CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
ABK Indonesia di kapal China: 'Tidur hanya tiga jam, makan 'umpan ikan'
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb45dc2365c4f5810635b9f/abk-indonesia-di-kapal-china-tidur-hanya-tiga-jam-makan-umpan-ikan

ABK Indonesia di kapal China: 'Tidur hanya tiga jam, makan 'umpan ikan'

ABK Indonesia di kapal China: 'Tidur hanya tiga jam, makan 'umpan ikan'
Lima orang Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal China Long Xing 629 bercerita kepada BBC News Indonesia mengenai pengalaman mereka bekerja di kapal itu selama sekitar 14 bulan.

Mereka dan sembilan ABK lainnya, yang kini ada di Busan, Korea Selatan, dijadwalkan untuk kembali pulang ke Indonesia Jumat (08/05).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengumumkan empat dari ABK yang bekerja di kapal itu meninggal dunia.

Tiga dikuburkan di laut (dilarung), sementara satu orang meninggal dunia di satu fasilitas kesehatan di Busan.

Pemerintah Indonesia meminta pemerintah China menyelidiki kasus ini dan meminta perusahaan kapal itu bertanggung jawab.

Kasus ini juga tengah diselidiki aparat keamanan di Korea Selatan. Inilah kisah yang dituturkan lima ABK dari Busan.

'Tidur hanya tiga jam'
ABK Indonesia di kapal China
Image caption Para ABK asal Indonesia bekerja di kapal penangkap ikan yang memburu sirip hiu
Salah satu ABK Indonesia itu, BR, mengatakan ia tidak mampu bekerja di atas kapal ikan berbendera China itu, karena jam kerjanya yang di luar batas.

"Bekerja terus, buat makan (hanya dapat waktu) sekitar 10 menit dan 15 menit. Kami bekerja mulai jam 11 siang sampai jam 4 dan 5 pagi," ujarnya dalam wawancara melalui video online, Kamis (07/05).

"Setiap hari begitu."

Rekannya, MY, 20 tahun, mengatakan hal serupa.

Pria lulusan SMK di Kepulauan Natuna, Riau ini, acap kali "hanya tidur tiga jam". Sisanya membanting tulang mencari ikan.

"Kalau kita ngeburu kerjaan (mencari ikan), kadang kita tidur cuma tiga jam," ungkapnya.

ABK Indonesia di kapal China
Image caption Para ABK di salah satu kapal penangkap ikan berbendera China
Mereka mengatakan kapten kapal mengharuskan pada ABK Indonesia mencapai "target" ikan dalam jumlah tertentu setiap harinya.

"Mau protes, susah sekali, kita di tengah laut," kata BR.

Sejumlah ABK mengatakan kontrak kerjanya tidak mengatur soal jam kerja.

RV, 27 tahun asal Ambon, Maluku, adalah salah satunya.

"Tidak tertulis soal jam kerja, jadi baru diatur oleh kapten kapal saat di laut," ujar RV.

Namun, ada juga ABK Indonesia, yang diberangkatkan agen lain, yang jam kerjanya diatur di kontrak.

Beberapa sempat menanyakan soal jam kerja, namun tidak berlanjut, karena mengaku "takut dipulangkan".

Meski bekerja membanting tulang, sejumlah ABK itu mengaku gaji mereka belum dibayar.

'Makan umpan ikan, minum sulingan air laut'
Tidak hanya masalah jam kerja yang di luar batas, NA, 20 tahun, anak buah kapal Long Xin 629 asal Makasar, Sulsel, mengaku 'dianaktirikan' soal makan dan minum.

Menurutnya, ABK yang non-Indonesia mendapat jatah makanan yang "lebih bergizi" ketimbang mereka. "Kita dibedain dengan orang dia."

Di dalam kapal penangkap ikan itu, awalnya ada 20 ABK WNI dan sekitar enam orang adalah ABK asal China.

"Air minumnya, kalau dia minum air mineral, kalau kami minum air sulingan dari air laut," ungkap NA. "Kalau makanan, mereka makan yang segar-segar...," kata NA.

KR, 19 tahun, asal Manado, menambahkan, "Mereka makan enak-enak, kalau kami seringkali makan ikan yang biasanya buat umpan itu."

'Melepaskan jenazah'
ABK Indonesia di kapal China
Image caption Setelah meninggal, biasanya, jenazah akan disimpan di lemari es dan dibawa kembali, namun jenazah ketiga ABK itu justru dibuang ke laut, ungkap mereka.
Pengalaman pahit yang sulit mereka lupakan adalah ketika harus melarung empat jenazah rekannya ke lautan lepas.

Upaya mereka agar jenazah 'disimpan' di ruang berpendingin, dan kelak dikubur "secara layak" di daratan, ditolak kapten kapal.

Mereka berulang-ulang meminta kepada kapten kapal agar jenazah rekannya itu dikubur saat kapal berlabuh.

"Kami sudah ngotot, tapi kami tidak bisa memaksa, wewenang dari dia [kapten kapal] semua," kata NA.

"Mereka beralasan, kalau mayat dibawah ke daratan, semua negara akan menolaknya," NA menirukan jawaban kapten kapal.

ABK Indonesia di kapal China
Image caption Mereka mengaku harus bekerja selama 18 jam per hari, beberapa di antaranya harus bekerja selama dua hari berturut-turut
Dihadapkan kenyataan pahit seperti itu, NA dan rekan-rekannya yang beragama Islam, akhirnya hanya bisa memandikan dan mensalati jenazah rekan-rekannya.

"Kami mandikan, salati dan baru 'dibuang'," ungkapnya.

MY mengatakan, hal itu melanggar kontrak ABK, karena di perjanjian awal "[jenazah] ABK bisa dipulangkan."

Minta pemerintah gugat
Baik RV, BR maupun KR, MY maupun NA sepakat bahwa pemerintah Indonesia harus melakukan gugatan hukum kepada pemilik kapal asing.

"Agar kejadian ini tidak terulang lagi," ujar mereka.

Sementara, MY dan NA berharap pengalaman buruk mereka di atas kapal Long Xin 629 tidak dialami warga Indonesia yang tertarik untuk "melaut".

Untuk itulah, mereka mengharapkan agar perusahaan yang mengirimkan calon ABK agar lebih memperhatikan soal hak-hak mereka sebagai ABK.

"Kita kan sudah ada perjanjian, dan ada pelanggaran kayak gini. Kita maunya perusahaan [yang mengirimkan mereka] bersikap lebih tegas," kata MY.

"Pelarungan sesuai prosedur"

Koordinator ILO Asia Tenggara untuk Proyek Perikanan, Abdul Hakim, mengatakan para pekerja berhak tahu rincian pekerjaan mereka, seperti jam kerja, di kontrak awal.

"Itu pelanggaran," kata Abdul menanggapi pengakuan sejumlah ABK Indonesia yang mengaku kontrak kerjanya tak keterangan itu.

Ia mengatakan harusnya jam kerja hingga hak-hak pekerja untuk beristirahat dicantumkan di kontrak kerja.

Konvensi ILO No. 188 tahun 2007 Mengenai Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan, kata Abdul, mengatur ABK berhak beristirahat selama 10 jam sehari pada kapal yang tetap di laut selama tiga hari.

"Problemnya (dalam kasus ini) ada di soal kelelahan, keletihan, dan tidak terjaminnya masa istirahat," ujar Abdul.

Terkait pelarungan jenazah, Abdul mengatakan proses pelarungan atau sea burial diatur dalam ILO Seafarers Regulation.Aturan itu memperbolehkan kapten kapal memutuskan melarung jenazah dalam kondisi, antara lain jenazah meninggal karena penyakit menular atau kapal tidak memiliki fasilitas menyimpan jenazah, sehingga dapat berdampak pada kesehatan di atas kapal.

Sementara, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ABK di kapal ikan termasuk pekerjaan yang berisiko tinggi.

Ia mengatakan masalah seperti ini, harus diselesaikan dari hulu.

"(Pemerintah) mendorong pengawasan lebih ketat terhadap penyusunan perjanjian kerja laut antara awak kapal dengan pihak pemilik kapal sehingga tidak ada klausul yang merugikan hak-hak awak kapal," ujar Retno.

"Mendorong penegakan hukum terhadap -pihak yang memberangkatkan awak kapal tanpa melalui prosedur. Pelaksanaan hukuman perlu dikedepankan berdasarkan UU 21/2007 tentang tindak pidana perdagangan orang."

Retno mengatakan dalam konferensi pers secara daring (07/05) bahwa pihaknya telah mengadakan komunikasi dengan Dubes Tiongkok terkait kasus itu.

Salah satu yang dituntutnya adalah tanggung jawab dari perusahaan China yang mempekerjakan para ABK.

"Meminta dukungan pemerintah Tiongkok untuk membantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan atas hak para awak kapal Indonesia, termasuk pembayaran gaji yang belum dibayarkan dan kondisi kerja yang aman," ujarnya.

Retno mengatakan, pemerintah China mengklaim, mereka akan memastikan agar perusahaan kapal China itu bertanggung jawab untuk mematuhi hukum yang berlaku dan kontrak yang sudah disepakati.

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-52466661

B8C Ra5is nih berani2pun bawa2 mengleng.... emoticon-Lempar Bata

Semua2 kalau bawa2 mengleng langsung dituduh rasis....

Contoh:
ABK Indonesia di kapal China: 'Tidur hanya tiga jam, makan 'umpan ikan'
ABK Indonesia di kapal China: 'Tidur hanya tiga jam, makan 'umpan ikan'
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatqurr dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh LordFaries3.0
Halaman 1 dari 2
udh tau cinak menlen kyk apa

ini pula kykny bau" jalur ilegal jg itu pt kapal cinaknya

paket kombo sudah

ane nunggu kesempatan grusuin amoy pas ribut aja

emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
slarkkk dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ikut berduka aja dahemoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
liee dan LordFaries3.0 memberi reputasi
biadap harus dikasih pelajaran
Dr awal hrs jelas, itu kuncinya, kontrak!
Jangan lwt jalur ilegal...
Agen lokal juga menjerumuskan sih
Mentingin duit doank
tki kita yang kerja diluar sudah dianggap budak. tka di indonesia bak raja.
profile-picture
flexyman memberi reputasi
Lihat 2 balasan
udah beberapa hari ini kasus viral, tapi Presiden Jokowi belum keliatan reaksinya,
gimana dengan mentri mentrinya, kayak Mentri Tenaga Kerja, Menkumham,?
yang ada baru reaksi dari Mentri Luar Negri

dari ketua DPR juga belum ada reaksi
Megawatai ketua partai pemenang pemilu, PDIP, juga belum ada reaksinya
Ngabalin, juga belum keluar komentar dan reaksinya.

mana nih reaksi dari pihak Eksekutif dan pendukungnya?


Jangan salahin kalakuan perusahaannye, apalagi kru kapal yg dari cina

Salahin agen penyalurnya yg orang2 lokal itu!

Ntar ternyata agennya die lagi die lagi tapi yg versi lokal

Ya udah agennya gak salah, yg salah tetep abk nya
bisa dibodoin sama agen



Nastaik banget tuh


emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan slider88 memberi reputasi
orang lokal yg menjerumuskan orang lokal, taktik jaman dulu yg tetap manjuremoticon-Ngakak
Tunggu penyelidikan ah, hehe
Kasus klasik
Dari dulu ya tki gelap rawan jadi human trafficking.
Disiksa, dibunuh, diperkosa, dianiaya,dibuli.
Udah dari dulu.

China,hongkong,arab,malaysia.

Ya siap siap aja yg ilegal dijual jadi budak.
ABK Indonesia di kapal China: 'Tidur hanya tiga jam, makan 'umpan ikan'

mari kita dukung mamarika buat menuklir CCP
jangan mau kerja dikapal dengan crew cina.

masih mending kerja dikapal korea ataupun greek meskipun mereka lebih keras, kasar dan disiplin. setidaknya kesejahteraan abk tetap terjamin.

kalo mau yg bener enak kerja bareng crew pilipino. udah kayak kerja di kapal Indonesia
tidur cuma 3jam kerja diporsir.. sungguh berat.
Cebong cabang menlen mana suaranya
memang betul, kalau sampai makan umpan ikan itu keterlaluan, remunerasinya tidak manusiawi. emoticon-Mad (S)

apakah di negeri sendiri kalian tidak suka makan singkong ? emoticon-Cape d... (S)
semoga almarhum diberikan ketenangan di akhirat dan keluaargaa yang ditinggalkan diberikan sabar, ikhlas dan hak haknya almarhum
sepupunya nastakk emang biadaapp emoticon-Mad
Aturan laut memang dilarung. Abk kagak paham bersandar dan putar arah itu ongkosnya sangat mahal karena abk dan sewa kapal itu hitungannya perjam lom bensinnya lom bayar bersandar di dermaga
Lihat 1 balasan
Lah SOP nya memang dilarung kok paling mungkin cuman di kremasi di darat dikubur mah kagak mungkin jadi permintaannya kagak masuk akal. Kalau dikremasi biayanya mahal bagi perusahaan karena sewa dermaga dan abk dan makanan dkk masih ditanggung selama proses
Lihat 17 balasan
Pokoknya..Hati2 aja sama china mainland..

profile-picture
atmajazone memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di