CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / ... / Berita Olahraga /
5 Laga Paling Bersejarah Arema
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb4ef70a7276849225ef360/5-laga-paling-bersejarah-arema

5 Laga Paling Bersejarah Arema

5 Laga Paling Bersejarah Arema

BolaSkor.com - Arema sudah dikenal sebagai tim dengan tradisi juara yang kuat di mata publik sepak bola Indonesia. Pada setiap musim kompetisi, tim Singo Edan selalu berada dalam unggulan untuk bersaing di jalur juara.

Namun di luar prestasi itu, ada sejumlah pertandingan yang memiliki cerita khusus. Berikut ini Bolaskor menyusun 5 pertandingan paling bersejarah Arema, yang akan selalu dikenang dalam perjalanan di kompetisi.

1. Arema vs Kawasaki Frontale 1-3

Arema akhirnya kembali mencicipi atmosfer Liga Champions Asia (LCA) untuk pertama kalinya dalam 13 tahun atau sejak 1994. Sebagai juara Copa Indonesia 2006, Arema berhak mewakili Indonesia bersama Persik Kediri, yang menjuarai Liga Indonesia.

Euforia besar itu membuat Stadion Gajayana di Kota Malang pada Rabu, 7 Maret 2007, penuh sesak. Lebih dari 25 ribu Aremania membirukan Gajayana, saat menjamu Kawasaki Frontale, sebagai lawan pertama di Grup G.

Sayangnya, besarnya dukungan dan atmosfer kompetisi yang berbeda jauh, membuat anak asuh Miroslav Janu tampil gugup. Kawasaki unggul secara cepat saat pertandingan belum genap 1 menit, melalui sepakan Magnum Tavarez.

Tribun stadion lalu bergetar hebat menyambut gol penyama kedudukan. Aremania dengan gegap gempita menyambut gol Elie Aiboy pada menit 15, sekaligus mempertebal optimistis mereka meraih tiga angka perdana di pentas LCA.


Perbedaan kualitas sepak bola membuat Arema harus menerima kenyataan pahit. Magnum Tavarez mencetak gol keduanya pada menit 73 dilanjutkan Kengo Nakamura menit 83, sehingga skor akhir menjadi 1-3.

Arema Malang (4-4-2): Hendro Kartiko (K) Alexander Pulalo, Bruno Casmir, Sunar Sulaiman/Agung Yudha 76, Arif Suyono/Rasmoyo 84 (B) Ponaryo Astaman, Akbar Rasyid, Sutaji, Elie Aiboy/Jainal Ichwan 75 (T) Basile Essa Mvondo, Patricio Morales (D)

Pelatih: Miroslav Janu

Kawasaki Frontale (4-4-2): Eiji Kawashima (K) Hiroki Ito, Yoshinobu Minowa, Shuhei Terada, Hiroyuki Taniguchi/M.Ochiai 85 (B) Carlos Juninho, Magnum Tavares/M.Ohashi 83, Kengo Nakamura, Yusuke Mori (T) Kazuhiro Marakami, Kazuki Ganaha/M.Kurotsu 66 (D)

Pelatih: Takashi Tekizuka

2. Persiwa Wamena vs Arema 2-2


Partai pertama babak 8 besar ini memang belum menentukan nasib kedua tim. Namun, keputusan wasit yang dianggap sangat kontroversial, membuat pertandingan harus dihentikan pada menit 70.

Dua gol Patricio Morales menit 11 dan 35, tidak disahkan Jajat Sudrajat yang menilai striker Arema asal Chile itu offside. Di tengah periode itu, Persiwa mencuri gol menit 30 melalui sundulan kepala Mariano Oscar.

Riak kericuhan sudah terjadi pasca dianulirnya gol kedua Pato. Asisten wasit (AW) 1, Yuli Suratno yang berada di sisi timur lapangan, dihantam seorang suporter hingga membuatnya terkapar dan digantikan oleh AW cadangan, Suhaidi Yunus.

Upaya mengejar gol tetap dilakukan maksimal oleh Arema. Lagi-lagi, gol milik Emile Mbamba menit 52 dianulir wasit asal Cianjur tersebut.

Emosi 10 ribuan Aremania yang membirukan Stadion Brawijaya Kediri pada Rabu 16 Januari 2008, akhirnya memuncak. Persiwa memperlebar skor menjadi 2-1 lewat gol Pieter Rumaropen menit 65.

Lima menit berselang, kerumunan suporter tak kuasa untuk menyerbu lapangan. Pertandingan harus ditunda, setelah situasi semakin memanas, dengan adanya aksi pembakaran papan iklan hingga perusakan fasilitas stadion.

Sisa 20 menit pertandingan akhirnya dilanjutkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Senin, 21 Januari 2008. Arema memaksakan hasil imbang lewat gol Emile Mbamba pada menit 81, sehingga merubah skor akhir menjadi imbang 2-2.

3. PSPS Pekanbaru vs Arema 1-1

Pertandingan pekan ke-33 di Stadion Rumbai, Rabu 26 Mei 2010, memang hanya berakhir imbang. Namun, satu angka itu sudah cukup bagi Arema untuk memastikan gelar juara kompetisi ISL edisi 2009/2010 lalu.

Noh Alam Shah menjadi pahlawan Arema lewat gol menit 39, meski disamakan oleh penalti Herman Dzumafo Epandi menit 50. Tim Singo Edan mengunci puncak klasemen dengan 70 poin, sedangkan Persipura yang menjadi saingan berat, mengumpulkan 66 poin.

Sayangnya, partai penentuan juara itu sempat diwarnai aksi tak sportif dengan perselisihan antar pemain pada menit 51. Sejumlah pemain PSPS mengerumuni Alam Shah, lantaran tidak terima dengan sikutnya ke muka Dedi Gusmawan, hingga bek PSPS itu kesakitan.


Muhammad Ridhuan dkk tak tinggal diam dengan memagari striker andalannya itu, hingga terjadi lah aksi saling dorong hingga nyaris berujung perkelahian. Wasit Iis Isya Permana sempat menghentikan pertandingan selama 10 menit, dan melanjutkannya hingga peluit panjang.

PSPS Pekanbaru (4-4-2): Dede Sulaiman (K) Dedi Gusmawan, Agus Cima, Dedi Junaidi, Joel Bennaken Bossoken (B) Emile Tchana/Ade Candra 28, April Hadi, Putut Waringin Jati/Ade Rianto 52, Rusdianto/Ade Suhendra 72 (T) Herman Dzumafo Epandi, Muhammad Isnaini (D)

Pelatih: Abdul Rahman Gurning

Arema Indonesia (4-4-1-1): Kurnia Meiga (K) Zulkifly Syukur, Purwaka Yudi, Pierre Njanka, Waluyo (B) Ahmad Bustomi, Esteban Guillen, Muhammad Ridhuan/Rony Firmansyah 73, Dendi Santoso/Rahmat Affandi 79 (T) Chmelo Roman, Noh Alam Shah (D)

Pelatih: Robert Rene Alberts


4. Persik Kediri vs Arema 2-2

Pertemuan kesekian kalinya kedua tim itu memang tidak berkesan apa-apa secara skor akhir yang imbang 2-2. Pembagian satu angka tetap membawa Arema melaju ke babak 8 besar ISL, sedangkan Persik memastikan aman dari jurang degradasi.

Namun, partai itu sangat berkesan di sektor tribun penonton. Yaitu dengan hadirnya 100 an Persik Mania, suporter tim Macan Putih yang terjadi untuk pertama kalinya sejak kerusuhan hebat tahun 2003 silam.

Sejak saat itu, suporter kedua tim dilarang saling dalam setiap pertemuan, atau selama 11 tahun. Dan upaya rekonsiliasi itu pun dimulai dengan hadirnya suporter berwarna ungu itu di tengah puluhan ribu Aremania di Stadion Gajayana Kota Malang, Rabu 27 Agustus 2014.

Yel-yel kedua suporter menggema keras sehingga membuat tensi panas yang selalu membalut pertemuan Persik kontra Arema, tak terlihat lagi. Kedua tim membagi poin melalui skor imbang 2-2 dan memuaskan suporter masing-masing.

Ngon Mamoun membuka skor melalui golnya menit ke-36, dipungkasi Faris Aditama menit 90. Di sela-sela waktu itu, Arema sempat membalikkan skor melalui dua gol Samsul Arif menit 50 dan Beto Goncalves menit 81.

Persik Kediri (4-3-3): Sandy Firmansyah (K) Khusnul Yuli, Slamet Sampurno, Aris Budi Sulistyo, Syaiful Indra Cahya (B) Harianto, Suswanto/Bezi Frank 69, Ngon Mamoun (T) Mochamad Fakhrudin/Rendy Irwan 85, Faris Aditama, Fortune Udo/Qischil Gandruminny 26 (D)

Pelatih: Hartono Ruslan

Arema Cronus (4-3-3): Kurnia Meiga (K) Victor Igboneffo, Thierry Gathuesy, Purwaka Yudi, Johan Al Farizi (B) I Gede Sukadana, Ahmad Bustomi/Hendro Siswanto 76, Gustavo Lopez (T) Sunarto/Samsul Arif 33, Alberto Goncalves, Dendi Santoso/Irsyad Maulana 61 (D)

Pelatih: Suharno


5. Arema vs Persebaya 2-0

Arema FC mencatatkan diri sebagai tim peraih juara Piala Presiden dua kali setelah tahun 2017. Yang spesial, kepastian trofi juara itu diraih tim Singo Edan atas Persebaya, rival abadi mereka di sepak bola Jawa Timur.

Arema merangkumnya dengan kemenangan 2-0, pada leg kedua babak final turnamen di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat 12 April 2019. Lebih spesial lagi, Hamka Hamzah dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen pra musim yang rutin diadakan sejak 2015 lalu itu.

Pada awal pertandingan, tensi cepat langsung disajikan kedua tim yang suporternya terlibat rivalitas tinggi itu. Baik Arema dan Persebaya, saling jual beli serangan dan membuat jantung lebih dari 35 ribu Aremania, berdegup kencang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit 43, saat sepakan keras Ahmad Nur Hardianto menjadi gol. Pesta Aremania pun semakin lengkap, ketika Riky Kayame menambah gol pada menit 90 untuk memastikan kemenangan Arema dengan agregat gol 4-2.

Sebelumnya pada leg pertama, Arema menahan imbang Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (9/04). Dua gol Irfan Jaya pada menit 8 dan penalti Damian Lizio menit 71, dibayar lunas oleh aksi Hendro Siswanto menit 33 dan Konate Makan menit 79.

Arema FC (4-3-3): Kurniawan Kartika Ajie (K) Arthur Cunha, Hamka Hamzah, Johan Al Farizi, Alfin Tuasalamony (B) Hanif Sjahbandi, Hendro Siswanto, Makan Konate (T) Ahmad Nur Hadianto/Jayus Hariono 57, Dedik Setiawan, Riky Kayame (D)

Pelatih: Milomir Seslija

Persebaya (4-3-3): Abdul Rohim (K) Novan Sasongko, Otavio Dutra, Hansamu Yama, Ruben Sanadi (B) Abu Rizal, Damian Lizio, Misbakus Solihin (T) Irfan Jaya/Osvaldo Haay 60, Manuchekhr Jalilov, Amido Balde (D)

Pelatih: Jajang Nurjaman


Sumber: Link
profile-picture
profile-picture
profile-picture
meruru dan 4 lainnya memberi reputasi
Waktu di LCA lah yg paling berkesan..

Salam satu jiwa


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di