CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / ... / Berita Olahraga /
5 Laga Paling Bersejarah Persib Bandung
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb24760c8393a73103b187f/5-laga-paling-bersejarah-persib-bandung

5 Laga Paling Bersejarah Persib Bandung

5 Laga Paling Bersejarah Persib Bandung

BolaSkor.com - Persib Bandung merupakan tim sepak bola kesayangan masyarakat Bandung, bahkan Jawa Barat. Tim berjulukan Maung Bandung ini lahir pada 14 Maret 1933.

Rangkaian perjalanan dalam menjalani berbagai pertandingan sepak bola di Indonesia telah diarungi. Tentunya menyimpan catatan sejarah yang menjadi kebanggaan.

Bolaskor mencoba untuk merangkum beberapa pertandingan yang paling bersejarah bagi Persib Bandung. Mulai dari zaman Perserikatan hingga Liga Indonesia.

1. Persib Bandung Vs Perseman Manokwari

Tepat 11 Maret 1986, Persib berhadapan dengan Perseman Manokwari. Kedua tim bertemu pada babak final Kompetisi Perserikatan di Stadion Utama Senayan Jakarta (sekarang Stadion Utama Gelora Bung Karno).

Di laga ini, Persib berhasil mengalahkan Perseman Manokwari dengan skor 1-0. Sekaligus mengakhiri puasa gelar selama 25 tahun.

Bertanding di hadapan puluhan ribu bobotoh yang memadati Stadion Utama Senayan, gol tunggal kemenangan Persib dicetak Djadjang Nurdjaman pada menit 77.

Keberhasilan itu disambut euforia luar biasa publik sepak bola Bandung dan Jawa Barat. Maklum, Persib terakhir kali menjadi juara pada tahun 1961. Apalagi, setelah sempat bertarung di Divisi I dalam dua musim kompetisi, tim kebanggaan bobotoh ini pun selalu gagal menjadi juara akibat kekalahan adu penalti dari PSMS Medan pada grandfinal Kompetisi Perserikatan 1983 dan 1985.

Pada pertandingan grandfinal, pelatih Nandar Iskandar menurunkan komposisi pemain Sobur (kiper); Adeng Hudaya, Robby Darwis, Suryamin, Ade Mulyono; Adjat Sudradjat, Bambang Sukowiyono, Iwan Sunarya; Suhendar, Dede Rosadi dan Djadjang Nurdjaman.

Sedangkan pelatih Perseman, Paul Cunming kembali mengandalkan Adolf Kabo, Yonas Sawor, Wellem Mara, Yohanis Kambuaya dan Eli Rumaropen.


2. Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya

Laga berlangsung 11 Maret 1990. Sempat tertatih-tatih di awal musim, Persib akhirnya bisa mendapatkan gelar juara Kompetisi Perserikatan 1989-1990.

Persib berhasil mengalahkan Persebaya dengan skor 2-0. Satu di antara dua gol Persib merupakan gol bunuh diri pemain Persebaya, Subangkit menit keenam. Sedangkan satu gol lainnya dicetak Dede Rosadi menit ke-59.

Gelar juara ini membuat pengorbanan sekitar 80 ribu Bobotoh yang datang langsung ke Stadion Utama Senayan, Jakarta tak sia-sia. Mereka larut dalam kegembiraan sekaligus membungkam sekitar 40 ribu pendukung Persebaya di stadion.

Bahkan di tengah kegembiraan, Ade Dana sang pelatih jatuh pingsan karena rasa gembira yang tak tertahankan. Lagu "Halo-Halo Bandung" terus menggema mengiringi rombongan tim dari stadion menuju Hotel kartika Chandra.

Di laga tersebut, pelatih Ade Dana memasang komposisi pemain Samai Setiadi (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Robby Darwis, Adeng Hudaya (belakang), Asep Sumantri, Yusuf Bachtiar, Adjat Sudradjat (tengah), Nyangnyang/Dede Rosadi, Sutiono Lamso, Djadjang Nurdjaman.

Sementara Persebaya yang ditangani pelatih Koesmanhadi memasang I Gusti Putu Yasa (kiper), Muharom Rosdiana, Usman Hadi, Maura Helly, Subangkit, Nuryono Haryadi, Ibnu Graham, Yusuf Ekodono, Syamsul Arifin, Putut Wijanarko, Budi Yohanis/Seger Sutrisno. Bagi Persib, ini adalah gelar juara keempat kalinya setelah tahun 1937, 1961 dan 1986.


3. Persib Bandung Vs Petrokimia Gresik

Pertandingan digelar pada 30 Juli 1995, di musim pertama kompetisi bertajuk Liga Indonesia. Di tahun ini Persib berhasil menjadi juara mengalahkan Petrokimia Gresik di babak final yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta.

Padahal awalnya Persib tidak akan mengikuti kompetisi yang merupakan peleburan Perserikatan dan Galatama ini. Alasannya karena kesulitan anggaran.

Namun, pelatih Persib Indra Thohir dan Wahyu Hamijaya yang merupakan Ketua Umum Persib kala itu memberanikan diri untuk terlibat. Akhirnya Persib tampil di Liga Indonesia pertama yang dinamai Ligina.

Meski PSSI memperbolehkan setiap klub diperkuat oleh tiga pemain asing, Persib yang ditangani pelatih Indra Thohir dan asistennya Djadjang Nurdjaman serta Emen Suwarman memilih untuk menggunakan jasa para pemain lokal.

Seperti di posisi penjaga gawang diperkuat Aries Rinaldi, Anwar Sanusi, Samai Setiadi, Yohannes Gatot Prasetyo. Lalu Nandang Kurnaedi, Dede Iskandar, Robby Darwis, Roy Darwis, Mulyana, Yadi Mulyadi, Nunung Mulyadi, Dudi Subandi, Hendra Komara, Nana Supriatna, Dadang Hidayat, Asep Sumantri, Yudi Guntara, Yusuf Bachtiar, Yaya Sunarya, Asep Kustiana, Sutiono Lamso, Asep Dayat, Asep Poni, Kekey Zakaria, Tatang Suryana, Dadang Kurnia.

Di babak pertama kedua tim bermain imbang 0-0. Di babak kedua Persib berhasil memecah kebuntuan di menit ke-76 melalui Yusuf Bachtiar. Tidak ada lagi gol tercipta, Persib berhasil memastikan diri menjadi juara Liga Indonesia pertama.


4. Persib Bandung Vs PSIM Yogyakarta

Partai dijalani pada 16 Oktober 2003. Jika tidak ada perubahan aturan promosi dan degradasi oleh PSSI, Persib sebenarnya sudah harus terlempar ke Divisi I pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, bersama Barito Putra, PSDS Deli Serdang, Petrokimia Putra, Arema Malang, dan Perseden Denpasar.

Aturan awal, enam tim terbawah terdegradasi ke Divisi I, Persib hanya menempati peringkat ke-16 dari 20 peserta LI musim itu. Namun, beberapa bulan sebelum laga usai, PSSI mengeluarkan keputusan kontroversial.

Dalam aturan tersebut, tim yang otomatis terdegradasi hanya peringat 17-20, sedangkan peringkat 15 dan 16 diberi kesempatan memainkan pertandingan “play-off” melawan peringkat 3 dan 4 Divisi I. Maka, Persib main Solo untuk memanfaatkan “selembar nyawa” yang dihadiahkan PSSI.

Pada pertandingan pertama, Persib menang atas Persela Lamongan 1-0. Lalu menang dengan skor yang sama atas PSIM Yogyakarta.

Pertandingan berlangsung di Stadion Manahan Solo, 16 Oktober 2003 ini, gol tunggal Persib dicetak pemain asing asal Cile, Rodrigo Sanhueza pada menit 58.

Pelatih Persib Juan Antonio Paez menurunkan formasi Udin Rafiudin (kiper); Dadang Hidayat, Suwandi HS, Claudio Lizama; Yayan Sundana/Aji Nurpijal, Hendra Komara, Andrian Mardiansyah, Rodrigo Sanhueza, Alejandro Tobar; Suladi/Asep Dayat, Imral Usman.


5. Persib Bandung Vs Persipura Jayapura

Persib Bandung mengakhiri puasa gelar selama 19 tahun sejak menjuarai Liga Indonesia pada musim 1994-1995, pada 7 November 2014.

Laga ini tidak mudah bagi Persib. Apalagi lawannya adalah Persipura Jayapura yang merupakan tim yang sulit dikalahkan Persib sejak era Indonesia Super League (ISL). Dari 11 kali pertemuan, Persib hanya mampu satu kali menang. Sisanya 6 kali kalah dan 4 kali imbang.

Terbukti Persib harus mengalahkan Persipura hingga drama adu penalti. Pasalnya selama pertandingan berjalan 90 menit kedua tim berakhir dengan skor 2-2. Bahkan skor ini bertahan hingga dua kali esktra tim.

Di babak adu penalti, Persib akhirnya keluar sebagai juara setelah lima algojo yakni Makan Konate, Ferdinand Alferd Sinaga, Toni Sucipto, Supardi Nasir dan Achmad Jufriyanto berhasil melepaskan tendangan dengan sempurna.

Sedangkan Persipura Jayapura, hanya Nelson Alom yang gagal. Sisanya yakni Boaz Salossa, Ferinando Pahabol dan Robertino Pugliara berhasil menjebol gawang I Made Wirawan.

Persib di musim ini dilatih Djadjang Nurdjaman dengan komposisi pemain, I Made Wirawan; Supardi, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Firman Utina, Makan Konate, M. Ridwan, Tantan (Atep 66); Ferdinand Sinaga.

Sementara Persipura Jayapura ditangani Mettu Dwaramurry dengan komposisi pemain Dede Sulaiman; Bio Paulin, Dominggus Fakdawer, Ruben Sanadi; Tinus Pae, Lim Jun-Sik, Gerald Pangkali (Jaelani 60), I. Wanggai (Alom 95), Robertino Pugliara, Ian Louis Kabes (Pahabol 69); Boaz Solossa.


Sumber: Link
profile-picture
profile-picture
meruru dan HernandezJoe memberi reputasi
Persija gak dihitung? emoticon-Wow


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di