CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[Fiksi Mini] Naga Pemuasku & Sofie
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb3b877349d0f4fdb4b5512/fiksi-mini-naga-pemuasku-amp-sofie

[Fiksi Mini] Naga Pemuasku & Sofie

[Fiksi Mini] Naga Pemuasku & Sofie
[Sumber foto]

Naga Pemuasku

Aku tak bisa menahan sabar lagi. Sudah sejak lama aku menunggu hingga dia matang. Hari ini akan kujadikan dia miliku seorang, kucicipi, kugigit, dan kunikmati. Kuraba-raba, kupegang dirinya setelah orang lain mencampakannya. Dia begitu pasrah diperlakukan seperti itu, bodoh sekali mereka tidak memilihnya. Akhirnya, pilihanku jatuh padanya yang begitu ranum di mataku, badannya juga terlihat berisi, kuyakin dia bisa memuaskan nafsu yang kutahan selama ini.

Dengan gesit aku membayar, lalu membawanya pulang, bersamaku mengendarai motor. Dia sama sekali tak berbicara sedikit pun, dia begitu pendiam dan, tak kuasa menolak dan aku suka itu. Aku sudah membelinya, rasanya harga yang kubayar tak sebanding dengan kenikmatan yang ada pada dirinya. Terlebih lagi, dia selalu paham takdirnya akan berakhir seperti apa, dibawa ke rumah dan menjadi makanan nafsuku, mulai hari ini.

Aku mulai mengelus-elus kulitnya lagi, lantas, membuka pelindung yang menyelimuti kelezatan di dalamnya. Perlahan tapi pasti agar dia tak merasa kesakitan nantinya, walau sepertinya, dia tak akan merasa kesakitan, karena memang itulah kodratnya yaitu menjadi santapanku. Aku menghisap, mengulumnya dengan bibirku, semakin dalam dan dalam. Kugigit hingga habis, hingga menyisakan warna merahnya di bibirku, sangat manis. Sungguh! manis sekali buah ini.

Aku suka buah Naga.

©Alya Rekha Anjani
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Bonus Fiksi Mini:

Sofie


Dia tidak cantik, bisu, juga tak mahir apapun kecuali memasak. Aku tidak menikahinya, tapi sudah setahun hidup bersamanya dan setiap hari, tanpa bosan aku memakan apapun hasil masakannya. Enak, lezat dan cepat, begitulah kubisa deskripsikan masakan Sofie sekarang.

Berbeda dengan Sofie yang dulu, tidak bisu, cantik dan mahir melakukan apapun, tidak hanya memasak. Bahkan dia mahir membuat lelucon padaku tapi tak pernah kuhiraukan sama sekali. Aku menyesal. Seharusnya aku menghargai dirinya yang begitu sempurna saat itu, di sisiku.

Tiiing ... Suara robot pemasak itu sudah berdenting menandakan makananku sudah siap untuk disantap, aku membelinya setahun yang lalu. Sofie, menurutku itu nama yang tepat untuk menyebutnya.

©Alya Rekha Anjani
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Terima kritik dan saran untuk alur dan plot atau unsur-unsur lainnya di kolom komentar ya, Gen(g)z. Terima kasih, semoga menghibur! 😍
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sayaanakhilang dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Alya917
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
mocha.taufan dan Alya917 memberi reputasi
Bocah bahas nafsu
profile-picture
profile-picture
mocha.taufan dan Alya917 memberi reputasi
1. Kuputar tubuhnya menghadap belakang. Lalu kutusuk lubang kecil nan sempit itu, tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat… ”Lagi mau nge-charge HP, eh, ada sms.”

2. Rena mengambil tisu, lalu mengelap lendir bening pacarnya itu. “Gara–gara kamu, sampe keluar gini,” kata sang pacar. “Maaf say, kamu jadi ketularan flu,” ujar Rena.

3. Benda bulat itu dipegang tante Intan, digerakkan naik-turun dengan penuh semangat, otot-ototnya pun menjadi tegang. “Ugh, capeknya angkat barbel.”

4. Cewek : “Uuh… Mas, kamu kok lama banget sih keluarnya? Aku pegel nih… cape.”Cowok : “Maaf say, tadi dosennya ngasih tugas dulu. Udah lama di sini?”

5. Para tante mengerubungiku, seraya memaksaku mengocoknya lebih cepat, akhirnya keluar juga benda putih itu. “Arisan kali ini yang dapet tante Marni.”

6. Jariku masuk ke dalam lubang yang sempit itu. Kugesek-gesek lalu tiba-tiba jariku terasa basah oleh lendir yang bening. “Gini nih kalo ngupil pas lagi pilek… huh.”

7. Gadis muda itu berjongkok di depanku tanpa mengenakan celana dalam, ia pun menatapku dan berkata, “ Ayah… pipisnya udah.”

8. Setelah lama tawar menawar, harga disepakati. Mawar pun berkata, “Mau pake kondom ga??” Gue, “Boleh, biar ga lecet kan casingnya?”

9. “Beb, rada cepet dong genjotannya, udah mau nyampe nih…” ujar Rani. “Huff… iya beb, aku udah sekuat tenaga genjotnya nih.” Jawab Tomi sambil ngos-ngosan. “Awas ada anak kecil nyebrang!” pekik Rani panik.

10. Mulut Rani kempot saking nafsu mengenyotnya, dan benar saja, tak lama kemudian cairan kental dan manis itu tumpah dalam mulutnya. “Oh, enaknya permen blaster.”
profile-picture
profile-picture
Alya917 dan mocha.taufan memberi reputasi
TSnya S3 Clickbait 🤣
profile-picture
profile-picture
Alya917 dan mocha.taufan memberi reputasi
Nih te es lago coli onlen yah?? Cara yg aneh?? emoticon-Hammer2
profile-picture
Alya917 memberi reputasi
Naga bonar .?
profile-picture
Alya917 memberi reputasi
nice inpoh gan.... emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
Alya917 memberi reputasi
busetdah emoticon-Ngakak
profile-picture
Alya917 memberi reputasi
Quote:


profile-picture
profile-picture
Alya917 dan enopandarmawan memberi reputasi
Kok cerita mesum stensilan gini

emoticon-Nyepi
profile-picture
Alya917 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di