CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb48dbc8d9b176a3e061af2/our-story-pt-1

Our Story PT 1

Mau coba numpang Share Cerbung Ane ya agan - agan, mohon dibimbing nubitol yang satu ini   emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


   Pagi yang sangat normal, suara angin yang terdengar sejuk, embun pagi yang membasahi tanaman yang ada di sekitar komplek, “Gabisa lebih pagi nelfonnya?, ngantuk nih akunya, ngga kok aku ga telat.”, terdengar suara pria berumur 20 tahunan, berambut hitam sedikit kemerahan, “Bentar ya, aku mau nutup pager dulu, nanti pas di tempat interview aku telfon lagi ya?, okay, love you.”, yap itu suara pria tadi yang diusut-usut bernama Nova, selagi masuk kedalam mobil yang sudah berumur yang merupakan pemberian ayah Nova pada ulang tahunnya yang ke 19, dia pun melaju ke bisingnya ibu kota. Hari ini Nova memiliki interview yang bisa dibilang sangat penting, Nova merupakan lulusan ekonomi dari kampus yang bisa dibilang cukup beken di ibukota, walaupun IPKnya pas-pasan, tapi Nova yakin dia bisa dan mau berusaha dalam apapun yang dia lakukan.
Setelah sampai dan memarkirkan mobil tua yang ia namai seperti pemusik andal beatles, “John Lennon”, “alhamdullilah lo ga mogok ya non, gue sempet worry nih, minggu lalu lo ngasep aja tiba-tiba, untung kemaren ke bengkel, sarapan asik kali ya?”, pikir Nova,  dia pun bergegas mencari cafetaria yang ada pada kantor ini, seperti biasanya dia memesan satu tangkap roti dan kopi susu, “Ngopi terus, gimana ga sakit tuh perut kamu?”, terdengar suara lembut dari wanita yang sangat Nova kenali, tanpa sadar gelas kopi yang sedang diminumnya berpindah tangan dengan cepatnya, Nova pun melihat keatas, ada sosok wanita yang seumuran, wanita itu mengenakan kacamata yan terlihat sangat manis di wajahnya, dan perpaduan jilbab dan baju kerja yang memberikan kesan syar’i namun professional, “itu Tina” pikir Nova dalam hati, Tina merupakan kekasih dari Nova, mereka kenal saat makan siang pada saat magang dulu, berbanding terbalik dengan Nova, Tina sangat cerdas, IPK nya tinggi dan sangat aktif dalam organisasi nya dulu, Tina juga sangat perhatian terhadap Kesehatan Nova dulu, apalagi setelah dia ingat Nova memiliki masalah Kesehatan pada lambungnya, “eh dikit aja kok, aku ngantuk bangettt nih, kalua tiba-tiba ketiduran pas test atau interviewnya malu kan ?, kan kamu juga yang malu ntar promosiin orang gajelas kayak aku.” Ujar Nova selagi menjulurkan lidahnya. Keduanya terlihat sangat akrab dan akur, mungkin bisa dibilang sedikit bikin iri hati para jomblo-jomblo yang ada di sekitar mereka, “eh udah waktunya test nih, aku duluan ya, dadah maemunah” ucap Nova, “Enak aja, manggil Maemunah Bambang!!!, nanti ketemu disini ya, setelah office hours?” Ucap Tina dengan sedikit bete, “OK.”
Setelah test dan interview yang menurut Nova, “susah-susah gampang”, dia pun keluar dari ruang interview untuk merapihkan bajunya, di kaca itu terpampang wajahnya, dia terlihat mengenakan kemeja biru muda, celana abu-abu dengan ikat pinggang peninggalan ayahnya, rambutnya sedikit acak-acakan dikarenakan berulang kali di garuk saat menjalani test, terpampang pula mukanya yang terlihat feminim untuk pria dengan kacamata model jaman 90’s nya, selagi menyisir rambutnya, Nova mendengar sayup-sayup suara “eh, lo liat ga tuh, gue liat si Nova kampret itu, dia ngelamar kesini ternyata?, gue masa harus rivalan mulu sama dia?”, “iya, mau gimana boy, lo kayaknya bakalan ketemu dia sampe lo koid deh, hahahahaha”, terdengar suara yang sangat membuat Nova naik darah, suara yang muncul dari teman lama atau bisa dibilang rival lamanya dulu saat di kampus, Boy dan pacarnya luna, Boy merupakan anak pejabat merki yang tinggal di Menteng sana, angkuh merupakan nama tengah dari pria ini, dia juga merupakan saingan Nova saat mereka ada di tim basket kampus dulu, dan Luna, ratu gossip dari pantai selatan yang sewaktu di kampus selalu di kelilingi oleh dayang-dayangnya, yang pacarana dengan boy hanya karna ingin status mengencani seorang Juragan dengan embel-embel, hidup terjamin kaya, tinggal nikah terus males-malesan aja, “Eh mas Boy, siapa yang ga kenal dia, dia anak orang kaya, sayangnya mas Boy yang ini gapunya temen ya, jadi misuh-misuh gitu, kenapa?, kangen gue ya?, sini – sini sama mas.”, ujar Nova dengan nada meledeknya yang khas, memang Nova dikenal sangat nyolot, “eh alah mas No, udah lulus, gue kira jadi mahasiswa abadi, dengan IPK segitu mending ngulang aja kaliii, hahahahaha”, ledek Boy, dalam hati Nova tau, Boy selalu memiliki nilai yang tinggi dikarenakan dia anak pemilik dari Kantor Akuntan Publik yang menjadi donatur dari kampusnya, dosen pun segan memberikan dia rapot merah, “Anak orang kaya ngapain sih disini, mending sana minta duit sama papah”, “cuman ngantar dokumen kok, hahahaha, kenapa No, ngarep kerja sama gue?, gue sih ngga” ucap Boy, “Bye deh, gue mau cari counter part kantor ini, gue mau kasih liat siapa yang bakalan jadi konsultan terbaik, Ciao.”, sambil melambaikan tangannya Boy pergi dengan merangkul kekasihnya Luna, yang sedari tadi hanya tersenyum seakan-akan memberikan Boy semangat. “tuh orang dari dulu ga bosen-bosennya apa ya, ga dewasa-dewasa heran gue.”, lirih Nova selagi berjalan kembali untuk Menunggu Interviewnya.
“Nova Diansyah?”, terdengar suara resepsionis memanggil nama Nova, “mari mas, sudah ditunggu pak Hadi”, ucapnya, “Terima Kasih mba, permisi.” Ucap Nova, di hadapannya terpampang sosok pria paruh baya yang terkesan necis, dengan dasi dan jas nya, terpampang aura kepimpinan dari dirinya, “Nova Diansyah?, silahkan duduk.”, setelah dipersilahkan duduk, “Kamu Nova pacar anak saya kan?, hahahahha, kenapa kamu tegang banget sih, santai aja kali, kalau mau sambil ngerokok gapapa sini saya ada.”, pak Hadi merupakan ayah dari Tina, yang merupakan CEO dari kantor tempat Nova melamar, “ah iya om, aduh maaf jadi malu nih, gapapa nih om?”, ujar Nova sembari menyalakan rokoknya, “santai kantor saya ini kok, oiya back to the main topic nih, kamu lulusan akuntansi kan?, ahh kamu saya panggil apa ya enaknya?”, “Nova aja boleh kok pak, iya saya jurusan akuntansi”, ujar Nova, “baik, saya tau kemampuan kamu dari anak saya, bisa kamu demonstrasikan presentasi kamu?”, Nova pun memberikan presentasi atas permasalahan yang mungkin bisa muncul dari perusahaan klien milik pak Hadi, “wah serius IPK kamu cuman segini, saya kok ngga ngelihat kamu selevel itu ya?”, ujar pak Hadi sedikit terkejut, “jujur aja saya kira kamu anak nya agak liar dan kurang focus, tapi dari presentasi kamu barusan saya ngerasa kamu capable banget ya, saya akan pertimbangkan lamaran kamu, kamu tunggu saja panggilan dari kantor ya, Terima kasih waktunya ya Nova”, “sama-sama pak, saya permisi dulu.” Ujar Nova dengan sopan, “Tin, liat tuh pacar kamu, kok ga kayak yang papa bayangkan ya?, dia papa kira anaknya males-malesan dan gaada semangat gitu.”, ujar pak Hadi kepada Tina melalui ponselnya, “hahaha kan aku bilang apa pa, dia anaknya capable kok, nanti papa pertimbangin kan?” ujar Tina dengan sedikit semangat, suaranya terdengar sangat Bahagia, “ iya kita tetep filtering kok, tp papa lihat dia punya potensi kok, okay deh see you putri papa.”, “ih papa, see you papa.” Ujar Tina.
Nova dengan santainya sedang menikmati kopi susunya yang baru dibelinya di kafetaria selagi menunggu Tina, “aduh, udah mau maghrib kok belum keluar ya si Tina, katanya tadi jam 5?”, ujar Nova dengan tidak sabar, “hai sayang, udah kangen ya??, sini-sini sama aku.” Ujar Tina dengan sedikit manja, hati Nova selalu tidak tahan saat mendengar Tina berbicara manja seperti itu, “ah kamu mah, cubit nih.” Ujar Nova saat berusaha untuk mencubit pipi Tina, “eh btw, aku ketemu Boy dan Luna, masih kayak dulu aja ya mereka, bawaanya bikin sebel aja.” Gusar Nova, “kamu aja sensian, huuu, yok kita pergi makan malam, sekalian ngedate.” Ujar Tina, dengan manja, “ayuk, gultik Bulungan Here I Go.”.
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
Diubah oleh 00xexia


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di