Baswedan: Akan Lebih Smart


@fuckinghandsome
@antek.rakyat
@sidempur
@cepute
@sniper2777


Quote:



bansos yang gak habis2 mau ?







bansos ghoib


Kacau! 'Disaksikan' Jokowi, Anies dan Para Menteri Gontok-gontokan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 12 lainnya memberi reputasi
Soal data ini ga bakal habis dah gontok2an..

Kemensos punya data sendiri, BPS punya data sendiri, Pemda punya data sendiri, Pemprov punya data sendiri.

Jadi contoh jelek nih Pempus sama Pemprov gontok2an.
Rakyat ngeliatin 2-2nya ribut sendiri.
Lagi2 yang dikorbankan rakyat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 10 lainnya memberi reputasi
Sama sekali ga ada sinergi.....

Harusnya stop kepentingan pribadi... ingat rakyat udh sangat menderita




emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
emoticon-Wakaka, Emang tersirat dari kekesalan para mentri, paling parah adalah DKI dibanding propinsi lain
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 7 lainnya memberi reputasi
ya kalo bener ngomongnya dari awal begitu dan pelaksanaannya yg beda ya udah jelas salah wan bacot, kenapa gak sekalian aja dari awal minta bantuan seluruh nya total 3,6 jt penduduk sekalian?

sumpah ini lucu banget sih, pada gontok saling serang emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 5 lainnya memberi reputasi
Azab bersama satu negeri, nikmati saja emoticon-linux
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 5 lainnya memberi reputasi
Hasilnya sama.. emoticon-Big Grin
Coba kau baca baik2 berita di atas.. emoticon-Big Grin

Jatah Pemprov = 1,1 juta
Jatah Pempus = 2,5 juta

Terserah kau mau jiwa atau KK, oke.. emoticon-Big Grin
Yg jelas kesepakatannya disitu.. emoticon-Big Grin
Rapat Kabinet ketok palu, tok sudah sah kesepakatan bersama.. emoticon-Big Grin

Kacau! 'Disaksikan' Jokowi, Anies dan Para Menteri Gontok-gontokan

Nah kemudian di lapangan Pempus lewat Kemensos hanya mampu memverifikasi atau bahasa kasarnya memangkas dari 2,5 juta jadi 1,3 juta ya itu bukan salah Anies dong.. emoticon-Big Grin

Pempus diwakilkan Kemensos minta data dr Propinsi, sudah dikasih.. emoticon-Big Grin
Nah Pempus kemudian minta data dari RT/ RW ya cari sendirilah kalau memang tidak percaya dg data Pemprov.. emoticon-Ngakak (S)
Masalahnya dimana itu sri.. emoticon-Ngakak (S)

Masalah sebenarnya kan cuma kesepakatan di Rapat Kabinet yg Pempus menanggung 2,5 juta tapi fakta di lapangannya hanya mampu 1,3 juta kan.. emoticon-Ngakak (S)
Lalu gontok2an karena tidak ingin malu kan Pempusnya.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
78Kg dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di