CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / SINDOnews.com /
Pandemi Covid-19, Pemerintah Tidak Potong Anggaran Pendidikan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb4edb6f4d6954aaf47c986/pandemi-covid-19-pemerintah-tidak-potong-anggaran-pendidikan

Pandemi Covid-19, Pemerintah Tidak Potong Anggaran Pendidikan

Pandemi Covid-19, Pemerintah Tidak Potong Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Dunia pendidikan merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) setiap bangsa. Indonesia mempunyai ketetapan dana untuk pendidikan 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau daerah (APBD).

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengungkapkan, anggaran pendidikan Indonesia mengalami kenaikan Rp140 triliun dalam empat tahun terakhir. Saat ini, anggaran pendidikan sekitar Rp508 triliun. Bahkan, anggaran ini secara khusus tidak dipangkas. Padahal, semua kementerian anggarannya terkena pemotongan untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Sebagai bentuk dukungan meskipun ada realaksasi dan refocusing, pemerintah tidak memotong anggaran pendidikan. Yang Rp508 triliun tetap," ujarnya dalam diskusi daring Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Jumat (8/5/2020).

Baca Juga:

Namun, Yustinus tidak mau bicara lebih dalam mengenai revisi UU Sisdiknas. Kementerian keuangan (Kemenkeu), menurutnya, menyerahkan pembahasan itu kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan stakeholder.

Dia mengharapkan UU Sisdiknas baru mempunyai visi dan misi yang clear. Ini penting untuk diturunkan secara terukur bukan hanya untuk output, tapi juga outcome. Dari sisi penganggaran, Kemenkeu membutuhkan itu untuk menyusun sampai outcome sehingga hitungannya tidak hanya kuantitatif.

Sokongan pemerintah kepada dunia pendidikan bisa dilihat dari upaya peningkatan sarana dan prasarana, dana bantuan operasional sekolah (BOS), dan riset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Yustinus menuturkan, pihaknya juga memberikan dukungan fiskal pada research and development dan peningkatan kualitas pendidikan vokasi. (Baca juga: Hikmah dari COVID-19, Dunia Pendidikan Penuh Inovasi).

Perusahaan dan perguruan tinggi yang mengembangkan research and development akan mendapatkan insentif pajak pengurang 200-300 persen. Ke depan, pemerintah mendorong keterlibatan swasta dalam dunia pendidikan karena APBN tidak mencukupi.

Pemerintah membuat skema money follow program. Jadi, satu program unggulan akan dikerjakan bareng oleh pemerintah pusat dan daerah. Cara ini dianggap lebih efisien. Kemudian, pemerintah akan investasi pada upaya perluasan jaringan internet dan peningkatan kemampuan tenaga pendidik.

"Penting mengikuti perkembangan hardware, tapi software dan soft skill harus dikerjakan secara bersamaan. Visi Presiden membangun SDM unggul itu bagus dan menjadi kebutuhan untuk bersaing dan mengejar ketertinggalan," pungkasnya.


Sumber : https://nasional.sindonews.com/read/...kan-1588910718

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Pandemi Covid-19, Pemerintah Tidak Potong Anggaran Pendidikan Said Didu Kembali Dipanggil, Begini Penjelasan Polri

- Pandemi Covid-19, Pemerintah Tidak Potong Anggaran Pendidikan Komisi VI DPR Nilai RUU Ciptaker Lindungi Papua dari Eksploitasi

- Pandemi Covid-19, Pemerintah Tidak Potong Anggaran Pendidikan PKS: Maaf Pak Jokowi, Apa Makna 'Berdamai dengan Covid-19'

profile-picture
profile-picture
profile-picture
anasabila dan 2 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di