CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Indonesia Disebut Mustahil Bisa 10.000 Tes PCR Corona Per Hari, Ini Alasannya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb4d9079a972e4e2856f1b0/indonesia-disebut-mustahil-bisa-10000-tes-pcr-corona-per-hari-ini-alasannya

Indonesia Disebut Mustahil Bisa 10.000 Tes PCR Corona Per Hari, Ini Alasannya

Beberapa pekan yang lalu, Presiden Joko Widodo pernah menargetkan Indonesia bisa menguji spesimen virus corona hingga 10 ribu tes per hari melalui uji swab dahak atau tes reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR).

Namun hingga saat ini, target itu belum juga tercapai. Alih-alih meningkatkan, pemeriksaan yang dilakukan justru mengalami penurunan dari hari-hari sebelumnya. Per 4 Mei 2020, jumlah spesimen yang diperiksa 3.896, dan total spesimen yang dicek adalah 116.861. 

Pemeriksaan spesimen pada Senin (4/5) kemarin mengalami penurunan dari hari sebelumnya, yakni 5.022‬ spesimen. Angka itu bahkan menjadi yang terendah dalam sepekan terakhir. Beberapa waktu lalu, uji spesimen sempat mengalami peningkatan sebanyak 7.000 dalam tiga hari. Namun belakangan, pengujian kembali turun di kisaran 5.000-6.000 dan kini 3.000 tes, dari target pemerintah 10 ribu tes per hari.

Menurut dr Teguh Haryo Sasongko, Ahli Genetika Molekuler dari Human Genome Center, Perdana University RCSI School of Medicine, target tes PCR COVID-19 10 ribu per hari tidak mungkin dicapai dalam waktu dekat, meski Indonesia melibatkan seluruh laboratorium yang ditunjuk pemerintah. 

Ini tak lain karena terbatasnya reagen atau cairan pereaksi kimia yang digunakan untuk mendeteksi virus. Kalaupun reagen telah tersedia, maka tenaga ahli yang terlatih untuk melakukan pengujian di laboratorium masih sangat terbatas.
“Hitungan saya menunjukkan tes sebanyak itu tidak mungkin dicapai dalam waktu dekat walau melibatkan semua laboratorium yang telah ditunjuk di Indonesia,” tulis dr Teguh dalam The Conversation.

Berdasarkan data yang diperoleh per 28 April 2020, Indonesia telah melakukan tes 62.544 spesimen dengan PCR untuk mendeteksi virus corona. Dari jumlah tersebut, 84,8 persen dinyatakan negatif COVID-19 dan 15,2 persen atau 9.511 orang positif corona. 


“Dengan memperhatikan pertambahan spesimen harian antara 23-28 April, saya menghitung kapasitas alat tes PCR Indonesia saat ini sekitar 3.000 spesimen per hari,” paparnya.

Jika data itu berasal dari 12 laboratorium yang ditunjuk, maka rata-rata kapasitas pengetesan setiap laboratorium berkisar 250 spesimen per hari. Dengan asumsi rata-rata yang sama, jika 60 laboratorium yang dilibatkan, maka Indonesia mampu melakukan 15.000 tes spesimen per hari.
Riset berbasis pemodelan yang dilakukan oleh simcovID menggunakan data per 31 Maret menunjukkan, saat ini terdapat 32.000 kasus positif di Jakarta yang tidak terdeteksi. Sedangkan per 28 April 2020, kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi di Jakarta mencapai 4.002 orang.


Artinya, 42 persen dari total kasus virus corona di seluruh Indonesia disumbang oleh jakarta. Riset itu juga mengungkapkan bahwa Indonesia diperkirakan memiliki 76.190 kasus positif COVID-19 yang tersebar di masyarakat.

Dengan merujuk pada riset tersebut, Indonesia seharusnya melakukan tes PCR setidaknya 761.190 untuk mendapatkan angka kasus positif 76.190, sesuai riset tersebut. Angka ini merujuk standar rata-rata global bahwa 10 persen dari total PCR adalah positif. Sedangkan pemerintah, per 28 April 2020, hanya memiliki sekitar 8,2 persen kapasitas atau 62.544 tes dari yang seharusnya 761.190 tes. 

“Dengan kapasitas tes harian di angka 3.000 tes, tidak cukup hanya mengejar hingga 3-5 kali lipat atau 10.000-15.000 tes per hari, tapi diperlukan peningkatan 12 kali lipat atau 36.000 tes per hari dari saat ini. Dan mencapai angka itu sungguh sulit untuk Indonesia sekarang ini,” tulis dr Teguh.

Oleh karena itu, selain meningkatkan kapasitas tes harian PCR yang realistis, pemerintah juga harus melakukan karantina wilayah terfokus dan masif, dengan mengisolasi orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP), di satu wilayah yang terpusat.

“Pemerintah harus melakukan kebijakan yang benar-benar memisahkan orang-orang dengan risiko infeksi dari masyarakat luas,” ujarnya. 


SUMBER :
 https://www.msn.com/id-id/berita/teknologidansains/indonesia-disebut-mustahil-bisa-10000-tes-pcr-corona-per-hari-ini-alasannya/ar-BB13FNRB?ocid=spartanntp 

MASYARAKATNYA YG BEBAL YA WAJAR
TAPI KLO PEMERINTAHNYA YG GAK SANGGUP TEST MASSAL
LOGIKANYA ADA YANG SALAH DIPEMERINTAHAN INI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatqurr dan 50 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Ngetes pakai alat apaan sri.. emoticon-Ngakak (S)
Alatnya saja belum kebeli dari China..emoticon-Ngakak (S)
Belum diimport dr China.. emoticon-Ngakak (S)

Duit buat beli pun juga masih dicarikan utangan sana sini.. emoticon-Ngakak (S)

Amburadul gini memimpin dan mengelola negara.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 13 balasan
negara lain target jutaan, kita 10rb aja gak sanggupemoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Quote:


kalo bisa tes 1 miliar orang per hari trus intinya apa gan?
buat apa tes banyak2 per hari?
profile-picture
liee memberi reputasi
Lihat 33 balasan
Pemerintah yang salah? Sebenernya mau pemerintahan di bawah pimpinan siapa juga sama aja.... Karena masalahnya di SDM
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riezazura dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Quote:


Ngoahahaha uda bre jaga imunitas aje emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan liee memberi reputasi
intinya Indonesia udah milih hukum rimba sebagai solusi atas pandemi covid 19 ini, ga usah muluk2 lah emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EnragedSlayer dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Corona mengajarkan kita bahwa laboratorium, alkes, faskes, ilmuwan, dokter sama tenaga medis lebih dibutuhkan daripada rumah ibadah dan pendakwah emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wy2312 dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Mustahil?


What? Mustahil?
Pada ngga punya kuping apa yach?
Kemaren Yang Mulia Baginda Raja kan bilang Curva harus Turun, DENGAN CARA APAPUN!

Pada durhaka nich ke Yang Mulia emoticon-Blue Guy Bata (L)

Pokoknya Harus Bisa! Dengan cara apapun!
Tidak ada yang mustahil. emoticon-Perancis
Titik!
emoticon-Marah emoticon-Gregetan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Kalo hukum rimba mah itu terawan udah duseret ke monas buat digantung
profile-picture
liee memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Alasannya kurva di suruh turun...mau diskon tiket nih...
profile-picture
profile-picture
liee dan muantapdjivva memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Belajar dari wabah corona ini, di kemudian hari sebaiknya Indonesia punya semacam CDC spt di Amrik emoticon-Ngacir2
profile-picture
liee memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Main hukum rimba berarti chaos lah.
Dalam hukum rimba kawanan hyena kelaparan lebih kuat daripada seekor singa. Amuk massa lebih kuat daripada aparat bersenjata
profile-picture
liee memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Reagen lagi langka & mahal karena seluruh dunia juga lagi butuh. Makanya kapasitas tes indonesia masih jauh di bawah rata2. Bahkan pilipina yang dianggap lebih kere mampu tes 10 ribu orang lebig banyak dari indo.

Inilah akibat dari blunder & penyangkalan di awal-awal. Kalok denial di awal tapi dibarengi diam-diam ambil langkah persiapan, itu masih mending. tapi indonenong denial terus & gak melakukan persiapan skenario terburuk.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
riezazura dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Ga ada covid kesehatan indo mmg ga bagus kokemoticon-Big Grin main2 dgn wabah ya jembut emoticon-Big Grin siap taik emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Ekspektasi rakyat ternyata tinggi sekali ya
Tp di dunia kerja
Mereka ini ane liat nyantai2 aja kinerja nya emoticon-Big Grin
Malas improvement juga
Kalo nuntut jago lah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
yang salah masyarakat
padahal jelas ini kesalahan jokowi pas virus masuk masih tenang kasih diskon tiket kasih 72M ke influencer buat promosi
bukan langsung tutup akses terbang dari cina
waktu kasus pertama didepok belom ada namanya penolakan buat orang cina jadi mereka masih bebas masuk
terus sekarang nyalahin warga? salah apa? salah karna kontak sama orang cina ?
harusnya salah jokowi kenapa kasih mereka masuk
profile-picture
profile-picture
riezazura dan liee memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mau 10 ribu PCR per hari secara alat mungkin sanggup tapi secara SDM nggak bisa. selain teknisi lab, harus ada yang validasi hasil dari ahli patologi klinik atau mikrobiologi klinik. mending fokus pakai rapid test yang bagus, pakai standar 2x rapid test, yang positif baru PCR.
profile-picture
profile-picture
liee dan spetanaz memberi reputasi
Lihat 4 balasan

Masyarakat nya batu
Pemerintahnya tak mampu
Adoohh bingung w
profile-picture
profile-picture
liee dan wawanbjm memberi reputasi
Negara besar, rakyatnya susah-susah gampang diatur.. Siapapun jadi pemimpin negara ini, bukan tugas yang mudah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Masih lebih mudah nge tes virus coronta-212
profile-picture
liee memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di