CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb438afa2d1955f45576b1f/kepribadian-mistis

Garis Keturunan Mistis

-Garis Keturunan Mistis-



Sebelum mulai perkenalkan, nama panggilan saya Mara, saya baru belajar menulis cerita jadi sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama dan tempat di alur cerita fiksi ini, yang masih terdapat banyak kekurangan..

So.. Enjoooy..


Perkenalkan nama saya Fay, seorang gadis belia yg ceria, ramah dan penyendiri tapi semua berubah setelah aku mendapat kado ulang tahun dari tante ku, entah kenapa tanpa sadar orang - orang disekitarku menjadi target incaran iblis pembunuh kir yang tidak lain adalah ayahku sendiri berikut kisahnya:


Chapter 1 : Kepribadian Terlarang

"Yeeaaaaah.. luluuuusss" teriak ku kencang setelah kurebut dengan cepat isi amplop pengumuman kelulusanku dari tangan paman ku begitu ia keluar ruang kelas.

Paman ali: "Selamat ya fay, ingat ini bukan akhir dari masa - masa belajarmu tapi ini baru langkah awal untuk mencapai segala cita - citamu, ayo kita pulang, di rumah tantemu sudah menyiapkan makanan lezat kesukaan kamu"

Suasana sekolah saat itu sangat heboh dan penuh rasa haru dan bahagia bercampur aduk di setiap sisi sekolah, tapi sudah sejak kelas satu sampai sekarang aku lulus SMA baik rapot kenaikan kelas atau kunjungan orang tua murid selalu paman ku yg mewakili orang tuaku, bahkan kami pun hidup terpisah.

Fay: "paman duluan aja nggak apa-apa, nanti fay pulang dengan oci aja, sekalian tadi dia minta temankan belanja"

Paman ali: "ya sudah, kalau begitu ajak juga ai tomboy itu kerumah ya, paman duluan ya, jangan pulang terlalu lama, tantemu sudah menyiapkan hidangan kesukaanmu jangan sampai dia marah, nanti kamu di kasi makanan kucing, hahaha" canda pamanku sambil menuju mobilnya dan beranjak pulang.

Oci: "faaaay, gimana hasilnya?" Teriak sahabatku dari gedung atas sekolah.

Fay: "aku cuman memberinya anggukan kepala disertai senyum terbaikku" kemudian membalasnya "kamuuu luluuus nggaaak" dengan nada tak kalah keras.

Oci: "aaaku kan yang ngasi kaaamu contekan masa akuuu nggaaak luluus, hahaa"

begitulah oci orangnya enerjik, pintar dan sangat cantik tapi sedikit tomboy, dengan seenaknya dia berteriak lantang dan membuatku malu, tapi cuman dialah sahabat terbaikku saat ini.

Suasana perlahan semakin sepi, satu persatu siswa dan siswi, guru dan orang tua murid pun pulang meninggalkan sekolah, tinggal lah kami berdua di dalam kelas yang memang sengaja kami tunggu.

Di sudut bangku kelas tempat kami biasa duduk saat sekolah sehari - hari, di keheningan ini kami saling berpandangan dan tersenyum.

Oci: "ingat kan perjanjian kita sayang, kalau kita lulus dari sekolah ini sebelum meninggalkan ruangan kelas ini untuk selamanya kita akan bercinta disini untuk yang terakhir"

Fay: "iya sayang tentu aku ingat janji kita, bahkan kamu nggak sadar kan, di balik sweter, rok dan seragam ini aku udah lepas dalaman aku loh, hehee"

Oci: "hah sejak kapan!, kamu memang paling pinter bikin aku semangat sayang" sambil sedikit menyenggol area sensitifku, untuk memastikannya.

Ya hubungan terlarang ku dengan oci memang sudah sejak dari kelas dua SMA semua terjadi begitu saja entah apa yang salah dengan kepribadian kami berdua. Yang jelas kamu berdua sama - sama dari keluarga yang broken home.

Baru saja oci memeluku dan akan melumat bibirku tiba - tiba handphone ku berbunyi keras, begitu kulihat di layar ternyata tante ku, "sebentar sayaang, tante lida telfon", menghentikan semua tindakan kami.

Tante lida: "faaaay jam berapa kamu ini mau pulang, ini makanan kamu keburu dingin, tante udah capek - capek masak malah nggak kamu makan, nyesel tante masak ini buang-buang waktu ajaaa,kamu dimana si ini, mana om kamu udah keburu tiduuur nanti ini"

Fay: "iyaa iyaaa tante,hehee ini nemankan oci belanja sebentar abis itu langsung pulang kok"

Tante lida: "yaudah cepat yaaa, ajak juga si tomboy ke rumah ya, daah" tuuuuut telfon pun di putuskannya

Oci menatap mataku dalam sambil tersenyum dia bilang, "kita lanjut nanti lagi aja ya sayang, "kenapa" tanyaku, "nanti kamu dikasi makanan kucing lagi sama tante lida, hehe" dan di tutup dengan sebuah kecupan di kening, oci pun melepaskan pelukannya "ayo kita pulang, aku juga udah laper ni"

Aku terdiam sejenak melihat tingkah oci, "hmmm ya udah deh, ayo kita pulang kamu sama aja kayak om ali selalu nakutin aku dengan alasan tante mau ngasi makan kucing, males ah" sambil kami berjalan meninggalkan ruang kelas.

Oci: "hehee jangan cemberut dong, ntar cepat tua lo hehee"

Fay: "yeee, ci temanin ke wc bentar y aku nggak enak nih, agak risih"

Oci: "salah sendiri kenapa dilepas,hehee, ya udah hayo tp cepat ya, nnti ketawan penjaga sekolah lo soalny udah mulai sore ni."

Fay: "sialan, udah ah jangan nakutin lagi dong" , Kami pun melanjutkan obrolan, candaan dengan sidikit curi - curi keromantisan yang terlarang ini sambil bergegas meninggalkan sekolah dan segera menuju rumah untuk jamuan makan tante lida.



-Bersambung-
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rama19dan
Chapter 2: Pertemuan Keluarga


"Kaaami pulaaang" teriak aku dan oci hampir bersamaan.

Tante lida: "haduuuh lamaaanyaa, kalian ini dari mana aja sih cepat sana mandi, ganti baju lalu kita makan, tante udah siapkan menu spesial hari ini wajib di coba ya, awas aja kalau bilang ga enak, tante kasi makanan kucing nanti."

Oci menyikutku sambil bersuara "meoong, mau dong tante wiskasnya, hehee", "suuuts kamu ah" kata fay, di rumah paman ali dan tante lida memang banyak sekali kucing baik di lantai satu dan lantai dua dipenuhi kucing yang berkeliaran di sekitar rumah.

bercanda tante nggak mungkin nggak enak kok nte, masakan tante tetap yg terbaik sampai sekarang dan slamanya ujar oci sambil mengacungkan jempolnya. yang mulai membuat tante lida tersipu malu.

Paman ali: "dasar si tomboy emang paling bisa buat tante luluh, ya udah kalian ganti baju sana terus cepat ke meja makan om tunggu ya"

Baik om ali, kami pun berlari kecil menuju lantai dua yaitu kamar fay, oci memang sudah biasa menginap disini juga, jadi sudah tidak asing bagi mereka membiarkan oci layaknya keluarga sendiri.

Sampai dikamar kami langsung mengunci pintu dan melepas seluruh pakaian tanpa terkecuali, oci langsung memeluku dari belakang melumat leherku dan itu membuatku terkejut.

Aku membalas ciumannya dengan sedikit meremas dadanya dan kami pun berciuman tanpa terasa "tok tok tok" "tok tok tok" ketukan keras itu pun mengagetkan kami dan siputih (kucing kesayanganku) masih dengan napas tersengal - sengal kami terdiam. "udah siap tu makanannya cepat deh kalian turun" kata tante lida.

Iya tante ini lagi ganti baju teriak oci, yang nafasnya sudah mulai stabil, kami pun saling pandang dan tertawa sambil langsung memakai pakaian ganti dan turun untuk makan.

Tante lida: "ganti baju kok lama banget dasar abg - abg jaman sekarang, apa - apa lama banget geraknya"

Paman ali: "kamu udah kasi selamat belum sama mereka,ma.. ?"

Tante lida: "oia sampai lupa kan fay, oci selamat ya atas kelususan kalian, jangan sampai kalian nggak lanjut kuliah ya biarpun nanti kalian bekerja atau sambil usaha pastikan kalian tetap melanjutkan ke bangku kuliah"

Fay: "makasih tante, ini semua juga berkat tante dan om yaang udah selalu mendukung fay dari awal sampai akhirnya lulus sekolah terima kasih ya buat semuanya om dan tante"

Tiba-tiba dari luar rumah "permisi, permisi suraat, permisi", "tok tok tok, permisi, permisi" sebentar ujar paman ali, menuju ke pintu depan dan membukakan pintu, setelah keluar ternyata orang itu sudah tidak ada, hanya ada sepucuk surat didepan pintu, paman ali sedikit terkejut melihat surat tersebut beramplop merah dan ternyata tanpa diisi alamat dan pengirim.

Tante lida: " siapa pa?,"

Paman ali: "bukan siapa - siapa ma" ujar om ali sedikit cemas saat akan membuka isi suratnya
Ketika suratnya di buka ternyata isinya tulisan "Sudah waktunya untuk dia menjadi penerusku -Bernard-"

Paman ali panik, keringat mendadak mengalir keseluruh tubuhnya, wajahnya pucat, dia melihat ke arah sekitar depan rumah untuk memastikan tidak ada orang lain disana, segera menutup pintu dan kembali kemeja makan.

Tante lida: "Ada apa pa? Tidak biasanya kamu panik"

Paman ali: "ma yang kita takutkan akhirnya datang, dia datang untuk menjemput ma, ini sudah waktunya" tante lida menghentikan makannya, terkejut hingga tanpa sadar menjatuhkan sendoknya dan matanya pun mulai berkaca serta perlahan air mata pun mulai mengalir membasahi pipinya

Oci dan fay yang tadi sedang bergembira dan senang, kini terdiam, bingung, dan terheran - heran dengan kondisi yang sedang di lihatnya bertahun-tahun dia tinggal disana belum pernah ia melihat situasi seperti ini

Om dan tante ada apa, kata fay memberanikan diri bertanya.

Paman ali: "fay cepat kemaskan barang - barang mu kita tinggalkan kota ini sebelum semuanya terlambat, nanti om ceritakan semua di jalan, oci kamu pulanglah sekarang"

Fay dan oci semakin bingung dan saling berpandangan heran kebingungan melihat om dan tantenya itu

Suasana hening saat itu tidak ada yang bergerak atau pun bersuara.

Paman ali: "Ayooo semuaaaaa cepaaaaat bergeraaaak, bentak om ali," suaara tangis tante lida semakin keras sambil berlari meniggalkan meja makan

Fay dan oci pun terkejut dan langsung berlari keatas, belum pernah mereka lihat sekali pun paman ali semarah dan se serius itu.

Sampai dikamar mereka sangat shock dan segera mengunci pintu bingung dan heran dengan situasi yang tidak normal ini

Oci: "om ali kenapa ya fay, kaget banget tadi aku"

Belum sempai fay menjawab, ia kini ia lebih terkejut, setelah ia melihat ternyata ada seorang pria, kekar sudah duduk di kursi belajarnya terlihat seperti menunggu kedatangan mereka.

Bernard: "lama tak bertemu fay, ini aku ayahmu, masih ingat?"

oci dan fay terdiam tanpa bisa berkata semakin shock mereka setelah iya melihat kucing di kamar fay telah tewas bersimbah darah di samping kaki bernard, seperti di bunuh dengan sadis, mereka ingin lari tapi entah kenapa badan mereka tak bisa bergerak saat itu


-Bersambung-
Chapter 3: Ingatan masa lalu



"Selamat pak, proses lahiran istri bapak berjalan lancar dan bayi pak bernard perempuan" kata seorang perawat yang keluar dari kamar persalinan rumah sakit.

Bernard: "akhirnya lahir darah dagingku, anakku" bernard bergegas masuk kedalam ruang persalinan setengah badannya masuk lalu ia keluar lagi

Kir: "dia perempuan, dia lemah akan ku habisi dia.." kir adalah kepribadian lain dalam tubuh bernard yg di turunkan secara turun termurun dari kakek buyut sebagai jiwa si pembunuh bayaran.

Bernard: "tapi dia anak pertamaku, aku akan mempunyai banyak anak kelak setidaknya salah satu di antara mereka pasti laki - laki, ku mohon jangan" sambil melawan tubuhnya untuk di ambil alih oleh Kir

Kir: "diantara kakek - kakek buyut mu salah satu dari mereka telah berhasil membuka penglihatan masa depan ku, dan aku telah melihat untuk masa depanmu takkan ada lagi anak selain dia, bukan hanya dia, aku juga akan menghabisi ibunya"

Benard: "Tidaak, jgn lily jgn dia kumohon, liiiily cepat kabur daaaarri sinii.."

Jiwa kir mulai menguasi bernard terlihat dengan bertambahnya masa otot, bentuk tubuh, ketajaman mata serta aura yang keluar dari jiwanya.

Lily yang sudah tau keadaan dan maksud bernard saat itu segera meminta tolong kepada perawat yang ada, untuk segera membawa dia dan anaknya untuk pergi dari ruangan itu dan perawat muda itu yang saat ini dikenal fay sekarang sebagai paman ali.

Tapi melihat kondisi lily saat itu tentu ali tidak mau, secara diam - diam bernard mulai mendekati lily.

Kir: "selamat lily, tapi bukan untuk kelahiran anakmu tapi untuk hari kematiannya saat ini" iya pun mencekek leher lily dengan kuat.

Tetapi kejadian ini sudah di antisipasi bernard jauh hari dengan memberikan lily koin pemindah jiwa, koin ini yang digunakan leluhur - leluhur sebelumnya agak kir selalu ada, menjadi bagian dari mereka dan menyerap kemampuan, kepintaran dan kekuatan dari setiap mereka untuk keturunan penerus berikutnya.

Dengan menempelkan koin kuno yang dijadikan kalung oleh lily ke tangannya karna wadahnya / bayinya terpisah di ruang lain sehingga lily memasukan sedikit jiwa kir ke tubuhnya sendiri hanya untuk melemahkannya sesaat tubuh bernard pun pingsan dan membuat ali yg saat itu melihat kejadian itu ketakutan.

Tolong bawa saya dan anak saya pergi dari sini pak, demi nyawa kami setelah lily menceritakan sedikit kisahnya akhirnya ali pun sepakat untuk membantunya dengan terburu - buru ia membawa bayi lily dan cepat iya mengeluarkan lily dan banyinya yg belum di beri nama itu keluar dari rumah sakit.

Lily yang menyerap sedikit jiwa kir mulai merasakan efek samping karna lily bukan garis keturunan dari bernard mentalnya tak akan mampu menahan kekuatan sebesar kir sehingga akan membuat ia gila, begitulah kira - kira yg ia jelaskan kepada ali saat itu

Ali: "jadi sekarang ibu anak ibu mau dibawa per kemana"

Lily: "sebelum aku menjadi gila bawa aku kerumah orang tuaku tapi jaraknya lumayan jauh dari sini, kumohon lebih cepat ya ali"

Ali pun mengangguk setuju dan menancap gas mobil lebih cepat.

Orang - orang berkerumun melihat kir yg pingsan setelah sedikit sadar segera menyusul mereka dengan berlari dengan kecepatan diluar nalar manusia, karna sedikit jiwa kir ada di tubuh lily jadi ia tau kemana tujuan mereka karna ia jadi bisa membaca pikiran lily.

Ditengah perjalanan menuju rumah orang tua nya, tiba - tiba wajah lily mulai berubah, tertawa sendiri dan berteriak keras membuat ali mendadak menghentikan mobilnya, ia terus berguman di mulutnya "akan kutemukan dan kubunuh" berkali - kali diucapkan lily yang setengah dirasuki kir

Ali ketakukan berlari keluar dari mobil dan menggendong bayi kecil itu menuju kearah rumahnya yang memang sudah tak jauh dari lokasi tempat ia berada sekarang.

Dengan sekuat tenaga sampailah ali ke rumahnya yang saat itu hanya ada lida yaitu istrinya dan belum di karuniai anak, betapa terkejutnya lida melihat ali datang dengan wajah pucat pasi dan keletihan sambil menggendong bayi.

Lida yang saat itu berprofesi sebagai perawat juga segera mengambil anak di gendongan ali, tak berapa lama lily datang dengan tubuh yang sudah di kuasai jiwa kir di angkatnya badan ali dengan mudah lali lemparnya ali menjauh dari lida dan bayinya.

Saat iya hendak mencekik lida dan membunuh bayinya tiba - tiba air mata menetes dari pipi lily dan perlahan lily mengambil kembali raganya yg sempat dikuasai kir.

Iya pun memeluk erat anaknya dan menyerahkannya pada lida beserta coin dari bernard sambil berkata

Lily: "berhati-hati dan larirah sejauh mungkin ketika bernard tiba untuk membunuh anak ini"

Lida: "siapa nama anak ini?"

Lily tersenyum dan berkata Rose Fayli berikan nama itu padanya, kumohon rawatla dia seperti anakmu sendiri.

Lalu lily pergi sambil meneteskan air matanya menuju mobil ambulan yang ia tinggalkan dan kembali melanjutkan perjalanan untuk mengelabui bernard yang sedang dalam perjalanan untuk membunuh mereka. Lily pun akhirnya tertangkap bernard dan tewas saat itu tanpa memberi tahu keberadaan anaknya.

Itu membuat kir bingung kemana harus mencarinya karna kalau tidak dibunuh iya tidak akan bisa melakukan penerusan jiwa sebab coinnya ada di anaknya.

Sampai pada suatu saat pas ulang tahun nya, fay diberikan kado oleh lida kalung coin yang di titipkan ibunya ketika kalung itu menempel di badannya kir langsung mengetahui keberadannya dan segera menjalankan misinya untk membunuhya

Karna raga bernard yang terus-menerus semakin menua dan melemah.



-Bersambung-
Chapter 4: Perlawanan Sang Penerus


Belum sempat oci dan fay bergerak, pintu kamar di buka oleh paman ali mereka pun terkejut karna melihat sosok bernard di kamai sontak paman ali menarik baju fay untuk membawanya kabur.

Seketika itu bernard yang kepribadiannya masih di kuasai penuh oleh kir mengibaskan tangannya dan terlempar mereka bertiga jatuh ke lantai satu.

Tante lida: "kenapa kalian?"

Paman ali: "dia sudah datang, untuk menghabisi fay, cepat kita harus pergi"

Mobil yang sudah disiapkan tante lida didepan rumah sudah menunggu, tetapi kir sudah lebih dahulu menunggu mereka di pintu depan "Dooor, dooor, doooor" tiga kali tembakan senapan laras pendek di arahkan ke arah kir namun peluru itu pun dengan mudah bisa di hindarinya.

Kir pun melangkah menuju fay untuk mengambil koin dan membunuhnya, dengan sigap paman ali berusaha menahannya tapi apa daya paman ali dengan mudah dilempar keluar rumah dan terhempas membentur pintu mobil dan membuat iya pingsan seketika.

Mereka bertiga lari dan terpencar untuk melindungi diri masing - masing fay dan oci menuju pintu belakang rumah yang menuju kearah hutan sedangkan tante lida menuju kamarnya menguncinya dan bersembunyi didalam lemari pakaian.

Saat kir hendak mengejar fay dan oci ke arah belakang rumah, dengan sisa - sisa kesadaran dan kekuatannya paman ali menembakkan dua peluru terakhir senjatanya kearah kir, yang satu tepat mengenai punggung belakang kir.

Seketika iya terkejut tapi dengan cepat dan geram kir menangkap peluru kedua tersebut dan melemparnya kembali kearah paman ali dan peluru tersebut langsung menembus bagian dadanya.

Fay yang melihat kejadian itu pun langsung terduduk, terdiam tak mampu menggerakkan kaki - kakinya lagi untuk lari hanya berteriak sekencang - kencangnya yang mampu iya lakukan sambil menyebut nama pamannya tersebut.

Oci: "jangan berhenti fay, jangan sia - siakan perjuangan paman ali", teriak oci sambil berusaha mengangkat tubuh fay, dengan perlahan ia berusaha bangkit dari tanah untuk terus lari masuk kedalam hutan belakang rumahnya.

Mereka berdua terus berlari masuk jauh kedalam hutan, hingga stamina mereka habis mereka pun berhenti di belakang pohon besar untuk mengambil napas.

Oci: "gila yang tadi itu papa mu fay, kenapa ia mau membunuhmu"

Fay: sambil menangis iya menjawab "aku nggak tau dia siapa ci, nggak tau kenapa dia mau membunuhku ci, yang jelas paman ali udah tewas di tangannya"

Oci pun memeluk tubuh dingin fay untuk menguatkannya, tak berapa lama suara langkah kaki membuat mereka waspada kembali.

Anaaakku, ini ayahmu naak, jangaan takut ini akuuu ayaahmu.. teriaknya, ternyata efek dari tembakan tadi membuat kepribadian kir menghilangkan kendali atas raga bernard untuk sesaat.

Mereka pun mengintip dari celah - celah batang kayu, betapa terkejutnya fay dan oci tenyata yang muncul dari celah itu sosok pria tua, kurus dengan rambut yang sebagian berwarna putih bahkan suara yang tadi keras dan lantang mulai berubah sedikit bergetar dan kehilangan gaungnya, sambil terus berteriak - teriak "anaaakku, anaaaku dimanaa kaauu, jangaan takuut, ini ayaaahmu.. kaauu amaan sekarangg." Berkali - kali.



-Bersambung-
Chapter 5: Kebenaran



Setelah lelah mencari fay yang masuk kedalam hutan akhirnya bernard tua, letih perlahan duduk dan pingsan tersandar di sebuah batang pohon besar, memang tanpa kekuatan kir dia hanya manusia biasa, oci dan fay yang mengawasinya dari jauh hendak akan membunuhnya dengan sebuah ranting pohon tajam.

Tapi ketika oci hendak menghujamkan batang kayu itu ke dadanya, fay menghentikannya.

Fay: "jangan dulu ci, kita ikat saja sepertinya dia sudah tidak berdaya, dan banyak pertanyaan yang ingin ku sampaikan padanya"

Oci menatap mata fay dalam, untuk memastikan keputusannya tidak salah ambil, "baikla sayang" kata oci

Bernard pun di ikat di sebuah pohon dengan kaki dan tangan terikat rotan, berangsur sadar bernard pun terkejut putri yang belum pernah ia temui sebelumnya sudah ada di depannya tapi yang mana putriku pikirnya dalam hati.

"Hey pak tua" ujar oci kau telah membunuh paman kami "plaak" sebuah tamparan keras diberikan oci yang geram melihat wajah bernard.

Bernard: "maaf kan dosaku putriku, yang membunuh paman kalian adalah kepribadianku yang lain yang bernama kir", bernard menyangka oci yang tomboy itu adalah putrinya

Oci: "lalu kenapa kau mencoba membunuh putrimu sendiri bangsaaat" teriak oci

Bernard: "jadi kau putriku siapa namamu"

Oci: "jawab dulu pertanyaan ku dasar pembunuh"

Bernard: "yah jika kau sangat ingin tau, sejak dulu leluhur kita sudah menyembah dewa srigala bernama kirishima, dan entah bagaimana salah satu dari kakek buyut kita berhasil menyatukan jiwanya dan jiwa roh srigala kir, dengan maksud untuk berperang mempertahankan desa, dan mereka selalu menang"

Kemenangan desa saat itu karna kakek buyutmu terdengar sampai ke segala penjuru kota, kakek buyutmu pun di panggil untuk ikut perang melawan daerah lain sebagai mesin pembunuh, kemeangan demi kemenangan selalu didapatkan tapi efek yang tak terhindarkan adalah dengan bergabung dengan kir bisa memperpendek usia kita.

Akhirnya kakek panik dan takut kalau suatu saat ia mati siapa yang akan menjaga desa dan keluarganya lalu ia komunikasi dengan kir bagaimana agar ia tetap bisa ada tanpa batas usia, kir pun memberitahunya dan memberinya satu buah bola matanya yang sekarang ada denganmu yaitu coin pemindah jiwa itu.

Kir sangat tidak suka dengan raga yang lemah, ia akan langsung membunuhnya untuk mencari wadah raga yang bisa terus mengeluarkan kekuatan sejatinya, karna aku tak tega membunuhmu makanya ayah menyuruh ibumu membawamu pergi, hingga sampailah kita bertemu sekarang pasti karna kau telah memakai coin itu di tubuhmu.

Bernard: "maaf kan ayah karna tak pernah ada untukmu dan malah ingin membunuhmu nak" air mata haru pun tak dapat dibendungnya.

Fay: "apakah ada cara membunuh kir didalam tubuh mu itu"

Bernard: "hanya ada dua cara untuk membunuh kir pertama *deg deg jantung bernard bertedup keras. Terasa sesak didada, Lariii naaak, lariiiik sejauh mungkin.. iaa akan datang.

Oci: "cepat katakan bagaimana caranya" teriak oci tak kalah keras sambil menjauh dari tempat itu.

Bernard: "pertama bunuh diriku saat belum bersatu dengannya, keduuaaa.. Huaaaawwwrd suara teriak bernard mulai berubah seketika suasana menjadi dipenuhi aura mencekam, otot - otot mulai keluar tetapi matanya belum berubah. "Keduaaa" bernard berusaha tidak kehilangan kesadarannya.

Jangan harap kalian bisa menbunuhku, huahahahaa suara kir mulai menguasai tubuh bernard, dengan lantang dan keras bernard berkata "segeeel kir ketubuh yang bukaaan garis keturunanku", "Sialan kau, kau akan membayarnya nanti orang lemah, ujar kir"

Oci dan fay pun lari sekuat tenaganya kearah keluar hutan menuju kembali ke rumah pamannya untuk merencanakan sesuatu, tetapi dengan sekali lompatan kir ia mampu mengejarnya dan memukul kedua gadis itu, coin di leher fay pun terlempar ke tanah.

Kir menyadari coin itu dan segera mengambilnya, sekarang ia akan mengakhiri nyawa kedua gadis itu, saat hendak membunuh oci "dor dor dor" suara tembakan datang dari arah belakang.

Ternyata tante lida dan beberapa polisi telah tiba untuk membantu mereka, "tembakan di kepalanya" teriak oci lantang.

Oci pun di tampar kir hingga pingsan, akan ku urus kalian nanti, ia pun melompat menuju kearah polisi dan tante lida untuk membunuh mereka semua.



-Bersambung-
Diubah oleh rama19dan
Chapter 6: Akhir dari segala kutukan



Dengan mudah kir membunuh satu persatu polisi itu hingga hanya tante lida yang tersisa, tante lida yang sudah sampai ketempat oci dan fay pingsan tadi berusaha menyadarkan mereka.

Setelah menghabisi semua perlahan kir menuju kembali kearah mereka untuk membunuhnya tetapi kir tiba - tiba terjatuh dan susah untuk bangkit ternyata tubuh bernard sudah sampai pada batasnya, tembakan peluru polisi - polisi tadi beberapa mengenai kaki dan bagian tubuh lainnya.

Kir: "dasar tua bangka sialan, tubuh lemahmu ini hanya menjadi beban ku saja, aku harus berpindah raga agar tidak mati disini"

Akhirnya kir bangkir perlahan dan mengerjar mereka kembali, perlahan kir membuka pikiran bernard untuk melihat yang mana anaknya, ya ternyata oci lah yang menjadi target perpindahan jiwa kir yang mengira ia adalah garis keturunan selanjutnya.

Tante lida, fay dan oci telah sampai di halaman belakang rumah mereka ada beberapa senjata di belakang seperti besi dan rantai pagar, mereka ambil untuk melindungi diri.

Kir pun telah tiba di tempat yang sama seketika dan langsung menuju kearah oci untuk menukar jiwanya kembali agar terus hidup.

Mereka pun tak bisa memberi perlawanan berarti, tubuh mungil oci diangkat tinggi keudara, sekarang kir mengambil coin pemindah jiwa dan memulai ritual pemindahan jiwa.

Fay: "hentikaaaan siluumaaan" teriak fay lantang yang tak didengarkan oleh kir

Kir pun membaca mantara dan menempelkan coin di mata oci, sambil ia juga menempelkan matanya pada tengah lubang coin tersebut, seketika oci kejang - kejang tak karuan dan tak berapa lama mereka berdua jatuh ke tanah dalam keadaan pingsan.

Tante lida dan fay mendekati mereka, perlahan tante lida mengambil coin itu dan berusaha membangunkan oci.

Tetapi bernard lebih dahulu tersadar, apa yang terjadi, dimana kir, aku tak bisa lagi merasakan hawa keberadaanya di tubuhku, bernard yang melihat oci disebelah masih mengira oci adalah anaknya ia langsung memeluknya.

Bernard: "tidaaak jgn matiiii". Tetapi saat ia melihat oci membuka matanya sontak ia menjauh dan kaget, setelah mengetahui kir ada didalam tubuh gadis tersebut.

Fay: "iya telah berpindah ke tubuh oci"

Bernard: cepat kita lari dari sini sebelum ia menguasai penuh raganya..,

Tunggu, suara oci sangat jelas terdengar "iblis ini sekarang berada di tubuhku cepat bunuh aku sebelum ia mengusai ragaku, cepaaaat"

Bernard berlari kedepan mengambil pistol milik paman ali, setelah mengambilnya ia mengarahkan pistol itu pada oci.
Cepat tembaaaaak.. suara oci semakin hilang dan sudah dalam kuasa kir sepenuhnya.

Bernard: " mana mungkin aku tega membunuh anakku sendiri, teriaknya" hal ini membuat tante lida sadar bahwa bernard salah mengira orang.

Oci yang dalam kendali kir mengambil sebuah tombak besi dan melemparnya kearah bernard sehingga menembus perutnya.

Kir: "tamat riawayat mu tua bangka lemah, tapi biarpun tubuh gadis ini lemah dan rapuh untuk sementara akan kugunakan tubuh ini.

Karna kalian berdua sudah tau rahasiaku maka sebagai hadiah kalian akan mati ditanganku.. huawhahaha

Kir pun berlari kencang dan mencekik leher fay, tetapi belum lama iya mencekik terasa ada yang berbeda dalam tubuhnya, iya pun melemparkan fay, dan tertunduk ketanah karna muntah darah.

Ternyata ia baru tersadar bahwa tubuh dan darah raga ini adalah bukan darah keturunan dari bernard dan leluhurnya, "Sialaan bernard aku tertipu olehnya"

Akan kuhabisi gadis ini lebih dahulu sebagai pembalasan dendamku dan "Dooor" satu tembakan tepat melubangi kepala kir dan membuat dia jatuh ke tanah saat ini kir tidak dapat regenerasi karna raganya bukan dari leluhur keturunan bernard dan ia pun perlahan mati dan membusuk.

Bernard yang perutnya masih tembus dengan besi terus mengalami pendarahan, jadi engkau lah anak keturunanku ya, sambil meneteskan air mata fay mendekati dan memeluk bernard.

Bernard: "maafkan ayah tak bisa membesarkan mu selayaknya anak manusia lainnya nak" tangis penyesalan memenuhi seluruh ruang

Fay tak dapat berkata sepatah katapun setelah semua rangkaian dan hal gila yang ia alami hari itu. Ia hanya menangis sambil memeluk erat tangan ayahnya.

Sebelum ayah pergi bolehkan, ayah mengetahui namamu nak. Fay tak bisa berkata jelas karna tangisannya, dari belakang terdengar "Rose fayli". Kata tante lida

Membuat bernard tersenyum serta semakin haru dan sedih setelah mendengarnya, ayah akan segera menemui ibumu iya pasti akan senang mengetahui kalau kau telah tumbuh besar nak, karna nama ibumu juga "lily Rose" ayah yakin pasti kau akan tumbuh seperti ibumu..

Bernard pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman di wajahnya. "Ayaaaaaaah" teriak fay.



-Sekian dan Terima kasih-
Diubah oleh rama19dan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di