CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / ... / Berita Olahraga /
5 Penyerang yang Baru Tajam di Pengujung Karier
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb248ddc8393a664b61d411/5-penyerang-yang-baru-tajam-di-pengujung-karier

5 Penyerang yang Baru Tajam di Pengujung Karier

5 Penyerang yang Baru Tajam di Pengujung Karier

BolaSkor.com - Secara umum, pesepak bola mencapai puncak karier atau menampilkan performa terbaik pada sekitar 27 tahun. Namun, ada beberapa nama yang punya cerita berbeda.

Pada posisi striker, biasanya para pemain akan berada di puncak karier di bawah usia 30 tahun. Maklum, persaingan sangat ketat karena munculnya penyerang-penyerang muda berbakat. Apalagi, mereka datang dengan kondisi tubuh yang lebih bugar.


Namun, tidak selamanya para penyerang tua gagal bersaing. Ada beberapa nama yang justru baru mencapai puncak karier ketika di penghujung kariernya.

Berikut ini adalah lima penyerang yang baru tajam pada penghujung karier:

Jamie Vardy


Jamie Vardy menjadi satu di antara penyerang terbaik di Premier League saat ini. Namun, jauh sebelum itu, Vardy punya perjalanan yang berliku.

Penyerang Leicester City itu lahir pada 1987. Meskipun banyak menghabiskan masa mudanya di Sheffield Wednesday, Vardy juga pernah bergabung dengan klub non-liga, Stocksbridge Park Steels pada saat ia berusia 16 tahun.

Pada ulang tahunnya yang ke-25, Jamie Vardy masih bermain di klub amatir, Fleetwood Town.

Nasibnya baru berubah setelah hijrah ke Leicester City pada 2012 yang saat itu merupakan tim Championship. Setelah dua musim di kasta kedua kompetisi Inggris, akhirnya Vardy merasakan berlaga di Premier League pada usia 27 tahun.

Puncak karier Vardy baru terjadi pada musim 2015-2016. Ia membawa The Foxes mewujudkan kisah yang hanya ada di negeri dongeng. Dua puluh empat gol Vardy membantu Leicester memenangi Premier League.

Sejak saat itu, Vardy terus menjadi mesin gol Leicester. Beberapa media mengabarkan Vardy tetap menarik hati klub-klub elite meski sudah berada di usia senja.


Luca Toni

Pemain asal Italia dikenal kerap mencapai puncak karier ketika berusia lanjut. Kisah tersebut juga dialami Luca Toni.

Luca Toni hanya memperkuat klub papan tengah di Italia ketika menginjak usia awal 20-an. Setelah dua musim bersama Brescia, Toni hijrah ke Serie B memperkuat Palermo ketika berusia 26 tahun.

Luca Toni pun mulai menunjukkan taringnya. Ia mendulang 30 gol di Serie B dan membawa Palermo promosi. Kemudian, ia mengemas 20 gol untuk Il Rosanero di Serie A.

Penampilan impresif tersebut membuat Fiorentina memboyongnya. Pada usia 28 tahun, Toni mengemas 31 gol di Serie A 2005-2006. Ia adalah pemain pertama yang menembus angka 30 gol sepanjang sejarah 50 tahun kompetisi.

Pada musi panas di tahun tersebut, Toni mencetak dua gol dan membawa tim nasional Italia memenangi Piala Dunia 2006. Kemudian, dia mengambil keputusan besar dengan hengkang ke Bayern Munchen.

Setelah mencetak 24 gol pada musim debutnya, cedera membuat performa Toni merosot tajam. Namun, setelah pulang ke Italia dan memperkuat Verona, mesin Toni kembali panas.

Luca Toni mencetak 22 gol pada musim 2014-2015 dan mengakhiri kompetisi sebagai pencetak gol terbanyak di Serie A pada usia 38 tahun.

Miroslav Klose


Miroslav Klose adalah satu di antara penyerang wahid di dunia. Ia memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia.

Menariknya, Miroslav Klose tidak pernah membela tim nasional Jerman hingga berusia 24 tahun. Tidak behenti sampai di situ, Klose mencetak gol terakhirnya untuk timnas Jerman ketika berusia 36 tahun pada Piala Dunia 2014.

Karier profesional Klose dimulai di Kaiserslauten pada 1998. Namanya mulai dikenal usai tampil impresif bersama Werder Bremen.

Namun, langkah terbesar dalam karier Klose adalah ketika angkat kaki ke Bayern Munchen ketika berusia 29 tahun. Klose bermain selama empat musim dengan torehan dua gelar Bundesliga.

Meski berusia 33 tahun pada akhir musim 2010-2011, kariernya tidak meredup setelah menuju Lazio. Klose terus menjadi andalan mendulang gol hingga pensiun pada usia 38 tahun.


Antonio Di Natale

Bintang Serie A lainnya yang menunjukkan grafik meningkat pada bagian akhir kariernya adalah Antonio Di Natale. Ia masih menjadi satu di antara pencetak gol terbaik di Serie A dengan 209 gol yang dibuat.

Jumlah tersebut menjadikannya lebih baik daripada Roberto Baggio, Gabriel Batistuta, dan Alessandro Del Piero.

Antonio Di Natale menembus skuat utama Empoli ketika sudah berusia 23 tahun. Setelah tidak banyak mengalami kemajuan, sang striker pun menuju Udinese pada musim panas 2004.

Namun, Di Natale tidak langsung bersinar. Ia hanya mencetak 11 gol dalam 41 penampilan. Di Natale baru mulai produktif ketika memasuki usia 31 tahun.

Pada usia 35 tahun, pemain depan itu adalah satu di antara pencetak gol terbanyak Serie A. Di Natale mencetak 23 gol pada musim 2012-2013. Bahkan, ketika telah berusia 37 tahun, Di Natale masih bisa mengkreasikan 14 gol.

Aritz Aduriz


Tidak banyak penyerang asal Spanyol yang tampil cukup tajam seperti Aritz Aduriz. Hingga saat ini, ia telah mencetak 285 gol sepanjang kariernya. Menariknya, lebih dari setengah dari jumlah tersebut tercipta pada usia di atas 30 tahun.

Ketika melihat di atas kertas, jalur karier Aritz Aduriz aneh. Dia menjadi pemain profesional di Athletic Bilbao pada usia 19 tahun dan bermain untuk tim junior selama tiga musim.

Bilbao sempat meminjamkan Aritz Aduriz ke Valladolid. Torehan 16 gol yang dicetak Aduriz sudah cukup membuat Bilbao membawa pulang sang striker.

Aritz Aduriz sempat bermain di Real Mallorca dan Valencia sebelum kembali ke Bilbao pada usia 31 tahun. Keputusan Aduriz kembali ke klub yang membesarkan namanya terbukti tepat. Pada usia 34 tahun, ia mencetak 26 gol dalam satu musim.

Hingga kini, Aritz Aduriz masih dipercaya menempati lini depan Bilbao. Usia sang striker sudah mencapai 39 tahun.


Sumber: Link
profile-picture
profile-picture
meruru dan HernandezJoe memberi reputasi
Toni lah fenomenal emoticon-Leh Uga


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di