CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Luhut Memang Hebat, Megawati dan PDIP Tak Berkutik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb3a6329a972e0a0b63dd10/luhut-memang-hebat-megawati-dan-pdip-tak-berkutik

Luhut Memang Hebat, Megawati dan PDIP Tak Berkutik

Luhut Memang Hebat, Megawati dan PDIP Tak Berkutik

By Asyari Usman

Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) boleh-boleh saja tak disukai banyak orang. Tapi, harus diakui beliau adalah politisi yang hebat. Dengan halus dan tak terasa, Pak Luhut membuat Banteng PDIP tak bisa berbuat apa-apa. Tak berkutik. Sekarang, nyaris tidak ada lagi pengaruh partai terbesar di koalisi Indonesia Kerja itu terhadap Presiden Jokowi.

Jokowi boleh dikatakan sudah lepas sepenuhnya ke pangkuan LBP setelah berlangsung tarik-menarik selama 2-3 tahun ini. Itulah kehebatan Pak Luhut. Tanpa partai, Dalam istilah bisnis, Pak Luhut kini menjadi ‘share holder’ (pemegang saham) tunggal atas Jokowi.

Pak Luhut memang lihai. Piawai berpolitik. Ketika Jokowi memerlukan kendaraan untuk pilpres 2019, Luhut membiarkan Jokowi berinteraksi intensif dengan PDIP, khususnya dengan Bu Ketum Megawati Soekarnoputri. Luhut mengkondisikan seolah-olah hubungan Jokowi-Mega akrab apa adanya. Ini membuat Bu Mega merasa yakin bahwa Jokowi masih ada dalam genggamannya.

Jokowi pun sangat ‘pintar’ bermain. Selama proses prakampanye dan masa kampanye pilpres 2019, Jokowi menunjukkan dirinya adalah ‘orang PDIP asli’. Semua arahan Bu Mega dia ikuti. Ketika terjadi sengketa hasil pilpres, Jokowi sangat memerlukan Bu Mega. Sampai akhirnya Jokowi menang di MK. Perananan politik Bu Mega dan PDIP sangat besar dan sentral.

Harus diakui pula bahwa Jokowi berhasil memainkan drama yang membuat Bu Mega dan PDIP terpukau. Akting Jokowi sempurna sekali.

Ketika Jokowi memerlukan legitimasi dari Prabowo Subianto (PS), peranan Bu Mega sangat krusial. Prabowo selalu menolak ketika Luhut mencoba merangkulnya. Tapi, ketika Bu Mega yang membujuk, Prabowo langsung mengekor. Itulah kehebatan Bu Mega. PS bersedia berdamai. Bahkan bersedia menjadi bawahan Jokowi.

Luhut tidak akan mampu menaklukkan PS sebagaimana Bu Mega bisa melakukan itu tanpa hura-hura. Ini kehebatan Bu Ketum. Jadi, kedua politisi ini sama-sama hebat.

Tetapi, semua kehebatan politik pilpres 2019 ternyata ada di tangan Pak Luhut. Bukan di tangan Bu Mega. Begitu Jokowi dilantik, mulailah berjalan strategi LBP. Perlahan tapi pasti, Jokowi menunjukkan bahwa dia tidak lagi memerlukan Bu Mega. Hajat Jokowi sudah tercapai. Jabatan presiden sudah di tangan, dan Prabowo sudah dijinakkan oleh Bu Mega. Jalan Jokowi menjadi lempang dan mulus.

Hari ini, PDIP berteriak-teriak bagai orang protes. Mereka dongkol terhadap Jokowi yang terlalu besar memberikan kekuasaan kepada Pak Luhut. Kebetulan, ada isu yang bisa mereka mainkan. Yaitu, Perppu No. 1 Tahun 2020 tentang penanganan Covid-19 dengan segala akibat ekonomi dan keuangan yang bakal muncul. Orang menyebutnya Perppu Corona.

Dua politisi ‘outspoken’ di PDIP, Masinton Pasaribu dan Arteria Dahlan, menyerang Perppu Corona. Mereka mengutuk keras Perppu itu. Kata Masinton, Perppu ini bulat untuk kepentingan oligarki –sekelompok kecil orang yang berkuasa. Arteria mengatakan, Perppiu itu menunjukkan ada ‘penguasa baru di atas presiden’. Ada semacam ‘presiden di atas presiden’.

Pak Luhut dan Jokowi tak menghiraukan teriakan keras PDIP itu. Tentu saja LBP punya kalkulasi politik yang cermat. Beliau tidak sembarangan.

Pak Luhut tahu persis bagaimana cara mendiamkan PDIP. Dia sudah siapkan langkah-langkah yang terukur untuk membuat Bu Mega dan PDIP tak berkutik.

Jokowi juga ada pada posisi ‘nothing to lose’ --posisi tanpa beban. Dia tak perlu lagi memikirkan dukungan PDIP. Toh, Jokowi tidak bisa mencalonkan diri lagi menjadi presiden pada 2024. Seandainya pun Banteng keluar dari koalisi Indonesia Kerja, tidak masalah bagi pemerintahan Jokowi. Koalisi Jokowi-Luhut tidak akan goyang. Jokowi tak perlu mengkhawatirkan dukungan politik di parlemen selama 4 tahun ke depan.

PDIP tak mungkin melakukan manuver untuk menggoyang Jokowi sebelum selesai periode kedua. Bu Mega tak akan berani. Besar risikonya.

Pertama, manuver untuk menggoyang Jokowi belum tentu didukung oleh kekuatan-kekuatan politik lain. Bisa-bisa PDIP akan dipermalukan. Sendirian menggoyang Jokowi. Dan itu ‘mustahil’ bisa tembus. Tidak ada jaminan partai-partai lain mau ikut. Sebab, sejarah mencatat hampir semua parpol hanya memikirkan diri dan misinya sendiri.

Kedua, kalau PDIP dan Bu Mega nekat menggoyang Jokowi, mereka akan dianggap merongrong demokrasi. PDIP akan dilihat sebagai musuh demokrasi. Bisa menjadi catatan buruk.

Ketiga, kalau PDIP dan Bu Mega mencoba melengserkan Jokowi, mereka akan dikutuk sebagai partai yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini tak mungkin dilakukan PDIP. Mereka adalah partai besar yang harus memberikan keteladanan berpolitik.

Jadi, Luhut dan Jokowi paham betul ketidakberdayaan PDIP saat ini. Itulah sebabnya, Jokowi ‘cuek’ saja mengambil kebijakan yang tak menyenangkan Bu Mega dan PDIP. Duet Jokowi-Luhut tahu persis bahwa Bu Mega tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Karena itu, harus diakui kehebatan strategi Pak Luhut dalam mengawal dan mengarahkan Pak Jokowi. Bu Mega dan PDIP bisa digiring ke posisi ‘gigit jari’ sambil dongkol tetapi dipaksa untuk tetap mendukung Jokowi.[]

6 Mei 2020
(Penulis wartawan senior)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatqurr dan 26 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Lalu? emoticon-Bingung
Lord luhut emoticon-Leh Uga
profile-picture
putti.sat memberi reputasi
politik emank ribet.....
tllu dkat mega d bilang president boneka....
dkt ama luhut dbilang pecah kongsi.....
emoticon-Cool

trus hrs dkat ama sapa?
wowo?
Lihat 1 balasan
opung luhut gitu lohemoticon-Cool
Diubah oleh kampung.kampung
Begitu baca akhir tulisan, ternyata cuma ketikan tanpa sumber alias ngarang, dengan membawa-bawa nama wartawan senior.

Jelas berita di atas hox saja.
Faktanya LBP, Megawati & Jokowi masih satu kubu dan semua baik-baik saja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 3 lainnya memberi reputasi
so what.

faktanya doi punya kekuasaan walaupun nggak absolut.
buktinya bonekanya digoyang kiri-kanan.
luhut dihadirkan untuk back-up puan dan juga mega gan. karena kalau mereka yang terkesan ikut campur, bakal ancur nama pdip. gitu loh...

jokowi namanya ancur ngga masalah, karena ngga bisa dipilih lagi. yang penting nama pdip tidak ancur.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alisson.13 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Dan tulisan ini menegaskan ketidak berdayaan jokowi jika dihadapkan oleh bpk. Luhut Presidenku.

emoticon-Jempol
profile-picture
alisson.13 memberi reputasi
Bohong
profile-picture
keympas memberi reputasi
opini kok jadi berita? mabok?
profile-picture
clcyep memberi reputasi
All hail lord luhut
emoticon-Traveller
all hail lord luhut emoticon-Belgia
Kadrun is so desperate, kebanyakan makan tai onta

Sekarang berusaha ngadu domba PDIP & Megawati lawan Luhut

Ngoahahaaa...........
profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
Diubah oleh j.u.n.a.e.d.i.h
Core of the core
Luhut Memang Hebat, Megawati dan PDIP Tak Berkutik
Analisanya dangkal bngt. PDI P bukan partai bodoh. Jd pemenang pilpres berkali2 itu menunjukan klo PDI P partai yg sngt piawai berpolitik. Salah satu kepiawaian PDI P itu saat pilkada jabar dgn membalas kekalahan d pilkada jakarta.

Alasan PDI P ga trlalu mau mendekat jokowi itu buat kasih stigma bagus ke jokowi klo dia bukan sbg presiden partai sprti presiden yg udah2.

periode pertama belum lama jokowi menjabat musuh2 PDI P udh lempar isu jokowi d bawah mega, ato megawati itu presiden sesungguhnya sesungguhnya...

sementara d periode ke 2 mega dan PDI P menjauh dr jokowi lawan2 PDI P masuk perangkap pikirannya sendiri dgn berpikir klo hubungan jokowi dan PDI P gak akur....
Ada jg yg berubah tuduhan klo jokowi d bawah luhut

emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk

profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
Diubah oleh smogal
analisa anak sma ini mah jurusan IPS, ane ketawa aja bacanya
profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
Luhut Memang Hebat, Megawati dan PDIP Tak Berkutik
Anda lebih cocok jadi stendap kometdian Pak...
lebih mengena temanya emoticon-Hammer (S)
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di