CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Jangan Panik! Berikut Penanganan Pertama Apabila Anak Mengalami Kejang Demam Di Rumah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb38cd3337f93167d59851e/jangan-panik-berikut-penanganan-pertama-apabila-anak-mengalami-kejang-demam-di-rumah

Jangan Panik! Berikut Penanganan Pertama Apabila Anak Mengalami Kejang Demam Di Rumah

Jangan Panik! Berikut Penanganan Pertama Apabila Anak Mengalami Kejang Demam Di Rumah
Source : google search


Halo para Gansist yang menyandang predikat sebagai orang tua!
Semoga puasa agan dan sista bisa diberikan kemudahan dan kelancaran sampai akhir Ramadhan ya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


Kali ini, saya akan mencoba berbagi seputar pengalaman pribadi, saat anak saya mengalami kejang demam yang tak pernah saya sangka sebelumnya.


Jangan Panik! Berikut Penanganan Pertama Apabila Anak Mengalami Kejang Demam Di Rumah
Source : google search


Apakah itu kejang demam?
Berdasarkan informasi dari situs alodokter.com, Kejang demam atau penyakit step adalah kejang pada anak yang dipicu oleh demam, bukan kelainan di otak. Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.


Jadi, kejang demam ini berbeda dengan gejala epilepsi ya Gansist. Kejang demam terjadi saat anak sedang mengalami demam tinggi dan daya tubuh sang anak sedang turun. Toleransi setiap anak pada kenaikan suhu tubuh itu berbeda - beda, kebanyakan pada range 39 - 40 derajat celcius. Namun, ada sebagian anak meskipun masih dalam suhu 37 derajat celcius, sudah mengalami kejang demam. Kesimpulannya, setiap anak memiliki batas suhu toleransi masing - masing yang harus dipantau oleh para orang tua untuk mencegah terjadinya kejang demam ini.


Hal yang patut diwaspadai adalah jika anak mengalami kejang yang tidak disertai dengan demam, wajib hukumnya untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit, karena hal tersebut merupakan tanda awal anak mengalami penyakit epilepsi.


Kok bisa mengalami kejang sih?
Jadi, saat suhu tubuh si kecil meningkat, hal tersebut membuat oksigen dalam tubuh akan cepat menguap dan membuat si kecil kesulitan bernafas. Akibatnya, asupan oksigen ke dalam otak akan terhambat sehingga mengakibatkan kinerja otak terganggu dan terjadilah kejang demam ini. Mirip - mirip seperti konsleting listrik, seperti itulah kurang lebihnya menurut penjelasan dokter yang menangani anak saya kala itu.


Bagaimana sih awal mula anak saya mengalami kejang demam?
Bermula saat anak saya mengalami demam tanpa gejala batuk dan pilek. Saat itu ananda masih berusia sekitar 13 bulan.
Saat itu saya berpikir bahwa si kecil demam karena hendak tumbuh gigi, sehingga saya hanya melakukan treatment seperti yang biasa saya lakukan saat ia sedang demam. Seperti menggempurnya dengan ASI, skin to skin, mengompres bagian lipatan tubuh dengan air hangat dan memberikan obat penurun panas per enam jam sekali.


Namun, saat sekitar pukul dua malam anak saya tiba - tiba terbangun dan terlihat sangat tak nyaman. Saya pun segera meminumkannya kembali dengan obat penurun panas. Baru beberapa menit obat terminum, tiba - tiba tubuhnya kejang. Saat itu, saya benar - benar sangat panik karena itulah pertama kali bagi saya, tatkala melihat si kecil mengalami kejang. Setelah didiagnosa oleh dokter, ternyata anak saya mengalami campak bayi (roseola infantum) yang ditandai dengan munculnya bercak - bercak merah yang tidak gatal, setelah demamnya turun.



●●●●●



Berikut ciri - ciri kejang demam berdasarkan yang saya amati dari kejadian anak saya adalah


• Tubuh anak kaku sekali, disertai sentakan    - sentakan kecil di tubuhnya.

• Matanya melirik ke atas, sampai bola matanya hampir tak terlihat.

• Bagian bibir terlihat membiru.

• Saat pertama kali kejang, mulutnya hanya ternganga, namun saat kejang berulang kedua kalinya, ananda sampai menggigit lidahnya dengan sangat kuat.

• Sedang dalam kondisi tidak sadar.

• Berlangsung singkat kurang lebih 10 sampai 15 detik atau bisa lebih lama dari itu.


●●●●●



Dan berikut ciri - ciri si kecil setelah mengalami kejang demam, antara lain :

• Menangis seketika sesaat setelah sadar.

• Anak akan terlihat sangat mengantuk.

• Terlihat lelah dan lemas.

• Langsung tertidur.


●●●●●



Panik? Sudah pasti. Apalagi ini adalah pertama kalinya si kecil menjalami kejang demam. Saat itu saya dan suami pun segera mencari klinik terdekat agar anak saya segera mendapatkan penanganan secepatnya.


Ternyata, belum sempat mendapatkan penanganan lanjutan, anak saya mengalami kejang demam berulang pada suhu 39 derajat celcius. Dari situlah, saya akhirnya mendapatkan acuan suhu toleransi bagi anak saya. Di kemudian hari jika anak saya demam, sebisa mungkin saya harus menjaga suhu tubuhnya agar tidak sampai mencapai 39 derajat celcius.




●●●●●



Lalu, apa yang harus kita lakukan apabila anak mengalami kejang demam saat berada di rumah?

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan apabila ananda mengalami kejang demam saat berada di rumah (Berdasarkan yang saya amati dari penanganan dokter di rumah sakit) :


• Ambil nafas dalam - dalam, usahakan untuk tidak panik.

• Pindahkan anak ke tempat yang lapang dan aman (jauh dari barang - barang berbahaya atau barang - barang yang dapat menghalangi jalan nafasnya)

• Longgarkan pakaiannya terutama di area leher bila perlu lepas semua pakaiannya.

• Ini yang paling penting, miringkan tubuh anak agar air liur atau apabila ia muntah, tidak masuk dan menghalangi jalan nafas anak.

• Jangan masukkan apapun ke dalam mulut anak selagi kejang, entah air minum, susu ataupun itu, karena hal tersebut akan malah berakibat fatal.

• Jika lidah tergigit, jangan memasukkan logam seperti sendok atau semacamnya, karena hal tersebut justru bisa membuat area mulut si kecil terluka. Atau jika memang takut lidah si anak kenapa - kenapa, lilit kain bersih lalu bantalkan di lidahnya, pastikan agar tidak menghalangi jalan nafasnya.

• Siapkan obat penurun panas yang diberikan lewat anus atau dubur, (Biasanya tersedia di apotek dan jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu ke dokter)

• Tetap dampingi si kecil, tenangkan si kecil dan bawa ananda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


●●●●●



Gansist! Ternyata masalah kejang demam ini, tak lepas dari fakta dan mitos yang menyertainya. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar kejang demam yang terkadang sering disalah artikan oleh orang tua.

Benarkah kejang demam itu terjadi karena keturunan?

Jawab : Fakta, menurut informasi yang saya dapatkan dari dokter, presentase kejang demam akan lebih tinggi terjadi, karena bakat yang diturunkan oleh orang tua si kecil.
Ketika saya kecil dulu, saya kerapkali mengalami kejang saat saya demam. Dan hal tersebut selalu terjadi sampai saya menginjak usia 5 tahun. Hal itulah yang menjadi dasar mengapa anak saya juga mengalami kejang demam. Jadi, untuk Gansist yang memiliki riwayat kejang demam, harus siap sedia dan waspada memantau si kecil apabila sedang demam tinggi.


Anak yang telah mengamami kejang demam, apakah tidak boleh dimandikan saat sakit?

Jawaban : Mitos. Justru saat anak sakit, mandi adalah hal wajib yang harus tetap dilakukan agar tubuhnya bersih dari kuman. Dengan syarat, mandi di waktu yang tepat dan menggunakan air hangat. Air hangat inilah yang mampu menurunkan suhu tubuh anak layaknya sedang dikompres. Sehingga, hal ini selalu saya terapkan dengan merendam anak saya di dalam air hangat tatkala ia demam, saat ia sulit atau tak mau dikompres.


Benarkah kopi bisa mencegah kejang demam?

Jawaban : Mitos.
Sebenarnya, hal satu ini masih diterapkan oleh ibu - ibu tempoe dulu. Dimana mereka memberikan kopi kepada si kecil dengan dalih dapat mencegahnya dari kejang demam. Pun sebagian besar teman - teman saya merekomendasikan kopi saat tahu anak saya mengalami kejang demam.
Padahal, faktanya tidak ada hubungannya antara minum kopi dengan kejang demam.


Kopi mengandung bahan (xanthin-alkaloida). Bahan ini merupakan bagian dari kafein yang bersifat mengaktifkan sistem saraf pusat atau otak. Sehingga dapat mengakibatkan hal - hal berikut ini :

1. Menyebabkan keadaan hiperaktif pada anak.

2. Menghambat penyerapan zat besi.

3. Menyebabkan asam lambung meningkat.

4. Menyebabkan anak menjadi gelisah, jantung berdebar - debar.

5. Dapat menimbulkan ketagihan karena kafein bersifat adiktif.


Jadi kapan anak boleh minum kopi? Jawabannya Jika anak sudah berumur kurang lebih 12 tahun ya mom!


Benarkah kejang demam membuat anak menjadi bodoh?

Jawaban : Mitos. Kejang demam tidak berpengaruh terhadap kecerdasan anak based on info dari penjelasan link berikut ini.

Begitupun yang juga saya rasakan, meskipun saat kecil saya sering mengalami kejang demam berulang, hal tersebut tidak membuat saya kesulitan belajar di masa dewasa. Namun, kejang demam juga harus diusahakan agar tidak terjadi berulang kali. Karena meskipun kemungkinan putus atau rusaknya syaraf otak kecil, jika terus - menerus terjadi, bisa berakibat fatal bagi tumbuh kembang si kecil.


●●●●●



Nah gansist! Itulah tadi beberapa hal yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman saya sebagai orang tua.


Semoga bermanfaat, stay safe and healthy.

Happy Fasting.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yunie87 dan 46 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dwyzello
Gansist, saat anak mengalami kejang demam, hindari memukul anak, menggoyang - goyangkan badannya dengan kuat dengan maksud untuk menyadarkannya ya. Karena hal tersebut justru akan membahayakan si kecil..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 5 lainnya memberi reputasi
Jika suhu tubuh anak semakin tinggi meskipun sudah diberikan obat penurun panas, wajib hukumnya untuk segera membawanya ke dokter. pemberian cairan infus dapat membantu menurunkan demam anak..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 5 lainnya memberi reputasi
tips yang bagusss kalo ada anak yg kejang krn demam tinggi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
nais inpo nih emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Artikelnya bagus bgt sis.
ane paling takut bgt kalo seandainya anak kejang *jangan sampe. jd kalo anak ane demam ane pantau trs suhunya ga bole lebih dr 38.9. kalo udah ane kasih obat penurun panas tp bbrp jam kemudian masih demam, langsung ane bawa ke dokter anak soalnya percuma jg ngasih penurun panas trs tp penyebab utama demamnya ga diobatin. demam emg bikin ane parno sih.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
nice bgt ini pengetahuannya sis!! emg kalo anak kenapa2 tuh bikin panik. ngiranya sumeng padahal parah ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
bermanfaat sekali
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Nice threat, menambah wawasan soal parenting dan mengedukasi kita ttg medis sekalipun basic.

Walaupun saya yakin pd awalnya mesti panik, yap itulah ortu. Sama spt saya juga.

emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Oke.. yang penting jangan panik dulu. emoticon-No Sara Please
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
azzam juga pernah weeek, tapi memang kalo anak cwo suhu 38-39 rentan kejang, klo cwe biasanya sampe 40 masih tahan mungkin cuma menggigil dan mengigau.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Nice info gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fatur82 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Yg terpenting, dirumah wajib sedia paracetamol utk anak ya bapak ibu sekalian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bergajulmoment dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Info yg bermanfaat bagi yg sudah berkeluarga.

Jangan lupa sedia paracetamol dirumah bila si anak demam
profile-picture
profile-picture
bergajulmoment dan dwyzello memberi reputasi
Diubah oleh fatur82
Lihat 1 balasan
thanks gan infonya.. emoticon-Toast
profile-picture
dwyzello memberi reputasi
Lihat 1 balasan
yang penting tetap tenang agar tidak berakibat fatal.....informasi yang bagus...bisa buat nambah pengetahuan....baik buat diri sendiri atau orang lain.
profile-picture
dwyzello memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Mksih ats infonya.sngat brguna bnget gan.dlu sya prnah mnglaminya,mlhat ank kyak gtu jdi bngung mau brbuat apa.tpi stlah bca artikel agan,sya jdi thu cra mnanganinya.
profile-picture
dwyzello memberi reputasi
Lihat 1 balasan
haduh baca trit ini aja ane udah ngeri bayangin paniknya kalau anak kejang
profile-picture
dwyzello memberi reputasi
Diubah oleh farinamany
Lihat 4 balasan
iya nih liat keponakan gw suhu 38 udah kejang, pas lagi nyender sama gw. emaknya lagi keluar.

liat kejang gini langsung panik bawa ke IGD terdekat, info dari dokternya saat anak demam gini harus dipantau terus suhunya ga boleh sampe 38, setiap 4 jam sekali diberi obat dari dokternya. baik dari minum maupun dari belakang si anak.
profile-picture
dwyzello memberi reputasi
Lihat 1 balasan
dulu pernah dapet tips dari dokter anak kalo kejang bajunya dicopot semua anak ditaruh lantai. sama diguyur air dingin kepala bagian atas. terus abis itu terapi ke dokter syaraf anak
profile-picture
dwyzello memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di