CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Menlu: Pelarungan ABK WNI oleh Kapal China Didahului Persetujuan Keluarga
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb4076b82d495649b64f302/menlu-pelarungan-abk-wni-oleh-kapal-china-didahului-persetujuan-keluarga

Menlu: Pelarungan ABK WNI oleh Kapal China Didahului Persetujuan Keluarga


detikNews

Kamis, 07 Mei 2020 19:12 WIB
Menlu Retno LP Marsudi Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengaku mendapat surat informasi pelarungan jenazah seorang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di kapal Tyan Yu Nomor 8. Retno mengatakan ABK WNI yang dilarung itu berinisial AR.
"Kita juga dapat informasi meninggalnya ABK WNI di atas kapal dan jenazahnya sudah dilarung atau dikubur di laut. Ini kita peroleh dari pernyataan tertulis kapal Tyan Yu 8," kata Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/5/2020).

Retno mengatakan AR merupakan ABK yang bekerja di kapal Long Xing 629. Namun, pada 26 Maret 2020, AR dipindah ke kapal Tyan Yu Nomor 8 untuk dibawa ke berobat karena sakit.

"Tanggal 26 Maret, Saudara AR sakit dan dipindahkan dari kapal Long Xing 629 ke kapal Tyan Yu 8 untuk dibawa berobat ke pelabuhan," ujarnya.

Retno menjelaskan kondisi AR pun semakin kritis hingga dinyatakan meninggal pada 27 Maret 2020. Menurutnya, jenazah AR kemudian dilarung ke laut pada 31 Maret 2020. Pelarungan AR disebut sudah mendapat persetujuan keluarga.

"Jenazah almarhum dilarung pada 31 Maret 2020 pada pukul 8 pagi. Dari informasi yang diperoleh KBRI, pihak kapal telah memberi tahu pihak keluarga dan mendapat surat persetujuan pelarungan di laut tertanggal 30 Maret 2020," sebutnya.

Retno menyebut, dari informasi KBRI itu, pihak keluarga sepakat menerima kompensasi kematian dari kapal Tyan Yu Nomor 8. Pelarungan AR disebut telah mendapat persetujuan keluarga.

"Jadi itu kasus lain dari 46 WNI yang menimpa saudara kita dengan inisial AR yang meninggal kemudian sudah dikubur di laut dan atas persetujuan keluarga," tuturnya.



Ya namanya juga darurat, ada yg meninggal di tengah2 laut dimasa Covid, dipulangkan juga jalur transport internasional lockdown, mungkin ini solusi terbaik.

Atau barangkali agen Sinopobia dimari mau bantu berenang ngurus jenazah dibawa kerumahnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatqurr dan 18 lainnya memberi reputasi
oalah wis dikasih angpao tokh keluarganya??? ya wiss lah relain ajja napa ??,, sedekahin bwat iwak" dilaut..
profile-picture
profile-picture
lawbi dan diamondchest memberi reputasi
Asal ada Cinaknye, pasti rame, tau siapa benar atau salah pokoknye anti cinak dulu emoticon-Blue Guy Bata (L)

profile-picture
profile-picture
profile-picture
lawbi dan 2 lainnya memberi reputasi
Lah udah ada suratnya?
Dah resmi dunk.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
okimsya dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
ini sepertinya media korea mau adu domba
profile-picture
profile-picture
ex.pasienRSJ dan Akong.Jiugui memberi reputasi
Sinophobia laknat!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diamondchest dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Atas persetujuan keluarga? Nggak yakin gue. Perlakuan aja semena2 mana mikir hubungin pihak keluarga? So, bulshit!

Mentang2 bergantung sama China aja ngebelain sampai segitunya.

Cuma dikasih minum saringan air laut (sedangkan majikan cinak minum air kemasan)
Kerja per hari 18 jam.
Terus gaji cuma ratusan ribu perbulan dan itu pun hilang (gak nyampe ke pihak keluarga).

Apa itu semua juga sudah persetujuan pihak keluarga bu Retno?
profile-picture
bigbuncit memberi reputasi
Lihat 30 balasan
Budak pkc giring opini sop pembuangan mayatnya bukan ke perlakuan dan penyebab kematiannya.......
Biar ga simpang siur bikin penyelidikan dolo..emoticon-Big Grin
Kalo nype ke media massa malah jadi bola liar...emoticon-Stick Out Tongue
Hal kayak gini sensitif malah melebar karena urusan HAM..emoticon-Hammer
Lihat 1 balasan
Sistem kerja ABK disamain ama kantoran, yg kerja di kapal pesiar mewah saja juga ga beda jauh jam kerja belasan jam jarang duduk

Kalau kerja di tengah laut itu berhari2 hingga bulanan, mau nyetok air mineral buat puluhan-ratusan ABK bakal penuh mineral galon itu, teknologi sudah canggih bung ada alat desalination buat ubah air laut jadi air siap minum

Kalau gamau repot, ya wiraswasta sendiri bos, duit banyak beli/sewa kapal pribadi, melaut mancing sejam dua jam juga ga ada yg larang
profile-picture
yazid69 memberi reputasi
Diubah oleh therminust
Lihat 1 balasan
Itu waktu mau kerja kan ada kontrak kerja, dari situ kan bisa ditelusuri, kerja udah sesuai kontrak belum hak dan kewajibanya. Klo pemberi kerja atau karyawan ada yg melanggar ya diberi sanksi.

Cuma masalahnya kan di sini banyak kebencian sama Cinak, coba klo arab, mau dijadiin budak sex, difenggal, juga ngk ada yg ribut


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di