CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menko PMK Muhadjir Sempat Tegur Keras Anies soal Bansos, Begini Ceritanya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb38dafc0cad7610119e55f/menko-pmk-muhadjir-sempat-tegur-keras-anies-soal-bansos-begini-ceritanya

Menko PMK Muhadjir Sempat Tegur Keras Anies soal Bansos, Begini Ceritanya

Menko PMK Muhadjir Sempat Tegur Keras Anies soal Bansos, Begini Ceritanya

Menko PMK Muhadjir Effendy mengaku sempat bersitegang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penyebabnya adalah ketidaksinkronan data mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona (COVID-19) di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Muhadjir dalam webinar dengan topik Kebijakan Strategis Menghadapi Dampak Pandemik di Sektor Pembangunan Manusia Berbasis Revolusi Mental seperti dilihat Kamis (7/5/2020). Muhadjir awalnya bicara mengenai problem utama penyaluran bansos yaitu sinkronisasi data.

"Kita tahu datanya itu sebetulnya, data untuk menangani miskin di Indonesia sudah ada DTKS, data terpadu kesejahteraan sosial yang ada di Kemensos, itu yang jadi patokan semuanya. Tetapi harus diingat dengan adanya COVID ini, banyak orang miskin baru, miskin kagetan gara-gara COVID," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan virus Corona ini berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Mereka yang awalnya mempunyai penghasilan sehari-hari kini kehilangan mata pencahariannya.

"Pengusaha banyak terutama UMKM jualan bakso, jualan asongan jualan gerobak itu semula punya hidup sehari-hari aman, tiba-tiba penghasilannya hilang karena mata pencahariannya hilang," ujar dia.

Barulah Muhadjir menyinggung soal koordinasi mengenai data bansos dengan Pemprov DKI. Dia mengaku sempat menegur Anies karena khawatir ada kekacauan penyaluran bansos di lapangan.

"Dan inilah yang banyak dan itu tidak ada dalam data karena itu sekarang problemnya data, termasuk di DKI yang sekarang kita bantu ini problem data, belum lagi sinkronisasi, koordinasi yang dimaksud oleh Pak Djayadi tadi. Misalnya kami dengan DKI ini agak sekarang sedang tarik menarik artinya cocok-cocokkan data bahkan kemarin saya dengan Pak Gubernur, agak saya tegur keras Pak Gubernur, karena kemarin waktu rapat kabinet terbatas, dia menyodorkan data miskin baru di Jakarta itu sekitar 3,6 juta orang beliau menyampaikan akan bisa mengatasi yang 1,1 kemudian sisanya minta ditangani oleh pusat," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan data dari RT/RW terkait warga yang berhak menerima bansos tidak dilaporkan. Menurut Muhadjir, hal itu bisa menyebabkan keributan di tengah masyarakat.

"Karena itu perorangan maka kemudian kita breakdown menjadi keluarga kemudian Kemenko PMK, pak mensos, melalui Mensos kita alokasikan 1,3 juta kepala keluarga yang akan kita supply, tetapi di lapangan ternyata bahwa bantuan gubernur itu sekadar untuk mengisi kekosongan pemerintah pusat mengisi, kan di lapangan jadi kacau kenapa? karena daftar yang diturunkan oleh DKI ke Kemensos, data yang kemarin menerima bantuan Gubernur. Sementara RT/RW seperti Pak Djayadi sebut itu punya data sendiri yang itu mestinya dikirim ke Kemensos tapi itu tidak dikirim ke Kemensos, ketika datang bantuan dari kita, yang tercatat tuntut supaya itu haknya, sementara yang didaftar tuntut juga, sudah didaftar kok nggak dikasih, bayangkan di lapangan," kata Muhadjir.

Muhadjir lantas meminta Anies untuk tidak merubah data yang telah disepakati dalam rapat kabinet terbatas. Jangan sampai, kata Muhadjir, masyarakat ribut di lapangan kemudian melampiaskan kekesalannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Untung saya menteri yang suka di lapangan, saya turun sendiri cek ke lapangan, kalau nggak itu, bukan apa, mungkin sudah terjadi keributan kericuhan di DKI gara-gara itu. Kalau kita tidak tahu bagaimana dinamika di lapangan," tutur Muhadjir.

"Karena itu kemarin saya jelaskan, ingatkan Pak Gubernur, Pak Gubernur kan ada kesepakatan itu rapat kabinet tidak begitu, Gubernur sanggup, DKI sanggup 1,1 juta, kita siapkan 2,5 juta, jadi jangan dirubah itu, kalau dirubah kacau, soal nilainya berbeda, bantuannya itu kita bicarakan teknis di lapangan, penjelasan ke masyarakat tapi jangan sampai yang sudah didaftar RT/RW ini nggak diberi ini bisa kacau nanti, RT/RW digebuki warga, kemudian warganya juga protes ke pemerintah pusat, pakai video yang maki-maki presiden, presidennya nggak tahu apa-apa," beber Muhadjir.

https://m.detik.com/news/berita/d-50...ni-ceritanya/2

Nggak Presiden nggak menteri pada suka di lapangan, pantes kalau bikin kebijakan strategis pada tarik ulur, esuk dele sore tempe.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatqurr dan 18 lainnya memberi reputasi
Menko PMK Muhadjir Sempat Tegur Keras Anies soal Bansos, Begini Ceritanya


{thread_title}
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lontongbesar dan 5 lainnya memberi reputasi
Sejak dulu data di lapangan memang sulit presisi. Masih ingat kasus desa fiktif yang terima bantuan dana desa? Nah, data gak benar, emang sengaja dibuat gak benar untuk... Ah sudah lah..

Jadi masalah banget data itu sekarang,
gak bisa dipakai saat dibutuhkan.
profile-picture
saya.kira memberi reputasi
Diubah oleh Kelabang.Hitam
Menko PMK Muhadjir Sempat Tegur Keras Anies soal Bansos, Begini Ceritanya

janjinya 10 hari data sudah terkumpul emoticon-Sundul Up

Menko PMK Muhadjir Sempat Tegur Keras Anies soal Bansos, Begini Ceritanya

sudah punya data by name by addressemoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lontongbesar dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mol.onta
Sudah jangan ribut sebaiknya bekerja saja dgn baik
profile-picture
profile-picture
Kelabang.Hitam dan saya.kira memberi reputasi
namanya jg Wan Gober
urusan duit, pelitnya minta ampun emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
37sanchi dan 2 lainnya memberi reputasi
belio berkerja

memikirkan apa kata2 yg akan diucap dikonpres

kalo bisa membuat mimbar bergetar
kobujet kok gak ngundang anies lg bahas bansos tahap 1,2,3 dan bingkisan lebaran ?
Berani sama wan pekok???? Positip bakalan di karantina wajah!!!! Dan tak akan di sholatin . (Lah iyalah. Wong belom mati, dan rajin sholat). :Ngacir
jadi salah siapa neeemoticon-Bingung
kira2 anies brani bikin konpers bantahan gak yaa??? emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

kalo enggak fixed bener dia pelittt..... emoticon-fuck
profile-picture
helmisu memberi reputasi
Awalnya anies nanggung untuk angka 1,1 jt warga , pusat 2,5 jt warga. Amaanies data yg dikaish ke pusta malah data 1,1 jt warga . 2,5jt warga gk diserhain ke pusat . Alhasilada yg dt bantuan dr pemprov dan pusat . 2,5jt watga yg terdaftar gk dpt apa2 . Mrekangamuknya ke rt rw yg data mreka plus ke pusat.. Apdahal pusat bisa gerak berawal data dr daerah2
Lihat 1 balasan
Kacau, data yg sudah disepakati malah dirubah. emoticon-Cape d...
Ati2 ntar dia konpers + bergetar, bisa digeruduk itu pak mentri sama fansnya....
profile-picture
lontongbesar memberi reputasi
Kalo sudah tidak mempan ditegur ya ditempeleng saja emoticon-army
profile-picture
lontongbesar memberi reputasi
Buat pelajaran aja kalau milih pemimpin....,

Keledai saja nggak mau jatuh kelubang yg sama emoticon-Malu
profile-picture
lontongbesar memberi reputasi
Kalo soal data sich
Ngga heran laaah sama Indonesia...

Data Peserta Pemilih Tetap (Pemilu) = Ambyar
Data Masyarakat yang terinfeksi Covid-19 = Ambyar
Data Kependudukan, you know laaah 1 orang aja bisa punya 2 KTP atau lebih (NIK nya berbeda) = Ambyar
Data Penduduk Miskin pasti Ambyar juga

PNS nya ngapain aja yach?
Merasa paling bener.... Ngaca dulu pak


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di