CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Belva, Si Peraup Untung di Tengah Buntungnya Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb32541b8408802481f318f/belva-si-peraup-untung-di-tengah-buntungnya-corona

Belva, Si Peraup Untung di Tengah Buntungnya Corona

Belva konon dituding melakukan kolusi ketika menjadi staf khusus dari Presiden Joko Widodo.

ADA mas Syah Belva Devara mungkin agak panik dengan situasi yang menimpanya sekarang. Pria lulusan Harvard University pada 2016 ini harus berhadapan dengan urusan publik yang negatif sifatnya.
Belva konon dituding melakukan kolusi ketika menjadi staf khusus dari Presiden Joko Widodo.

Di tengah-tengah merebaknya wabah corona yang mencekam dan menyengsarakan rakyat Indonesia, perusahaan teknologi dan pendidikan milik Belva, Ruangguru, dikabarkan menerima proyek penanganan wabah Covid-19 dalam rubrik kartu prakerja yang digagas Jokowi.

Hal ini dianggap publik tidak etis. Dengan praktik demikian, seolah-olah Belva melakukan praktik kolusi bersama istana dengan mengambil “jatah” bagian proyek yang sebesar Rp5,6 triliun itu. Pria yang dianggap sebagai pengusaha muda sukses itu kini justru dinilai buruk.


Namun, Belva tetap menampikkannya. Sebab, Ia mengaku tak ikut dalam pengambilan keputusan kartu prakerja, termasuk besaran anggarannya. Katanya, semua itu dilakukan independent oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana.

Kewenangan sebagai staf khusus memang memiliki batasan-batasan mekanisme yang tak mencakup membuat keputusan-keputusan. Ia yakin, hakulyakin, dirinya tak melanggar hukum.

Bahkan, demi pertaruhan reputasinya, Belva pun siap dan sudah menawarkan untuk mundur.
“Namun, keputusan mundur adalah keputusan besar dan harus didiskusikan dengan istana. Jadi, mohon dipahami bukan hanya masalah saya mau/tidak,” cuitnya.

Akan tetapi, netizen justru menyerangnya yang merespon sangkalannya Belva.
“Dah dapat proyek mundur, mantap kali,” ulas m_ikhsan3 di sosial media.
“Mundur ya, proyeknya tetap jalan namun senyap,” tulis dovasdavos di sosial media.
Sementara, wabah Covid-19 memaksa perusahaan-perusahaan untuk memecat karyawannya. Dan itu berefek signifikan, dibuktikan dengan jumlah orang yang mengalami pemutusan kerja dan dirumahkan mencapai 2,8 juta orang, menurut catatan Kementerian Tenaga Kerja.

Jumlah ini, bahkan, bisa terus meningkat selama wabah belum teratasi. Bila pun wabah berakhir, perekonomian tentu tak akan langsung pulih.
Jadi, para penganggur sekarang bukanlah lagi fresh graduate yang perlu dilatih terlebih dahulu untuk bekerja, melainkan lebih kepada para pekerja yang sudah dipecat karena perusahaan sudah tak berjalan.

Yang mereka butuhkan adalah lowongan kerjaan yang baru yang sesuai dengan keahian mereka. Jadi, seharusnya yang diprioritaskan adalah memulihkan perekonomian terlebih dahulu.
Apalagi dana pelatihan kerja tersebut terlampau besar, yakni sekitar Rp5,6 triliun. Angka tersebut dapat membantu mempercepat pemulihan pada sektor-sektor strategis.


https://haluan.co/article/belva-si-p...tungnya-corona

kisah inspiratip

profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 26 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Pasti adalah Gan, minimal masuk ke gajinya dll

Hanya saja program Pra Kerja kurang tepat kalau dikeluarin sekarang. Seolah pemerintah cari untung dikala pandemi yang telah mengakibatkan banyaknya PHK.

Seharusnya promo pas lanching digratiskan untuk semua kelas.

Katanya dari pemerintah untuk rakyat, kok rakyat suruh bayar? emoticon-Entahlah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sy0may
Lihat 1 balasan
gak sia2 sekulah di harvard bisa keruk duit negara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 4 lainnya memberi reputasi
Untuk proyek sebesar itu harus melalui tender.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Partner kartu pra kerja banyak bukan cuma ruang guru, sekolah.mu yg gosipnya punya najwa jg salah satu mitranya

Diluar itu setiap mitra tidak otomatis dapat duit, mereka dapat duit kalau pengguna pra kerja ambil kelas disana, kalau gak ada yg ambil kelas ya nihil, gak dapat apa2
profile-picture
profile-picture
liee dan bangsutankeren memberi reputasi
Rezim Nasi Anjing emang biadab








JIHAD emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Ini baru yang ketahuan. Coba dicek lagi proyek pejabat2 lainnya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
"Ruang Guru" Produk Setan mengatasnamakan Pendidikan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
sambil menyelam meminum air, udh dapet tender gede bodo amat sama jabatan yg penting dompet tebel emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Proyek bancakan bray, lu kira jd stafsus gratis gt....




emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Paket2 teratas yg di beli pakai uang negara per hati ini

Belva, Si Peraup Untung di Tengah Buntungnya Corona
yg ngenes nilai total proyek prakerja ini 20 T, nah duit negara yg bakalan lari ke si belva cs di aplikasi ruangguru dll nya ini bkalan 5,6T...... bayangin gak tuh duit negara segitu banyak cuman buat beli video yg padahal di youtube juga ada gratis emoticon-No Hope
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Semoga ini bisa menjadi Kisah Inspiratif bagi Para Cebong emoticon-Malu
Yang lebih semangat lagi yach nge-buzz nya, siapa tahu nanti dari Cebong ada yang diperhitungkan untuk dicalonkan sebagai Staff nya Pak Plisiden emoticon-Malu emoticon-Wakaka emoticon-Wkwkwk emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 3 lainnya memberi reputasi
Mending bikin konten2 video sendiri trus upload dah tuh di website kemenaker...

Rakyat bebas donload mau video pelatihan yg mana... Paling total buat video beragam pelatihan gitu gak sampai 1Triliun...

Daripada beli ecer ke belva cs yg kelihatan aja 5,6T bakalan masuk kantong belva cs padahal ane yakin si belva cs buat tuh video tutorial gak sampai 10jt sebiji nya... 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 4 lainnya memberi reputasi
luar biasa kan, ngak malu malah bangga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
uratkumbang dan 2 lainnya memberi reputasi
apakah milenial kita krisis moral??? disaat wabah corona gini dia juga berbisnis dengan negara diluar kewajaran
profile-picture
profile-picture
profile-picture
uratkumbang dan 3 lainnya memberi reputasi
alhamdullilah ya mas belva...
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
uratkumbang dan liee memberi reputasi
ti ati pemeriksaan 4-5 taon lagi.....


profile-picture
profile-picture
uratkumbang dan liee memberi reputasi
Ada yang berubah dari akun Kartu Prakerja saya ini hari. Bulan mulai terlihat.

Cair!

Pada kolom sertifikat muncul angka 1. Artinya saya mengantongi 1 sertifikat dari Skill-Academy karena ‘mengikuti’ pelatihan “Cari Uang sebagai Penulis Lepas/Jurnalis untuk Media”.

Insentif sudah dijadwalkan 4 tahap: 11 Mei, 10 Juni, 10 Juli, dan 9 Agustus. Sebesar Rp600 ribu masing-masing. Tertera status: belum diproses. Kalau diklik tertulis begini: proses penerimaan saldo membutuhkan waktu 3-5 hari kerja sejak tanggal transfer.

Nanti uang itu masuk ke rekening OVO—tersambung dengan akun Kartu Prakerja saya. Sengaja tidak saya pilih BNI untuk pencairan. Saya mau tes, kalau transfer ke rekening bank lain, apakah OVO mengutip biaya administrasi.

Insentif pengisian survei I yang Rp50 ribu belum nongol.

Pada riwayat transaksi pembelian video pelatihan di Skill-Academy Rp220 ribu tercantum status: berhasil. Artinya, uang sudah masuk rekening Skill Academy.

Berarti, bila mengacu data transaksi per 1 Mei 2020 (20 hari sejak dibuka 12 April 2020), rekening Skill Academy-Ruangguru terisi Rp82,9 miliar, Sisnaker Rp13,14 miliar, Pintaria Rp6,59 miliar, Tokopedia Rp6,4 miliar, Bukalapak Rp4,79 miliar, Sekolahmu Rp3,67 miliar, Mau Belajar Apa Rp1,69 miliar, dan Pijar Mahir Rp0,9 miliar.

Saya Rp600 ribu!

Persoalan nanti 8 platform digital itu menyalurkan ke lembaga pelatihan atau lembaga balas budi, soal lain. Yang jelas, uang negara nangkring di rekening 8 platform itu dulu via transaksi pembelian dari peserta.

Luar biasa barang ini. Lebih cepat, lebih ‘baik’ dari BLBI—yang perlu mengatur soal laporan keuangan, hak tagih, celah perbankan, legal opinion, audit etc. Silakan baca sendiri contohnya dalam berkas perkara kasus BDNI/Dipasena.

Tidak terlalu ribet, duit negara disedot.

Bungkusnya juga manis: membantu masyarakat saat pandemi korona.

Dapat nama baik. Dapat duit.

Itu sangat ‘sempurna’. Tim yang bermain kelihatannya kompak bin solid.

Mohon maaf. Untuk sebuah gagasan yang bagai tim gurem—semacam Persikad Depok (saya orang Solo kelahiran Depok)—Prakerja ini ibarat Persikad dapat Piala Champion Asia melalui gocak-gocek di belakang layar.

Coba merenung sebentar. Pikirkan hal ini:

Apa istimewanya sebuah gagasan memberikan pelatihan kerja kepada pencari kerja/pengangguran usia muda (18-25 tahun)—yang akhirnya dilaksanakan dengan model jual-beli video?

Itu sudah berlangsung sejak dulu. Lihat PP 31/2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional yang menurut saya cukup komprehensif dan berstandar jelas: sertifikasi kompetensi, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), akreditasi, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Link and match-nya pun jelas. Karena mencakup juga pemagangan—pelatihan di tempat kerja langsung. Artinya ada orientasi pada kebutuhan pasar kerja.

Apa istimewanya sebuah program yang tidak dipikirkan—boro-boro konsep dan sistemnya—pendanaannya dari mana? Yang penting kampanye dulu. Anggaran pikir belakangan. Ini tidak bisa dibantah. Menteri Keuangan Sri Mulyani berkata begitu, Januari lalu.

Mungkin ‘momentum’ dan kesengsaraan rakyat-lah yang membikin jadi ‘istimewa’. Mendengar janji kampanye itu, terbayang di benak rakyat—yang sedang kesulitan hidup—bahwa pengangguran akan lenyap, skill akan meningkat, kesejahteraan di depan mata. Selamat tinggal kegelapan hidup.

Itulah pemilu. Itulah politik. Lidah tak bertulang!

Begitu kan?

Anda masih percaya ini kebaikan negara?

200 juta orang di Indonesia perlu melihat angka ini. Perbandingan antara Kartu Prakerja sebelum korona dan setelah korona, yang sama-sama mengacu kepada Perpres 36/2020 dkk. Perbandingan yang sebetulnya tidak mengubah substansi.

Sebelum COVID-19 (target peserta 2 juta)
- Rp1.000.000 (pelatihan online) x 2.000.000 = Rp2.000.000.000.000
- Rp4.000.000 (pelatihan offline) x 2.000.000 = Rp8.000.000.000.000
- Rp550.000 (insentif) x 2.000.000 = Rp1.100.000.000.000

Setelah COVID-19 (peserta 5,6 juta)
- Rp1.000.000 (pelatihan online) x 5.600.000 = Rp5.600.000.000.000
- Rp2.400.000 (insentif mencari kerja) x 5.600.000 = Rp13.440.000.000.000
- Rp150.000 (insentif survei) x 5.600.000 = Rp840.000.000.000

Pos apa yang tidak berubah? Pelatihan online!

Bahkan korona ‘membantu’ menaikkan kuenya sebesar 180%.

Ini saya tidak menggunakan asumsi jika Rp4.000.000 untuk pelatihan offline sesuai rencana sebelum korona juga dilaksanakan melalui model platform digital (kurasi, penyaluran pembayaran, komisi etc).

Korona tidak mengubah hakikat dan dugaan niat ambil untung dari bisnis jual-beli pelatihan online dalam Kartu Prakerja. Korona malah membuat ‘dagangan’ ini makin sedap dan ‘kontekstual’ karena insentifnya dibuat lebih nendang.

Kunciannya manis sekali.

Selama acuannya Perpres 36/2020, Permenko Perekonomian 3/2020, dan Permenkeu 25/PMK.05/2020, permainannya akan seperti itu: beli video dahulu di platform digital, baru terima insentif.

Anda bisa lihat penjelasan tersebut dalam status-status saya sebelumnya.

Kita seperti berhadapan dengan kanker. Sembuh total sulit—kecuali mukjizat—tapi kemoterapi sebagai tindakan paliatif perlu dilakukan. Sayangnya, kemoterapi selain membunuh sel-sel ganas, juga berpotensi membunuh sel-sel baik.

Kritik terhadap bisnis jual-beli video dalam Kartu Prakerja bisa membendung sel ganas itu tetapi berpotensi menghardik balik karena diasumsikan menghambat hak orang mendapat bantuan/insentif saat pandemi.

“Kurang ajar sekali kritikus-kritikus itu. Mulut mangap. Sanggup situ kasih Rp600 ribu per bulan?”

Tadi di diskusi Nusantara TV (rekaman), saya tanya soal itu ke anggota DPR dari Golkar, Maman Abdurrahman. Saya ‘bernegosiasi’ dengan politisi. Apakah mungkin Golkar berposisi untuk membalik urutannya: insentif dulu, kemudian pelatihan dengan format yang diubah lebih baik tanpa transaksi di platform digital.

Tersirat dan tersurat, berat kelihatannya. Argumennya standar: segmennya berbeda, orang butuh dilatih dulu baru mendapatkan insentif, dsb.

Saya ‘turunkan’ posisi dengan, oke pelatihan dulu tapi dengan format yang diubah tanpa transaksi jual beli video di platform digital.

Dijawab seperti mengambang: Prakerja ini seperti kebijakan busway yang awalnya ditentang kemudian manfaatnya banyak. Masukan boleh, secara teknis, untuk evaluasi dan perbaikan. Misal soal verifikasi peserta.

Sistem online, katanya, justru transparan.

Tidak jelas terlihat kehendak untuk mendukung dihentikannya transaksi kali banyak, kali sering di platform digital dalam Kartu Prakerja.

Tapi kita tidak menyerah.

Setidaknya dalam hati, kita harus melawan.

Kita benar.

Kita berdiri tegak lurus dengan langit.

Jangan berhenti.

Salam 5,6 Triliun.
profile-picture
liee memberi reputasi
Ane nyimeng aja gan
Koruptor milenial
Sang milenial korup
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di