CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Viral Jenazah ABK WNI Dilarung ke Laut, Susi Buka Suara
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb3cd9682d4955ea432c357/viral-jenazah-abk-wni-dilarung-ke-laut-susi-buka-suara

Viral Jenazah ABK WNI Dilarung ke Laut, Susi Buka Suara

Jakarta - 
Sebuah video yang menampilkan pelarungan jenazah ABK WNI ke laut, viral di media sosial. Salah satu media televisi Korea Selatan (Korsel) mengangkat peristiwa pelarungan tersebut dan diserbarluaskan oleh Youtuber asal Korsel, Jang Hansol di kanalnya 'Korea Reomit'.
Lewat akun Twitternya @susipudjiastuti, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut bicara kasus tersebut. Menurutnya, itu lah kenapa pada masanya ia ingin pencurian ikan atau Illegal, Unreported and Unregulated (IUU Fishing) harus dihentikan. Kasus serupa disebut pernah terjadi di Benjina, Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

"Itulah kenapa Ilegal Unreported Unregulated Fishing harus dihentikan. Ingat dulu kasus Benjina? Dibawah ini berita dari Korea," kata Susi dikutip detikcom, Kamis (7/5/2020).
Susi mengingatkan kembali masyarakat akan kasus perbudakan manusia di Benjina, yang sudah terjadi bertahun-tahun. Di perairan Somalia, disebut juga pernah terjadi kasus ABK WNI yang kelaparan dan satu per satu dilepas ke pantai.

"Tonton Benjina .. yg begini ratusan sudah terjadi bertahun tahun. Abk Indonesia di perauran Somalia, yg mati kelaparan satu persatu dikapal dilepas pantai. Tidak ada suplai .. cari artikelnya pasti ada," imbuhnya
Susi membeberkan bagaimana IUUF bekerja selama ini. Dia bilang, IUUF merupakan kejahatan lintas negara yang dilakukan di beberapa wilayah laut, oleh crew dan ABK dari beberapa negara. "Hasil tangkapannya dijual ke beberapa negara, melanggar hukum banyak negara," bebernya.
Pelanggaran yang dilakukan tak hanya soal penangkapan biota laut. Tak jarang para pelaku ilegal fishing menyelundupkan berbagai komoditi termasuk narkoba melalui jalur laut yang sulit diacak. Berbagai pelanggaran dari kedaulatan wilayah laut hingga perbudakan manusia juga disebut kerap terjadi.

Kejadian ini dianggap serius sampai berbagai negara membuat Satuan Tugas (Satgas). Di AS, Presiden Barack Obama pada masanya membuat Task Force IUUF.

"Indonesia di bawah Pak Jokowi jg membuat Satgas 115. Yg dulu rencananya akan dibuat multi door menangani semua kejahatan di Laut," ujarnya.


emoticon-Cendol Ganemoticon-Toast

Sumber : https://finance.detik.com/berita-eko...75.1583978832
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatqurr dan 19 lainnya memberi reputasi
Kangen sama Ibu Susi aku. emoticon-rose
profile-picture
liee memberi reputasi
ketika emak emak lebih ganas dari bapak bapak jendral
profile-picture
profile-picture
entecavir dan liee memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ibu...... kasih tau pengganti ibu pengalaman ibu donk... kalo ga gini trrus nyesek ngliatnyaaaa...
profile-picture
profile-picture
nyonyo2 dan emangon memberi reputasi
Si EP ga ada suaranya blass, jangan jangan pikirnya ikan dilautan kenak corona makanya takut melaut

Mungkin karena mereka tahu menteri yg sekarang nggak setegas yg dulu jaman bu Susi.
emoticon-Entahlah
mentri terbaik..
yg tersingkir karena?
Lihat 1 balasan
kan udah jelas, nama2 PT yang memberangkat kan nya. knapa gak langsung ditangkap aja ?
menurut info A1
sih itu para pekerja indo sangat diforsir dan di perlakukan tidak manusiawi.
emoticon-Turut Berduka

tapi apalah daya, pemererintah RI pasti pema'af
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh ontapesek
abk sudah digaji kecil dan fasilitas krg memadai jadinya cepet sakit
andai bu susi di pilih lagi jadi mentri, semoga presiden berikutnya memilih bu susi lagi jd mentri
Kasihan keluarga merekaemoticon-rose
Kapal2 itu harus di check diinvestigasi.
Sirip hiu kaga ada manfaat buat dimakan, tapi si china masih bangga kalau makan sirip hiu
Kasian bu susi, didepak krna bikin geram 'bos' ....
Nah ini baru WNI sejati kagak kek buzzeRp menlen yang baper di trit sebelah.Gw ketik kata "sweeping TKA menlen" langsung pada blingsatan malah ngedewain Jin Ping lagiemoticon-Ngakak


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di